Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ukhuwah Dimulai dari Dalam: Sindiran Gus Mus dan Cermin bagi NU Hari Ini

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 211
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Salah satu pesan mendalam yang pernah disampaikan KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) kembali relevan untuk direnungkan hari ini. Dengan gaya khasnya yang lembut, puitis, namun tajam, Gus Mus mengingatkan bahwa ukhuwah tidak bisa dibangun dengan teriakan, melainkan dengan keteladanan dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itu sederhana, tetapi menggelitik: bagaimana mungkin seseorang berbicara tentang ukhuwah Islamiyah, bahkan ukhuwah basyariyah, jika ukhuwah di lingkup paling dekat, yakni sesama warga Nahdlatul Ulama masih sulit terwujud? Jika di internal NU saja masih saling berkelahi, saling mencopot, dan enggan duduk bersama, maka seruan persaudaraan universal berisiko tinggal jargon.

Logika itu terasa gamblang. Ukhuwah Nahdliyah adalah fondasi. Bila fondasi ini rapuh, ukhuwah Islamiyah sulit ditegakkan. Dan tanpa ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan basyariyah pun akan kehilangan pijakan. Gus Mus, melalui sindirannya, seolah menegaskan bahwa persaudaraan harus dimulai dari lingkaran paling dekat sebelum diperluas ke lingkaran yang lebih besar.

Kondisi tersebut terasa relevan dengan dinamika internal NU hari ini. Konflik di tubuh kepengurusan PBNU menyita perhatian publik. Di satu sisi, ada pihak yang mendorong islah, tabayun, dan musyawarah, dan hal itu telah nilai-nilai yang sejak lama menjadi tradisi NU. Di sisi lain, ajakan duduk bersama kerap berujung penolakan, alasan kesibukan, atau pembenaran sepihak. Iktikad baik untuk merawat kebersamaan pun dipertanyakan.

Tradisi NU sejatinya mengedepankan klarifikasi, bukan tuduhan; mengutamakan musyawarah, bukan pemaksaan. Karena itu, munculnya praktik saling memecat di internal kepengurusan terasa janggal dan menyisakan keprihatinan. NU bukan perusahaan yang semata diatur dengan logika manajerial, melainkan jam’iyah keagamaan yang hidup dari nilai khidmah, ketulusan, dan adab.

Sindiran Gus Mus menjadi cermin: jangan terlalu sibuk mengoreksi orang lain, sementara ego diri sendiri tak pernah disentuh. Jangan lantang menyerukan ukhuwah basyariyah, tetapi gagal mengendalikan ego dalam lingkup persaudaraan terdekat. Ukhuwah bukan soal klaim, melainkan soal sikap.

Pada titik ini, yang dibutuhkan bukan sekadar pernyataan, melainkan perenungan dan introspeksi. Tugas utama warga dan pengurus NU adalah menjaga dan merawat jam’iyah agar tetap utuh, bukan menambah luka dengan ego sektoral dan klaim kebenaran sepihak.

Mungkin inilah pesan paling penting dari sindiran Gus Mus: ukhuwah dimulai dari dalam diri, lalu dari rumah sendiri. Tanpa itu, semua seruan persaudaraan hanya akan berhenti sebagai kata-kata—indah didengar, tetapi hampa makna.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekali lagi, Tentang Tudingan Ijazah Palsu

    Sekali lagi, Tentang Tudingan Ijazah Palsu

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Roy Suryo sejak awal bersuara lantang soal dugaan kejanggalan dalam ijazah mantan presiden Joko Widodo. Ia bahkan menyatakan bahwa foto dalam ijazah tersebut bukanlah Jokowi, melainkan sepupunya. Sebelumnya ada Bambang Tri Mulyono, ada Rismon Sianipar, ada Dr Tifa sebagai pihak yang terus memperkarakan keaslian ijazah Jokowi. Mereka yakin betul sedang memperjuangkan “kebenaran”—bukan hanya soal selembar […]

  • Khutbah Jumat : Ikhlas, Jalan Sunyi Menuju Kedekatan dengan Allah

    Khutbah Jumat : Ikhlas, Jalan Sunyi Menuju Kedekatan dengan Allah

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang semakin dipenuhi penilaian manusia tentang siapa yang paling terlihat baik, paling tampak berhasil, dan paling dipuji—kita sering lupa bahwa ukuran sejati amal bukanlah apa yang tampak di mata manusia, melainkan apa yang tersembunyi di hadapan Allah. Banyak perbuatan yang terlihat besar, dielu-elukan, bahkan dikagumi, namun ternyata kosong dari nilai karena […]

  • Sekretaris Komisi Fatwa MUI: Bulan Sya’ban Momentum Persiapan Menuju Ramadhan

    Sekretaris Komisi Fatwa MUI: Bulan Sya’ban Momentum Persiapan Menuju Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftahul Huda, menyampaikan bahwa bulan Sya’ban merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan, baik dari sisi fisik, spiritual, maupun finansial. Hal tersebut disampaikan Kiai Miftah saat ditemui MUI Digital di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026). Menurutnya, persiapan […]

  • SK Presiden Diserahkan, 11 Pimpinan Baznas Siap Jalankan Tugas Lima Tahun ke Depan

    SK Presiden Diserahkan, 11 Pimpinan Baznas Siap Jalankan Tugas Lima Tahun ke Depan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Presiden kepada jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) masa jabatan 2026–2031. Penyerahan SK dari Presiden Prabowo Subianto tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Momentum ini menandai dimulainya masa bakti 11 pimpinan Baznas yang akan menjalankan tugas selama lima tahun ke […]

  • Medan Ekstrem dan Kabut Tebal, Tim SAR Amankan Jenazah Korban Kedua ATR 42-500

    Medan Ekstrem dan Kabut Tebal, Tim SAR Amankan Jenazah Korban Kedua ATR 42-500

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, PANGKEP — Operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, kembali membuahkan hasil. Satu jenazah korban kedua berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan di medan pegunungan yang ekstrem, Senin (19/1/2026). Korban ditemukan oleh Saiful Malik, anggota Komunitas Pencinta Alam Arai Sulawesi Selatan, […]

  • Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Republik Indonesia mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum kondusif. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah demi memastikan keselamatan warga negara Indonesia. “Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah […]

expand_less