Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dorong Zakat di Bidang Pertanian, BAZNAS Bantu Petani Binaan PWNU Gorontalo

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
  • visibility 217
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Gorontalo (PWNU) menjalin kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Gorontalo di bidang Zakat Pertanian. Mengingat potensi zakat di Indonesia tahun 2024 diperkirakan Rp41 triliyun.

Kerjasama tersebut ditandai penandatanganan  Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kejasama (PKS) kedua belah pihak, Rabu (18/12/2024), bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Gorontalo, Jalan HB. Jassin, Kota Gorontalo.

PWNU dan BAZNAS Provinsi Gorontalo bersepakat menjalin kerjasama meningkatkan kesejahteraan petani binaan PWNU Gorontalo.  Kedua belah pihak bersama-sama mendorong adanya zakat di bidang pertanian.

Zakat mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan sosial

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat untuk menunaikannya.

Sementara zakat diperuntukkan bagi mereka yang berhak menerimanya, dan tentu dengan pengelolaan yang profesional.

Selama ini zakat dikelola baik oleh BAZNAS dan organisasi kemasyarakatan merupakan sumber dana potensial yang dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.

“Agar zakat dapat dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan sosial, maka perlu adanya pengelolaan zakat yang profesional dan bertanggung jawab yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat”

“Pemerintah melalui BAZNAS berkewajiban memberikan perlindungan, pembinaan dan pelayanan kepada mereka wajib zakat (muzakki) dan penerima zakat (mustahik). Tentu dengan pengelola zakat yang berdasarkan syariat Islam”, kata Ketua PWNU Gorontalo, Haji Ibrahim T. Sore

Dari data yang ada sebanyak 90% penduduk Gorontalo adalah muslim yang sangat potensial sebagai subjek maupun objek zakat baik sebagai muzakki maupun mustahik.

Akan tetapi, kata Ibrahim, mata pencaharian masyarakat Gorontalo mayoritas adalah petani dan nelayan yang penghasilannya terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan karena rata rata petani Gorontalo terjebak oleh hutang yang mereka pinjam dari tengkulak atau rentenir.

“Sehingga mereka tidak mampu mengeluarkan zakat, bahkan banyak diantara mereka yang berhak menerima zakat”, tandas Ibrahim.

Petani Memiliki lahan dan tenaga kerja, Modal tidak ada

Melalui Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU, NU Gorontalo telah membentuk kelompok tani jagung binaan di Desa Huluduotamo, Kabupaten Bone Bolango. Para petani tersebut telah dipersiapkan untuk mendapatkan program bantuan dari BAZNAS Provinsi Gorontalo.

Menurut data NU, petani Gorontalo, terutama petani di Kabupaten Bone Bolango hanya memiliki tenaga dan lahan yang luas, akan tetapi mereka tidak mempunya modal untuk untuk mengelola lahan pertanian.

“Banyak lahan kosong, tapi tidak dimanfaatkan karena kesulitan biaya. Para petani beralih profesi menjadi penambang emas karena tidak ada biaya untuk mengelola lahan mereka kembali”, kata Ketua LPPNU, Slamet Jumantoro kepada bakukabar.id.

Dengan fakta pertanian Gorontalo hari ini, lanjut Slamet, NU Gorontalo telah berinisiatif menjembatani masalah yang dihadapi petani, khususnya petani jagung di Gorontalo.

“Selaku pihak kedua, PWNU Gorontalo akan mengelola dana pertanian tersebut untuk diteruskan kepada petani binaan NU Gorontalo. Dan para petani juga akan berhak mendapatkan pelatihan tentang pembuatan laporan perkembangan pertanian selama 3 bulan kepada PWNU dan diteruskan kepada BAZNAS Provinsi Gorontalo”, tutup Slamet.

Mendorong  Zakat dibidang Pertanian

Melalui kerjasama dengan PWNU tersebut, BAZNAS Provinsi Gorontalo mendorong adanya zakat di bidang pertanian. Zakat pertanian merupakan salah satu jenis zakat yang dikenakan atas hasil-hasil pertanian seperti gandum, barley (jenis gandum), kurma dan lainnya.

Secara khusus, zakat pertanian merujuk pada besaran tertentu yang harus dipenuhi sebelum kewajiban zakat tersebut dikenakan. Besaran bervariasi tergantung jenis tanaman pertanian. Jumlah akan menentukan apakah pemilik pertanian wajib membayar zakat atau tidak.

“Alhamdulillah, sore ini kami (BAZNAS Provinsi Gorontalo) telah melakukan penandatanganan MoU dan PKS. Tujuan dari kerjasama ini ialah untuk mengintervensi para petani (mustahik) yang ada di Kabupaten Bone Bolango agar dunia pertanian di Gorontalo, khususnya di Bone Bolango berjalan dengan baik”, ujar Ketua Baznas Provinsi Gorontalo, Dr. Hamka Arbie.

Untuk bantuan yang diberikan BAZNAS kepada petani binaan PWNU Gorontalo tersebut tidak akan dikembalikan lagi oleh petani. Namun kata Hamka, bantuan tersebut semata-mata untuk membantu petani. “Dengan adanya bantuan bagi petani jagung ini, maka secara perlahan para petani dapat menyisihkan sebagian pendapatan dari hasil panen untuk zakat”, paparnya.

Menjadi Pilot Project dan Solusi bagi petani lepas dari tengkulak

Hamka menyampaikan, bahwa program intervensi bantuan kepada para petani binaan NU Gorontalo ini merupakan program percontohan (pilot project), dan merupakan solusi yang bagi para petani agar terlepas dari tengkulak pertanian.

“Selama ini dunia pertanian kita sedang digerogoti oleh para tengkulak pertanian. Para petani terus menggantungkan dirinya kepada tengkulak. Mulai dari modal awal pembukaan lahan, bibit dan pupuk. Jadi ketika panen, kadang petani itu hanya mendapatkan 20 persen dari hasil panen”, ungkap Hamka.

Melalui program ini, kami berharap, para petani binaan PWNU Gorontalo yang akan mendapatkan bantuan pertanian, dapat menyisihkan seikhlasnya dari hasil panen untuk membayar zakat pertanian. Karena selama ini, lanjut Hamka, Zakat di bidang pertanian itu belum diberlakukan.

“Semoga dengan kerjasama kedua belah pihak ini dapat mendorong peningkatan zakat khususnya di bidang pertanian, dan kerjasama ini semoga terus berlanjut”, katanya.

BAZNAS Lumbung Pangan Strategi Kemandirian di bidang Pangan

Dilansir dari baznas.go.id, BAZNAS memiliki program yang dinamai Lumbung Pangan BAZNAS, namun program ini  masih terbatas dan hanya berada di beberapa wilayah. Program tersebut tersebar di enam provinsi dan telah berkembang pesat, salah satunya ada di Sukabumi, Jawa Barat.

Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat, Lumbung Pangan (LP) yang merupakan salah satu program produktif BAZNAS telah membuktikan kontribusinya yang signifikan.

Pada tahun 2024, Lumbung Pangan Sukabumi berperan penting dalam menyuplai kebutuhan beras zakat fitrah BAZNAS untuk wilayah sebaran di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Suplai pangan tersebut menyumbang pasokan sebanyak 93 ton atau setara dengan 18.600 pack, bantuan ini tidak hanya sekedar penyaluran beras, tetapi juga memberikan dampak yang nyata bagi para penerima manfaat.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT. STM di Halmahera Tentang Akan Digugat ke Disnaker dan Pengadilan 

    PT. STM di Halmahera Tentang Akan Digugat ke Disnaker dan Pengadilan 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Perisilisihan Hubungan Industrial (PHI) yang mana terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakuan oleh PT. Sinar Terang Mandiri (PT. STM) kepada Karyawan-nya. Sekretaris Serikat Buruh Garda Nusantara (SBGN) Provinsi Maluku Utara, Sofyan Abubakar mengatakan bahwa Perundingan Bipartit dinyatakan Gagal dikarenakan tidak ada kesepahaman. Pria yang biasa disapa Black Panther itu dengan tegas akan mengawal hingga […]

  • Kabar Duka: Kiai Imam Aziz, Murid Gus Dur dan Intelektual NU, Wafat di Usia 63 Tahun

    Kabar Duka: Kiai Imam Aziz, Murid Gus Dur dan Intelektual NU, Wafat di Usia 63 Tahun

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Dunia aktivis sosial dan warga Nahdlatul Ulama (NU) tengah berduka. Salah satu tokoh penting pergerakan Islam progresif, KH. Imam Aziz, wafat di usia 63 tahun pada Sabtu dini hari (12/7/2025) di Yogyakarta. Kiai Imam dikenal luas sebagai murid langsung Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia adalah figur kiai sekaligus intelektual yang aktif […]

  • Longsor di Morowali Jadi Alarm Nasional, DPR Minta Pengawasan Lingkungan Diperketat

    Longsor di Morowali Jadi Alarm Nasional, DPR Minta Pengawasan Lingkungan Diperketat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 355
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Peristiwa banjir dan tanah longsor di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dinilai sebagai alarm nasional atas lemahnya tata kelola lingkungan di kawasan industri tambang. Anggota Komisi IV DPR RI, Robert J. Kardinal, meminta pemerintah segera melakukan pembenahan dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan lingkungan, khususnya di wilayah […]

  • Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

    Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Yogyakarta- Direktur Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid, menyampaikan bahwa merawat Indonesia tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi juga membutuhkan kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut Alissa, menjaga dan merawat Indonesia bukanlah pekerjaan mudah seperti menyampaikan pidato di depan umum. Merawat Indonesia berarti harus hadir secara nyata dalam memelihara keberagaman dan kebersamaan di antara […]

  • Adhan Mulai Silaturahmi Maraton, Warga Diajak Pahami Program Pemerintah

    Adhan Mulai Silaturahmi Maraton, Warga Diajak Pahami Program Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-298 Kota Gorontalo, Wali Kota Adhan Dambea resmi memulai rangkaian silaturahmi maraton bersama warga, yang diawali di Kecamatan Kota Barat, Kelurahan Dembe, Jumat (3/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal pemerintah kota dalam memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi terkait program dan kebijakan yang dijalankan. Dalam sambutannya, […]

  • Alasan Ridwan Kamil Kerap Menyebut Nama Aura Kasih dalam Pantun

    Alasan Ridwan Kamil Kerap Menyebut Nama Aura Kasih dalam Pantun

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nama Ridwan Kamil kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah pantun lama yang menyebut nama penyanyi Aura Kasih viral di media sosial. Pantun-pantun tersebut kemudian memicu spekulasi warganet terkait hubungan personal antara keduanya. Isu ini mencuat setelah akun-akun gosip mengunggah jejak digital Ridwan Kamil yang beberapa kali menyelipkan nama Aura Kasih dalam pantun, baik […]

expand_less