Breaking News
light_mode
Trending Tags

Apakah Indonesia sudah dalam Cengkeraman Masyarakat Paliatif?

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 2
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kita hidup dalam realitas yang serba aneh. Informasi datang menerjang setiap detik, jauh lebih cepat daripada kemampuan kita untuk benar-benar meresapi apa yang terjadi. Setiap hari, layar ponsel kita dijejali berita korupsi, lahan yang dirampas, sungai yang tercemar, hingga ketimpangan yang makin lebar. Semua ada di sana, bisa diakses hanya dengan satu sapuan jari. Namun, di tengah banjir informasi ini, muncul satu pertanyaan yang cukup mengganggu: apakah kita masih benar-benar “hadir” saat menyaksikan semua itu?

Masalahnya bukan lagi soal kekurangan data. Kita justru kelebihan informasi. Masalah sebenarnya adalah bagaimana informasi itu sering kali hanya lewat begitu saja tanpa sempat mengendap menjadi kesadaran. Korupsi sudah dianggap berita rutin. Bencana alam menjadi siklus tahunan yang kita anggap “nasib”. Ketimpangan sosial kita lihat seperti pemandangan di pinggir jalan yang perlahan-lahan tak lagi kita hiraukan. Apa yang dulunya memicu amarah, sekarang mungkin hanya membuat kita menghela napas, lalu lanjut menelusuri konten berikutnya.

Inilah semacam ambiguisutas era digital, kita tahu banyak, tapi sedikit sekali yang kita rasakan. Kita menonton penderitaan orang lain seperti sedang menonton hiburan—semuanya serba cepat, gampang berganti, dan mudah dilupakan.

Filsuf Byung-Chul Han menyebut kondisi ini sebagai Palliative Society atau masyarakat paliatif. Kita sedang terobsesi dengan kenyamanan. Segala hal yang menyakitkan, yang memicu konflik, yang membuat cemas, atau yang menuntut tanggung jawab moral, dianggap sebagai “gangguan” yang harus segera disingkirkan. Kita membangun sistem di mana kita tidak perlu lagi berlama-lama menghadapi sesuatu yang pahit.

Saat kita merasa gelisah, ada hiburan yang siap mengalihkan. Saat kecewa, ada konsumsi yang menawarkan pelarian. Saat cemas melihat dunia yang makin rusak, ruang digital menyediakan arus konten tanpa henti untuk menenggelamkan rasa itu. Kita kehilangan nyali untuk berdiam diri bersama rasa sakit, padahal sering kali justru dari sanalah kesadaran yang jujur lahir.

Jika menggunakan kerangka Paulo Freire justru seakan menantang kita. Karena Berbeda dengan kecenderungan kita yang ingin selalu “baik-baik saja” dan menghindari rasa sakit, Freire justru percaya bahwa kesadaran kritis lahir dari keberanian untuk berhadapan dengan realitas, sepedih apa pun itu. Baginya, kesadaran tidak tumbuh dari jarak yang aman, melainkan dari keterlibatan.

Freire pernah berargumen bahwa “perasaan adalah fakta”. Ini bukan sekadar kata-kata puitis. Ia ingin menegaskan bahwa emosi bukanlah musuh dari logika. Emosi adalah salah satu cara paling jujur bagi manusia untuk memahami dunia. Seorang petani yang marah karena tanahnya dirampas, atau nelayan yang cemas melihat lautnya mati, mungkin tidak menggunakan bahasa akademis yang rumit. Namun, mereka merasakan sesuatu yang “salah”. Perasaan tidak nyaman itulah titik awal dari sebuah kesadaran.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Geram! Anak SMP Terseret Kasus Pelecehan, Pengawasan Diminta Diperketat

    Wali Kota Geram! Anak SMP Terseret Kasus Pelecehan, Pengawasan Diminta Diperketat

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Kota Gorontalo, Adhan Dambea, kembali mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan pengawasan penggunaan handphone di kalangan anak-anak. Peringatan ini disampaikan menyusul maraknya kasus pelecehan yang terjadi di Kota Gorontalo, yang bahkan diduga melibatkan pelaku dari kalangan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Belum lama ini ada kasus pelecehan yang terduga pelakunya […]

  • Belasan Chromebook ANBK SMP PGRI 2 Maros Digondol Maling, Kerugian Capai Rp90 Juta

    Belasan Chromebook ANBK SMP PGRI 2 Maros Digondol Maling, Kerugian Capai Rp90 Juta

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — SMP PGRI 2 Maros menjadi sasaran aksi pencurian pada Senin (15/12/2025) pagi. Belasan perangkat Chromebook milik sekolah raib digondol pelaku, dengan total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Guru PJOK SMP PGRI 2 Maros, Suhardi, mengungkapkan sebanyak 15 unit Chromebook dan satu unit speaker hilang dari ruang kantor sekolah. Aksi pencurian itu […]

  • Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA) mengadakan rapat pengurus yang menghasilkan keputusan penting dalam struktur kepengurusan organisasi pada tanggal 21 februari 2025, hotel gred said Jakarta. Pada rapat DPP GENINUSA itu secara resmi menetapkan Bapak Imam Nahrowi (mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia periode 2014-2019) sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA. Ketum […]

  • DPR Dorong Sinergi Pusat–Daerah Demi Jaminan Kesehatan Warga Kurang Mampu

    DPR Dorong Sinergi Pusat–Daerah Demi Jaminan Kesehatan Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu tetap terlayani secara optimal dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur, Makassar, Jumat (20/2/2026). […]

  • Asyiknya Sensus Burung Air di Danau Limboto

    Asyiknya Sensus Burung Air di Danau Limboto

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 175
    • 0Komentar

    NULONDALO.com  – Ratusan individu burung air residen (penetap) dan jenis migran (pendatang) di Danau Limboto tercatat dalam pengamatan dan sensus burung-air Asia (Asian Waterbird Census) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Jenis burung-burung tersebut antara lain blekok sawah (Ardeola speciosa), kuntul kecil (Egretta garzetta), kuntul kerbau (Bubulcus ibis), cangak merah (Ardea purpurea), gagang bayam (Himantopus himantopus), […]

  • Nasionalisme: Etalase Kekuasaan dan Imajinasi yang Terbajak

    Nasionalisme: Etalase Kekuasaan dan Imajinasi yang Terbajak

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Nasionalisme berangkat dari pertanyaan paling mendasar tentang manusia: siapa saya dan di mana posisi saya. Jawaban atas identitas inilah yang kemudian membimbing cara hidup, pilihan moral, dan tindakan politik. Dalam kerangka ini, bangsa diposisikan sebagai komunitas utama yang membentuk kewajiban normatif individu. Pemikiran ini sejalan dengan antropolog Benedict Anderson yang menegaskan bahwa nasionalisme adalah sebuah […]

expand_less