Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tahun Baru Hijriyah dan Ilusi Kebangkitan

  • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A.
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 141
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap tahun, obor dinyalakan. Spanduk dibentangkan. Mimbar-mimbar dipenuhi ceramah tentang hijrah. Tahun Baru Hijriyah datang seperti tamu lama yang selalu disambut dengan hangat. Tetapi, ada satu pertanyaan yang jarang diajukan, setelah semua perayaan itu terlaksana, apa yang sesungguhnya berubah?

Kita selalu menyaksikan perayaan itu, dan kita sadar bahwa sejatinya waktu terus bergerak. Kalender berganti. Namun, meski demikian, sering kali manusia tetap tinggal di tempat yang sama.

Barangkali, persoalan terbesar umat Islam hari ini bukan karena kita kekurangan momentum untuk berubah. Justru sebaliknya, kita terlalu kaya akan momentum, tetapi sayangnya kita miskin transformasi. Kita memiliki Ramadan setiap tahun, Idul Fitri setiap tahun, Idul Adha setiap tahun. Dan kini, Tahun Baru Hijriyah di depan mata. Tetapi, lagi-lagi kita tidak berani untuk bercermin memandang kesalahan kita yang terus berulang.

Muharram, sejatinya bukan sekadar pergantian angka. Ia adalah undangan untuk meninjau kembali perjalanan sejarah kita sebagai individu maupun sebagai bangsa.

Di sinilah pemikiran Muhammad Thahir Ibn Asyur menjadi relevan. Dalam Ushul al-Nidham al-Ijtima’i fi al-Islam, ia menegaskan bahwa reformasi sosial tidak mungkin lahir tanpa reformasi individu. Masyarakat hanyalah kumpulan manusia. Jika manusia-manusianya rusak, mustahil masyarakatnya sehat.

Jauh beberapa abad sebelumnya, Ibnu Khaldun dalam karya monumentalnya, al-Ibar, yang dikenal juga sebagai Muqaddimah, mengemukakan teori yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu fondasi sosiologi modern. Ia menjelaskan bahwa bangkit dan runtuhnya sebuah peradaban tidak terutama ditentukan oleh kekayaan alam, luas wilayah, atau jumlah penduduk, melainkan oleh kualitas moral dan solidaritas sosial yang disebutnya ‘ashabiyah.

Menurut Ibnu Khaldun, setiap peradaban lahir dari semangat kolektif yang kuat. Orang-orang rela berkorban demi kepentingan bersama. Mereka bekerja keras, hidup sederhana, dan memiliki tujuan yang melampaui kepentingan pribadi. Dari situlah akan lahir kekuatan politik, kemajuan ekonomi, dan kejayaan ilmu pengetahuan.

Tetapi, ketika kemewahan mulai menggantikan pengorbanan, ketika jabatan berubah menjadi alat mencari keuntungan pribadi, dan ketika masyarakat kehilangan ikatan moral yang menyatukan mereka, maka proses keruntuhan sesungguhnya telah dimulai, bahkan ketika gedung-gedung megah masih berdiri.

Peradaban, kata Ibnu Khaldun, sering kali mati bukan karena serangan dari luar, melainkan karena pembusukan dari dalam. Kalimat itu terasa begitu aktual dan relevan dengan keadaan dunia saat ini.

  • Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Kelalaian Medis RS Multazam Disorot, DPRD dan Dinkes Minta Perbaikan Layanan

    Dugaan Kelalaian Medis RS Multazam Disorot, DPRD dan Dinkes Minta Perbaikan Layanan

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Dugaan kelalaian medis di Rumah Sakit (RS) Multazam Gorontalo menjadi perhatian publik setelah terungkap adanya perubahan metode persalinan dari yang semula direncanakan menggunakan Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) menjadi operasi caesar konvensional tanpa persetujuan pasien. Pihak RS Multazam mengakui adanya perubahan metode tindakan medis tersebut. Namun hingga kini, belum terdapat sanksi hukum […]

  • Takjil Transparan, Anggaran Samar

    Takjil Transparan, Anggaran Samar

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang dengan dua hal yang pasti: pahala yang dilipatgandakan dan pengeluaran yang dilipat-duakan. Di satu sisi, takjil begitu transparan, kolak pisang terlihat jelas santannya, es buah jujur memamerkan biji selasihnya. Di sisi lain, anggaran rumah tangga sering kali samar: tahu-tahu saldo hilang, tapi kita merasa tidak pernah merasa belanja sebanyak itu. Seperti laporan […]

  • Kopra Institute Adukan Dugaan Judi Online Sekda dan Oknum Polisi ke Kejari Morotai

    Kopra Institute Adukan Dugaan Judi Online Sekda dan Oknum Polisi ke Kejari Morotai

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Komite Perjuangan Rakyat (Kopra Institute) kembali melaporkan dugaan keterlibatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai dan seorang oknum anggota polisi dalam aktivitas judi online ke kejaksaan tinggi (Kejati) Morotai. Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, mengatakan kedatangan pihaknya ke Kejari Morotai merupakan bentuk keseriusan lembaga dalam mengawal dugaan kasus tersebut. “Jadi kedatangan […]

  • DPP GENINUSA Angkat Bicara Soal Penahanan Halim Ali Yang di Tahan Oleh Kejati Sumatra Selatan

    DPP GENINUSA Angkat Bicara Soal Penahanan Halim Ali Yang di Tahan Oleh Kejati Sumatra Selatan

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Dewan Pengurus Pusat Gerakan Santri Preuner Nusantara (DPP GENINUSA), angkat bicara soal penahanan Haji Halim Ali di rutan pakjo palembang dalam kondisi kesehatan yang kurang membaik. Faizal Habeba Kordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA mengungkapkan, bahwa penahanan yang dilakukan oleh kejaksaan tinggi sumatera selatan tehadap Haji Halim Ali harus di pertimbangkan dalam sisi kemanusiaan. […]

  • Akademisi dan Ulama Soroti Pengadaan MacBook Rp25 Juta untuk Anggota DPRD Gorontalo

    Akademisi dan Ulama Soroti Pengadaan MacBook Rp25 Juta untuk Anggota DPRD Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 268
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Rencana pengadaan laptop merek MacBook Air untuk 45 anggota DPRD Provinsi Gorontalo menuai sorotan dari kalangan akademisi dan ulama. Pengadaan tersebut dianggarkan sekitar Rp25 juta per unit dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Gorontalo. Kebijakan itu menjadi perbincangan publik setelah muncul pertanyaan mengenai urgensi penggunaan perangkat dengan kategori premium […]

  • Thomas A.M. Djiwandono Resmi Dilantik sebagai Deputi Gubernur BI, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

    Thomas A.M. Djiwandono Resmi Dilantik sebagai Deputi Gubernur BI, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Thomas A.M. Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., pada Senin, 9 Februari 2026. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026 tertanggal 3 Februari 2026. Sebelum bergabung dalam jajaran […]

expand_less