Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ketika Bias Oversimplifikasi Bekerja

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 354
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah)

Pernyataan Gus Ulil bahwa “menolak zero mining adalah goblok” secara teknis memang benar. Zero mining itu mustahil. Peradaban modern tidak berdiri tanpa mineral—ponsel, kendaraan listrik, panel surya, hingga kabel listrik di rumah kita semuanya lahir dari aktivitas tambang. Tidak ada yang membantah itu.

Namun persoalan Indonesia jauh lebih rumit daripada sekadar “butuh tambang atau tidak.” Masalah utamanya adalah defisit kesejahteraan di tengah surplus eksploitasi. Kita menggali begitu banyak, tetapi yang dinikmati rakyat tidak sebanding. Dan dalam banyak kasus, keuntungan korporasi justru jauh lebih besar dibandingkan pendapatan negara. Negara dapat royalti, perusahaan dapat laba, warga sekitar tambang dapat air keruh dan tanah retak.

Di sinilah pernyataan Ulil masuk ke wilayah bias oversimplifikasi. Ia mereduksi problem struktural menjadi persoalan teknis, seolah-olah penolak tambang hanya tidak paham logika energi. Padahal publik sedang membicarakan ketidakadilan—bukan ketidaktahuan.

Ibaratnya begini: Ulil tampak seperti guru filsafat yang sedang menjelaskan fungsi pisau—tajam, berguna, dan esensial—tepat di depan keluarga korban penusukan. Penjelasannya benar, tetapi konteks tempat ia mengucapkannya justru membuat kebenaran itu kehilangan legitimasi moral. Yang dibutuhkan bukan kuliah tentang kegunaan pisau, tetapi empati terhadap luka yang ditimbulkannya.

Tambang di Indonesia bukan sekadar industri; ia adalah arsip panjang penderitaan ekologis dan sosial. Lubang-lubang bekas tambang menjadi kuburan masa depan, bukan kuburan imajinasi. Karena itu, argumentasi teknis yang tidak diiringi pengakuan atas ketidakadilan hanya menimbulkan jarak—bukan dialog.

Ketika Ulil menambahkan bahwa tambang harus dikendalikan, kata itu terdengar rapuh. Pengendalian macam apa? Oleh siapa? Publik sudah terlalu lama melihat kata “dikendalikan” lahir dalam rapat, tetapi mati di lapangan.

Masalah Ulil bukan terletak pada substansi, tetapi pada ketidaktepatan membaca luka kolektif. Pernyataannya benar dalam ruang seminar, tetapi publik tidak sedang duduk di seminar—mereka sedang ingat bahwa tanah mereka telah diambil, air mereka telah rusak, dan masa depan mereka dipertaruhkan.

Akhirnya, refleksi yang paling penting adalah ini: kebenaran memang wajib diucapkan, tetapi kebenaran yang tidak memandang wajah orang yang terluka sering kali jatuh menjadi bunyi kosong.

Dan pada saat seperti itu, pertanyaannya bukan lagi apakah argumen itu benar, melainkan untuk siapa kebenaran itu diucapkan.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tempat Kemarin, Kedai Baru Favorit Mahasiswa dan Aktivis di Pusat Kota Gorontalo Play Button photo_camera 4

    Tempat Kemarin, Kedai Baru Favorit Mahasiswa dan Aktivis di Pusat Kota Gorontalo

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 343
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah kedai kopi baru bernama Tempat Kemarin perlahan menjelma menjadi ruang favorit anak muda lintas generasi di Kota Gorontalo. Mulai dari mahasiswa, aktivis, hingga warga umum, kedai ini ramai dikunjungi terutama pada sore hingga malam hari. Terletak di Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U-1, Kecamatan Kota Selatan, posisi kedai ini terbilang sangat strategis. Di […]

  • Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

    Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 705
    • 0Komentar

    Dalam tulisan arif yang sangat panjang yang berjudul “Yang Barangkali Luput dalam Perbincangan Soal Sadakah”, ada 3 hal yang dianggap Arief luput dalam beberapa tulisan Momy Hunowu, dan saya sebelumnya sebagai berikut: Dalam perdebatan soal sadaka beberapa hari belakangan, Arief menggarisbawahi beberapa hal yang barangkali luput dibaca. Meskipun orang-orang bilang “seikhlasnya”, praktik ini terlembaga, beratasnamakan […]

  • GUSDURian Makassar Siapkan FGD Demokrasi Gen Z

    GUSDURian Makassar Siapkan FGD Demokrasi Gen Z

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 282
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komunitas GUSDURian Makassar menggelar rapat persiapan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Perspektif Demokrasi Gen Z di Era Disrupsi”. Pertemuan berlangsung di Kampung Buku Inninnawa, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Makassar, dan dihadiri sejumlah para penggerak inti Gusdurian, Senin, 26 Januari 2026 Dalam rapat tersebut, peserta membahas berbagai kebutuhan teknis yang akan digunakan dalam pelaksanaan […]

  • Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua Dirilis untuk Publik

    Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua Dirilis untuk Publik

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 344
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Upaya baru dalam pelestarian alam di Indonesia bagian timur lahir dengan selesainya identifikasi Important Bird and Biodiversity Areas (IBAs) di wilayah Papua. Melalui kerja sama antara Burung Indonesia dan berbagai mitra strategis, data ini kini dapat diakses oleh publik sebagai alat bantu utama dalam menentukan daerah prioritas pelestarian keanekaragaman hayati di Papua dengan menggunakan […]

  • Momentum Isra Mi’raj, Gusnar Ismail Ajak ASN Gorontalo Bangun Etos Kerja Berbasis Spiritual

    Momentum Isra Mi’raj, Gusnar Ismail Ajak ASN Gorontalo Bangun Etos Kerja Berbasis Spiritual

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 237
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pencanangan gerakan membaca Al-Qur’an di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Jumat (16/1/2025), dan dicanangkan langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail. Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum penguatan spiritual ASN sekaligus bagian dari […]

  • Warga Meributkan SPMB Kadis Dikbud Menjelaskan

    Warga Meributkan SPMB Kadis Dikbud Menjelaskan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemprov Gorontalo Rusli Nusi memberikan penjelasan terkait proses Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) yang menuai atensi publik. Dikatakan Rusli, proses SPMB sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada. Mekanisme SPMB tahun ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025. Regulasi itu dijabarkan […]

expand_less