Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bulan Ramadhan, Bulan Penghematan atau Pemborosan?

  • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
  • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
  • visibility 135
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Secara matematis, living cost pada bulan Ramadhan berkurang 30-50% lantaran seharian tidak berurusan dengan meja makan. Faktanya berkata lain, pengeluaran justru berlipat-lipat. 

Lihat saja, meja makan saat berbuka penuh sesak dengan berbagai menu. Ada nasi dan lauknya. Lauknya ada yang berkuah, goreng dan bakar. Belum lagi sayurnya. Tak sampai di situ. Ada bubur ayam dan kolak pisangnya. Ada secangkir air teh hangat, segelas air putih dan semangkuk es kelapa muda. 

Belum lagi kuenya, beraneka warna. Mulai dari yang teksturnya lunak, kenyal dan sedikit keras. Dari yang berbentuk lonjong, bulat bahkan bolong di tengah. Isinya ada yang asli, ada yang tiruan. Sumbernya mulai dari yang dibikin sendiri atau dibeli pada penjual takjil yang menjamur di sepanjang jalan protokol. Jangan tanya berapa kali buka tutup dompet mengeluarkan isinya. Berapa kali TF ke driver ojol memesan makanan.

Meski tak habis, semuanya tercicipi dengan sempurna. Daripada mubazir, ada yang ikhtiar berbagi dengan tetangga sebelum beduk tanda buka puasa berbunyi. Bunyi yang dinanti-nanti, bukan dari arah masjid, melainkan dari pesawat radio. Ada pula yang berbagi setelah kuliner yang tadinya terasa nikmat, terbengkalai di meja makan. Selebihnya menjadi makanan kucing dan hewan liar lainnya yang mengintai tong sampah. 

Jika seisi rumah ada ayah ibu dan 4 anak. Kalikan saja berapa piring, sendok dan gelas yang terpakai? Berapa mil sabun pencuci piring yang ludes? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencuci piring dan kawan-kawannya yang menumpuk? 

Lantas, kenapa menu berbuka puasa beragam? Ada beberapa alasan. Pertama atas nama mengistimewakan bulan Ramadhan, ibu-ibu menciptakan kuliner istimewa. Apalagi ibu-ibu yang memasak dalam keadaan berpuasa, perut keroncongan, semua menu yang dibayangkan, dihadirkan di atas meja.

Kedua, motif balas dendam. Karena seharian menahan lapar dan haus, jadinya malam hari menjadi waktu balas dendam. Bolak balik ke meja makan, berkali-kali makan. Makannya jadi 5 kali semalam. Saat berbuka, usai sholat magrib, usai sholat tarawih, menjelang tidur dan pada saat makan sahur.

Tetapi, tidak semua keluarga berlaku demikian. Ada pula yang hanya berbuka dan sahur dengan buah kurma dan makan secukupnya. Mereka tak mengistimewakan meja makan. mereka tak sibuk di dapur. Mereka sibuk khatam Qur’an berkali-kali. 

Apakah biaya Ramadhan mereka berkurang? Ternyata tidak. Pengeluarannya tetap membengkak, tapi bukan untuk memanjakan leher dan perut, melainkan berbagi rezeki dengan kaum dhuafa.

Meski butuh perjuangan tak terhingga, Semoga kita masuk golongan yang ketiga ini. Amin

Oleh: Dr. Momy Hunowu, M.Si – (Dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Gorontalo)

  • Penulis: Dr. Momy Hunowu, M.Si

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Gorontalo untuk Ketahanan Pangan Nasional

    Dari Gorontalo untuk Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 159
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gorontalo kembali mendapat angin segar bagi penguatan sektor pertanian dan peternakan. Provinsi yang dikenal dengan potensi jagungnya ini resmi masuk dalam 13 provinsi tahap pertama pelaksanaan program hilirisasi ayam terintegrasi nasional. Program strategis ini menjadi harapan baru bagi kemandirian pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kabar tersebut disampaikan Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra […]

  • PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros sepanjang tahun 2025 mencatatkan capaian gemilang. Total PAD yang berhasil dihimpun mencapai Rp329.562.919.533, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang terealisasi sebesar Rp283.056.990.320. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, Muh Ferdiansyah, menyebut capaian tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan PAD Kabupaten Maros, sekaligus melampaui […]

  • LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 99
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PWNU Provinsi Gorontalo menginstruksikan kepada seluruh badan dan lembaga Nahdlatul Ulama di tingkat provinsi untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri oleh jajaran pengurus LPNU serta sejumlah badan otonom (Banom) dan lembaga NU lainnya, […]

  • Dua Pilot Tewas, Pesawat Smart Air PK-SNR Ditembak KKB di Papua

    Dua Pilot Tewas, Pesawat Smart Air PK-SNR Ditembak KKB di Papua

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 112
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 membenarkan peristiwa penembakan terhadap pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR yang terjadi di wilayah Danawage/Koroway Batu, Papua, Rabu (11/2/2026). Insiden tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Kasatgas Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramdani, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut mengakibatkan korban jiwa. Dua korban yang […]

  • Perjalanan Spiritual Nabi

    Perjalanan Spiritual Nabi

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Kita kini berada di penghujung bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, sebuah bulan yang dimuliakan dan sarat dengan pesan persiapan ruhani. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rajab adalah bulan menanam, Sya‘ban bulan menyiram dan memelihara, sementara Ramadhan adalah bulan memetik hasil. Maka, akhir Rajab seharusnya menjadi ruang muhasabah: sejauh mana benih-benih kebaikan telah kita […]

  • Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

    Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sebagian besar kita, umat Islam, pasti mengenal nama Halimah al‑Sa’diyyah sebagai pengasuh dan ibu susu Nabi Muhammad. Kisah hidup Nabi pasti tidak akan pernah luput dari nama Halimah al-Sa’diyah. Namun, sebenarnya ada seorang perempuan yang menjadi ibu susu pertama Nabi sebelum diserahkan kepada Halimah al-Sa’diyah. Namanya Tsuwaibah. Tsuwaibah al-Aslamiyah adalah seorang budak perempuan milik Abu […]

expand_less