Breaking News
light_mode
Trending Tags

Wahsyi ibn Harb: Plot Twist yang Unik (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #13)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 127
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tahun-tahun berlalu. Islam menyebar, dan Makkah akhirnya ditaklukkan tanpa pertumpahan darah besar. Wahsyi merasa terancam; ia tahu siapa dirinya dalam ingatan kaum Muslimin. Ia sempat melarikan diri, namun kemudian mendengar bahwa Nabi Muhammad membuka pintu tobat bagi siapa pun yang datang dengan iman. Harapan itu membawanya kembali. Ia menghadap Rasulullah dan menyatakan keislamannya. Nabi menerima tobatnya—sebuah pengampunan yang menunjukkan keluasan rahmat dalam Islam—meski beliau meminta agar Wahsyi tidak sering menampakkan diri di hadapannya, karena kehadirannya membangkitkan kenangan akan Hamzah.

Pada masa kekhalifahan Abu Bakr al-Siddiq, Wahsyi ikut turun ke medan pertempuran melawan nabi palsu Musaylima dalam Perang Yamama, pertempuran yang menjadi momen penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas komunitas Muslim yang masih muda. Kehadirannya di medan perang menunjukkan bahwa setelah masuk Islam, ia tidak hidup dalam bayang-bayang penyesalan, melainkan mengambil peran aktif untuk melindungi umat dan mempertahankan kebenaran.

Di Yamamah, Wahsyi mengangkat tombak yang sama yang dulu merenggut nyawa Hamza ibn Abd al-Muttalib, namun kali ini niatnya berbeda. Jika dulu ia melempar untuk membebaskan diri dalam kerangka jahiliyah, kini setiap lemparannya diarahkan untuk membela kebenaran dan melawan ancaman terhadap Islam. Ia turut berperan dalam terbunuhnya Musaylima, dan pengakuannya bahwa dengan tombak yang sama ia membunuh “sebaik-baik manusia” dulu dan “seburuk-buruk manusia” setelah masuk Islam menegaskan transformasi hidupnya dari kesalahan menjadi ketaatan.

Kisah Wahsyi menunjukkan plot twist yang unik dan menarik. Seseorang dapat berpindah dari sisi paling kelam menuju cahaya iman. Masa lalunya tidak dihapus, tetapi ditebus dengan taubat dan perubahan arah hidup. Dari seorang budak Habasyah yang membunuh paman Nabi, ia menjadi seorang Muslim yang diampuni dan ikut menjaga umat dari ancaman besar. Dalam dirinya, sejarah mencatat bahwa rahmat dapat lebih luas daripada dosa.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo secara resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) di Kantor PWNU Gorontalo, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah. Acara pembukaan turut dihadiri oleh berbagai lembaga dan instansi strategis, antara lain Bursa Efek Indonesia (BEI), Pintraco, Otoritas […]

  • Diduga Ada Permainan Distribusi BBM di Balikpapan, Pemuda Borneo Minta Penegak Hukum Untuk Menyelidiki

    Diduga Ada Permainan Distribusi BBM di Balikpapan, Pemuda Borneo Minta Penegak Hukum Untuk Menyelidiki

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur, hal ini mendapat sorotan dari Wakil Ketua Umum Pemuda Berneo, Minggu, 25 Mei 2025. Menurut Sulthan, Wakil Ketua Umum Pemuda Berneo, sebagai kota minyak dan pusat energi nasional Balikpapan kembali mengalami kelangkaan BBM yang menumbulkan keresahan publik terutama dikalangan pemuda borneo. “Kondisi ini menimbulkan […]

  • To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Dunia abad ke-21 sering dipromosikan sebagai dunia paling maju dalam sejarah manusia. Teknologi berkembang pesat, konektivitas lintas benua terjadi dalam hitungan detik, dan pengetahuan seolah tak lagi memiliki batas. Tetapi di balik semua itu, dunia justru terasa semakin terbelah. Perang tidak berhenti, ketimpangan melebar, dan rasa saling percaya antarbangsa semakin menipis. Alih-alih membangun dunia baru, […]

  • Jelang Nataru 2025, PJ Kades Majannang Imbau Warga Patuhi Edaran Bupati Maros

    Jelang Nataru 2025, PJ Kades Majannang Imbau Warga Patuhi Edaran Bupati Maros

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kesiapsiagaan dan pengamanan oleh berbagai instansi serta institusi terus ditingkatkan guna menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Bupati Maros terkait pengamanan dan ketertiban selama momentum Nataru. Menindaklanjuti surat edaran tersebut, Penjabat (PJ) Kepala Desa Majannang, Syamsir, secara tegas mengimbau […]

  • Akuntabilitas Langit

    Akuntabilitas Langit

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Kalau seorang akuntan melihat ini, mungkin ia akan berkata: “Wah, ini sistem pelaporan yang sangat progresif.” Namun persoalan manusia seringkali bukan pada sistem pencatatannya, tetapi pada kesadaran akuntabilitasnya. Dalam dunia organisasi, kita mengenal istilah accountability gap—jarak antara kewajiban melapor dan kesadaran untuk bertanggung jawab. Dalam kehidupan sehari-hari, gap ini sering muncul dalam bentuk yang sederhana. […]

  • BNPT Ingatkan Generasi Z dan Alpha Waspada Radikalisme di Media Sosial dan Game Online

    BNPT Ingatkan Generasi Z dan Alpha Waspada Radikalisme di Media Sosial dan Game Online

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengingatkan bahwa penyebaran paham radikal di era digital dapat terjadi sangat cepat, mulai dari internet, media sosial, hingga game online, yang kini banyak menyasar generasi Z dan Alpha. “Di era digital, paham-paham radikal ini bisa sangat cepat disebarluaskan. Mereka ada yang terpapar melalui media sosial, ada juga yang […]

expand_less