Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Apakah Indonesia sudah dalam Cengkeraman Masyarakat Paliatif?

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 229
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kemarahan, kesedihan, dan kecemasan bukanlah sekadar luapan emosi pribadi yang sia-sia. Itu adalah sinyal sosial. Ketika kita marah melihat korupsi, itu artinya nurani kita masih menolak ketidakadilan. Ketika kita cemas melihat hutan yang gundul, itu artinya hubungan batin kita dengan alam belum sepenuhnya putus.

Namun, emosi ini sering sekali “dinetralisir”. Lihat saja media sosial. Amarah kita sering kali meledak-ledak, tapi cuma di kolom komentar atau lewat tagar yang viral selama dua hari, lalu hilang entah ke mana. Empati kita sering kali cuma berhenti pada reaksi spontan. Kita tidak sedang membangun kesadaran, kita hanya sedang bersirkulasi dalam emosi tanpa arah. Inilah jebakan masyarakat paliatif: rasa sakit sosial hanya jadi konten, bukan bahan refleksi.

Bagi freir kesadaran kritis juga sebuah proses di mana perasaan harus dibawa ke tingkat refleksi. Tak hanya berhenti pada marah, tapi Tanyakan, “Kenapa ini terjadi? Siapa yang diuntungkan? Apa struktur yang melanggengkan ini?” Kesadaran kritis tidak cuma mengakui adanya masalah, tapi berani membongkar bagaimana masalah itu dibuat dan dinormalisasi.

Ini pun terjadi di sekolah dan kampus kita. Sistem pendidikan kita makin hari makin sibuk mencetak orang-orang yang “siap kerja” dan “kompetitif”, tapi jarang melatih orang untuk peka. Kita melahirkan generasi yang pintar mengoperasikan teknologi, tapi gagap saat harus memahami mengapa ketimpangan terus saja terjadi di depan mata mereka.

Jadi, sebenarnya Indonesia tidak sedang krisis informasi. Kita krisis sensitivitas. Ketika ketidakadilan tidak lagi memicu amarah, dan penderitaan tidak lagi mengundang empati, maka yang sedang rapuh bukan lagi ekonomi atau politik kita, melainkan kualitas kemanusiaan kita sendiri.

dunia tidak akan berubah hanya karena kita tahu lebih banyak. Dunia berubah karena kita berani membiarkan diri kita disentuh oleh kenyataan, lalu berani bertanya, “Mengapa kita membiarkan ini terjadi?” Dalam masyarakat yang terobsesi dengan kenyamanan, kemampuan untuk tetap merasa tidak tenang dan menolak diam terhadap ketidakadilan adalah sebuah keberanian intelektual yang paling berharga.

Penulis Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogkyakarta

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LBH PB PMII Kecam Dugaan Illegal Logging CV AEM di Sula, Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan dan Copot Kepala UPTD KPH Kepulauan Sula

    LBH PB PMII Kecam Dugaan Illegal Logging CV AEM di Sula, Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan dan Copot Kepala UPTD KPH Kepulauan Sula

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (LBH PB PMII) mengecam keras dugaan skandal illegal logging yang melibatkan CV Anugerah Empat Mandiri (AEM) di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Perusahaan tersebut diduga kuat melakukan penebangan kayu di luar koordinat izin yang telah ditentukan, yang merupakan pelanggaran berat terhadap hukum kehutanan di […]

  • Gorontalo Inflasi 0,8 Persen di Juni 2025

    Gorontalo Inflasi 0,8 Persen di Juni 2025

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Pada bulan Juni 2025 Provinsi Gorontalo mengalami inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 0,80 persen. Angka ini disumbangkan dari Kota Gorontalo yang mengalami inflasi sebesar 0,77 persen dan dari Kabupaten Gorontalo mengalami inflasi sebesar 0,81 persen. “Inflasi y-on-y Provinsi Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada delapan kelompok pengeluaran,” kata […]

  • Sat Resnarkoba Polres Gorontalo Amankan Sabu, Kosmetik Ilegal hingga 835 Liter Cap Tikus Sepanjang 2025

    Sat Resnarkoba Polres Gorontalo Amankan Sabu, Kosmetik Ilegal hingga 835 Liter Cap Tikus Sepanjang 2025

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Gorontalo membeberkan capaian penegakan hukum terhadap peredaran narkotika, obat-obatan terlarang, minuman keras, serta kosmetik tanpa izin edar sepanjang periode Januari hingga Desember 2025. Selama periode tersebut, Sat Resnarkoba Polres Gorontalo melakukan serangkaian penindakan melalui penyelidikan intensif, tindak lanjut laporan masyarakat, serta operasi rutin di sejumlah titik rawan […]

  • Api yang Tak Pernah Padam: Menjaga Tujuan, Merawat Sejarah, dan Menyemai Masa Depan Himpunan Mahasiswa Islam

    Api yang Tak Pernah Padam: Menjaga Tujuan, Merawat Sejarah, dan Menyemai Masa Depan Himpunan Mahasiswa Islam

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 500
    • 0Komentar

    Tujuh puluh sembilan tahun bukanlah bilangan kecil dalam kalender sebuah organisasi. Ia adalah rangkuman dari denyut generasi, dari tarikan napas para mahasiswa yang datang silih berganti, membawa kecemasan zamannya masing-masing, sekaligus memikul harapan bangsa yang tak pernah sederhana. Pada usia inilah HMI berdiri hari ini—bukan sekadar sebagai organisasi kemahasiswaan, melainkan sebagai sekolah peradaban yang telah […]

  • Mencari Jalan Keluar dari Krisis Representasi Politik Indonesia

    Mencari Jalan Keluar dari Krisis Representasi Politik Indonesia

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Dalam krisis yang sedang dihadapi Indonesia Ini, penting untuk selalu Bertanya namun Substansi pertanyaan hari ini bukanlah siapa yang akan menjadi presiden berikutnya, partai mana yang akan menang pemilu, atau koalisi apa yang akan terbentuk setelah pemilihan. Pertanyaan yang jauh lebih mendasar adalah: siapa yang mampu mengorganisasi kekuatan sosial untuk menandingi dominasi uang dalam politik? […]

  • Isra Mi’raj, Air, dan Passili: Kesucian Perjalanan Nabi dalam Ritual Budaya Lokal

    Isra Mi’raj, Air, dan Passili: Kesucian Perjalanan Nabi dalam Ritual Budaya Lokal

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Isra Mi’raj adalah peristiwa langit yang selalu diperingati dengan suara lantang. Namun sering kali kita lupa pada bagian yang paling sunyi: penyucian. Sebelum Nabi Muhammad SAW “naik” menembus lapis-lapis langit, beliau lebih dulu “dibersihkan”. Dada beliau dibelah, hatinya dicuci dengan air zamzam, lalu diisi hikmah dan iman. Tidak ada Mi’raj tanpa pembersihan. Tidak ada kenaikan […]

expand_less