Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tokoh Moral Itu Telah Pergi

  • account_circle Ilham Sopu
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 259
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pagi 31 Januari 2026, saat saya sedang mengikuti sertifikasi dai yang diselenggarakan PB DDI di Hotel UIN Alauddin Makassar, kabar duka itu datang tiba-tiba: Bapak Salim S. Mengga mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit di Makassar. Informasi itu saya baca lewat grup WhatsApp. Kaget, saya terdiam sejenak, menundukkan kepala, lalu membacakan Al-Fatihah untuk beliau.
Sosok Pak Salim S. Mengga adalah figur yang langka. Tidak mudah menemukan pribadi seperti beliau di tengah lanskap politik kita hari ini. Mungkin terasa terlalu cepat beliau dipanggil menghadap Tuhan, terlebih saat baru memulai kiprah strategisnya dalam menata Sulawesi Barat agar tumbuh sebagai daerah yang maju sekaligus bermoral. Namun, boleh jadi Tuhan memiliki rencana lain: memanggil orang-orang baik untuk kembali lebih awal, setelah menunaikan pesan moral yang harus dititipkan kepada generasi yang ditinggalkan.
Jauh sebelum menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen (Purn.) Salim S. Mengga telah lebih dulu memberi teladan kepada masyarakat. Sejak awal berdirinya Sulawesi Barat, bahkan sejak perhelatan pemilihan gubernur pertama, beliau tampil memberikan pendidikan politik yang beretika: mengedepankan nilai-nilai agama, moralitas, keteladanan, serta pesan-pesan yang menyejukkan dan mencerdaskan. Beliau konsisten menyampaikan pentingnya nilai religius sebagai fondasi kehidupan sosial dan politik.
Dalam rentang waktu sejak berdirinya Sulawesi Barat hingga wafatnya, baik sebelum maupun saat menjabat Wakil Gubernur, Pak Salim tak pernah lelah memikirkan bagaimana melihat masyarakat Sulbar tumbuh sebagai masyarakat yang maju dan *mala’bi’*—bermartabat secara moral dan budaya. Gagasan itu ia terjemahkan dalam pidato-pidato, ceramah-ceramah, dan pernyataan-pernyataannya yang sarat dengan nilai kejujuran, kebenaran, dan etika publik. Nilai-nilai itulah yang nyaris selalu hadir dalam setiap forum yang ia ikuti.
Ucapan kebenaran seakan menjadi wirid hariannya. Ia menyampaikannya di mana pun berada, bukan hanya di hadapan masyarakat biasa, tetapi juga di hadapan para pejabat. Sebagai Wakil Gubernur yang baru lebih dari setahun menjabat, ia telah menunjukkan komitmen moral dalam kepemimpinan bersama Gubernur Suhardi Duka.
Keduanya adalah dua sosok yang saling melengkapi. Suhardi Duka berpengalaman panjang di bidang pemerintahan—dua periode sebagai Bupati Mamuju serta pengalaman legislatif di DPR. Sementara Pak Salim membawa latar belakang militer yang identik dengan ketegasan dan disiplin. Pengalaman beliau sebagai anggota DPR RI turut memperkaya perspektifnya dalam membaca persoalan-persoalan pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Perpaduan pengalaman sipil dan militer inilah yang menjadikan kepemimpinan mereka relatif solid.
Pak Salim Mengga adalah figur langka di negeri ini. Berlatar belakang militer, beliau dikenal tegas dan disiplin. Namun, ada kelebihan yang jarang dimiliki oleh banyak koleganya: kefasihan beliau dalam membahas tema-tema keagamaan dengan bahasa yang mudah dicerna. Retorikanya akrab dengan realitas sosial masyarakat. Cara bertuturnya pas dengan kebutuhan audiens yang dihadapi—sebuah kemampuan dakwah kultural yang tidak semua orang miliki.
Lebih dari sekadar kepiawaian bertutur, kekuatan utama Pak Salim terletak pada karakter moralnya. Ia aktif mengampanyekan pentingnya kekuatan moral sebagai fondasi perubahan. Bagi beliau, perubahan paling mendasar dimulai dari akhlak. Di tengah kemerosotan moral yang kita saksikan hari ini, sebagaimana diungkapkan Prof. Quraish Shihab bahwa yang hilang dari kita adalah “akhlak”, pesan Pak Salim terasa kian relevan dan mendesak.
Warisan terpenting Pak Salim Mengga bagi masyarakat Sulawesi Barat bukan semata jabatan atau kebijakan, melainkan teladan moral. Warisan inilah yang semestinya dijadikan simbol dan kompas untuk menjaga eksistensi Sulawesi Barat sebagai provinsi yang bertumpu pada nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Pak Salim telah memberi contoh; kini, tanggung jawab kitalah untuk melanjutkannya.
(Kota Daeng, 31 Januari 2026)
  • Penulis: Ilham Sopu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akibat Jalan Loloda Utara Rusak: Mobil Anggota DPRD Malut, Nazlatan Terjadi Kecelakaan

    Akibat Jalan Loloda Utara Rusak: Mobil Anggota DPRD Malut, Nazlatan Terjadi Kecelakaan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Jalan rusak wilayah loloda Utara mengakibatkan mobil yang tumpangi Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan ukhra Kasuba mengalami kecelakaan. Diketahui, Kecelakaan tersebut terjadi Desa Supu, kecamatan Loloda Utara, Maluku Utara, pada tanggal 30 November 2025, pukul 16.25 WIT, namun saat ini mobil telah berhasil di evakuasi pada 18.07 WIT. Dari kejadian ini, terlihat […]

  • Pelecehan Seksual: Kuasa dan Keberanian Melawan Atas Nama Siri

    Pelecehan Seksual: Kuasa dan Keberanian Melawan Atas Nama Siri

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Akhir-akhir ini kita memang sering dikejutkan dengan berbagai berita mencengangkan. Dari pajak yang naik berlipat-lipat, hingga sewa tempat tinggal anggota dewan terhormat yang berjumlah 50 juta perbulan. Dan kita lagi lagi dikejutkan dengan viralnya berita seorang rektor perguruan tinggi ternama di Indonesia Timur yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan bawahannya. Berita pelecehan seksual semacam […]

  • Ketua IKPM-HT Yogyakarta Resmi Laporkan Kader PDI-P, Shanty Alda Nathalia ke Bidang Kehormatan DPP

    Ketua IKPM-HT Yogyakarta Resmi Laporkan Kader PDI-P, Shanty Alda Nathalia ke Bidang Kehormatan DPP

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Yogyakarta – Ketua Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta resmi melayangkan surat pengaduan terhadap Shanty Alda Nathalia, Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, ke Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan pada Selasa (3/3/2026). Laporan ini terkait dugaan pelanggaran disiplin partai dan benturan kepentingan (conflict of interest) yang dinilai mencederai marwah institusi. […]

  • Detik-Detik Mencekam Kebakaran Panti Jompo Manado, Lansia Terpanggang Saat Tidur!

    Detik-Detik Mencekam Kebakaran Panti Jompo Manado, Lansia Terpanggang Saat Tidur!

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 209
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Malam Minggu (28/12/2025) menjadi malam yang penuh duka bagi Panti Werdha Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado. Sebanyak 16 lansia meninggal dunia dalam kebakaran hebat, sementara belasan lainnya selamat tetapi mengalami luka bakar dan trauma mendalam. Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menjelaskan bahwa pihak kepolisian dan Polda […]

  • Paradoks Pendidikan Papua

    Paradoks Pendidikan Papua

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 172
    • 1Komentar

    Ketika film “Pesta Babi : Kolonialisme di Zaman Kita (2026)” muncul di ruang publik, hampir segenap masyarakat sipil Indonesia terperangah dengan model pembangunan di Papua. Terlepas dari pro dan kontra, namun terlihat jelas bahwa infrastruktur pendidikan yang layak masih menjadi barang langka di tanah adat mereka. Di sisi lain, barak militer dan eskavator adalah pemandangan […]

  • Ayam Masih Mendominasi Populasi Ternak di Indonesia, Tembus 3,92 Miliar Ekor

    Ayam Masih Mendominasi Populasi Ternak di Indonesia, Tembus 3,92 Miliar Ekor

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 209
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Indonesia tercatat memiliki populasi hewan ternak yang sangat besar pada 2025. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ayam menjadi jenis ternak yang paling mendominasi dengan jumlah mencapai 3,92 miliar ekor. Berdasarkan publikasi yang dirilis melalui platform IndonesiaBaik.id, populasi ayam tersebut mencakup ayam bukan ras (buras) atau ayam kampung, ayam ras pedaging, […]

expand_less