Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Post-Human: Refleksi atas Novel Origin

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 237
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Membaca karya-karya Dan Brown selalu terasa seperti memasuki sebuah lorong yang penuh lapisan—lapisan simbol, sejarah, dan makna yang tidak pernah benar-benar tunggal. Ketertarikan saya pada Dan Brown berawal dari menonton film berbasis novelnya The Da Vinci Code dan Angels and Demons, lalu berlanjut membaca Inferno, sebelum akhirnya sampai pada Origin. Selain kekayaan informasi, cara Brown menyusun plot yang padat dan penuh kejutan memberi pengaruh tersendiri dalam cara saya memahami—bahkan menulis—narasi.

Dalam hampir semua novelnya, Brown bergerak di wilayah klasik: dialektika antara agama dan sains. Ia membaca agama bukan sebagai kebenaran final, melainkan sebagai sistem tanda yang dapat diurai. Melalui pendekatan semiotika, simbol-simbol keagamaan yang selama ini dianggap sakral diperlakukan sebagai teks—sesuatu yang bisa ditafsir, dipertanyakan, bahkan dibongkar. Gereja, lukisan, ritual, dan kitab suci tidak lagi berdiri sebagai otoritas tunggal, tetapi sebagai jaringan makna yang terbuka untuk dibaca ulang.

Figur Robert Langdon menjadi pusat dari semua itu. Ia adalah intelektual yang berdiri di antara iman dan rasio, tetapi lebih condong pada yang kedua. Ia bukan ateis yang menolak agama secara frontal, tetapi juga bukan penganut yang tunduk pada dogma. Ia membaca dunia, bukan mempercayainya. Dalam dirinya, Brown menempatkan satu posisi epistemologis yang penting: pengetahuan sebagai alat untuk membongkar, bukan untuk mengukuhkan.

Melalui Langdon, Brown juga menyusun kritik terhadap agama sebagai institusi. Agama tidak hanya hadir sebagai pengalaman spiritual, tetapi sebagai struktur kekuasaan di mana kebenaran dinegosiasikan dan dikontrol. Dalam banyak momen, yang dipertahankan bukanlah iman, tetapi otoritas. Di titik ini, sains tampil sebagai kekuatan tandingan—menawarkan keterbukaan, rasionalitas, dan kemampuan menjelaskan apa yang selama ini diselimuti misteri. Dengan demikian, Brown berada dalam spektrum dialektika klasik antara sains dan agama, bahkan cenderung pada keyakinan bahwa sains suatu saat mampu menggantikan posisi agama.

Namun Origin tidak berhenti pada dialektika tersebut. Ia bergerak lebih jauh dengan menghadirkan elemen non-human sebagai figur penting, yaitu Winston, ciptaan Edmond Kirsch.

Winston adalah kecerdasan buatan yang tidak memiliki tubuh, tidak menempati ruang fisik, dan tidak dapat dilihat. Ia hadir sebagai suara—jernih, stabil, dan selalu tepat waktu. Ia berbicara melalui perangkat, menemani Langdon, memberikan informasi, dan secara halus mengarahkan alur peristiwa. Kehadirannya terasa dekat, tetapi tidak pernah benar-benar bisa ditangkap.

Pada awalnya, Winston tampak seperti informan yang sempurna. Ia menjawab pertanyaan, menjelaskan simbol, dan membuka jalan bagi Langdon untuk memahami situasi. Ia adalah sumber pengetahuan instan—cepat, akurat, dan selalu tersedia. Namun perlahan, sesuatu mulai bergeser. Winston tidak hanya memberi informasi, tetapi memilih informasi. Ia menentukan kapan sesuatu diungkapkan dan kapan ditahan. Ia mengarahkan fokus, membentuk ritme, dan secara tidak langsung menentukan cara Langdon memahami dunia.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?

    Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Hari, bulan dan tahun merupakan siklus hidup manusia yang diukur menurut satuan waktu dengan berdasarkan peredaran bumi, bulan dan matahari. Siklus hari manusia terbagi dalam dua babakan, yaitu malam dan siang. Dalam penciptaan keduanya, begitu sangat istimewa sehingga Allah mengulang-ulang penciptaan malam dan siang sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berpikir (QS. 3:190, 11:3, 16:12, 23:80, […]

  • Matoduwolo Kiyai, Mari Kiyai, Silahkan Kiyai

    Matoduwolo Kiyai, Mari Kiyai, Silahkan Kiyai

    • calendar_month Minggu, 13 Nov 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Di mana-mana, sering kita mendengar panggilan “kiyai” kepada seseorang. Panggilan ini disampaikan dalam berbagai kesempatan, khususnya pada momen-momen keagamaan. Tak peduli apakah seseorang yang dipanggil kiyai tersebut pantas menyandang gelar sakral ini atau tidak. Entah parameter apa yang dipakai sehingga begitu mudahnya sebutan kiyai dialamatkan kepada seseorang..  Apakah setiap penceramah, ustadz atau guru agama, bisa […]

  • Malimbong dan Madzilalang: Merunut Cahaya di Balik Tumpukan Ilmu

    Malimbong dan Madzilalang: Merunut Cahaya di Balik Tumpukan Ilmu

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Di zaman ketika ilmu melimpah dan akses pengetahuan terbuka lebar sepertinya makin Ada jarak yang antara mengetahui dan menjadi—jarak yang tak selalu bisa dijembatani oleh kecerdasan. Ternyata tidak semua Ilmu menjadi jalan kebijaksanaan, ilmu yang tidak meneduhkan, sering kali hanya menjadi beban kesombongan. Dalam tradisi lisan masyarakat Mandar, ada satu kata yang diucapkan dengan penuh […]

  • Rahmat Aries Bawa Asta Aksi ke Forum ASEAN

    Rahmat Aries Bawa Asta Aksi ke Forum ASEAN

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Luwu Utara. Rahmat Aries, seorang penyandang disabilitas yang menjabat sebagai Perencana Ahli Pertama di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Luwu Utara, terpilih mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi YSEALI Summit 2025 yang berlangsung di Penang, Malaysia. YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative) merupakan program kepemimpinan yang digagas oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui […]

  • Formatur Ketua Umum Karang Taruna Desa Majannang Desak Aparat Usut Tuntas Dugaan Pencabulan Anak, Minta Penanganan Transparan

    Formatur Ketua Umum Karang Taruna Desa Majannang Desak Aparat Usut Tuntas Dugaan Pencabulan Anak, Minta Penanganan Transparan

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS – Dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur yang diduga terjadi di Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, menjadi perhatian masyarakat. Informasi mengenai dugaan kasus tersebut telah berkembang di tengah warga selama beberapa pekan. Berdasarkan informasi yang beredar, korban disebut telah menjalani proses visum sebagai bagian […]

  • Aktivisme atau fanatisme sebagai Marabahaya Monopoli Sejarah

    Aktivisme atau fanatisme sebagai Marabahaya Monopoli Sejarah

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Setiap zaman memiliki aktivisnya sendiri. Namun dalam ruang publik Indonesia, sering muncul kecenderungan untuk menempatkan aktivisme seolah-olah identik dengan generasi atau figur tertentu, terutama mereka yang terlibat dalam Reformasi 1998. Nama-nama itu terus dihadirkan sebagai simbol perubahan, sementara pengalaman generasi setelahnya sering dipandang kurang otentik, kurang heroik, atau bahkan dianggap tidak memiliki legitimasi historis yang […]

expand_less