Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
  • visibility 173
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yogyakarta- Direktur Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid, menyampaikan bahwa merawat Indonesia tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi juga membutuhkan kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut Alissa, menjaga dan merawat Indonesia bukanlah pekerjaan mudah seperti menyampaikan pidato di depan umum. Merawat Indonesia berarti harus hadir secara nyata dalam memelihara keberagaman dan kebersamaan di antara sesama anak bangsa.

“Menjaga dan merawat Indonesia berarti merawat keberagaman dan kebersamaan. Dalam konteks inilah, GUSDURian hadir untuk memperkuat bangsa dan negara ini,” ujar Alissa saat menyampaikan refleksi Halal Bi Halal (HBH) yang dilaksanakan di Pendopo KH. Abdurrahman Wahid, Griya GUSDURian, Sorowajan, Yogyakarta, pada 19 April 2025.

Lebih lanjut, putri sulung KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menegaskan bahwa warisan perjuangan Gus Dur begitu besar, selain menghadirkan tantangan, juga menjadi peluang. Oleh karena itu, diperlukan semangat dan kekuatan besar untuk melanjutkan warisan perjuangan Gus Dur tersebut.

Senada dengan itu, mantan Menteri Agama, KH. Lukman Hakim Saifuddin, menyampaikan apresiasinya terhadap komunitas GUSDURian yang hingga saat ini masih berkomitmen melanjutkan perjuangan Gus Dur. Menurut Lukman, menjaga persaudaraan dan ke-Indonesiaan sangat relevan, terlebih Gus Dur semasa hidupnya konsisten memperjuangkan nilai-nilai universal agama, khususnya kemanusiaan.

“Jarang sekali kita menemukan tokoh hebat yang memiliki anak biologis dan ideologis yang berkomitmen melanjutkan perjuangannya,” ujar Lukman di hadapan puluhan tokoh agama, akademisi, dan perwakilan penggerak GUSDURian se-Indonesia.

Lukman menambahkan, semua aspek perjuangan Gus Dur berbasis agama. Ia tidak pernah mempersoalkan keimanan seseorang karena hal itu adalah urusan individu dengan Tuhan, melainkan lebih fokus pada bagaimana seseorang mengaktualisasikan nilai-nilai keagamaannya.

menurutnya, persaudaraan, kemanusiaan, dan kebersamaan yang telah dijalankan GUSDURian beserta jejaringnya adalah hal yang langka, terutama dalam kondisi saat ini. “Gusdurian konsisten menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan memperjuangkan keadilan, dan kita patut bersyukur atas semua itu,” tegas Lukman.

Sementara itu, Prof. Dr. Sahiron, Direktur Diktis Kemenag RI, saat didaulat menyampaikan hikmah HBH mengatakan, HBH adalah upaya untuk menyempurnakan pengampunan (magfirah) Allah setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa. Perayaan Idulfitri 1 Syawal 1446 H menjadi momentum di mana dosa antara manusia dan Tuhan diampuni, sementara dosa terhadap sesama manusia tidak akan diampuni hingga manusia saling memaafkan.

Dalam konteks inilah, menurutnya ulama Nusantara menginisiasi HBH sebagai ruang perjumpaan untuk melebur dosa dan menyempurnakan pengampunan Allah. “HBH adalah upaya untuk menyempurnakan pengampunan Allah,” terang pakar tafsir Al-Qur’an tersebut.

HBH menjadi ruang untuk mengsucikan diri agar manusia kembali kepada fitrahnya. Oleh karena itu, HBH yang diselenggarakan oleh jaringan GUSDURian itu bukan hanya sekadar perayaan atau tradisi, tetapi juga momen untuk merefleksikan teladan dan semangat perjuangan kemanusiaan Gus Dur.

Menurutnya, Gus Dur merumuskan perjuangan kemanusiaan berdasarkan surah At-Taubah ayat 128 yang menggambarkan sifat kemanusiaan Nabi Muhammad SAW. Ayat tersebut menekankan pentingnya membangun empati dan simpati kepada mereka yang tertindas, baik secara ekonomi maupun politik, serta mendorong kemajuan dalam segala aspek kehidupan.

Gus Dur berkomitmen dan serius mendalami permasalahan yang menimpa masyarakat, mengedepankan kepedulian, empati, dan ringan tangan untuk membantu serta memajukan orang lain. Konsistensinya dalam beragama juga berorientasi untuk menghindarkan manusia dari sekularisme dan mendorong spiritualitas. Baginya, gerakan sosial dimulai dari agama yang menjadi dasar pengembangan komunitas dan masyarakat.

Acara yang berlangsung santai dan penuh canda dan tawa itu, selain dihadiri mantan Menteri Agama Dr. KH. Lukman Hakim Saifuddin, juga dihadiri oleh murid dan pengagum Gus Dur, di antaranya KH. Imam Azis, Kyai Jadul Maula, Haeru Salim, KH. Hakim Jayli, koordinator wilayah Gusdurian se-Indonesia, pemuka agama, dan tokoh aktivis lintas iman.

  • Penulis: Suaib Pr
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah karena Faktor Ekonomi

    Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah karena Faktor Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah SMP karena Faktor Ekonomi Keluarga di Provinsi Gorontalo”. Kegiatan ini berlangsung di kantor Bappeda Provinsi Gorontalo dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan, senin (27 Oktober 2025). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris […]

  • BINUS University Hadirkan Perpustakaan Digital Offline di Tiga Desa Sulawesi Selatan

    BINUS University Hadirkan Perpustakaan Digital Offline di Tiga Desa Sulawesi Selatan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Keterbatasan akses internet masih menjadi tantangan bagi dunia pendidikan di sejumlah wilayah pelosok Indonesia. Ketika pembelajaran digital semakin berkembang di perkotaan, sebagian siswa di daerah terpencil masih menghadapi keterbatasan sumber belajar. Menjawab tantangan tersebut, BINUS University menghadirkan PusGita (Perpustakaan Digital Offline) versi 6.0, sebuah inovasi yang memungkinkan ribuan sumber belajar digital diakses […]

  • Akbar Ramadhan Tegaskan Siap Kawal Pengisian Jabatan Kosong di Desa Majannang

    Akbar Ramadhan Tegaskan Siap Kawal Pengisian Jabatan Kosong di Desa Majannang

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Anggota Karang Taruna Desa Majannang, Akbar Ramadhan, menyampaikan komitmennya untuk mengawal proses pengisian sejumlah jabatan yang saat ini masih kosong di Desa Majannang. Menurutnya, kekosongan beberapa posisi penting di desa harus segera mendapat perhatian serius demi menjaga stabilitas pelayanan dan jalannya pemerintahan desa. Adapun posisi yang menjadi sorotan di antaranya jabatan Kepala […]

  • Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 480
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Pantas Indomining di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kembali menuai sorotan publik. Kali ini, isu dugaan kriminalisasi terhadap warga yang memprotes aktivitas tambang memicu kritik dari kalangan aktivis lingkungan. Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPLI) Sulawesi Tengah melalui ketuanya, Aulia Hakim, menyampaikan bahwa masyarakat setempat sejak awal telah […]

  • Board of Peace Tuai Kritik Akademisi, Dinilai Abaikan Palestina dan Melembagakan Ketidakadilan

    Board of Peace Tuai Kritik Akademisi, Dinilai Abaikan Palestina dan Melembagakan Ketidakadilan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    nulondalo.com –Pembentukan Board of Peace (BoP) oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai mekanisme perdamaian dan rekonstruksi Gaza menuai kritik tajam dari kalangan akademisi dan intelektual Indonesia. Lembaga yang diklaim sebagai terobosan perdamaian global itu dinilai justru mengabaikan prinsip keadilan, hukum internasional, serta keterlibatan substantif rakyat Palestina sebagai pihak paling terdampak konflik. Kritik keras salah […]

  • NU di Persimpangan Jalan: Analisis Geopolitik dan Sosio-Keagamaan

    NU di Persimpangan Jalan: Analisis Geopolitik dan Sosio-Keagamaan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Eksistensi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial-keagamaan terbesar di dunia tengah menghadapi ujian eksistensial yang menempatkannya pada persimpangan jalan sejarah yang krusial. Memasuki akhir tahun 2025, organisasi ini terjebak dalam pusaran konflik internal yang melibatkan dua pilar utamanya, jajaran Syuriyah yang merepresentasikan otoritas ulama dan jajaran Tanfidziyah sebagai pelaksana organisatoris. Ketegangan ini bukan sekadar perselisihan […]

expand_less