Breaking News
dark_mode
Trending Tags

NU Gorontalo dan Kotak Macis

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
  • visibility 83
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NU memang terlalu seksi bagi kalangan internal maupun eksternal atau bagi siapa saja yang memandangnya. Apalagi jika dipandang dari luar bangunan ke-NU-an dengan menggunakan frame subjektif, sosial dan politik. Dalam konteks ini, NU tidak hanya sekedar seksi tapi ternyata juga begitu mempesona. Maka tidak heran jika perebutan tampuk kepemimpinan di NU menjadi sesuatu yang sangat eksotik.

NU itu unik sekaligus menarik. Satu hal yang menarik adalah meskipun telah melewati waktu hampir satu abad sejak didirikan, NU tetap bertahan dan melewati semua genre kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara dengan berbagai problematika yang mengiringinya. NU selalu hadir di dalamnya dan bahkan tidak hanya sekedar hadir, tapi turut terlibat dalam menentukan dan memberi warna.

Akan tetapi, di balik nama besar NU itu, satu hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa dalam riwayat hidupnya sebagai sebuah organisasi, NU mengalami proses dinamisasi dan politisasi yang tidak jarang berujung pada konflik baik internal maupun eksternal.  Dinamika internal selalu terjadi pada momen-momen suksesi, mulai dari suksesi berskala lokal hingga suksesi berskala nasional.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi lahirnya dinamika konflik di tubuh NU.  Faktor yang paling dominan adalah faktor “kepentingan”. Paling tidak ada beberapa kepentingan seseorang ingin menjadi pucuk pimpinan di NU, antara lain :

1. Mewujudkan ide dan gagasan

2. Membuktikan dan memerankan diri sebagai kader terbaik

3. Mengatur dan menata bangunan  organisasi

4. Batu loncatan meraih kedudukan penting di lembaga atau institusi lainnya

5. Meraih ataupun mempertahankan kedudukan dan jabatan.

6. Peneguhan prestise, kharisma dan kewibawaan di hadapan kolega atau publik.

Dari sekian kepentingan tersebut, sudah bisa diidentifikasi mana poin-poin yang menjadi pemicu konflik. Yang pasti, kepentingan subjektif pragmatis akan selalu menjungkirbalikan regulasi organisasi.

NU lokal Gorontalo misalnya. Sepanjang tahun 2021 ini saja, telah memproduksi tiga konflik suksesi, yakni konflik Konfercab NU Boalemo, Konfercab NU Pohuwato dan terakhir Konfercab NU Kota Gorontalo.

Besar kecilnya kualitas konflik di tiga wilayah tersebut, tergantung pada entitas yang mempengaruhinya. Sebenarnya sumber utama konflik tersebut  terletak pada terpenuhi atau tidaknya mekanisme suksesi yang didasarkan pada AD/ART organisasi. Legalisasi dan prosesi menjadi indikator keabsahan hasil yang dicapai. Apakah ada kepentingan di dalamnya ? Bisa ya, bisa tidak.

Derasnya arus kritikan yang menghiasi ruang media sebagai akibat dari ketidaksetujuan atau ketidakpuasan atas hasil konferensi yang terselenggara ditenggarai sebagai salah satu riak konflik yang muncul ke permukaan. Pada akhirnya, konferensi tandingan akan menjadi puncak konflik yang sesungguhnya.

Tidak menutup kemungkinan konflik baru akan muncul pada suksesi kepemimpinan PCNU Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara dan mungkin juga di  PWNU yang akan datang jika AD/ART sebagai kitab suci organisasi tidak dijunjung tinggi.

Terakhir, harus diakui bahwa saat ini NU di tiga wilayah konflik telah terkapling dalam kubu-kubuan dengan pendukung fanatik dan pragmatisnya masing-masing. Kemunculan friksi-friksi ini biasanya bersifat temporal tergantung situasi dan kondisi yang melatarbelakanginya.

Menggambarkan kondisi NU di wilayah Gorontalo saat ini, ibarat membayangkan sebungkus besar macis yang di dalamnya ada kotak-kotak kecil dan masing-masing kotak memiliki batangan-batangan yang siap dipantik kapan saja dan untuk kepetingan apa saja dan oleh siapa saja.

Wallahu A’lam

Gorontalo, 12 September 2021

  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivis Popayato Desak Perusahaan Segera Realisasikan Hak Petani Plasma

    Aktivis Popayato Desak Perusahaan Segera Realisasikan Hak Petani Plasma

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 748
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Aktivis dan masyarakat di wilayah Popayato kembali menyuarakan tuntutan kepada perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, agar segera merealisasikan kewajiban plasma bagi masyarakat. Hingga saat ini, hak tersebut dinilai belum juga terpenuhi, meskipun perusahaan telah lama beroperasi di wilayah tersebut. Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam, khususnya di kalangan petani […]

  • Gus Aniq Kisahkan Sejarah Lahirnya NU yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Musa AS Play Button

    Gus Aniq Kisahkan Sejarah Lahirnya NU yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Musa AS

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 404
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di hadapan para Alumni PMII se-Gorontalo, Wakapolres Pohuwato, dan kader organisasi lainnya, KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA atau Gus Aniq membuka ceramahnya dengan satu kisah yang jarang disinggung dalam diskursus keislaman kontemporer, yakni lahirnya Nahdlatul Ulama yang terinspirasi melalui kisah Nabi Musa AS. Kisah ini, menurutnya, bukan dongeng spiritual belaka, melainkan fondasi filosofis […]

  • Dugaan Kelalaian Medis RS Multazam Disorot, DPRD dan Dinkes Minta Perbaikan Layanan

    Dugaan Kelalaian Medis RS Multazam Disorot, DPRD dan Dinkes Minta Perbaikan Layanan

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Dugaan kelalaian medis di Rumah Sakit (RS) Multazam Gorontalo menjadi perhatian publik setelah terungkap adanya perubahan metode persalinan dari yang semula direncanakan menggunakan Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) menjadi operasi caesar konvensional tanpa persetujuan pasien. Pihak RS Multazam mengakui adanya perubahan metode tindakan medis tersebut. Namun hingga kini, belum terdapat sanksi hukum […]

  • Polemik P-BMR Kian Memanas, Ersad Mamonto Soroti Epistemik dan Kuasa, KNPI Boltara Ancam Gabung Gorontalo

    Polemik P-BMR Kian Memanas, Ersad Mamonto Soroti Epistemik dan Kuasa, KNPI Boltara Ancam Gabung Gorontalo

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 343
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Isu pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya (P-BMR) kembali memantik perdebatan tajam di Sulawesi Utara. Setelah Muhamad Ersad Mamonto menyampaikan kritik konseptual terhadap fondasi historis dan relasi kuasa dalam wacana P-BMR, penolakan keras juga datang dari Ketua KNPI Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Donal Palandi. Dalam responsnya terhadap tulisan Tyo Mokoagow berjudul: “Dekonstruksi PBMR”, Ersad […]

  • Apakah Indonesia sudah dalam Cengkeraman Masyarakat Paliatif?

    Apakah Indonesia sudah dalam Cengkeraman Masyarakat Paliatif?

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Kita hidup dalam realitas yang serba aneh. Informasi datang menerjang setiap detik, jauh lebih cepat daripada kemampuan kita untuk benar-benar meresapi apa yang terjadi. Setiap hari, layar ponsel kita dijejali berita korupsi, lahan yang dirampas, sungai yang tercemar, hingga ketimpangan yang makin lebar. Semua ada di sana, bisa diakses hanya dengan satu sapuan jari. Namun, […]

  • DPRD Gorontalo Setujui Ranperda Kepemudaan Jadi Perda

    DPRD Gorontalo Setujui Ranperda Kepemudaan Jadi Perda

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Kepemudaan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Persetujuan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna DPRD ke-67 yang digelar, Senin (29/12/2025). Rapat paripurna tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, serta jajaran pemerintah daerah dan anggota […]

expand_less