Breaking News
dark_mode
Trending Tags

(Korupsi) Bisnis Paling Rasional

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • visibility 342
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di negeri ini, senjata api diawasi ketat. Mau punya pistol saja izinnya panjang, bisa lebih panjang dari antrean sembako. Tapi laporan keuangan? Bebas berkeliaran, rapi, wangi, dan sering dielu-elukan, padahal isinya bisa bikin rakyat miskin seumur hidup. Gus Dur mungkin akan bilang, “Senjata itu membunuh orang. Laporan keuangan bisa membunuh akal sehat.”

Korupsi pejabat publik di Indonesia sudah seperti sinetron kejar tayang: judulnya ganti-ganti, pemainnya itu-itu saja. Data KPK menunjukkan pelaku korupsi paling rajin justru mereka yang rajin pidato soal moral: kepala daerah, anggota DPR, pejabat kementerian. Yang bikin sedih, korupsi hari ini bukan dilakukan dengan wajah garang, tapi dengan wajah ramah, jas rapi, dan laporan keuangan yang kelihatan alim.

Dulu orang mencuri pakai karung, sekarang cukup pakai Excel. Angkanya sopan, bahasanya santun, bahkan dapat opini “wajar”. Kalau Gus Dur hidup hari ini, mungkin beliau akan nyeletuk, “Kalau maling pakai laporan keuangan, itu bukan pencuri biasa, itu pencuri terpelajar.”

Soal pengawasan, kita ini sebenarnya kaya. Inspektorat ada, BPK RI ada, BPKP ada, KPK RI ada, Kepolisian ada, Jaksa juga ada. Lengkap, seperti tumpeng tujuh lauk. Masalahnya, lauknya sering cuma pajangan. Temuan ada, rekomendasi ada, seminar juga ada, tapi korupsinya tetap ada. Yang hilang bukan lembaganya, tapi nyalinya.

Lebih lucu lagi, pengawasan kita kadang terlalu paham politik. Kalau yang diperiksa lawan, laporan keuangan bisa berubah jadi kitab dosa. Tapi kalau yang diperiksa kawan, mendadak semua angka terasa “manusiawi”. Di sini berlaku kaidah fiqih baru: “Yang dekat dimaafkan, yang jauh dikeraskan.” Ini bukan audit, ini audisi loyalitas.

Integritas pejabat publik akhirnya jadi barang langka, lebih langka dari minyak goreng saat panik nasional. Semua bicara integritas, tapi sedikit yang mau hidup dengannya. Padahal integritas itu sederhana: tidak mengambil yang bukan haknya. Tapi di negeri ini, yang sederhana justru terasa mustahil.

Korupsi pun terus jadi momok. Bukan karena kita tidak tahu solusinya, tapi karena solusinya sering kalah oleh kepentingan. Laporan keuangan akhirnya hanya jadi lipstik: kelihatan cantik di luar, tapi tidak menyembuhkan penyakit di dalam. Rakyat disuguhi angka pertumbuhan, sementara dompet mereka tetap kurus. Statistik makmur, realitas nyungsep.

Akibatnya jelas: kemiskinan sulit turun, kesenjangan makin santai melebar, pengangguran betah, dan kesejahteraan hanya rajin muncul di pidato. Uang negara bocor, lalu kita heran kenapa bantuan sosial kurang, sekolah rusak, dan rumah sakit antre. Ini seperti ember bocor yang terus diisi, lalu dimarahi karena tidak penuh.

Di sinilah negara dituntut serius, bukan sekadar serius saat konferensi pers. Salah satu uji nyali paling nyata adalah Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset. Tanpa itu, korupsi tetap bisnis yang paling rasional: rugi sebentar, untung seumur hidup. Gus Dur barangkali akan tertawa getir, “Kalau malingnya tetap kaya, itu bukan hukuman, itu cuti.”

RUU Perampasan Aset seharusnya jadi komitmen Presiden, DPR RI, dan partai politik. Kalau semua sepakat ingin rakyat sejahtera, jangan hanya sepakat di spanduk. Negara harus berani memiskinkan koruptor, bukan sekadar memenjarakannya dengan fasilitas mirip kos eksklusif.

Pada akhirnya, laporan keuangan tidak salah. Yang salah adalah ketika ia dipakai tanpa hati nurani. Tanpa integritas, laporan keuangan bukan alat transparansi, tapi senjata senyap. Ia tidak berbunyi, tidak berdarah, tapi pelan-pelan membunuh keadilan. Dan seperti kata humor NU yang paling jujur: “Kalau angka sudah berdusta, ceramah apa pun hanya jadi pengantar tidur.”

Penulis adalah Intelektual Muda Nahdlatul Ulama

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • Editor: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Poros Moncongloe–BTP Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Keselamatan Pengendara

    Jalan Poros Moncongloe–BTP Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Keselamatan Pengendara

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 226
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Kondisi Jalan Poros Moncongloe–BTP mengalami kerusakan parah dan memicu keluhan warga. Kerusakan tersebut berada tepat di sekitar Kantor Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, atau persis di depan SPBU 7490517. Pantauan di lokasi menunjukkan badan jalan utama dipenuhi lubang-lubang dalam yang menganga lebar. Saat hujan deras mengguyur, lubang tersebut tertutup genangan air […]

  • Sukses Digelar,HARLAH KE 74 dan LDK PD IP DDI Maros Bentuk Kader Muda DDI Berakhlak dan Berdaya Pimpin

    Sukses Digelar,HARLAH KE 74 dan LDK PD IP DDI Maros Bentuk Kader Muda DDI Berakhlak dan Berdaya Pimpin

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Nulondalo.com,MAROS–Harlah ke 74 IP DDI Dan Semangat spiritual serta kepemimpinan menyatu dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan atau LDK Keagamaan PD IP DDI Kab Maros sukses digelar pada tanggal 24-28 Juni 2026 di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an DDI hasanuddin Maros

  • Pelantikan Massal IKA PMII se-Gorontalo Usung Tema “Sahabat Pangan”

    Pelantikan Massal IKA PMII se-Gorontalo Usung Tema “Sahabat Pangan”

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan  Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII), Drs. H. Fathan Subhi, M.AP., melantik pengurus cabang IKA PMII se-Provinsi Gorontalo. Acara tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, para kepala daerah kabupaten/kota, Rektor Universitas Gorontalo, Ketua PWNU Gorontalo, serta anggota DPRD Provinsi, Senin (11/8/2025), Aston Hotel. Ketua Pengurus Wilayah IKA PMII […]

  • Polda NTB Catat Penurunan Kriminalitas Signifikan Sepanjang 2025, Wakapolda Apresiasi Dukungan Masyarakat

    Polda NTB Catat Penurunan Kriminalitas Signifikan Sepanjang 2025, Wakapolda Apresiasi Dukungan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mataram — Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Wakapolda NTB), Brigjen Pol. Hari Nugroho, memimpin Jumpa Pers Akhir Tahun 2025 Polda NTB pada Senin (29/12/2025) pukul 08.00 WITA di Gedung Sasana Dharma Polda NTB. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen Polda NTB untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat terkait capaian kinerja […]

  • MDS Rijalul Ansor Gorontalo Kecam Tayangan Trans7: Merusak Marwah Pesantren dan Tradisi Keilmuan Islam

    MDS Rijalul Ansor Gorontalo Kecam Tayangan Trans7: Merusak Marwah Pesantren dan Tradisi Keilmuan Islam

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Tayangan yang disiarkan oleh stasiun televisi Trans7 baru-baru ini menuai gelombang kekecewaan dari berbagai kalangan, khususnya dari lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama. Tayangan tersebut dinilai telah menyudutkan, bahkan melecehkan, posisi pesantren dan kiai dua entitas yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah dan peradaban bangsa Indonesia. Dalam pernyataan resmi, Ketua MDS Rijalul Ansor Provinsi Gorontalo, […]

  • Bukan Spons, Cuma Es Kue: Laboratorium Meluruskan Dugaan Aparat

    Bukan Spons, Cuma Es Kue: Laboratorium Meluruskan Dugaan Aparat

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 389
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tuduhan bahwa jajanan es kue jadul di wilayah Kemayoran terbuat dari bahan spons akhirnya dipatahkan oleh hasil pemeriksaan laboratorium. Setelah sempat menimbulkan kegaduhan publik akibat video viral, aparat TNI-Polri yang terlibat pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Permohonan maaf tersebut disampaikan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa, sebagaimana diunggah akun Instagram @fakta.indo dan […]

expand_less