Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire
- account_circle Multazam. R
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 75
- print Cetak

Ilustrasi ini menggambarkan transformasi pendidikan dari model “gaya bank” yang pasif dan berorientasi hafalan menuju pembelajaran berbasis masalah yang dialogis, kolaboratif, dan kontekstual. Di sisi kiri, terlihat suasana kelas tradisional dengan komunikasi satu arah dan penekanan pada nilai serta hafalan. Sementara di bagian tengah hingga kanan, siswa dan guru berinteraksi aktif, berdiskusi, serta terlibat langsung dengan realitas sosial dan lingkungan. Visual ini menegaskan pentingnya pendidikan yang memanusiakan, mendorong berpikir kritis, kreatif, dan solutif dalam menghadapi tantangan kehidupan (Sumber Gambar AI Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Model pendidikan berbasis masalah menjadi alternatif memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan berbasis masalah berangkat dari paradigma konstruktivistik yang diperkenalkan oleh John Dewey. Paradigma ini memandang bahwa pengetahuan sejati lahir dari konstruksi aktif antara interaksi guru, murid dengan lingkungan (masalah). Masalah sebagai titik berangkat, guru dan murid kemudian diperhadapkan pada realitas sosial yang menuntut analisis dan kolaborasi demi mencari solusi. Oleh karena itu, iklim pembelajaran menjadi aktif, kontekstual dan lebih hidup.
Selain dari pada kerangka metodologi, perubahan yang ditawarkan model pendidikan problem based learning bersifat filosofi. Pertama, guru sebagai transmiter pengetahuan berubah sebagai fasilitator. Guru bukan lagi subjek dengan pola komunikasi satu arah, yang memiliki otoritas besar pada proses pembelajaran, melainkan mitra diskusi bagi murid dalam membantu mengembangkan potensi, berpikir kreatif dan kritis. Kedua, murid berposisi sebagai subjek aktif yang memiliki pengetahuan dan sudat pandang tersendiri melihat suatu masalah. Ketiga, proses pembelajaran lebih aktif dengan iklim belajar yang dialogis-interaktif dan merefleksikan kembali kehidupan sekitar.
Hematnya, model pendidikan problem based learning merupakan adalah bagian dari usaha dekolonisasi pengetahuan. Dekolonisasi pengetahuan berarti upaya membebaskan murid dari kuasa pengetahuan yang sistemik, yang menekan cara berpikir kreatif apalagi kritis. Sebagai bagian dari dekolonisasi pengetahuan, pendidikan yang membebaskan menurut Freire memiliki karakteristik pendidikan sebagai transformasi kebudayaan. Transformasi kebudayaan dimaksudkan menjadi pewarisan nilai keluhuran bagi murid yaitu menjunjung tinggi rasa bertanggung jawab dan nilai kejujuran.
Karakteristik lainyya, belajar tidak selalu diasumsikan sebagai aktivitas menghitung, membaca dan menghafal. Hakikat belajar memuat reinventing (menemukan kembali), recreating (menciptakan kembali), dan rewriting (menulis ulang). Kritik terhadap model pendidikan gaya bank dengan alternatif model pendidikan berbasis masalah merupakan panggilan praksis untuk membangun suasana belajar dialogis dan transformatif, dengan harapan terciptanya pendidikan yang humanis.
Penulis : Ketua Umum PMII Cabang Barru
- Penulis: Multazam. R

Saat ini belum ada komentar