Wahsyi ibn Harb: Plot Twist yang Unik (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #13)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
- visibility 126
- print Cetak

Ilustrasi digital yang menggambarkan perjalanan hidup Wahsyi bin Harb dalam dua fase berbeda: dari peristiwa Perang Uhud hingga perannya dalam Perang Yamamah, melambangkan perubahan arah hidup dari masa kelam menuju penebusan dan pengabdian.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sejarah Islam mengenal banyak kisah tentang keberanian dan kesetiaan. Namun kisah Wahsyi bin Harb agak unik dan rumit. Ia bukan tokoh yang sejak awal berdiri di barisan kaum Muslimin. Ia datang dari Habasyah menjadi budak Jubair ibn Mut‘im. Keahliannya adalah melempar tombak—sebuah keterampilan yang kelak mengubah arah hidupnya dan tercatat dalam sejarah.
Dalam Perang Uhud, Wahsyi berdiri sebagai musuh Nabi. Ia diberi janji kebebasan oleh tuannya jika ia berhasil membunuh Hamzah bin Abd al-Muttalib, paman Nabi yang dikenal sebagai singa medan perang, maka ia akan dimerdekakan. Wahsyi bukanlah prajurit yang bertempur di garis depan. Ia menunggu dari kejauhan, mengamati dengan tenang seperti seorang pemburu. Ketika kesempatan itu datang, ia melemparkan tombaknya dengan presisi yang telah terlatih. Tombak itu mengenai tubuh Hamzah dan merenggut nyawanya. Ia memperoleh hadiah “dimerdekakan” tetapi juga memikul beban sejarah kelak.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar