Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tokoh Moral Itu Telah Pergi

  • account_circle Ilham Sopu
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 298
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pagi 31 Januari 2026, saat saya sedang mengikuti sertifikasi dai yang diselenggarakan PB DDI di Hotel UIN Alauddin Makassar, kabar duka itu datang tiba-tiba: Bapak Salim S. Mengga mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit di Makassar. Informasi itu saya baca lewat grup WhatsApp. Kaget, saya terdiam sejenak, menundukkan kepala, lalu membacakan Al-Fatihah untuk beliau.
Sosok Pak Salim S. Mengga adalah figur yang langka. Tidak mudah menemukan pribadi seperti beliau di tengah lanskap politik kita hari ini. Mungkin terasa terlalu cepat beliau dipanggil menghadap Tuhan, terlebih saat baru memulai kiprah strategisnya dalam menata Sulawesi Barat agar tumbuh sebagai daerah yang maju sekaligus bermoral. Namun, boleh jadi Tuhan memiliki rencana lain: memanggil orang-orang baik untuk kembali lebih awal, setelah menunaikan pesan moral yang harus dititipkan kepada generasi yang ditinggalkan.
Jauh sebelum menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen (Purn.) Salim S. Mengga telah lebih dulu memberi teladan kepada masyarakat. Sejak awal berdirinya Sulawesi Barat, bahkan sejak perhelatan pemilihan gubernur pertama, beliau tampil memberikan pendidikan politik yang beretika: mengedepankan nilai-nilai agama, moralitas, keteladanan, serta pesan-pesan yang menyejukkan dan mencerdaskan. Beliau konsisten menyampaikan pentingnya nilai religius sebagai fondasi kehidupan sosial dan politik.
Dalam rentang waktu sejak berdirinya Sulawesi Barat hingga wafatnya, baik sebelum maupun saat menjabat Wakil Gubernur, Pak Salim tak pernah lelah memikirkan bagaimana melihat masyarakat Sulbar tumbuh sebagai masyarakat yang maju dan *mala’bi’*—bermartabat secara moral dan budaya. Gagasan itu ia terjemahkan dalam pidato-pidato, ceramah-ceramah, dan pernyataan-pernyataannya yang sarat dengan nilai kejujuran, kebenaran, dan etika publik. Nilai-nilai itulah yang nyaris selalu hadir dalam setiap forum yang ia ikuti.
Ucapan kebenaran seakan menjadi wirid hariannya. Ia menyampaikannya di mana pun berada, bukan hanya di hadapan masyarakat biasa, tetapi juga di hadapan para pejabat. Sebagai Wakil Gubernur yang baru lebih dari setahun menjabat, ia telah menunjukkan komitmen moral dalam kepemimpinan bersama Gubernur Suhardi Duka.
Keduanya adalah dua sosok yang saling melengkapi. Suhardi Duka berpengalaman panjang di bidang pemerintahan—dua periode sebagai Bupati Mamuju serta pengalaman legislatif di DPR. Sementara Pak Salim membawa latar belakang militer yang identik dengan ketegasan dan disiplin. Pengalaman beliau sebagai anggota DPR RI turut memperkaya perspektifnya dalam membaca persoalan-persoalan pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Perpaduan pengalaman sipil dan militer inilah yang menjadikan kepemimpinan mereka relatif solid.
Pak Salim Mengga adalah figur langka di negeri ini. Berlatar belakang militer, beliau dikenal tegas dan disiplin. Namun, ada kelebihan yang jarang dimiliki oleh banyak koleganya: kefasihan beliau dalam membahas tema-tema keagamaan dengan bahasa yang mudah dicerna. Retorikanya akrab dengan realitas sosial masyarakat. Cara bertuturnya pas dengan kebutuhan audiens yang dihadapi—sebuah kemampuan dakwah kultural yang tidak semua orang miliki.
Lebih dari sekadar kepiawaian bertutur, kekuatan utama Pak Salim terletak pada karakter moralnya. Ia aktif mengampanyekan pentingnya kekuatan moral sebagai fondasi perubahan. Bagi beliau, perubahan paling mendasar dimulai dari akhlak. Di tengah kemerosotan moral yang kita saksikan hari ini, sebagaimana diungkapkan Prof. Quraish Shihab bahwa yang hilang dari kita adalah “akhlak”, pesan Pak Salim terasa kian relevan dan mendesak.
Warisan terpenting Pak Salim Mengga bagi masyarakat Sulawesi Barat bukan semata jabatan atau kebijakan, melainkan teladan moral. Warisan inilah yang semestinya dijadikan simbol dan kompas untuk menjaga eksistensi Sulawesi Barat sebagai provinsi yang bertumpu pada nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Pak Salim telah memberi contoh; kini, tanggung jawab kitalah untuk melanjutkannya.
(Kota Daeng, 31 Januari 2026)
  • Penulis: Ilham Sopu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membagun Peradaban Islam yang tak Islami

    Membagun Peradaban Islam yang tak Islami

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2019
    • account_circle Aljunaid Bakari
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Kota Gorontalo sebagai ibu kota provinsi merupakan kota yang terus berkembang. Perkembangannya terbilang cukup masif, terutama sejak resmi memisahkan diri dari Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2002. Sebagaimana kota-kota berkembang pada umumnya, arah pengembangan Kota Gorontalo sangat dipengaruhi oleh sense of place—sebuah imaji kolektif yang menjadi inspirasi pembangunan wilayah. Di banyak kota di Indonesia, sense […]

  • Bareskrim Polri Tahan Dua Petinggi PT Dana Syariah Indonesia Terkait Dugaan Penggelapan Dana dan TPPU

    Bareskrim Polri Tahan Dua Petinggi PT Dana Syariah Indonesia Terkait Dugaan Penggelapan Dana dan TPPU

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 311
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri resmi menahan dua petinggi PT Dana Syariah Indonesia (DSI), yakni Direktur Utama Taufiq Aljufri dan Komisaris Arie Rizal Lesmana, mulai Selasa (10/02/2026). Penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan kasus dugaan penggelapan dana dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada layanan pinjaman online (pinjol) DSI. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus […]

  • Hak Interpelasi DPRD : Jalan Terang dalam Polemik BSG

    Hak Interpelasi DPRD : Jalan Terang dalam Polemik BSG

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Bayangkan anda adalah masyarakat Gorontalo. Hari ini anda membaca berita hangat yang informasinya ‘begini’, keesokan harinya ‘begitu’. Hari ini anda memahami informasi resmi dari pemangku kebijakan, tiba – tiba besoknya informasi tersebut diklarifikasi oleh mereka sendiri pula. Inilah realita masyarakat Gorontalo, terkekang dalam polemik Bank SulutGo (BSG) yang kebijakannya berpusar disitu saja yang membuat masyarakatnya […]

  • Polemik HTI Gorut Kian Memanas, KNPI Sorot Dugaan Overload hingga Tuntut Evaluasi Manajemen

    Polemik HTI Gorut Kian Memanas, KNPI Sorot Dugaan Overload hingga Tuntut Evaluasi Manajemen

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 394
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polemik operasional perusahaan HTI di Gorontalo Utara kian memanas. Kritik terhadap aktivitas angkutan kayu yang diduga bermuatan berlebih (overload) memicu sorotan publik, termasuk dari Komite Nasional Pemuda Indonesia Gorontalo. Ketua KNPI Gorontalo Utara, Yowan Sukarna, menilai aktivitas operasional perusahaan tersebut berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat. “Ini bukan sekadar […]

  • KPK Soroti Dugaan Monopoli Proyek di Pemprov Maluku Utara, Gubernur Sherly Tjoanda Diminta Tindak Lanjuti Temuan

    KPK Soroti Dugaan Monopoli Proyek di Pemprov Maluku Utara, Gubernur Sherly Tjoanda Diminta Tindak Lanjuti Temuan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 244
    • 0Komentar

    nulondalo.com, TERNATE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyoroti dugaan monopoli proyek dan berbagai persoalan dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK, Maruli Tua Manurung, mengungkapkan pihaknya telah menggelar pertemuan tertutup dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, untuk membahas langkah-langkah pencegahan korupsi dalam […]

  • KPMI BOGANI sukses menggelar Debat Ilmiah Paguyuban se-Bolaang Mongondow Raya 2025

    KPMI BOGANI sukses menggelar Debat Ilmiah Paguyuban se-Bolaang Mongondow Raya 2025

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Nulondalo.com — Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Poigar Bilalang Passi (KPMI BOGANI) sukses menggelar kegiatan  Debat Ilmiah Paguyuban se-Bolaang Mongondow Raya (BMR) 2025, Rabu (24/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Universitas Gorontalo dan diikuti oleh paguyuban-paguyuban Bolaang Mongondow Raya yang berada di Gorontalo. Kegiatan debat ilmiah ini menjadi ruang akademik dan kultural bagi mahasiswa BMR […]

expand_less