Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tahun Baru Hijriyah dan Ilusi Kebangkitan

  • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A.
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 251
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap tahun, obor dinyalakan. Spanduk dibentangkan. Mimbar-mimbar dipenuhi ceramah tentang hijrah. Tahun Baru Hijriyah datang seperti tamu lama yang selalu disambut dengan hangat. Tetapi, ada satu pertanyaan yang jarang diajukan, setelah semua perayaan itu terlaksana, apa yang sesungguhnya berubah?

Kita selalu menyaksikan perayaan itu, dan kita sadar bahwa sejatinya waktu terus bergerak. Kalender berganti. Namun, meski demikian, sering kali manusia tetap tinggal di tempat yang sama.

Barangkali, persoalan terbesar umat Islam hari ini bukan karena kita kekurangan momentum untuk berubah. Justru sebaliknya, kita terlalu kaya akan momentum, tetapi sayangnya kita miskin transformasi. Kita memiliki Ramadan setiap tahun, Idul Fitri setiap tahun, Idul Adha setiap tahun. Dan kini, Tahun Baru Hijriyah di depan mata. Tetapi, lagi-lagi kita tidak berani untuk bercermin memandang kesalahan kita yang terus berulang.

Muharram, sejatinya bukan sekadar pergantian angka. Ia adalah undangan untuk meninjau kembali perjalanan sejarah kita sebagai individu maupun sebagai bangsa.

Di sinilah pemikiran Muhammad Thahir Ibn Asyur menjadi relevan. Dalam Ushul al-Nidham al-Ijtima’i fi al-Islam, ia menegaskan bahwa reformasi sosial tidak mungkin lahir tanpa reformasi individu. Masyarakat hanyalah kumpulan manusia. Jika manusia-manusianya rusak, mustahil masyarakatnya sehat.

Jauh beberapa abad sebelumnya, Ibnu Khaldun dalam karya monumentalnya, al-Ibar, yang dikenal juga sebagai Muqaddimah, mengemukakan teori yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu fondasi sosiologi modern. Ia menjelaskan bahwa bangkit dan runtuhnya sebuah peradaban tidak terutama ditentukan oleh kekayaan alam, luas wilayah, atau jumlah penduduk, melainkan oleh kualitas moral dan solidaritas sosial yang disebutnya ‘ashabiyah.

Menurut Ibnu Khaldun, setiap peradaban lahir dari semangat kolektif yang kuat. Orang-orang rela berkorban demi kepentingan bersama. Mereka bekerja keras, hidup sederhana, dan memiliki tujuan yang melampaui kepentingan pribadi. Dari situlah akan lahir kekuatan politik, kemajuan ekonomi, dan kejayaan ilmu pengetahuan.

Tetapi, ketika kemewahan mulai menggantikan pengorbanan, ketika jabatan berubah menjadi alat mencari keuntungan pribadi, dan ketika masyarakat kehilangan ikatan moral yang menyatukan mereka, maka proses keruntuhan sesungguhnya telah dimulai, bahkan ketika gedung-gedung megah masih berdiri.

Peradaban, kata Ibnu Khaldun, sering kali mati bukan karena serangan dari luar, melainkan karena pembusukan dari dalam. Kalimat itu terasa begitu aktual dan relevan dengan keadaan dunia saat ini.

  • Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akuntansi Tidak Menjual Angka, Melainkan Kepercayaan

    Akuntansi Tidak Menjual Angka, Melainkan Kepercayaan

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Di tengah gelombang transformasi digital, ketika kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), big data, dan otomatisasi mulai mengambil alih berbagai pekerjaan administratif, profesi akuntan kerap dipertanyakan relevansinya. Jika mesin mampu menyusun laporan keuangan dalam hitungan detik dengan tingkat akurasi yang tinggi, apakah akuntan masih dibutuhkan? Pertanyaan tersebut sesungguhnya berangkat dari pemahaman yang keliru bahwa akuntansi hanyalah aktivitas […]

  • Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Gelar Aksi Desak Penindakan PETI di Botudulang

    Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Gelar Aksi Desak Penindakan PETI di Botudulang

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPL) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Mako Polda Gorontalo pada Kamis, 11 September 2025. Aksi tersebut mengangkat isu maraknya praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Botudulanga, Kabupaten Pohuwato. Dalam aksinya, AMPL menyampaikan sejumlah tuntutan utama, salah satunya mendesak Kapolda Gorontalo untuk segera menangkap Daeng Baba dan Daeng Arif […]

  • Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 661
    • 0Komentar

    Di sebuah lekuk perbukitan yang bernama Buttu, yang lebih familiar dengan Buttu Da’ala,  pada tahun 1953, lahirlah seorang anak lelaki dari rahim perempuan sederhana bernama Ruhana. Anak itu diberi nama Baharuddin. Kelak, orang-orang akan mengenalnya sebagai AGH. Baharuddin bin Ta’nang bin Shahir, seorang guru yang tidak sekadar mengajar, tetapi menanam masa depan. Buttu adalah kampung […]

  • Aliansi Anak Muda Nahdliyyin Maluku Utara Tuntut Bebaskan 11 aktivis Pejuang Lingkungan dan Cabut IUP PT Position

    Aliansi Anak Muda Nahdliyyin Maluku Utara Tuntut Bebaskan 11 aktivis Pejuang Lingkungan dan Cabut IUP PT Position

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Aliansi Anak Muda Nahdliyin Maluku Utara menggelar aksi demonstrasi pada Selasa (3/6), menuntut pembebasan 11 warga Maba Sangaji yang ditahan oleh Polda Maluku Utara serta pencabutan izin tambang PT Position yang dianggap menyerobot lahan masyarakat adat dan merusak lingkungan. Selasa, 3 Juni 2025. Aksi dimulai sekitar pukul 13.20 WIT dengan titik kumpul di depan lankmart […]

  • Sambut Idul Fitri, Kemenag Sulsel Siapkan Program Ramah Pemudik

    Sambut Idul Fitri, Kemenag Sulsel Siapkan Program Ramah Pemudik

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, memaparkan kesiapan program Ramah Pemudik dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi “Ketupat-2026” di Hotel Harper Makassar, Kamis 5 Maret 2026. Rakor tersebut dibuka Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro dan dihadiri unsur Forkopimda, Pangdam XIV Hasanuddin, serta pejabat lintas instansi. Dalam […]

  • Program Bergizi? Coba Tanyakan ke 20 Ribu Siswa Keracunan

    Program Bergizi? Coba Tanyakan ke 20 Ribu Siswa Keracunan

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ternyata menimbulkan persoalan serius. Sejak diluncurkan pada Januari 2025, ribuan siswa di berbagai daerah mengalami keracunan akibat menu MBG yang banyak menggunakan makanan olahan (Ultra Processed Food/UPF). Hingga 23 Desember 2025, korban keracunan tercatat mencapai lebih dari […]

expand_less