Breaking News
light_mode
Trending Tags

PCINU Jerman Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 156
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.comPengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jerman menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan demikian, ibadah puasa dimulai pada hari tersebut dan salat Tarawih pertama dilaksanakan Rabu malam, 18 Februari 2026.

Pengumuman itu disampaikan melalui akun Instagram resmi PCINU Jerman dan dikutip nulondalo.com, Selasa (17/2/2026).

Ketua PCINU Jerman, Miftah El-Azmi, menjelaskan bahwa penentuan awal bulan Hijriah di Jerman tidak diatur oleh pemerintah sebagaimana di Indonesia. Karena itu, setiap komunitas Muslim memiliki metode masing-masing dalam menentukan awal Ramadhan.

“Secara umum di Jerman lembaga dan komunitas Muslim masing-masing memiliki metodenya sendiri-sendiri, tidak diatur oleh pemerintah. Ada yang menggunakan rukyat dengan alat bantu teropong, ada yang menggunakan hisab,” ujar Miftah dikutip dari NU Online, Selasa (17/2/2026).

Ia menuturkan, PCINU Jerman menggunakan metode hisab kontemporer Nautical Almanac 2026 yang dipadukan dengan rukyatul hilal pada akhir bulan. Perbedaan metode tersebut kerap menyebabkan selisih satu hari dalam memulai puasa maupun merayakan Idulfitri di Jerman.

Menurut Miftah, komunitas yang memulai puasa pada 18 Februari kemungkinan menggunakan metode kalender Hijriah global sebagai acuan.

Informasi serupa juga diumumkan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Taiwan. Melalui surat pernyataan resmi, PCINU Taiwan mengimbau Muslim Indonesia di Taiwan untuk mulai berpuasa pada 19 Februari 2026.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Ramadhan 2026 diperkirakan berlangsung mulai 19 Februari hingga 20 Maret 2026. PCINU Taiwan juga meminta para pemilik perusahaan atau majikan agar memberikan kesempatan kepada pekerja Indonesia untuk menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk penghormatan terhadap keyakinan agama mereka.

Penetapan awal Ramadhan pada 19 Februari 2026 juga diumumkan di Australia. Australian National Imams Council (ANIC) melalui pernyataan resmi yang disampaikan Grand Mufti Australia, Dr Ibrahim Abu Mohamad, menjelaskan bahwa berdasarkan data astronomis, hilal belum memungkinkan diamati pada Selasa, 17 Februari 2026.

Di Sydney, matahari terbenam pada pukul 19.45 (AEST), sementara bulan baru lahir pada pukul 23.01 waktu setempat. Kondisi serupa terjadi di Perth, di mana bulan baru lahir setelah matahari terbenam.

“Ini berarti bulan baru lahir setelah matahari terbenam di Australia, dan bulan Ramadhan tidak dapat dimulai pada malam itu. Oleh karena itu, Bulan Suci Ramadhan tahun 1447 H akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026,” demikian pernyataan ANIC.

Salat Tarawih pertama di Australia dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam, 18 Februari 2026. Dalam pernyataannya, Grand Mufti juga mengajak umat Islam menghormati perbedaan pendapat demi menjaga persatuan serta mendoakan perdamaian dunia, khususnya bagi warga Gaza, Palestina.

Sementara itu, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Hong Kong tidak mengumumkan secara khusus penetapan awal Ramadhan, namun melalui akun Instagram resminya telah merilis jadwal imsakiyah yang menetapkan Kamis, 19 Februari 2026 sebagai hari pertama puasa.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puasa Melahirkan Persaudaran Kemanusiaan

    Puasa Melahirkan Persaudaran Kemanusiaan

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle Dr. Mansur Basir
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Di jantung setiap agama (In the heart of religion), terdapat salah satu doktrin yang memiliki sisi persamaan yakni misi kesucian/fitrah (holistic). Kesuciaan Ini kemudian melahirkan cintakasih (love to other) dan cinta melahirkan persaudaraan sejati yang pada level ini mempersepsi manusia secara egaliter dan equal tanpa memandang warna kulit dan status sosial. Doktrin ini sebenarnya mampu melahirkan kedamaian di mana […]

  • Yang Nanam Malah Lapar

    Yang Nanam Malah Lapar

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Satu abad Nahdlatul Ulama (NU) adalah usia yang cukup matang untuk merenung: apakah jam’iyah ini masih sekadar kuat di tahlilan, atau sudah cukup berani kuat di laporan keuangan? Gus Dur pernah berkelakar, “NU itu besar sekali, tapi kalau ditanya asetnya, jawabannya sering: berkah.” Masalahnya, berkah saja tidak cukup untuk bayar pupuk, solar kapal nelayan, dan […]

  • Mengharapkan Masjid Ramah Disabilitas di Serambi Madinah

    Mengharapkan Masjid Ramah Disabilitas di Serambi Madinah

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Fadhil Hadju
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Rasulullah pernah bersabda, “dijadikannya kesenanganku dari dunia berupa wanita dan minyak wangi. Dan dijadikan lah penyejuk hatiku dalam ibadah shalat”. Hadis riwayat An-Nasa’i dan Ahmad. Hadis di atas seolah menyadarkan kepada kita, bahwa ibadah shalat menjadi penenang dan penyejuk, bagi hati Nabi Muhammad SAW. Tentu saja, hadis ini berlaku bagi umatnya juga. Shalat menjadi media […]

  • Arus Balik dari Sebuah Negeri yang Tidak Dibiarkan Berkuasa

    Arus Balik dari Sebuah Negeri yang Tidak Dibiarkan Berkuasa

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 419
    • 0Komentar

    “Biar aku ceritai kalian. Dahulu, di jaman kejayaan Majapahit, arus bergerak dari selatan ke utara, dari Nusantara ke Atas Angin.” Kalimat ini ditulis Pramoedya Ananta Toer dalam Arus Baliknya. Ia seakan memberi tahu dengan seksama bahwa kalimat itu tak hanya sekadar nostalgia sejarah. Tetapi merupakan sebuah pernyataan geopolitik yang tajam. Kalimat itu seolah menantang asumsi […]

  • Pagula: Ulama Pesisir dan Penemu Pukat Cincin dari Gorontalo

    Pagula: Ulama Pesisir dan Penemu Pukat Cincin dari Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Abdul Kadir Lawero
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Di tengah riak ombak pesisir Kota Gorontalo, sejarah mencatat nama seorang ulama yang hidupnya sederhana, namun penuh pengaruh. Sosok itu adalah KH. Nahar Akadji, yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Pagula—sebuah panggilan penuh makna yang mencerminkan kelembutan, kearifan, dan manisnya akhlak beliau. Di Gorontalo, penyebutan ulama memang berbeda. Tak ada istilah “Kiai” seperti di Jawa […]

  • Dandhy Laksono: Indonesia Sedang Mengalami Krisis Ekstraksi dan Kemunduran Demokrasi

    Dandhy Laksono: Indonesia Sedang Mengalami Krisis Ekstraksi dan Kemunduran Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 204
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Jurnalis dokumenter dan pendiri Watchdoc, Dandhy Laksono, menilai Indonesia tengah menghadapi persoalan serius berupa eksploitasi sumber daya alam yang masif, kemunduran demokrasi, hingga dominasi oligarki dalam politik nasional. Hal itu disampaikan Dandhy dalam podcast Islamitalk #5 yang tayang di kanal Islami.co pada Jumat (22/5/2026). Dalam perbincangan tersebut, Dandhy banyak membahas perjalanan produksi film-film […]

expand_less