Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Apakah Indonesia sudah dalam Cengkeraman Masyarakat Paliatif?

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 227
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kita hidup dalam realitas yang serba aneh. Informasi datang menerjang setiap detik, jauh lebih cepat daripada kemampuan kita untuk benar-benar meresapi apa yang terjadi. Setiap hari, layar ponsel kita dijejali berita korupsi, lahan yang dirampas, sungai yang tercemar, hingga ketimpangan yang makin lebar. Semua ada di sana, bisa diakses hanya dengan satu sapuan jari. Namun, di tengah banjir informasi ini, muncul satu pertanyaan yang cukup mengganggu: apakah kita masih benar-benar “hadir” saat menyaksikan semua itu?

Masalahnya bukan lagi soal kekurangan data. Kita justru kelebihan informasi. Masalah sebenarnya adalah bagaimana informasi itu sering kali hanya lewat begitu saja tanpa sempat mengendap menjadi kesadaran. Korupsi sudah dianggap berita rutin. Bencana alam menjadi siklus tahunan yang kita anggap “nasib”. Ketimpangan sosial kita lihat seperti pemandangan di pinggir jalan yang perlahan-lahan tak lagi kita hiraukan. Apa yang dulunya memicu amarah, sekarang mungkin hanya membuat kita menghela napas, lalu lanjut menelusuri konten berikutnya.

Inilah semacam ambiguisutas era digital, kita tahu banyak, tapi sedikit sekali yang kita rasakan. Kita menonton penderitaan orang lain seperti sedang menonton hiburan—semuanya serba cepat, gampang berganti, dan mudah dilupakan.

Filsuf Byung-Chul Han menyebut kondisi ini sebagai Palliative Society atau masyarakat paliatif. Kita sedang terobsesi dengan kenyamanan. Segala hal yang menyakitkan, yang memicu konflik, yang membuat cemas, atau yang menuntut tanggung jawab moral, dianggap sebagai “gangguan” yang harus segera disingkirkan. Kita membangun sistem di mana kita tidak perlu lagi berlama-lama menghadapi sesuatu yang pahit.

Saat kita merasa gelisah, ada hiburan yang siap mengalihkan. Saat kecewa, ada konsumsi yang menawarkan pelarian. Saat cemas melihat dunia yang makin rusak, ruang digital menyediakan arus konten tanpa henti untuk menenggelamkan rasa itu. Kita kehilangan nyali untuk berdiam diri bersama rasa sakit, padahal sering kali justru dari sanalah kesadaran yang jujur lahir.

Jika menggunakan kerangka Paulo Freire justru seakan menantang kita. Karena Berbeda dengan kecenderungan kita yang ingin selalu “baik-baik saja” dan menghindari rasa sakit, Freire justru percaya bahwa kesadaran kritis lahir dari keberanian untuk berhadapan dengan realitas, sepedih apa pun itu. Baginya, kesadaran tidak tumbuh dari jarak yang aman, melainkan dari keterlibatan.

Freire pernah berargumen bahwa “perasaan adalah fakta”. Ini bukan sekadar kata-kata puitis. Ia ingin menegaskan bahwa emosi bukanlah musuh dari logika. Emosi adalah salah satu cara paling jujur bagi manusia untuk memahami dunia. Seorang petani yang marah karena tanahnya dirampas, atau nelayan yang cemas melihat lautnya mati, mungkin tidak menggunakan bahasa akademis yang rumit. Namun, mereka merasakan sesuatu yang “salah”. Perasaan tidak nyaman itulah titik awal dari sebuah kesadaran.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tuntaskan Amanah, Mahasantri Semester Akhir Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Sidang LPJ Santri Dakwah

    Tuntaskan Amanah, Mahasantri Semester Akhir Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Sidang LPJ Santri Dakwah

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Jakarta – Mahasantri semester akhir Pondok Pesantren Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin resmi menggelar Sidang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tabligh atau Santri Dakwah Khatamun Nabiyyin (SDKN), Rabu (07/05/2026). Sidang tersebut menjadi puncak dari rangkaian pengabdian dakwah yang sebelumnya dijalankan di berbagai wilayah Indonesia. Berbekal keilmuan dan semangat pengabdian, para mahasantri telah menuntaskan program tabligh di delapan […]

  • KH Muhyiddin Zeny: Amal Orang Hidup Dapat Mengalir untuk Mereka yang Telah Wafat Play Button

    KH Muhyiddin Zeny: Amal Orang Hidup Dapat Mengalir untuk Mereka yang Telah Wafat

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 499
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tradisi mendoakan orang tua dan keluarga yang telah meninggal dunia kembali ditegaskan memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Hal tersebut disampaikan oleh KH Muhyiddin Zeny dalam pengajian rutin yang disiarkan melalui Nutizen TV. Dalam kajiannya, KH Muhyiddin Zeny menjelaskan bahwa amal kebaikan orang yang masih hidup dapat disampaikan pahalanya kepada orang yang telah wafat, […]

  • Tindakan Tak Terpuji, Dosen UIM Makassar Dipecat Usai Viral Play Button

    Tindakan Tak Terpuji, Dosen UIM Makassar Dipecat Usai Viral

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    nulondalo.com-Universitas Islam Makassar (UIM) resmi memberhentikan dosennya, Amal Said alias AS, setelah aksinya meludahi kasir swalayan di Makassar viral di media sosial. Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan menuai kecaman publik. Insiden itu terjadi pada Rabu (24/12). Dalam video yang beredar, AS tampak meludahi kasir saat hendak membayar belanjaan. Aksi tersebut diduga dipicu teguran karena […]

  • Polda Kalsel Bongkar Jaringan Pemalsu STNK dan BPKB, Enam Tersangka Ditangkap

    Polda Kalsel Bongkar Jaringan Pemalsu STNK dan BPKB, Enam Tersangka Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Selatan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus jaringan pemalsuan dokumen kendaraan bermotor, Kamis (19/2/2026) pagi. Kegiatan berlangsung di Lobby Mapolda Kalsel, Banjarbaru, dipimpin langsung Kapolda Kalsel didampingi Irwasda, Dir Reskrimum, Dir Lantas, dan Kabid Humas. Kabid Humas Polda Kalsel, Adam Erwindi, menyampaikan bahwa Kapolda Kalsel, Rosyanto […]

  • Praktik Pungli PTSL Terbongkar, Mantan Lurah Leang-Leang Resmi Ditahan Kejari Maros

    Praktik Pungli PTSL Terbongkar, Mantan Lurah Leang-Leang Resmi Ditahan Kejari Maros

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros akhirnya menetapkan mantan Lurah Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Andi Marwati (AM), sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) program sertifikat tanah gratis melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Penetapan tersangka dilakukan pada Selasa (9/12/2025) setelah penyidik memperoleh bukti kuat terkait dugaan praktik pungli yang telah berlangsung […]

  • Satlantas Polres Maros Segera Bertindak!.Antrean Panjang Truk Mengisi BBM tak kunjung usai hingga Menyebabkan kemacetan hingga Kecelakaan

    Satlantas Polres Maros Segera Bertindak!.Antrean Panjang Truk Mengisi BBM tak kunjung usai hingga Menyebabkan kemacetan hingga Kecelakaan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Maros– Antrean truk yang mengular di depan SPBU Maros Menimbulkan kemacetan hingga memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas di Jalan poros Maros-Makassar Butta toa Maros, kamis 30/07/2026 Malam. Menurut keterangan saksi, kecelakaan terjadi saat antrean truk tangki di SPBU sudah memanjang hingga badan jalan. Pada saat yang bersamaan, sepeda motor yang melaju dari arah utara tidak […]

expand_less