Breaking News
dark_mode
Trending Tags

(Korupsi) Bisnis Paling Rasional

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • visibility 316
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di negeri ini, senjata api diawasi ketat. Mau punya pistol saja izinnya panjang, bisa lebih panjang dari antrean sembako. Tapi laporan keuangan? Bebas berkeliaran, rapi, wangi, dan sering dielu-elukan, padahal isinya bisa bikin rakyat miskin seumur hidup. Gus Dur mungkin akan bilang, “Senjata itu membunuh orang. Laporan keuangan bisa membunuh akal sehat.”

Korupsi pejabat publik di Indonesia sudah seperti sinetron kejar tayang: judulnya ganti-ganti, pemainnya itu-itu saja. Data KPK menunjukkan pelaku korupsi paling rajin justru mereka yang rajin pidato soal moral: kepala daerah, anggota DPR, pejabat kementerian. Yang bikin sedih, korupsi hari ini bukan dilakukan dengan wajah garang, tapi dengan wajah ramah, jas rapi, dan laporan keuangan yang kelihatan alim.

Dulu orang mencuri pakai karung, sekarang cukup pakai Excel. Angkanya sopan, bahasanya santun, bahkan dapat opini “wajar”. Kalau Gus Dur hidup hari ini, mungkin beliau akan nyeletuk, “Kalau maling pakai laporan keuangan, itu bukan pencuri biasa, itu pencuri terpelajar.”

Soal pengawasan, kita ini sebenarnya kaya. Inspektorat ada, BPK RI ada, BPKP ada, KPK RI ada, Kepolisian ada, Jaksa juga ada. Lengkap, seperti tumpeng tujuh lauk. Masalahnya, lauknya sering cuma pajangan. Temuan ada, rekomendasi ada, seminar juga ada, tapi korupsinya tetap ada. Yang hilang bukan lembaganya, tapi nyalinya.

Lebih lucu lagi, pengawasan kita kadang terlalu paham politik. Kalau yang diperiksa lawan, laporan keuangan bisa berubah jadi kitab dosa. Tapi kalau yang diperiksa kawan, mendadak semua angka terasa “manusiawi”. Di sini berlaku kaidah fiqih baru: “Yang dekat dimaafkan, yang jauh dikeraskan.” Ini bukan audit, ini audisi loyalitas.

Integritas pejabat publik akhirnya jadi barang langka, lebih langka dari minyak goreng saat panik nasional. Semua bicara integritas, tapi sedikit yang mau hidup dengannya. Padahal integritas itu sederhana: tidak mengambil yang bukan haknya. Tapi di negeri ini, yang sederhana justru terasa mustahil.

Korupsi pun terus jadi momok. Bukan karena kita tidak tahu solusinya, tapi karena solusinya sering kalah oleh kepentingan. Laporan keuangan akhirnya hanya jadi lipstik: kelihatan cantik di luar, tapi tidak menyembuhkan penyakit di dalam. Rakyat disuguhi angka pertumbuhan, sementara dompet mereka tetap kurus. Statistik makmur, realitas nyungsep.

Akibatnya jelas: kemiskinan sulit turun, kesenjangan makin santai melebar, pengangguran betah, dan kesejahteraan hanya rajin muncul di pidato. Uang negara bocor, lalu kita heran kenapa bantuan sosial kurang, sekolah rusak, dan rumah sakit antre. Ini seperti ember bocor yang terus diisi, lalu dimarahi karena tidak penuh.

Di sinilah negara dituntut serius, bukan sekadar serius saat konferensi pers. Salah satu uji nyali paling nyata adalah Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset. Tanpa itu, korupsi tetap bisnis yang paling rasional: rugi sebentar, untung seumur hidup. Gus Dur barangkali akan tertawa getir, “Kalau malingnya tetap kaya, itu bukan hukuman, itu cuti.”

RUU Perampasan Aset seharusnya jadi komitmen Presiden, DPR RI, dan partai politik. Kalau semua sepakat ingin rakyat sejahtera, jangan hanya sepakat di spanduk. Negara harus berani memiskinkan koruptor, bukan sekadar memenjarakannya dengan fasilitas mirip kos eksklusif.

Pada akhirnya, laporan keuangan tidak salah. Yang salah adalah ketika ia dipakai tanpa hati nurani. Tanpa integritas, laporan keuangan bukan alat transparansi, tapi senjata senyap. Ia tidak berbunyi, tidak berdarah, tapi pelan-pelan membunuh keadilan. Dan seperti kata humor NU yang paling jujur: “Kalau angka sudah berdusta, ceramah apa pun hanya jadi pengantar tidur.”

Penulis adalah Intelektual Muda Nahdlatul Ulama

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • Editor: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebanyak 2.490 Orang Berangkat Melalui Pelabuhan Feri Gorontalo

    Sebanyak 2.490 Orang Berangkat Melalui Pelabuhan Feri Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo merilis jumlah penumpang yang berangkat dengan angkutan penyeberangan/feri pada Mei 2025 sebanyak 2.490 orang. “Angka ini menurun 31,63 persen dibandingkan April 2025 yang tercatat sebanyak 3.642 orang,” kata Dwi Alwi Astuti Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo Dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Selasa (1/7/2025). Sedangkan orang […]

  • Reformasi Polri Jalan di Tempat? Mahfud MD Akui Pesimis Implementasi

    Reformasi Polri Jalan di Tempat? Mahfud MD Akui Pesimis Implementasi

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 167
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengaku pesimis terhadap implementasi reformasi kepolisian meskipun tim reformasi yang dibentuk pemerintah telah menghasilkan rekomendasi yang dinilainya sangat baik. Pernyataan itu disampaikan Mahfud dalam sebuah diskusi podcast yang membahas pidato Presiden Prabowo Subianto di Gedung DPR RI. Dalam perbincangan tersebut, Mahfud menjelaskan bahwa substansi […]

  • Pemkot Gorontalo Data 433 Guru Ngaji, Wali Kota Instruksikan Penyesuaian Jumlah dengan Santri

    Pemkot Gorontalo Data 433 Guru Ngaji, Wali Kota Instruksikan Penyesuaian Jumlah dengan Santri

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Gorontalo melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) saat ini tengah memverifikasi dan mengantongi data jumlah guru ngaji yang mengajar di TPA dan TPQ di seluruh wilayah kota. Berdasarkan laporan terbaru, tercatat ada 433 guru ngaji yang aktif mengajar, Minggu  (24/8/2025 Data tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Kesra, Sukamto, dalam Rapat Koordinasi […]

  • Anggota DWP Diminta Rutin Periksa Kesehatan

    Anggota DWP Diminta Rutin Periksa Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    etua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, menghadiri kegiatan Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diperuntukkan bagi pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Jum’at (04/07/2025). Dalam sambutannya, Nani Ismail Mokodongan mengapresiasi inisiatif kegiatan yang digelar sebagai bagian dari upaya mendukung […]

  • Supremasi Sipil dan Ancaman Normalisasi Militerisasi

    Supremasi Sipil dan Ancaman Normalisasi Militerisasi

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Ketika kita berbicara tentang negara demokrasi modern, pemisahan peran antar institusi keamanan sebenarnya bukan sekadar soal administrasi negara atau pembagian tugas birokratis. Ia adalah fondasi dasar dari negara hukum. Dalam prinsip demokrasi modern, urusan kriminalitas, ketertiban publik, dan keamanan domestik berada di tangan kepolisian serta otoritas sipil. Sementara militer dibentuk untuk menghadapi ancaman eksternal dan […]

  • Dosen Unusia Raih Gelar Doktor Akuntansi, Angkat Kearifan Lokal Bugis dalam Disertasi

    Dosen Unusia Raih Gelar Doktor Akuntansi, Angkat Kearifan Lokal Bugis dalam Disertasi

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 185
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Universitas Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia kembali menorehkan prestasi akademik melalui capaian salah satu dosen terbaiknya, Muhammad Aras Prabowo, yang resmi dikukuhkan sebagai Doktor Bidang Ilmu Akuntansi pada Wisuda Gelombang II Tahun 2026 Program Doktor Ilmu Akuntansi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Auditorium Kampus Sindangsari Untirta, Jumat (23/5/2026). Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh […]

expand_less