Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Wahsyi ibn Harb: Plot Twist yang Unik (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #13)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 344
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tahun-tahun berlalu. Islam menyebar, dan Makkah akhirnya ditaklukkan tanpa pertumpahan darah besar. Wahsyi merasa terancam; ia tahu siapa dirinya dalam ingatan kaum Muslimin. Ia sempat melarikan diri, namun kemudian mendengar bahwa Nabi Muhammad membuka pintu tobat bagi siapa pun yang datang dengan iman. Harapan itu membawanya kembali. Ia menghadap Rasulullah dan menyatakan keislamannya. Nabi menerima tobatnya—sebuah pengampunan yang menunjukkan keluasan rahmat dalam Islam—meski beliau meminta agar Wahsyi tidak sering menampakkan diri di hadapannya, karena kehadirannya membangkitkan kenangan akan Hamzah.

Pada masa kekhalifahan Abu Bakr al-Siddiq, Wahsyi ikut turun ke medan pertempuran melawan nabi palsu Musaylima dalam Perang Yamama, pertempuran yang menjadi momen penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas komunitas Muslim yang masih muda. Kehadirannya di medan perang menunjukkan bahwa setelah masuk Islam, ia tidak hidup dalam bayang-bayang penyesalan, melainkan mengambil peran aktif untuk melindungi umat dan mempertahankan kebenaran.

Di Yamamah, Wahsyi mengangkat tombak yang sama yang dulu merenggut nyawa Hamza ibn Abd al-Muttalib, namun kali ini niatnya berbeda. Jika dulu ia melempar untuk membebaskan diri dalam kerangka jahiliyah, kini setiap lemparannya diarahkan untuk membela kebenaran dan melawan ancaman terhadap Islam. Ia turut berperan dalam terbunuhnya Musaylima, dan pengakuannya bahwa dengan tombak yang sama ia membunuh “sebaik-baik manusia” dulu dan “seburuk-buruk manusia” setelah masuk Islam menegaskan transformasi hidupnya dari kesalahan menjadi ketaatan.

Kisah Wahsyi menunjukkan plot twist yang unik dan menarik. Seseorang dapat berpindah dari sisi paling kelam menuju cahaya iman. Masa lalunya tidak dihapus, tetapi ditebus dengan taubat dan perubahan arah hidup. Dari seorang budak Habasyah yang membunuh paman Nabi, ia menjadi seorang Muslim yang diampuni dan ikut menjaga umat dari ancaman besar. Dalam dirinya, sejarah mencatat bahwa rahmat dapat lebih luas daripada dosa.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camat Maros baru Rudi: Bersih Masjid adalah Tanggung Jawab Bersama Menyambut Ramadhan

    Camat Maros baru Rudi: Bersih Masjid adalah Tanggung Jawab Bersama Menyambut Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Camat Maros Baru Rudi, S.IP., M.M. mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh jajaran Pemerintah Desa dan Kelurahan agar menggerakkan aksi kebersihan masjid di wilayah masing-masing. Seruan ini bukan sekedar rutinitas tahunan. Camat Rudi menegaskan bahwa kebersihan rumah ibadah merupakan bagian penting dalam membangun kekhusyukan dan kenyamanan […]

  • PENAS XVII Gorontalo: Antara Klaim Pemerintah dan Jejak Perjuangan KTNA

    PENAS XVII Gorontalo: Antara Klaim Pemerintah dan Jejak Perjuangan KTNA

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Suksesnya pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo meninggalkan cerita besar bagi daerah. Ribuan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha pertanian, hingga pejabat negara hadir dalam agenda nasional yang berlangsung 20–25 Juni 2026 di kawasan GORR David-Tony, Limboto. Namun, di balik keberhasilan Gorontalo menjadi tuan rumah, muncul perbincangan […]

  • Menata Langkah Baru; Visi Inklusif GUSDURian Makassar

    Menata Langkah Baru; Visi Inklusif GUSDURian Makassar

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Di tengah sejuknya udara pegunungan Malino, para penggerak Komunitas GUSDURian (KGD) Makassar berkumpul dalam sebuah pertemuan bernama komunitas meting yang berlangsung pada 2-4 Mei 2025. Villa Vinus Malino dua yang menjadi tempat pertemuan itu seolah menjadi saksi bisu lahirnya sebuah visi baru yang lebih inklusif dan menjanjikan bagi keberlanjutan komunitas. Visi tersebut berbunyi, “GUSDURian Makassar […]

  • Satgas Damai Cartenz Tangani Kasus Kekerasan di Paniai, Korban Dirawat Intensif

    Satgas Damai Cartenz Tangani Kasus Kekerasan di Paniai, Korban Dirawat Intensif

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    “Setiap pelaku tindak kekerasan akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Kami berkomitmen menjaga keamanan dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat,” tegasnya. Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan guna mencegah kejadian serupa. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera […]

  • Patarai Amir Kembali Menahkodai DPD II Golkar Maros:Wujudkan Golkar Maros Solid Dan Siap Tancap Gass!

    Patarai Amir Kembali Menahkodai DPD II Golkar Maros:Wujudkan Golkar Maros Solid Dan Siap Tancap Gass!

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 77
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM–MAKASSAR— Patarai Amir resmi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros. SK tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin, didampingi Sekretaris DPD Partai Golkar Sulsel Rahman Pina dan Bendahara DPD Partai Golkar Sulsel Amirullah Nur Senong, bertempat di Kantor DPD Partai […]

  • Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Tauhid sering kita bayangkan sebagai urusan langit: satu Tuhan, selesai. Padahal dalam sejarah, Tauhid justru harus berbuah sebagai sikap sosial di bumi, sikap menolak tunduk pada apa pun selain Tuhan. Begitu kalimat lā ilāha illā Allāh diucapkan dengan sungguh-sungguh, seharusnya runtuh pula semua klaim ketuhanan palsu: raja, pasar, modal, dan imperium. Berguru pada Tauhid ala […]

expand_less