Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ceramah Ramadan di Al Markaz: Kakanwil Sulsel Tekankan Akhlak Bertetangga

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 232
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo-Makassar. Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan, Rabu 4 Maret 2026 atau 15 Ramadhan 1447 H, masjid Al Markaz Al Islami Makassar kembali dipadati ribuan jamaah Tarawih. Malam itu terasa istimewa, sebab Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulsel, H. Ali Yafid, didaulat menyampaikan tauziah bertema “Akhlak Bertetangga” sebuah pesan sederhana namun menjadi fondasi kerukunan hidup manusia.

Dalam ceramahnya, Ali Yafid menegaskan bahwa tetangga adalah orang yang paling dekat secara sosial dalam keseharian. “Sesungguhnya yang paling dekat dengan kita secara sosial adalah tetangga. Ketika kita mengalami kesulitan, sering kali yang pertama hadir membantu adalah tetangga,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang sempurna, mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk hubungan sosial antarwarga. “Allah telah menyempurnakan agama ini. Aturan tentang pribadi, rumah tangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara semuanya lengkap. Hadis-hadis Rasulullah SAW sangat memperhatikan kehidupan sosial agar terbangun masyarakat yang harmonis,” jelasnya.

Ali Yafid kemudian menguraikan hak-hak tetangga sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW, menolong saat membutuhkan, meminjamkan sesuatu dengan cara yang baik, menjauhi sifat hasad, hingga berbagi makanan sederhana.

Ia mengingatkan, ibadah ritual tanpa menjaga hubungan sosial dapat mengurangi nilai keimanan seseorang. “Ada orang rajin salat dan puasa, tetapi menyakiti tetangganya. Rasulullah SAW menyebut orang seperti itu sebagai penghuni neraka. Sebaliknya, ada yang ibadahnya sederhana, tetapi tidak pernah menyakiti tetangga, itu justru penghuni surga,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung program prioritas Kementerian Agama RI, yakni Ekoteologi. Menurutnya, ekoteologi mengajarkan manusia untuk melihat alam dan sesama sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT.

“Jangan hanya melihat pohon, hewan, atau tetangga sebagai objek semata. Lihatlah siapa di balik semua itu, yaitu Allah SWT. Semua ciptaan-Nya bertasbih dan harus kita hormati,” ujarnya penuh makna.

Mengakhiri tausiyah, Ali Yafid mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kepedulian sosial. “Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi membangun kepekaan sosial terhadap orang-orang di sekitar kita, terutama tetangga dan kaum dhuafa. Semua kebaikan di bulan Ramadan dilipatgandakan pahalanya,” tuturnya.

Dengan mengutip hadis “Innamal a’malu binniyat”, ia menutup ceramah dengan ajakan agar setiap ibadah dilakukan dengan hati yang tulus. Malam itu, Al Markaz Al Islami bukan sekadar menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang refleksi sosial meneguhkan kembali makna Ramadan sebagai bulan kepedulian, kebersamaan, dan jalan menuju surga.

  • Penulis: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PP Gentuma Bina Wajib Retribusi Kepelabuhanan dan Kesyahbandaraan

    PP Gentuma Bina Wajib Retribusi Kepelabuhanan dan Kesyahbandaraan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kepatuhan pengguna jasa terhadap kewajiban retribusi, Unit Pelaksana Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelabuhan Perikanan (PP) Gentuma menyelenggarakan Pembinaan Wajib Retribusi Jasa Kepelabuhanan dan Optimalisasi Pelayanan Kesyahbandaraan, Kamis (3/7/2025). Plt. Kepala PP Gentuma Sitti Sabariah Machmud menegaskan pentingnya pemahaman bersama tentang retribusi dalam sambutannya. Sabariah menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan […]

  • Cerita Gus Dur yang Berpulang Bersama Jenderal Salim

    Cerita Gus Dur yang Berpulang Bersama Jenderal Salim

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 834
    • 0Komentar

    Ada sebuah kisah yang sejatinya akan terdengar pada peringatan Haul ke-16 Gus Dur, yang diselenggarakan di Masjid At-Taqwa, Pambusuang, Polewali Mandar, 12 Februari 2026. Kisah itu semula hendak disampaikan oleh Mayjen TNI (Purn.) Salim S. Mengga. Namun, cerita sejarah tersebut tampaknya tidak akan pernah terucap, sebab Puang Salim, sapaan akrab beliau telah berpulang ke hadirat […]

  • OJK Dorong UMKM Gorontalo Manfaatkan Crowdfunding di Pekan Ekonomi Syariah

    OJK Dorong UMKM Gorontalo Manfaatkan Crowdfunding di Pekan Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui narasumbernya, Abdul Rahmat, mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Gorontalo agar mulai memanfaatkan skema crowdfunding sebagai alternatif pendanaan di luar sektor perbankan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan crowdfunding yang menjadi salah satu rangkaian Pekan Ekonomi Syariah (PES) yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo, […]

  • KH Rasyid Kamaru: Gorontalo Dibangun Dengan Dasar Pancasila

    KH Rasyid Kamaru: Gorontalo Dibangun Dengan Dasar Pancasila

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2019
    • account_circle Yusran Laindi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Gorontalo, KH. Abd Rasyid Kamaru mengatakan bahwa Provinsi Gorontalo dibangun dengan dasar Pancasila. Hal tersebut disampaikan dalam ‘Ngaji Kebangsaan’ yang digagas oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kota Gorontalo, Sabtu (29/6/2019). Dalam acara dialog yang di hadiri ratusan peserta dari berbagai lintas organisasi […]

  • Puzzle Terakhir Demokrasi: Partisipasi Publik di Media Digital

    Puzzle Terakhir Demokrasi: Partisipasi Publik di Media Digital

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Indonesia sudah lama menerima demokrasi sebagai bentuk. bahkan sejak awal diproklamirkan, demokrasi diterima sebagai instrumen politik utama. Tetapi entah kenapa, selalu terasa ada yang kurang lengkap. Seolah ada satu puzzle yang hilang dan membuat demokrasi kita tak utuh. Yaitu partisipasi publik yang subtantif. Padahal, partisipasi publik adalah mandat utama demokrasi. Selama bertahun-tahun, partisipasi publik dalam […]

  • Akuntansi Utang Pemerintahan : Antara Kebutuhan Pembangunan dan Resiko Fiskal

    Akuntansi Utang Pemerintahan : Antara Kebutuhan Pembangunan dan Resiko Fiskal

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Hilda Anggraeni
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Utang pemerintah kerap menjadi pisau bermata dua dalam tata kelola keuangan negara. Di satu sisi, pembiayaan melalui utang merupakan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, akumulasi utang yang tidak terkendali berpotensi mengguncang stabilitas fiskal dan membebani generasi mendatang. Dalam konteks inilah, akuntansi utang pemerintahan memegang peran sentral—tidak sekadar […]

expand_less