Breaking News
dark_mode
Trending Tags

NU Gorontalo dan Kotak Macis

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
  • visibility 169
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NU memang terlalu seksi bagi kalangan internal maupun eksternal atau bagi siapa saja yang memandangnya. Apalagi jika dipandang dari luar bangunan ke-NU-an dengan menggunakan frame subjektif, sosial dan politik. Dalam konteks ini, NU tidak hanya sekedar seksi tapi ternyata juga begitu mempesona. Maka tidak heran jika perebutan tampuk kepemimpinan di NU menjadi sesuatu yang sangat eksotik.

NU itu unik sekaligus menarik. Satu hal yang menarik adalah meskipun telah melewati waktu hampir satu abad sejak didirikan, NU tetap bertahan dan melewati semua genre kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara dengan berbagai problematika yang mengiringinya. NU selalu hadir di dalamnya dan bahkan tidak hanya sekedar hadir, tapi turut terlibat dalam menentukan dan memberi warna.

Akan tetapi, di balik nama besar NU itu, satu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa dalam riwayat hidupnya sebagai sebuah organisasi, NU mengalami proses dinamisasi dan politisasi yang tidak jarang berujung pada konflik baik internal maupun eksternal.  Dinamika internal selalu terjadi pada momen-momen suksesi, mulai dari suksesi berskala lokal hingga suksesi berskala nasional.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi lahirnya dinamika konflik di tubuh NU.  Faktor yang paling dominan adalah faktor “kepentingan”. Paling tidak ada beberapa kepentingan seseorang ingin menjadi pucuk pimpinan di NU, antara lain :

1. Mewujudkan ide dan gagasan

2. Membuktikan dan memerankan diri sebagai kader terbaik

3. Mengatur dan menata bangunan  organisasi

4. Batu loncatan meraih kedudukan penting di lembaga atau institusi lainnya

5. Meraih ataupun mempertahankan kedudukan dan jabatan.

6. Peneguhan prestise, kharisma dan kewibawaan di hadapan kolega atau publik.

Dari sekian kepentingan tersebut, sudah bisa diidentifikasi mana poin-poin yang menjadi pemicu konflik. Yang pasti, kepentingan subjektif pragmatis akan selalu menjungkirbalikan regulasi organisasi.

NU lokal Gorontalo misalnya. Sepanjang tahun 2021 ini saja, telah memproduksi tiga konflik suksesi, yakni konflik Konfercab NU Boalemo, Konfercab NU Pohuwato dan terakhir Konfercab NU Kota Gorontalo.

Besar kecilnya kualitas konflik di tiga wilayah tersebut, tergantung pada entitas yang mempengaruhinya. Sebenarnya sumber utama konflik tersebut  terletak pada terpenuhi atau tidaknya mekanisme suksesi yang didasarkan pada AD/ART organisasi. Legalisasi dan prosesi menjadi indikator keabsahan hasil yang dicapai. Apakah ada kepentingan di dalamnya ? Bisa ya, bisa tidak.

Derasnya arus kritikan yang menghiasi ruang media sebagai akibat dari ketidaksetujuan atau ketidakpuasan atas hasil konferensi yang terselenggara ditenggarai sebagai salah satu riak konflik yang muncul ke permukaan. Pada akhirnya, konferensi tandingan akan menjadi puncak konflik yang sesungguhnya.

Tidak menutup kemungkinan konflik baru akan muncul pada suksesi kepemimpinan PCNU Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara dan mungkin juga di  PWNU yang akan datang jika AD/ART sebagai kitab suci organisasi tidak dijunjung tinggi.

Terakhir, harus diakui bahwa saat ini NU di tiga wilayah konflik telah terkapling dalam kubu-kubuan dengan pendukung fanatik dan pragmatisnya masing-masing. Kemunculan friksi-friksi ini biasanya bersifat temporal tergantung situasi dan kondisi yang melatarbelakanginya.

Menggambarkan kondisi NU di wilayah Gorontalo saat ini, ibarat membayangkan sebungkus besar macis yang di dalamnya ada kotak-kotak kecil dan masing-masing kotak memiliki batangan-batangan yang siap dipantik kapan saja dan untuk kepetingan apa saja dan oleh siapa saja.

Wallahu A’lam

Gorontalo, 12 September 2021

  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UNUSIA Bersama PPATK Tolak Tindak Pidana Pencucian Uang

    UNUSIA Bersama PPATK Tolak Tindak Pidana Pencucian Uang

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menggelar kegiatan Diskusi Kontemporer GEMA APUPPT (Gerakan Muda Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme) pada Kamis, 6 November 2025, di Kampus UNUSIA Jakarta. Acara ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan dan lembaga negara untuk memperkuat literasi keuangan dan menolak segala […]

  • Nilai Ekspor Mei Provinsi Gorontalo Capai US.433.761

    Nilai Ekspor Mei Provinsi Gorontalo Capai US$11.433.761

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Nilai ekspor Mei 2025 Provinsi Gorontalo sebesar US$11.433.761. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 123,25 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$5.121.461. “Ekspor melalui pelabuhan atau bandara di Provinsi Gorontalo pada Mei 2025 adalah sebesar US$2.901.823 dengan komoditas Gula/Kembang Gula (HS 17) dan komoditas Pelet Kayu (HS 44),” kata Dwi Alwi Astuti […]

  • Istighosah Tutup Rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Gorontal

    Istighosah Tutup Rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Gorontal

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan istighosah sebagai salah satu rangkaian dari Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo . Kegiatan ini berlangsung di Kantor PWNU Gorontalo, dihadiri oleh jajaran pengurus, para kiai, tokoh agama, dan peserta dari berbagai kalangan serta seluruh masyarakat Nahdatul ulama, kamis  (30/10/2025) Istighosah tersebut dipimpin KH. Muhyidin Zeni Wakil […]

  • Nelayan Terselamatkan Setelah 4 Jam Terapung di Laut Muara Berau, Solidaritas Komunitas Nelayan Tersorot

    Nelayan Terselamatkan Setelah 4 Jam Terapung di Laut Muara Berau, Solidaritas Komunitas Nelayan Tersorot

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 396
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kejadian menegangkan terjadi di perairan Muara Berau, Kalimantan Timur, ketika seorang nelayan bernama Pak Usman terombang-ambing di laut selama sekitar empat jam setelah perahunya tenggelam akibat menabrak kayu yang mengapung, Selasa (24/3/2026). Insiden ini terjadi tanpa pelampung keselamatan, namun beruntung nelayan lain yang berada di sekitar lokasi berhasil mengevakuasi Pak Usman dengan selamat. […]

  • Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    Alissa Wahid dan Kartini yang Tak Pernah Selesai

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Setiap April, memori tentang Kartini akan menyeruak. Ia datang, dikenang, dirayakan, dan diabadikan. Di ruang kelas, anak-anak berseragam menggelar lomba busana adat. Di media sosial, ucapan selamat Hari Kartini berseliweran, disertai kutipan populer dan foto perempuan berkebaya. Sebuah ritual yang terasa akrab, bahkan otomatis. Tapi siapa Kartini yang sebenarnya sedang kita rayakan? Yang pasti bukan […]

  • Sampaikan Amanat Ketum Muhaimin, Nihayatul Tegaskan Empat Pilar Politik Perjuangan PKB

    Sampaikan Amanat Ketum Muhaimin, Nihayatul Tegaskan Empat Pilar Politik Perjuangan PKB

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 345
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Gorontalo menggelar Orientasi Politik yang dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) serta pengukuhan pengurus masa bakti 2026–2031. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi dan penegasan arah perjuangan partai menjelang Pemilu 2029. Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus Ketua Perempuan Bangsa DPP PKB, […]

expand_less