Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

  • account_circle Multazam. R
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 313
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Indikator utama kemajuan sebuah bangsa adalah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Negara dengan sistem pendidikan yang baik, umumnya memberikan jaminan terhadap mutu proses pembelajaran, masa depan murid, dan menciptakan SDM yang inovatif serta kritis, yang nantinya akan menopang pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial.

Di tengah himpitan arus globalisasi yang bebas nilai, pendidikan di Indonesia masih berkutat pada masalah klasik. Model pendidikan yang mengedepankan hafalan, komunikasi satu arah, dan suasana belajar dialog interaktif yang minim, mengingtkan kita pada model pendidikan banking of education (model pendidikan gaya bank), yang dikritik oleh praktisi pendidikan berkebangsaan Brazil, yakni Paulo Freire.

Kritik atas Model Pendidikan Gaya Bank

Model pendidikan yang ditawarkan Paulo Freire sebagai kritik terhadap banking of education adalah problem based learning (pendidikan berbasis masalah) sangat layak untuk ditelaah. Brazil pada tahun 1960-an, mayoritas penduduknya buta aksara, hak ikut pemilu dikaitkan dengan kemampuan baca-tulis. Sehingga program baca-tulis sering dikaitkan dengan kesadaran politik, meminimalisir masyarakat digunakan sebagai alat kepentingan politik.

Menurutnya, pendidikan tidak pernah lepas dari kepentingan politik, sebab pendidikan menjadi alat untuk merawat ideologi, sebagaimana pemikiran Louis Althusser yang melihat ideologi bekerja melalui Aparatus Ideologis Negara: merawat dan melestarikan ideologi. Dari latar belakang kejadian tersebut, Paulo Freire mengabdikan hidupnya menjadi praktisi pendidikan, menjadikan pendidikan sebagai proses memanusiakan.

Paulo Freire menolak konsep murid sebagai objek atau rekening kosong yang bebas diisi oleh “nasabah” dalam hal ini guru. Menurutnya, model pendidikan seperti itu bersifat hierakis dan non egaliter, dimana guru berperan sebagai subjek aktif sedangkan murid sebagai objek pasif. Dampaknya, pendidikan sebagai instrumen penting bangsa justru malah menghasilkan lulusan kontraproduktif, tandus, dan konservtif. Dalam model pendidikan berbasis masalah, Paulo Freire memperkenalkan istilah konsientisasi: proses membangun kembali kesadaran kritis untuk mengubah kesadaran individu dari tingkat magis menuju kritis.

Freire menyadari model pendidikan gaya bank justru mengekang kebebasan kreativitas murid, dan menafikkan fitrah yang telah Tuhan berikan kepada manusia dengan potensi yang berbeda-beda. Atau lebih tepatnya, pendidikan model bank adalah bagian dari proses dehumanisasi. Kritiknya mula-mulau terkait hakikat guru dan murid. Murid bukan objek, pihak tidak aktif atau menerima dan guru bukan subjek, pemilik pengetahuan, pihak aktif yang bercerita menyampaikan pelajaran.

Lebih dari itu, guru harus berperan sebagai fasilitator atau mitra bagi murid, yang mengembangkan daya kritis, mengeksplor pengetahuannya, memberi stimulus untuk imajinasi murid, sehingga murid mampu berekspresi berdasarkan pemahamannya.

Menemukan Jalan Pendidikan Indonesia

Di Indonesia, model pendidikan yang digunakan masih bergaya bank, dengan instrumen hafalan, pola komunikasi satu arah, dan evaluasi berbasis nilai. Selain itu, tenaga pendidik diberikan beban administrasi kurikulum baru, jam kerja banyak, dan ketimpangan distribusi tenaga pengajar yang tidak merata ditambah upah yang rendah. Model dan kebijakan dalam dunia pendidikan Indonesia semakin memperluas kesenjangan jarak antara harapan, cita-cita dengan realitas pendidikan.

Sehingga harapan mencapai bonus demografi tahun 2045, sebagaimana ramalan akademisi dan kaum intelektual menjadi tidak berdasar. Padahal sumber daya alam (SDA) Indonesia sangat melimpah ruah, sisa bagaimana SDM diberikan vitamin melalui mutu pendidikan yang baik.

  • Penulis: Multazam. R

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istighosah Tutup Rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Gorontal

    Istighosah Tutup Rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Gorontal

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan istighosah sebagai salah satu rangkaian dari Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo . Kegiatan ini berlangsung di Kantor PWNU Gorontalo, dihadiri oleh jajaran pengurus, para kiai, tokoh agama, dan peserta dari berbagai kalangan serta seluruh masyarakat Nahdatul ulama, kamis  (30/10/2025) Istighosah tersebut dipimpin KH. Muhyidin Zeni Wakil […]

  • SAPMA PP Maros Kritik Mutasi Guru, Minta Bupati Maros Evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

    SAPMA PP Maros Kritik Mutasi Guru, Minta Bupati Maros Evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 183
    • 0Komentar

    MAROS, nulondalo.com – Wakil Ketua SAPMA Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Maros, Haikal Rizan Anwar, mengkritik kebijakan mutasi dan penempatan guru yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros. Menurutnya, kebijakan tersebut diduga belum didasarkan pada kajian yang komprehensif terhadap kebutuhan riil di setiap sekolah. Haikal mencontohkan adanya guru mata pelajaran yang dipindahkan ke sekolah […]

  • Neo-Tarbiyah : Apa Yang Dipertaruhkan Agama?

    Neo-Tarbiyah : Apa Yang Dipertaruhkan Agama?

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Akhir-akhir ini, telah terjadi sebuah pertarungan sengit antara kubu idealis versus kubu realis mengenai fungsi aktual agama di dunia kontemporer. Diri kita pun sebaiknya tidak berdiam diri, harus  keluar kandang, lalu ikut menentukan peran strategis di dalam arena. Sebab, fungsi aktual agama hanya dapat diidentifikasi secara presisi melalui perubahan perilaku manusia. Sedangkan perilaku manusia dibentuk […]

  • Temuan DPR di Jatim: Masih Ada Perusahaan Abai pada Perlindungan Ekosistem

    Temuan DPR di Jatim: Masih Ada Perusahaan Abai pada Perlindungan Ekosistem

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Komisi XII DPR RI menemukan masih adanya perusahaan yang dinilai belum serius dalam menjalankan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup. Temuan tersebut mengemuka saat kunjungan kerja DPR RI ke sejumlah perusahaan sektor energi dan industri di Jawa Timur. Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mengungkapkan, dari empat perusahaan yang diundang dalam agenda […]

  • Tiga Rekomendasi NU Gorontalo Terakomodasi di Muktamar ke-35

    Tiga Rekomendasi NU Gorontalo Terakomodasi di Muktamar ke-35

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    KABUPATEN GORONTALO, NULONDALO.COM – Tiga rekomendasi yang disampaikan Nahdlatul Ulama (NU) Gorontalo sebelum dan dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama mendapat perhatian dalam forum permusyawaratan tertinggi jam’iyah NU tersebut. Ketiga rekomendasi itu berkaitan dengan percepatan pelaksanaan Muktamar, pembentukan lembaga penyelesaian sengketa internal organisasi, serta perubahan mekanisme pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul […]

  • Gelar Pengukuhan, Indonesia Menuju Pusat Ulama Dunia melalui PKUMI

    Gelar Pengukuhan, Indonesia Menuju Pusat Ulama Dunia melalui PKUMI

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) kembali mencatat sejarah penting dalam mencetak generasi ulama berwawasan global. Pada momentum penuh khidmat ini, PKUMI secara resmi mengukuhkan para kader ulama yang terdiri dari 18 mahasiswa program S3, 32 mahasiswa program S2, serta 32 mahasiswa program S2 PKUP. Para peserta berasal dari berbagai penjuru Nusantara, mencerminkan kekayaan budaya, […]

expand_less