Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Puasa Melahirkan Persaudaran Kemanusiaan

  • account_circle Dr. Mansur Basir
  • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
  • visibility 139
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di jantung setiap agama (In the heart of religion), terdapat salah satu doktrin yang memiliki sisi persamaan yakni misi kesucian/fitrah (holistic). Kesuciaan Ini kemudian melahirkan cintakasih (love to other) dan cinta melahirkan persaudaraan sejati yang pada level ini mempersepsi manusia secara egaliter dan equal tanpa memandang warna kulit dan status sosial. Doktrin ini sebenarnya mampu melahirkan kedamaian di mana dan kapan pun sebuah agama itu mendiami suatu tempat (living). Dan di saat yang bersamaan pula,manusiarisalah akan kehilangan jati dirinya sebagai manusia sejati jika doktrin fitrah ini tidak terimplementasi secara efektif. Dalam kerangka inilah, maka setiap agama memiliki instrument dan cara-cara berbeda untuk mengoptimalisasi dan memaksimalkan kinerja doktrinnya. 

Dalam Doktrin Islam, manusia sebelum lahir ke dunia ini masing-masing telah memegang erat perjanjian dan kesepakatan (consensus) antara dirinya dengan Tuhan- Nya. Janji itu isinya sangat singkat tetapi mengandung makna yang amat luas dan dalam: “Alastu Birabbikum Qaaluu Bala Syahidnaa”,Siapa Tuhanmu,lalu kita menjawab: “Akubersaksi bahwa Engkau Allah Tuhanku”. Kalimat itulah yang disebut “fitrah manusia”karena semua yang lahir secara fitrah pasti beriman kepada Allah. Doktrin puasa sejak dahulu kala telah dilakukan oleh hampir semua nabi dan rasul karena diyakini mampu mengontrol setiap tindakan manusia dan dapat mengembalikan manusia kepada fitrah kesucian sebagaimana janji dahulu. Allah Swt. mengafirmasi ini dalam firman-Nya (Q.S. Surah Ar-Rum: 30).  Artinya: “ Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu,tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Rasulullah saw. bersabda:“Tiap-tiap manusia yang lahir dalam keadaan ‘fitrah”. Penemuan manusia modern telah menemukan sebuah riset ilmiah yang sangat berhubungan dengan konsep fitrah ini. Linas seorang dokter ahli syaraf menemukan dalam otak manusia terdapat gelombang “Osilasi Syaraf 40 Hz”. Ramachandran dan Pesinger menyebut gelombang osilasi syaraf ini sebagai “Titik Tuhan” (God Spot) atau “modul Tuhan” (God module). Inilah penemuan paling canggih manusia di abad modern. Inilah pembuktian ilmiah kebenaran agama Islam dan keagungan Al-Quran di abad teknologi serba canggih ini. Jika “titikTuhan” ini dikaitkan dengan “Osilasi Syaraf 40 Hz” seperti gelombang radio, maka ditemukan bukti ilmiah bahwa:“Otak manusia merupakan pusat seluruh kecerdasan baik kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional maupun kecerdasan spiritual”.Dengan kecerdasan spiritual (God Spot) inilah manusia mampu mengenal Allah. Kecerdasan spiritual inilah yang berfungsi mengatur hati nurani kita agar selalu berada dalam bingkai fitrah dan kebenaran.Di dalam otak spiritual inilah Allah Swt memasang satelit pengintai atau signal sehingga dimanapun manusia berada, apapun kebaikan atau kejahatan yang dikerjakannya walau sebesar biji sarra pasti Allah Swt langsung mengetahuinya sebagaimana firmannya dalam Q.S. Luqman Ayat 16:Artinya: “Sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi yang kamu lakukan, kemudian kamu sembunyikan dari batu atau di langit atau di dalam perut bumi,niscaya Allah akan mengetahuinya”

Pada titik tertentu, orang yang melakukan puasa berada pada posisi tidak berdaya,dan lemah karena jasmaninya tidak diberi asupan makanan dan minuman pada jam tertentu dalam kurun waktu cukup lama (a month) sembari terus melakukan ritual keagamaan seperti dzikir, shalat, baca quran dll akan mengasah kecerdasan batin (spiritual) pada level tertinggi. Maka manusia yang cerdas spiritual akan mampu melihat manusia lain secara sama, dan tidak lagi membeda-bedakan yang pada akhirnya melahirkan konsep kesetaraan(egaliter), konsep persamaan (equality), bahkan konsep persaudaraan sejati (brotherhood) bahwa kita adalah mereka dan mereka adalah kita seperti filosofi masyarakat Sulawesi Utara Torang Samua Basudara.

Selain itu, puasa juga memberi predikat the best terhadap pelaku puasa yang mampu berbagi dengan orang lain sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad Saw.” Barang siapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berbuka puasa itu”. Doktrin ini pun mengajarkan pelaku puasa untuk cinta berbagi dengan sesama, mampu merasakan penderitaan saudara- saudaranya yang lain (sense of crisis).Latihan berbagi pada level sosial seperti ini sesungguhnya akan melahirkan perasaan cinta sesama untuk rela berkorban.Si kaya akan lebih arif memahami kebutuhan si miskin,dan si miskin pun akan tumbuh perasaan respek. 

Orang yang berpuasa dengan penuh kehati-hatian adalah buah dari fitrah keimanannya yang kokoh dan kuat laksana akar pohon yang menghujam ke dalam tanah sehingga tidak mudah tumbang dengan hempasan angin. Dengan fitrah keimanan yang kuat dan kokoh inilah, syaitan laknatullah tidak mampu mendekati dan menggoda orang yang berpuasa. Syaitan akan terhempas oleh derasnya arus iman di hati seperti manusia terlempar ketika tersengat aliran listrik. Inilah salah satu makna hadits Rasulullah Saw bahwa “Di bulan suci ramadhan syaitan dibelenggu,pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka…” Dengan demikian yang membelenggu syaitan sebenarnya adalah kekuatan iman orang-orang berpuasa itu sendiri. Syaitan berada dimana-mana, bisa saja dia tidur bersama kita, syaitan bisa saja berjalan bareng dengan kita, syaitan bisa saja makan bersama dengan kita, syaitan bisa berada di ruang kerja kita atau berada di pasar senggol dan supermarket. Dengan konsepsi seperti ini maka orang berpuasa akan menjaga dirinya untuk tidak menyakiti saudaranya baik secara lisan (hate speech) maupun perbuatan. 

Pada akhirnya, jika puasa dilakukan secara baik, konsisten dan penuh keikhlasan, maka the final destination adalah la’allakum tattaquun sebuah predikat yang sangat tinggi dari Tuhan yang Maha Perkasa. Keberadaan orang-orang yang bertaqwa ini akan selalu memberi kebaikan dan kedamaian di manapun dia berada.Karena orang yang bertaqwa sesungguhnya adalah mereka dalam golongan manusia paripurna, keimanannya mendekati level para nabi dan Rasul, dan ketaatannya setara dengan para waliyullah. Itulah sebabnya,ganjaran orang-orang yang berpuasa adalah surga.

Orang yang dihatinya ada surga,maka hidupnya akan senantiasa dalam kedamaian,menebar kebaikan terhadap sesama dan memperlakukan orang lain seperti dirinya tanpa memandang suku, ras, agama dan antar golongan. Dalam bahasa kekinian, jika dia bukan saudara kita dalam keyakinan (ukhuwah islamiyah),maka dia mungkin saudara kita dalam sebangsa dan setanah air (ukhuwah wathaniyah),jika pun mereka bukan saudara kitasebangsa dan setanah air, dia pasti saudara kita dalam kemanusiaan (ukhuwah insaniyah).Inilah kontribusi doktrin cinta kasih agama pada level kemanusiaan yang sangat tinggi yang memandang other secara holistic

  • Penulis: Dr. Mansur Basir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Menggugat Trans 7: Kritik atas Tayangan “Exposed Uncensored”

    Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Menggugat Trans 7: Kritik atas Tayangan “Exposed Uncensored”

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Tayangan Exposed Uncensored yang disiarkan oleh Trans 7 menuai gelombang protes dari kalangan akademisi muda Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), khususnya mahasiswa Program Studi Akuntansi. Mereka menilai konten tersebut telah melampaui batas etika penyiaran dan mencederai nilai-nilai keagamaan serta budaya bangsa. Asep Alfarizi Yulianto, mahasiswa Akuntansi UNUSIA semester V, menilai tayangan tersebut bukan sekadar hiburan, […]

  • Ramadhan dan Semangat Temporal Beribadah

    Ramadhan dan Semangat Temporal Beribadah

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Dalam kajian sosiologi dan studi budaya, sesuatu (tren, budaya, nilai, atau gaya hidup) yang datang kembali setelah lama pergi akan disambut dengan nostalgia atau perayaan. Teori ini selaras dengan bulan Ramadhan yang merupakan bahagian dari tatanan nilai dan momen suci yang datang kembali setelah lama pergi. Euforia penyambutannya terlihat jelas dari perilaku sosial dan perilaku […]

  • Langkah Terhadang Lapak: Menata Ulang Empati di Ruang Kota

    Langkah Terhadang Lapak: Menata Ulang Empati di Ruang Kota

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Kebijakan yang Menuai Tanya  Beberapa waktu terakhir, masyarakat Gorontalo dikejutkan oleh pernyataan Walikota yang memperkenankan pedagang berjualan di trotoar di ruas Jalan eks Andalas (John Ario Katili) dan Tanggidaa (Cokroaminoto). Pernyataan tersebut, meski berniat baik untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), justru menimbulkan pertanyaan di kalangan pemerhati tata kota, arsitek, dan masyarakat umum: Apakah […]

  • Dakwah dengan Akhlak, Bukan Amarah: Pesan KH. Hasyim Asy’ari yang Relevan Hingga Kini Play Button

    Dakwah dengan Akhlak, Bukan Amarah: Pesan KH. Hasyim Asy’ari yang Relevan Hingga Kini

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 464
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bagaimana seharusnya Islam hadir di tengah masyarakat yang belum sepenuhnya menjalankan syariat? Pertanyaan inilah yang menjadi pokok bahasan dalam sebuah pengajian yang digelar secara mendadak dan disiarkan melalui kanal youtube NUtizen Televisi, pada dua tahun yang lalu. Pengajian tersebut disampaikan oleh KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA, Katib Syuriyah PWNU Gorontalo sekaligus Pengurus Lembaga […]

  • Ratusan Penumpang Perahu Alisa Nyaris Tenggelam di Perairan Pulau Gangga, Seluruh Penumpang Selamat

    Ratusan Penumpang Perahu Alisa Nyaris Tenggelam di Perairan Pulau Gangga, Seluruh Penumpang Selamat

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    nulondalo. com –  Sebuah perahu penumpang bernama Alisa yang mengangkut ratusan warga Talise nyaris tenggelam di perairan dekat Pulau Gangga, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis (5/2/2026). Insiden tersebut terjadi saat kapal sedang dalam perjalanan dari Dermaga Likupang 2 menuju Pulau Talise. Menurut keterangan pemerintah desa setempat, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di pelataran Kantor PWNU Gorontalo, Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Pintraco, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGo, KNEX, Bank Indonesia, serta Pemerintah Provinsi Gorontalo […]

expand_less