Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Yang Nanam Malah Lapar

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
  • visibility 441
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Satu abad Nahdlatul Ulama (NU) adalah usia yang cukup matang untuk merenung: apakah jam’iyah ini masih sekadar kuat di tahlilan, atau sudah cukup berani kuat di laporan keuangan? Gus Dur pernah berkelakar, “NU itu besar sekali, tapi kalau ditanya asetnya, jawabannya sering: berkah.” Masalahnya, berkah saja tidak cukup untuk bayar pupuk, solar kapal nelayan, dan gaji akuntan.

Keberpihakan struktur PBNU terhadap transformasi ekonomi hari ini patut diapresiasi. NU mulai sadar bahwa mengurus umat bukan hanya soal qunut subuh, tapi juga soal arus kas. Ekonomi, akuntansi, dan profesionalisme mulai dipanggil ke panggung utama. Kalau dulu rapat NU penuh doa agar rezeki lancar, sekarang mulai ada doa tambahan: “Semoga laporan keuangannya juga lancar dan diaudit wajar tanpa pengecualian.”

PBNU juga mendorong lahir dan tumbuhnya lembaga-lembaga ekonomi NU. Ini kemajuan besar. Namun Gus Dur mungkin akan nyeletuk, “Lembaga ekonomi NU jangan cuma ada kop suratnya, tapi juga ada labanya.” BUMNU, koperasi NU, dan unit usaha pesantren jangan sampai rajin rapat tapi malas produksi. Kalau rapat lebih sering dari panen, itu bukan ekonomi umat, itu ekonomi konsumsi snack.

Pengarusutamaan program ekonomi NU sering terdengar gagah di seminar, tapi kadang menguap saat turun ke sawah. Padahal ekonomi jama’ah itu sederhana: tanam bareng, panen bareng, jual bareng, untung bareng, bukan bingung bareng. NU perlu satu desain besar ekonomi, bukan sekadar spanduk besar ekonomi. Kalau program ekonomi NU masih jalan sendiri-sendiri, Gus Dur mungkin akan bilang, “Ini bukan ekosistem, ini ekosentris, semua merasa paling penting.”

Peran kampus-kampus NU di bawah LPTNU sangat strategis. Tapi kampus NU jangan hanya jago bikin seminar bertema Sustainable Community Development sambil makan nasi kotak. Kampus NU harus turun ke desa, bukan cuma turun panggung. Mahasiswa NU jangan cuma pandai mengutip teori pembangunan, tapi juga pandai menghitung harga gabah dan ongkos nelayan. Kalau tidak, risetnya berkelanjutan, kemiskinannya juga berkelanjutan.

Penguatan kader melalui ISNU, Ansor, PMII, IPNU dan IPPNU juga krusial. Kader NU hari ini harus bisa wirid sekaligus spreadsheet. Bisa istighotsah, tapi juga bisa baca neraca. Gus Dur mungkin akan tertawa, “Kalau kader NU hanya kuat di yel-yel tapi lemah di Excel, ekonomi umat bisa error.” Militansi tanpa kompetensi hanya menghasilkan semangat, bukan kesejahteraan.

Sudah waktunya jam’iyah NU berhenti hanya disebut sebagai “pasar besar”. Pasar itu tempat belanja, bukan tempat menentukan harga. NU harus naik kelas menjadi produsen. Petani NU jangan hanya panen, tapi juga punya gudang. Nelayan NU jangan hanya melaut, tapi juga punya cold storage. Kalau beras NU masih dibeli dari tengkulak, itu namanya kedaulatan doa, bukan kedaulatan pangan.

Produksi beras, rempah-rempah, sayuran, dan ikan seharusnya dipegang oleh jam’iyah NU secara kolektif. Bukan berarti NU mau jadi konglomerat, tapi agar warga NU tidak terus jadi penonton di lumbung sendiri. Gus Dur pernah bilang, “Keadilan sosial itu sederhana: yang nanam jangan malah lapar.” Dan itu relevan sampai hari ini.

Ekosistem ekonomi Nahdlatul Ulama harus dibangun dari bawah: pesantren, desa, kampus, koperasi, hingga pasar digital. Kalau NU bisa mengelola jama’ah untuk shalawatan berjuta orang, seharusnya mengelola rantai produksi beras tidak lebih sulit, asal niatnya sama-sama serius.

Transformasi ekonomi satu abad NU pada akhirnya adalah transformasi cara berpikir. Dari bangga pada jumlah jama’ah menuju bangga pada kemandirian jama’ah. Dari ekonomi berkah menuju ekonomi berkat plus neraca. Gus Dur mungkin akan menutup dengan senyum, “NU itu sudah sangat kaya. Tinggal satu yang kurang: merasa bertanggung jawab atas kekayaannya sendiri.”

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • Editor: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skandal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di PC PMII Ambon 

    Skandal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di PC PMII Ambon 

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Oleh: Budiman Salamun – (Kader PMII Cabang Ambon) Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Ambon menjadi problem mendasar yang membentuk “frame” buruk terhadap citra organisasi, mengapa demikian! karena Pelantikan PC PMII Ambon didasari oleh pengungkungan AD/ART PMII atau dengan kata lain, Pelantikan PC PMII AMBON merupakan hasil pemerkosaan Konstitusi dan Peraturan organisasi. […]

  • Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur di Jombang, Kenang Peran dalam Reformasi dan Pemisahan TNI-Polri

    Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur di Jombang, Kenang Peran dalam Reformasi dan Pemisahan TNI-Polri

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kapolri Listyo Sigit Prabowo melakukan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid di kompleks pemakaman keluarga Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026 mendatang. Dalam prosesi ziarah, Kapolri hadir mengenakan peci dan melakukan doa bersama […]

  • Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesia (DPD PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Hasan, S. Sos,Mengecam, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian terhadap seorang warga sipil Berinisial A. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025.di Bantai Tak Berombak (PTB) Maros,yang di lakukan Oknum Kepolisian yang bertugas di […]

  • SAKTI Sentil Banyak Mahasiswa di Majannang: Pintar di Luar, Membisu di Kampung Sendiri 

    SAKTI Sentil Banyak Mahasiswa di Majannang: Pintar di Luar, Membisu di Kampung Sendiri 

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Desa Majannang kembali menjadi sorotan setelah salah satu tokoh pemuda desa, Sakti, melontarkan kritik keras terhadap kondisi sebagian pemuda di Dusun Taipa, Desa Majannang, yang dinilai mulai kehilangan kepedulian terhadap masa depan desanya sendiri. Menurut Sakti, banyak pemuda saat ini lebih memilih diam dan acuh terhadap berbagai persoalan sosial di desa. Bahkan, […]

  • Menari dalam Belantara Simulacra

    Menari dalam Belantara Simulacra

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Lebaran, seperti biasa, datang bukan hanya membawa ketupat dan peluk maaf. Ia datang membawa gelombang kegembiraan yang melompat-lompat dari dapur ibu sampai ke beranda digital. Di kampung-kampung kecil yang debunya masih hangat oleh langkah kaki anak-anak, hingga ke rumah-rumah mewah yang tak pernah tidur oleh lampu-lampu sorot interior—suasana keriangan tumpah ruah. Tahun ini, kegembiraan itu […]

  • Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?

    Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Hari, bulan dan tahun merupakan siklus hidup manusia yang diukur menurut satuan waktu dengan berdasarkan peredaran bumi, bulan dan matahari. Siklus hari manusia terbagi dalam dua babakan, yaitu malam dan siang. Dalam penciptaan keduanya, begitu sangat istimewa sehingga Allah mengulang-ulang penciptaan malam dan siang sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berpikir (QS. 3:190, 11:3, 16:12, 23:80, […]

expand_less