Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Warga NU Tegaskan Fiqh al-Bi’ah dan Keberpihakan pada Kaum Mustadl’afin

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 22 Des 2025
  • visibility 214
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Di bawah rimbun pepohonan Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad (21/12/2025), suasana kediaman KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menjadi saksi pertemuan penuh makna. Bukan sekadar forum temu warga, Musyawarah Besar Warga Nahdlatul Ulama (NU) kali ini menjelma ruang keprihatinan sekaligus harapan, tempat nilai-nilai jam’iyyah dirawat di tengah polemik PBNU.

Dengan mengusung tema “Mengembalikan NU kepada Jamaah demi Kemaslahatan Bangsa dan Kelestarian Alam”, para warga, jamaah, serta muhibbin NU dari berbagai daerah berkumpul dalam ikhtiar kolektif. Mereka datang membawa satu kegelisahan yang sama: bagaimana memastikan NU tetap berpijak pada khidmah umat, bukan larut dalam dinamika elite yang menyita energi organisasi.

Dalam pernyataan sikapnya, warga NU menegaskan kembali jati diri NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah, organisasi keagamaan sekaligus sosial—yang memiliki tanggung jawab besar menjaga Islam moderat, merawat persatuan, dan memuliakan martabat manusia. Lebih dari itu, NU dipandang memiliki kewajiban moral untuk berpihak pada kaum mustadl’afin dan merawat kelestarian alam sebagai amanah keagamaan.

Isu lingkungan menjadi salah satu sorotan penting dalam musyawarah tersebut. Warga NU menegaskan komitmen terhadap prinsip fiqh al-bi’ah, sebuah kerangka berpikir keislaman yang menempatkan kelestarian alam sebagai bagian dari kemaslahatan umat. Dalam konteks ini, mereka menyerukan agar konsesi tambang yang diberikan kepada NU dikembalikan kepada negara, sejalan dengan spirit Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015.

“Kerusakan ekologis selalu berkelindan dengan penderitaan rakyat kecil,” demikian salah satu pokok sikap yang mengemuka. Karena itu, keberpihakan kepada kaum mustadl’afin tidak bisa dipisahkan dari keberanian NU bersuara dalam persoalan lingkungan dan keadilan sosial.

Musyawarah Besar ini juga menyampaikan keprihatinan atas dinamika yang berkembang di tubuh PBNU akhir-akhir ini. Warga menilai konflik internal berpotensi menjauhkan NU dari tugas-tugas utamanya, seperti penguatan pendidikan, pemberdayaan sosial, pengembangan sumber daya manusia unggul, serta konsolidasi jam’iyyah melalui musyawarah yang sehat.

Sebagai jalan keluar, warga NU menyatakan dukungan penuh kepada para masyâyikh dan syaikhât, baik di jajaran Mustasyar PBNU maupun pesantren, khususnya hasil Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Sesepuh NU di Lirboyo. Dukungan tersebut diarahkan pada upaya resolusi konflik, pemulihan keteduhan jam’iyyah, serta pengembalian NU kepada jamaah sebagai fondasi kemaslahatan bangsa.

Demi mencegah mafsadat yang lebih besar, warga NU mendorong percepatan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dengan landasan hukum yang kuat dan disepakati bersama. Jika hal itu belum memungkinkan, pelaksanaan Muktamar Luar Biasa (MLB) sesuai AD/ART NU dipandang sebagai jalan musyawarah yang konstitusional dan bermartabat.

Di akhir musyawarah, seruan pun disampaikan kepada seluruh struktur NU, baik dari PWNU hingga ranting agar tetap menjaga ukhuwah nahdliyyah dan tidak larut dalam ketegangan elite. Ketenteraman jamaah di akar rumput ditegaskan sebagai benteng utama keutuhan NU.

Dari Ciganjur, pesan moral itu mengalir sederhana namun dalam: NU akan tetap besar selama ia setia pada jamaah, berpihak pada yang lemah, dan menjaga alam sebagai titipan generasi masa depan.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HAM & ASSOCIATES Lapor Hakim PN Sanana ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung RI

    HAM & ASSOCIATES Lapor Hakim PN Sanana ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung RI

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Advokat HAM & ASSOCIATES laporkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sanana ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) RI atas dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Laporan tertanggal 29 April 2025 tersebut dilayangkan pada hari, Jum’at (16/05/2025). Pasalnya, setelah membaca dan mempelajari seluruh berkas yang berkaitan dengan Perkara Nomor 3/Pdt.G/2024/PN.Snn yang diucapkan […]

  • Polres Pohuwato Amankan Ekskavator dan Sejumlah Barang Bukti dalam Penindakan PETI di Desa Teratai

    Polres Pohuwato Amankan Ekskavator dan Sejumlah Barang Bukti dalam Penindakan PETI di Desa Teratai

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 199
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polres Pohuwato kembali melakukan penindakan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Kamis (11/6/2026). Operasi penertiban tersebut dipimpin langsung Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, S.I.K., M.H., didampingi para Pejabat Utama Polres Pohuwato, Kapolsek Marisa, serta personel gabungan. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan satu unit […]

  • Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

    Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Multazam. R
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Indikator utama kemajuan sebuah bangsa adalah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Negara dengan sistem pendidikan yang baik, umumnya memberikan jaminan terhadap mutu proses pembelajaran, masa depan murid, dan menciptakan SDM yang inovatif serta kritis, yang nantinya akan menopang pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial. Di tengah himpitan arus globalisasi yang bebas nilai, pendidikan di […]

  • Dari Pasar Ambuwa, Pesan Menjaga Alam dan Masa Depan Gorontalo

    Dari Pasar Ambuwa, Pesan Menjaga Alam dan Masa Depan Gorontalo

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 393
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Suasana Pasar Ambuwa di Desa Huntu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (6/6/2026), terasa berbeda dari biasanya. Pasar yang dikelola para seniman setempat itu tidak hanya menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas, tetapi juga dikenal sebagai tempat menikmati beragam kuliner lokal khas Gorontalo. Pasar Ambuwa sengaja dipilih sebagai lokasi peringatan Hari Lingkungan Hidup […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di pelataran Kantor PWNU Gorontalo, Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Pintraco, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGo, KNEX, Bank Indonesia, serta Pemerintah Provinsi Gorontalo […]

  • Ingatan, Emosi dan Ilusi Kebenaran Play Button

    Ingatan, Emosi dan Ilusi Kebenaran

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Ingatan manusia sering kali tertuju pada hal-hal yang dianggap penting. Jika pernyataan ini benar, maka muncul pertanyaan: apakah kecenderungan ini termasuk dalam ranah emosi atau hal yang bersifat rasional? Banyak yang berpendapat bahwa ini lebih berkaitan dengan emosi. Sebab, ketika seseorang lebih mudah mengingat hal-hal yang bermakna secara pribadi, emosional, atau bernilai subjektif, itu menunjukkan […]

expand_less