Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Apakah Indonesia sudah dalam Cengkeraman Masyarakat Paliatif?

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 140
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kemarahan, kesedihan, dan kecemasan bukanlah sekadar luapan emosi pribadi yang sia-sia. Itu adalah sinyal sosial. Ketika kita marah melihat korupsi, itu artinya nurani kita masih menolak ketidakadilan. Ketika kita cemas melihat hutan yang gundul, itu artinya hubungan batin kita dengan alam belum sepenuhnya putus.

Namun, emosi ini sering sekali “dinetralisir”. Lihat saja media sosial. Amarah kita sering kali meledak-ledak, tapi cuma di kolom komentar atau lewat tagar yang viral selama dua hari, lalu hilang entah ke mana. Empati kita sering kali cuma berhenti pada reaksi spontan. Kita tidak sedang membangun kesadaran, kita hanya sedang bersirkulasi dalam emosi tanpa arah. Inilah jebakan masyarakat paliatif: rasa sakit sosial hanya jadi konten, bukan bahan refleksi.

Bagi freir kesadaran kritis juga sebuah proses di mana perasaan harus dibawa ke tingkat refleksi. Tak hanya berhenti pada marah, tapi Tanyakan, “Kenapa ini terjadi? Siapa yang diuntungkan? Apa struktur yang melanggengkan ini?” Kesadaran kritis tidak cuma mengakui adanya masalah, tapi berani membongkar bagaimana masalah itu dibuat dan dinormalisasi.

Ini pun terjadi di sekolah dan kampus kita. Sistem pendidikan kita makin hari makin sibuk mencetak orang-orang yang “siap kerja” dan “kompetitif”, tapi jarang melatih orang untuk peka. Kita melahirkan generasi yang pintar mengoperasikan teknologi, tapi gagap saat harus memahami mengapa ketimpangan terus saja terjadi di depan mata mereka.

Jadi, sebenarnya Indonesia tidak sedang krisis informasi. Kita krisis sensitivitas. Ketika ketidakadilan tidak lagi memicu amarah, dan penderitaan tidak lagi mengundang empati, maka yang sedang rapuh bukan lagi ekonomi atau politik kita, melainkan kualitas kemanusiaan kita sendiri.

dunia tidak akan berubah hanya karena kita tahu lebih banyak. Dunia berubah karena kita berani membiarkan diri kita disentuh oleh kenyataan, lalu berani bertanya, “Mengapa kita membiarkan ini terjadi?” Dalam masyarakat yang terobsesi dengan kenyamanan, kemampuan untuk tetap merasa tidak tenang dan menolak diam terhadap ketidakadilan adalah sebuah keberanian intelektual yang paling berharga.

Penulis Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogkyakarta

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Kecamatan di Luar Kota Gorontalo Alami Urban Sprawl

    Empat Kecamatan di Luar Kota Gorontalo Alami Urban Sprawl

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Empat kecamatan di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango yang berada di sisi luar Kota Gorontalo mengalami urban sprawl. Keempat daerah tersebut adalah Kecamatan Telaga dan Tilango di Kabupaten Gorontalo serta Kecamatan  Tapa dan Kabila di Bone Bolango. Fenomena urban sprawl ini dipicu oleh tinggi kepadatan penduduk di Kota Gorontalo yang menjadi ibukota Provinsi Gorontalo yang […]

  • Bedah Buku 100 Tahun Ahmadiyah di Indonesia, Perkuat Pesan Damai dan Kebersamaan Lintas Iman

    Bedah Buku 100 Tahun Ahmadiyah di Indonesia, Perkuat Pesan Damai dan Kebersamaan Lintas Iman

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Ia mengatakan, sejak hadir di Indonesia pada tahun 1924, Ahmadiyah membangun berbagai kegiatan sosial secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan pemerintah. “Muslim Ahmadiyah meyakini bahwa Islam adalah agama yang rasional dan selaras dengan ilmu pengetahuan. Al-Qur’an tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman,” katanya. Zaki juga menegaskan bahwa prinsip Love for All, Hatred for None (Cinta […]

  • Dana BOS Madrasah Sudah Cair, Bisa Bayar Honor Guru Non ASN

    Dana BOS Madrasah Sudah Cair, Bisa Bayar Honor Guru Non ASN

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle -
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Nulondalo.com- Jakarta. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Raudhatul Athfal (RA) hari ini sudah bisa dicairkan secara bertahap. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membayar gaji guru non-ASN atau guru honorer yang belum memiliki sertifikasi. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, mengatakan, kebijakan ini menjadi salah satu langkah afirmatif pemerintah dalam […]

  • Laporan Langit

    Laporan Langit

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Masalahnya, banyak dari kita terjebak pada sistem pencatatan tunggal: single entry dunia saja. Yang penting saldo rekening bertambah, jabatan naik, proyek cair. Soal saldo akhirat? “Nanti saja diatur.” Padahal dalam logika akuntansi, laporan yang hanya mencatat satu sisi pasti tidak seimbang. Neraca hidup pun bisa timpang: aset dunia menumpuk, tetapi liabilitas moral menggunung. Di bulan […]

  • Sejak Maret, Ada 5 Kebakaran di Kota Gorontalo, Ini Penyebab Terbesarnya

    Sejak Maret, Ada 5 Kebakaran di Kota Gorontalo, Ini Penyebab Terbesarnya

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Selain itu, perhatian juga diberikan kepada anak-anak korban kebakaran yang masih bersekolah. Pemerintah memastikan mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan bantuan seragam sekolah. “Khusus anak-anak yang masih sekolah, insyaallah akan dibantu seragam sekolah,” ujar Ismail. Di balik penyaluran bantuan tersebut, Sekda Ismail menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh arus pendek […]

  • PAMSIMAS Majannang Ambruk Sebelum Dimanfaatkan: Mutu Diduga Buruk, Perencanaan Lemah, dan Pengawasan Layak Dipertanyakan

    PAMSIMAS Majannang Ambruk Sebelum Dimanfaatkan: Mutu Diduga Buruk, Perencanaan Lemah, dan Pengawasan Layak Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros, Majannang — Harapan warga Desa Majannang untuk menikmati akses air bersih kembali pupus. Bangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang dibiayai APBD Tahun 2023 roboh pada Minggu malam, 7 Desember 2025, sekitar pukul 23.00 WITA. Ironisnya, fasilitas ini runtuh sebelum satu tetes air pun mengalir ke rumah warga. Peristiwa […]

expand_less