Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
  • visibility 145
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yogyakarta- Direktur Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid, menyampaikan bahwa merawat Indonesia tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi juga membutuhkan kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut Alissa, menjaga dan merawat Indonesia bukanlah pekerjaan mudah seperti menyampaikan pidato di depan umum. Merawat Indonesia berarti harus hadir secara nyata dalam memelihara keberagaman dan kebersamaan di antara sesama anak bangsa.

“Menjaga dan merawat Indonesia berarti merawat keberagaman dan kebersamaan. Dalam konteks inilah, GUSDURian hadir untuk memperkuat bangsa dan negara ini,” ujar Alissa saat menyampaikan refleksi Halal Bi Halal (HBH) yang dilaksanakan di Pendopo KH. Abdurrahman Wahid, Griya GUSDURian, Sorowajan, Yogyakarta, pada 19 April 2025.

Lebih lanjut, putri sulung KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menegaskan bahwa warisan perjuangan Gus Dur begitu besar, selain menghadirkan tantangan, juga menjadi peluang. Oleh karena itu, diperlukan semangat dan kekuatan besar untuk melanjutkan warisan perjuangan Gus Dur tersebut.

Senada dengan itu, mantan Menteri Agama, KH. Lukman Hakim Saifuddin, menyampaikan apresiasinya terhadap komunitas GUSDURian yang hingga saat ini masih berkomitmen melanjutkan perjuangan Gus Dur. Menurut Lukman, menjaga persaudaraan dan ke-Indonesiaan sangat relevan, terlebih Gus Dur semasa hidupnya konsisten memperjuangkan nilai-nilai universal agama, khususnya kemanusiaan.

“Jarang sekali kita menemukan tokoh hebat yang memiliki anak biologis dan ideologis yang berkomitmen melanjutkan perjuangannya,” ujar Lukman di hadapan puluhan tokoh agama, akademisi, dan perwakilan penggerak GUSDURian se-Indonesia.

Lukman menambahkan, semua aspek perjuangan Gus Dur berbasis agama. Ia tidak pernah mempersoalkan keimanan seseorang karena hal itu adalah urusan individu dengan Tuhan, melainkan lebih fokus pada bagaimana seseorang mengaktualisasikan nilai-nilai keagamaannya.

menurutnya, persaudaraan, kemanusiaan, dan kebersamaan yang telah dijalankan GUSDURian beserta jejaringnya adalah hal yang langka, terutama dalam kondisi saat ini. “Gusdurian konsisten menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan memperjuangkan keadilan, dan kita patut bersyukur atas semua itu,” tegas Lukman.

Sementara itu, Prof. Dr. Sahiron, Direktur Diktis Kemenag RI, saat didaulat menyampaikan hikmah HBH mengatakan, HBH adalah upaya untuk menyempurnakan pengampunan (magfirah) Allah setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa. Perayaan Idulfitri 1 Syawal 1446 H menjadi momentum di mana dosa antara manusia dan Tuhan diampuni, sementara dosa terhadap sesama manusia tidak akan diampuni hingga manusia saling memaafkan.

Dalam konteks inilah, menurutnya ulama Nusantara menginisiasi HBH sebagai ruang perjumpaan untuk melebur dosa dan menyempurnakan pengampunan Allah. “HBH adalah upaya untuk menyempurnakan pengampunan Allah,” terang pakar tafsir Al-Qur’an tersebut.

HBH menjadi ruang untuk mengsucikan diri agar manusia kembali kepada fitrahnya. Oleh karena itu, HBH yang diselenggarakan oleh jaringan GUSDURian itu bukan hanya sekadar perayaan atau tradisi, tetapi juga momen untuk merefleksikan teladan dan semangat perjuangan kemanusiaan Gus Dur.

Menurutnya, Gus Dur merumuskan perjuangan kemanusiaan berdasarkan surah At-Taubah ayat 128 yang menggambarkan sifat kemanusiaan Nabi Muhammad SAW. Ayat tersebut menekankan pentingnya membangun empati dan simpati kepada mereka yang tertindas, baik secara ekonomi maupun politik, serta mendorong kemajuan dalam segala aspek kehidupan.

Gus Dur berkomitmen dan serius mendalami permasalahan yang menimpa masyarakat, mengedepankan kepedulian, empati, dan ringan tangan untuk membantu serta memajukan orang lain. Konsistensinya dalam beragama juga berorientasi untuk menghindarkan manusia dari sekularisme dan mendorong spiritualitas. Baginya, gerakan sosial dimulai dari agama yang menjadi dasar pengembangan komunitas dan masyarakat.

Acara yang berlangsung santai dan penuh canda dan tawa itu, selain dihadiri mantan Menteri Agama Dr. KH. Lukman Hakim Saifuddin, juga dihadiri oleh murid dan pengagum Gus Dur, di antaranya KH. Imam Azis, Kyai Jadul Maula, Haeru Salim, KH. Hakim Jayli, koordinator wilayah Gusdurian se-Indonesia, pemuka agama, dan tokoh aktivis lintas iman.

  • Penulis: Suaib Pr
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Ketiga Operasi Roaring Lion, Israel-AS Klaim Kuasai Udara Iran

    Hari Ketiga Operasi Roaring Lion, Israel-AS Klaim Kuasai Udara Iran

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat yang diberi nama Operasi Roaring Lion memasuki hari ketiga pada Senin (3/3/2026). Pemerintah Israel menyatakan operasi tersebut bertujuan menangkal ancaman nuklir dan balistik Iran, sekaligus melumpuhkan struktur kepemimpinan militer Teheran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampil dalam sebuah video pidato yang direkam di lokasi yang disebut […]

  • Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 231
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Indonesia resmi menyatakan bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan tersebut menuai sorotan tajam, terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menilai langkah itu tidak berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina. Penandatanganan piagam keanggotaan Board of Peace dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo […]

  • BBPOM di Makassar Jalani Reakreditasi ISO/IEC 17025:2017, Perkuat Keandalan Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan

    BBPOM di Makassar Jalani Reakreditasi ISO/IEC 17025:2017, Perkuat Keandalan Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Nulondalo.com Makassar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar melaksanakan kegiatan reakreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Tim Asesor dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), yaitu Tri Pratiwi selaku Asesor Kepala bersama Ani Suwitaningsih, Effi Setiawati, Anissa Tiana Sheilayanti, dan Herawati, yang melakukan asesmen dan witness […]

  • Respons Berbeda soal Pandji: PKS Sebut Kritik Sehat, FPI Nilai Penistaan Agama

    Respons Berbeda soal Pandji: PKS Sebut Kritik Sehat, FPI Nilai Penistaan Agama

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 319
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sikap berbeda ditunjukkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Front Persaudaraan Islam (FPI) dalam merespons materi stand-up comedy Mens Rea yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono. PKS menilai materi tersebut sebagai bagian dari kritik yang sehat dalam demokrasi, sementara FPI menilai sebagian isi pertunjukan mengandung penistaan agama dan layak diproses hukum. Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad […]

  • Supremasi Sipil dan Ancaman Normalisasi Militerisasi

    Supremasi Sipil dan Ancaman Normalisasi Militerisasi

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Ketika kita berbicara tentang negara demokrasi modern, pemisahan peran antar institusi keamanan sebenarnya bukan sekadar soal administrasi negara atau pembagian tugas birokratis. Ia adalah fondasi dasar dari negara hukum. Dalam prinsip demokrasi modern, urusan kriminalitas, ketertiban publik, dan keamanan domestik berada di tangan kepolisian serta otoritas sipil. Sementara militer dibentuk untuk menghadapi ancaman eksternal dan […]

  • PP Gentuma Bina Wajib Retribusi Kepelabuhanan dan Kesyahbandaraan

    PP Gentuma Bina Wajib Retribusi Kepelabuhanan dan Kesyahbandaraan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kepatuhan pengguna jasa terhadap kewajiban retribusi, Unit Pelaksana Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelabuhan Perikanan (PP) Gentuma menyelenggarakan Pembinaan Wajib Retribusi Jasa Kepelabuhanan dan Optimalisasi Pelayanan Kesyahbandaraan, Kamis (3/7/2025). Plt. Kepala PP Gentuma Sitti Sabariah Machmud menegaskan pentingnya pemahaman bersama tentang retribusi dalam sambutannya. Sabariah menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan […]

expand_less