Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ketika Bias Oversimplifikasi Bekerja

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 332
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah)

Pernyataan Gus Ulil bahwa “menolak zero mining adalah goblok” secara teknis memang benar. Zero mining itu mustahil. Peradaban modern tidak berdiri tanpa mineral—ponsel, kendaraan listrik, panel surya, hingga kabel listrik di rumah kita semuanya lahir dari aktivitas tambang. Tidak ada yang membantah itu.

Namun persoalan Indonesia jauh lebih rumit daripada sekadar “butuh tambang atau tidak.” Masalah utamanya adalah defisit kesejahteraan di tengah surplus eksploitasi. Kita menggali begitu banyak, tetapi yang dinikmati rakyat tidak sebanding. Dan dalam banyak kasus, keuntungan korporasi justru jauh lebih besar dibandingkan pendapatan negara. Negara dapat royalti, perusahaan dapat laba, warga sekitar tambang dapat air keruh dan tanah retak.

Di sinilah pernyataan Ulil masuk ke wilayah bias oversimplifikasi. Ia mereduksi problem struktural menjadi persoalan teknis, seolah-olah penolak tambang hanya tidak paham logika energi. Padahal publik sedang membicarakan ketidakadilan—bukan ketidaktahuan.

Ibaratnya begini: Ulil tampak seperti guru filsafat yang sedang menjelaskan fungsi pisau—tajam, berguna, dan esensial—tepat di depan keluarga korban penusukan. Penjelasannya benar, tetapi konteks tempat ia mengucapkannya justru membuat kebenaran itu kehilangan legitimasi moral. Yang dibutuhkan bukan kuliah tentang kegunaan pisau, tetapi empati terhadap luka yang ditimbulkannya.

Tambang di Indonesia bukan sekadar industri; ia adalah arsip panjang penderitaan ekologis dan sosial. Lubang-lubang bekas tambang menjadi kuburan masa depan, bukan kuburan imajinasi. Karena itu, argumentasi teknis yang tidak diiringi pengakuan atas ketidakadilan hanya menimbulkan jarak—bukan dialog.

Ketika Ulil menambahkan bahwa tambang harus dikendalikan, kata itu terdengar rapuh. Pengendalian macam apa? Oleh siapa? Publik sudah terlalu lama melihat kata “dikendalikan” lahir dalam rapat, tetapi mati di lapangan.

Masalah Ulil bukan terletak pada substansi, tetapi pada ketidaktepatan membaca luka kolektif. Pernyataannya benar dalam ruang seminar, tetapi publik tidak sedang duduk di seminar—mereka sedang ingat bahwa tanah mereka telah diambil, air mereka telah rusak, dan masa depan mereka dipertaruhkan.

Akhirnya, refleksi yang paling penting adalah ini: kebenaran memang wajib diucapkan, tetapi kebenaran yang tidak memandang wajah orang yang terluka sering kali jatuh menjadi bunyi kosong.

Dan pada saat seperti itu, pertanyaannya bukan lagi apakah argumen itu benar, melainkan untuk siapa kebenaran itu diucapkan.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Andi Nur Hidayat Nahkodai GenPi Maros, Dorong Organisasi Lebih Harmonis dan Transparan

    Andi Nur Hidayat Nahkodai GenPi Maros, Dorong Organisasi Lebih Harmonis dan Transparan

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Musyawarah Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Kabupaten Maros berlangsung penuh semangat kebersamaan dan demokrasi di Gedung PKK Kabupaten Maros, Minggu (10/05/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Menguatkan Integritas, Mempererat Solidaritas Menuju GenPi Maros yang Lebih Berkualitas.” Musyawarah ini menjadi momentum penting bagi organisasi kepemudaan dan pariwisata tersebut dalam menentukan arah kepemimpinan baru GenPi Maros […]

  • DPRD Sulteng Desak Gubernur Hentikan Aktivitas PT Pantas Indomining

    DPRD Sulteng Desak Gubernur Hentikan Aktivitas PT Pantas Indomining

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 455
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Palu –DPRD Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi menyampaikan rekomendasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah terkait dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang dilakukan oleh PT Pantas Indomining di wilayah Batu Mahik Dongkalan, Kabupaten Banggai. Surat tersebut ditandatangani Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Mohammad Arus Abdul Karim, sebagai tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD […]

  • Bupati Gorontalo Utara Buka Perkemahan Pramuka di Sumalata

    Bupati Gorontalo Utara Buka Perkemahan Pramuka di Sumalata

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Ketua Majelis Pembina Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, yang juga menjabat sebagai Bupati Gorontalo Utara, membuka secara resmi Perkemahan Tingkat Kwartir Ranting di Kecamatan Sumalata, Minggu (10/8/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-64 Gerakan Pramuka. Dalam sambutannya, Thariq menyebut perkemahan menjadi wadah pendidikan, rekreasi, dan permainan. “Ketiga […]

  • Pemkot Gorontalo Musnahkan 19.754 Miras di Lapangan Padebuolo

    Pemkot Gorontalo Musnahkan 19.754 Miras di Lapangan Padebuolo

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pemerintah Kota Gorontalo memusnahkan sebanyak 19.754 minuman keras (miras) berbagai jenis, Senin (29/12/2025). Pemusnahan dilakukan di Lapangan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur. Ribuan miras tersebut merupakan hasil penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Gorontalo, serta hasil razia Polresta […]

  • Tahun Baru Hijriyah sebagai Momentum untuk Membangun Kesadaran Kolektif Bangsa

    Tahun Baru Hijriyah sebagai Momentum untuk Membangun Kesadaran Kolektif Bangsa

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Pergantian tahun Hijriyah bukan sekadar penanda bertambahnya usia kalender Islam, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi dan pembenahan diri. Semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW mengajarkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari keberanian memperbaiki diri, meninggalkan kebiasaan buruk, serta menumbuhkan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam khutbah Jumat bertajuk “Tahun Baru Hijriyah sebagai […]

  • Bareskrim Polri Tahan Dua Petinggi PT Dana Syariah Indonesia Terkait Dugaan Penggelapan Dana dan TPPU

    Bareskrim Polri Tahan Dua Petinggi PT Dana Syariah Indonesia Terkait Dugaan Penggelapan Dana dan TPPU

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri resmi menahan dua petinggi PT Dana Syariah Indonesia (DSI), yakni Direktur Utama Taufiq Aljufri dan Komisaris Arie Rizal Lesmana, mulai Selasa (10/02/2026). Penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan kasus dugaan penggelapan dana dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada layanan pinjaman online (pinjol) DSI. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus […]

expand_less