Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

  • account_circle Multazam. R
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 316
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Model pendidikan berbasis masalah menjadi alternatif memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan berbasis masalah berangkat dari paradigma konstruktivistik yang diperkenalkan oleh John Dewey. Paradigma ini memandang bahwa pengetahuan sejati lahir dari konstruksi aktif antara interaksi guru, murid dengan lingkungan (masalah). Masalah sebagai titik berangkat, guru dan murid kemudian diperhadapkan pada realitas sosial yang menuntut analisis dan kolaborasi demi mencari solusi. Oleh karena itu, iklim pembelajaran menjadi aktif, kontekstual dan lebih hidup.

Selain dari pada kerangka metodologi, perubahan yang ditawarkan model pendidikan problem based learning bersifat filosofi. Pertama, guru sebagai transmiter pengetahuan berubah sebagai fasilitator. Guru bukan lagi subjek dengan pola komunikasi satu arah, yang memiliki otoritas besar pada proses pembelajaran, melainkan mitra diskusi bagi murid dalam membantu mengembangkan potensi, berpikir kreatif dan kritis. Kedua, murid berposisi sebagai subjek aktif yang memiliki pengetahuan dan sudat pandang tersendiri melihat suatu masalah. Ketiga, proses pembelajaran lebih aktif dengan iklim belajar yang dialogis-interaktif dan merefleksikan kembali kehidupan sekitar.

Hematnya, model pendidikan problem based learning merupakan adalah bagian dari usaha dekolonisasi pengetahuan. Dekolonisasi pengetahuan berarti upaya membebaskan murid dari kuasa pengetahuan yang sistemik, yang menekan cara berpikir kreatif apalagi kritis. Sebagai bagian dari dekolonisasi pengetahuan, pendidikan yang membebaskan menurut Freire memiliki karakteristik pendidikan sebagai transformasi kebudayaan. Transformasi kebudayaan dimaksudkan menjadi pewarisan nilai keluhuran bagi murid yaitu menjunjung tinggi rasa bertanggung jawab dan nilai kejujuran.

Karakteristik lainyya, belajar tidak selalu diasumsikan sebagai aktivitas menghitung, membaca dan menghafal. Hakikat belajar memuat reinventing (menemukan kembali), recreating (menciptakan kembali), dan rewriting (menulis ulang). Kritik terhadap model pendidikan gaya bank dengan alternatif model pendidikan berbasis masalah merupakan panggilan praksis untuk membangun suasana belajar dialogis dan transformatif, dengan harapan terciptanya pendidikan yang humanis.

Penulis : Ketua Umum PMII Cabang Barru

  • Penulis: Multazam. R

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mulawarman Hannase: Perang AS–Israel–Iran Tak Akan Selesaikan Konflik, Diplomasi Harus Diperkuat

    Mulawarman Hannase: Perang AS–Israel–Iran Tak Akan Selesaikan Konflik, Diplomasi Harus Diperkuat

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 228
    • 0Komentar

    nulondalo.com  – Konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memasuki pekan kedua setelah serangan udara besar-besaran pada akhir Februari telah memperluas ketegangan regional dan menimbulkan dampak serius bagi stabilitas kawasan hingga ekonomi dunia. Sejumlah pemimpin dunia mulai menyerukan penyelesaian politik guna mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. […]

  • Sawit Gorontalo Kacau Balau, Ginada: Ini Soal Masa Depan, Bukan Cuma Ekonomi!

    Sawit Gorontalo Kacau Balau, Ginada: Ini Soal Masa Depan, Bukan Cuma Ekonomi!

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sorotan tajam datang dari Ketua Departemen Organisasi PP Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), I Dewa Gede Ginada Darma Putra, terkait kisruh pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Gorontalo. Dalam pernyataan kerasnya, Ginada menyebut kondisi tata kelola sawit saat ini bukan hanya bermasalah, tapi masuk dalam level krisis akut dan berlapis. Berangkat dari berbagai dokumen, […]

  • Gus Yahya: Muktamar PBNU Bisa Digelar Kapan Saja Asal Penuhi Syarat Konstitusional

    Gus Yahya: Muktamar PBNU Bisa Digelar Kapan Saja Asal Penuhi Syarat Konstitusional

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 220
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan usulan percepatan pelaksanaan Muktamar PBNU selama seluruh ketentuan konstitusional organisasi dipenuhi. Gus Yahya menyatakan, Muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi NU bisa digelar kapan saja, bahkan “besok pagi”, asalkan dipimpin oleh dua pemegang mandat tertinggi organisasi, yakni Rais Aam PBNU […]

  • Misranda: Mewujudkan Desa Anti-korupsi Tidak Gampang

    Misranda: Mewujudkan Desa Anti-korupsi Tidak Gampang

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Monitoring dan Evaluasi (Monev) Percontohan Desa Anti Korupsi Tingkat Provinsi Gorontalo digelar di Desa Toto Utara, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (2/7/2025). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Asisten 3 Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Gorontalo, Misranda Nalole. Monev ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah provinsi Gorontalo dalam memperkuat integritas dan transparansi di tingkat pemerintahan […]

  • FEB Unusia Siap Bertransformasi dengan Pimpinan Baru

    FEB Unusia Siap Bertransformasi dengan Pimpinan Baru

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Menurut Maryam, menjadi bagian dari jajaran kepemimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis bagi saya adalah sebuah kehormatan sekaligus tantangan. Mari bersama menciptakan lingkungan kampus yang adaptif terhadap perubahan zaman. Dukungan penuh dari seluruh dosen, staf, dan mahasiswa akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi fakultas yang progresif. Sementara itu, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Asiroch Yulia […]

  • Kenakalan Remaja, Pembusuran, Dan Kegagalan Sosial Mendidik Manusia

    Kenakalan Remaja, Pembusuran, Dan Kegagalan Sosial Mendidik Manusia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Oleh: Andi Afsar (Ketua Bidang Kaderisasi dan Pendidikan HPPMI Komisariat Pelajar) Maraknya aksi kenakalan remaja seperti tawuran, pembusuran, dan kekerasan jalanan kembali menyita perhatian publik. Fenomena ini kerap dipahami secara dangkal sebagai kemerosotan moral generasi muda. Remaja dijadikan kambing hitam tunggal, sementara masyarakat dan negara tampil sebagai hakim yang merasa paling benar. Padahal, dalam perspektif […]

expand_less