Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bulan Ramadhan, Bulan Penghematan atau Pemborosan?

  • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
  • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
  • visibility 159
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Secara matematis, living cost pada bulan Ramadhan berkurang 30-50% lantaran seharian tidak berurusan dengan meja makan. Faktanya berkata lain, pengeluaran justru berlipat-lipat. 

Lihat saja, meja makan saat berbuka penuh sesak dengan berbagai menu. Ada nasi dan lauknya. Lauknya ada yang berkuah, goreng dan bakar. Belum lagi sayurnya. Tak sampai di situ. Ada bubur ayam dan kolak pisangnya. Ada secangkir air teh hangat, segelas air putih dan semangkuk es kelapa muda. 

Belum lagi kuenya, beraneka warna. Mulai dari yang teksturnya lunak, kenyal dan sedikit keras. Dari yang berbentuk lonjong, bulat bahkan bolong di tengah. Isinya ada yang asli, ada yang tiruan. Sumbernya mulai dari yang dibikin sendiri atau dibeli pada penjual takjil yang menjamur di sepanjang jalan protokol. Jangan tanya berapa kali buka tutup dompet mengeluarkan isinya. Berapa kali TF ke driver ojol memesan makanan.

Meski tak habis, semuanya tercicipi dengan sempurna. Daripada mubazir, ada yang ikhtiar berbagi dengan tetangga sebelum beduk tanda buka puasa berbunyi. Bunyi yang dinanti-nanti, bukan dari arah masjid, melainkan dari pesawat radio. Ada pula yang berbagi setelah kuliner yang tadinya terasa nikmat, terbengkalai di meja makan. Selebihnya menjadi makanan kucing dan hewan liar lainnya yang mengintai tong sampah. 

Jika seisi rumah ada ayah ibu dan 4 anak. Kalikan saja berapa piring, sendok dan gelas yang terpakai? Berapa mil sabun pencuci piring yang ludes? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencuci piring dan kawan-kawannya yang menumpuk? 

Lantas, kenapa menu berbuka puasa beragam? Ada beberapa alasan. Pertama atas nama mengistimewakan bulan Ramadhan, ibu-ibu menciptakan kuliner istimewa. Apalagi ibu-ibu yang memasak dalam keadaan berpuasa, perut keroncongan, semua menu yang dibayangkan, dihadirkan di atas meja.

Kedua, motif balas dendam. Karena seharian menahan lapar dan haus, jadinya malam hari menjadi waktu balas dendam. Bolak balik ke meja makan, berkali-kali makan. Makannya jadi 5 kali semalam. Saat berbuka, usai sholat magrib, usai sholat tarawih, menjelang tidur dan pada saat makan sahur.

Tetapi, tidak semua keluarga berlaku demikian. Ada pula yang hanya berbuka dan sahur dengan buah kurma dan makan secukupnya. Mereka tak mengistimewakan meja makan. mereka tak sibuk di dapur. Mereka sibuk khatam Qur’an berkali-kali. 

Apakah biaya Ramadhan mereka berkurang? Ternyata tidak. Pengeluarannya tetap membengkak, tapi bukan untuk memanjakan leher dan perut, melainkan berbagi rezeki dengan kaum dhuafa.

Meski butuh perjuangan tak terhingga, Semoga kita masuk golongan yang ketiga ini. Amin

Oleh: Dr. Momy Hunowu, M.Si – (Dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Gorontalo)

  • Penulis: Dr. Momy Hunowu, M.Si

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nusantara sebagai nafas panjang Peradaban Dunia: Dari Migrasi Purba hingga kemandirian ilmiah

    Nusantara sebagai nafas panjang Peradaban Dunia: Dari Migrasi Purba hingga kemandirian ilmiah

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Zulkifli
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Kepulauan Nusantara adalah sebuah ruang geografis dan kultural yang dibentuk oleh sejarah migrasi manusia yang panjang dan berlapis. Keberagaman etnis, bahasa, dan budaya yang kini menghuni Nusantara tidak dapat dipisahkan dari proses pergerakan nenek moyang manusia yang datang dalam beberapa gelombang migrasi besar. Nusantara adalah tempat dengan temuan manusia purba terbanyak di dunia dan menjadi […]

  • Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Adagium bahwa Ramadan sebagai bulan yang paling agung dalam Islam merupakan klaim yang diyakini mayoritas umat Islam dunia, tak terkecuali di Indonesia. Diyakini sebagai bulan paling agung lantaran Ramadan adalah bulan wajib untuk berpuasa selama sebulan; diturunkannya Al-Quran (Syahr Ramadan); namanya diabadikan di dalam al-Quran (Qs. 2: 185); bahkan pada bulan ini ada peristiwa Laylahal-Qadr (Qs. 30: 97) yang […]

  • Membayangkan BMR dan Hal-hal yang Belum Selesai

    Membayangkan BMR dan Hal-hal yang Belum Selesai

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhamad Ersad Mamonto
    • visibility 1.849
    • 0Komentar

    Tulisan yang berjudul “Dekonstruksi PBMR” oleh Tyo Mokoagow, kawan saya, beberapa hari lalu, terus terang menggoda saya untuk menulis. Sebenarnya saya berupaya untuk menghindari menanggapi isu ini, karena telah benar-benar menjadi semacam debat kusir yang tak berkesudahan. Namun tulisan seperti yang Tyo buat adalah sesuatu yang tidak bisa dilewati begitu saja.  Saya sepakat dengan konsepsi […]

  • Sekolah di Zona Rawan: Mendesak Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kota Gorontalo

    Sekolah di Zona Rawan: Mendesak Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kota Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Dadang Sudardja
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Tulisan ini diilhami dari diskusi bersama teman-teman WALHI Gorontalo. Kebetulan, penulis menjadi narasumber dan fasilitator dalam kegiatan Diklat Tanggap Darurat Bencana Ekologis. Sebagai pegiat kebencanaan yang juga menaruh perhatian serius pada isu Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), berbagai obrolan dan diskusi tersebut melahirkan satu kegelisahan mendasar: Kota Gorontalo berada pada ancaman gempa bumi dan banjir […]

  • Bukan Spons, Cuma Es Kue: Laboratorium Meluruskan Dugaan Aparat

    Bukan Spons, Cuma Es Kue: Laboratorium Meluruskan Dugaan Aparat

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 332
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tuduhan bahwa jajanan es kue jadul di wilayah Kemayoran terbuat dari bahan spons akhirnya dipatahkan oleh hasil pemeriksaan laboratorium. Setelah sempat menimbulkan kegaduhan publik akibat video viral, aparat TNI-Polri yang terlibat pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Permohonan maaf tersebut disampaikan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa, sebagaimana diunggah akun Instagram @fakta.indo dan […]

  • Mengapresiasi Transparansi, Sulawesi Tengah Anugerahkan Keterbukaan Informasi Publik 2025

    Mengapresiasi Transparansi, Sulawesi Tengah Anugerahkan Keterbukaan Informasi Publik 2025

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 166
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komitmen menghadirkan pemerintahan yang terbuka dan melayani kembali ditegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025. Kegiatan yang digelar oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tengah ini berlangsung di Ruang Polibu, Senin (15/12/2025). Acara tersebut menjadi ruang […]

expand_less