Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah
- account_circle Rivaldi Bulilingo
- calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
- visibility 85
- print Cetak

Pemaparan Materi pada seminar Manajemen Bisnis Oleh Ketua ISNU Gorontalo Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng, Foto: Istimewah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Gorontalo sekaligus Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi syariah, bukan hanya menjpesadi penonton.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Eduart saat menjadi narasumber dalam Seminar Manajemen Bisnis bertema “MOU Kementerian Koperasi: Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih” yang digelar dalam rangkaian Pekan Ekonomi Syariah (PES) oleh PWNU Gorontalo, Selasa (29/10/2025).
“Bicara soal ekonomi syariah, NU harus jadi pemain, bukan hanya jadi penonton,” tegas Prof. Eduart. “Peluang ini sudah terbuka lebar melalui kerja sama dengan Kementerian Koperasi. Pertanyaannya sekarang, apakah kita mau menjemput peluang ini?”
Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya koperasi sebagai karakter dasar NU dalam memperkuat ekonomi umat.
“Karakter NU itu koperasi. Labeling keagamaan saja tidak cukup. Kita harus menunjukkan bahwa warga NU mampu mengelola bisnis syariah yang profesional melalui koperasi merah putih,” ujarnya.
Prof. Eduart juga menyinggung peran Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Bank Muamalat yang kini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem keuangan umat. Ia mendorong warga NU agar memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk memperluas jaringan ekonomi.
“NU harus naik kelas dengan mengoptimalkan Pekan Ekonomi Syariah. Gunakan media sosial untuk memperkenalkan produk, peluang, dan jejaring usaha. Kita harus fokus pada tujuan dan cita-cita besar NU untuk memajukan ekonomi umat,” pungkasnya
- Penulis: Rivaldi Bulilingo

Saat ini belum ada komentar