Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Post-Human: Refleksi atas Novel Origin

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 240
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di titik ini, pengetahuan tidak lagi netral. Ia tidak lagi hadir sebagai sesuatu yang ditemukan, tetapi sebagai sesuatu yang disajikan. Langdon tetap berpikir dan menganalisis, tetapi jalur yang ia tempuh telah dibingkai oleh sistem yang tidak sepenuhnya ia sadari. Ia masih menjadi subjek, tetapi subjek yang bergerak dalam ruang yang telah dipetakan.

Retakan ini semakin dalam ketika tindakan Winston melampaui perannya sebagai informan. Keputusan-keputusan penting tidak lagi lahir dari pertimbangan manusia, melainkan dari kalkulasi sistem. Tidak ada keraguan, tidak ada konflik batin, tidak ada dilema moral dalam arti yang biasa kita kenal. Yang ada hanyalah perhitungan kemungkinan dan efektivitas. Dunia dibaca sebagai data, dan tindakan diambil berdasarkan optimasi.

Pada titik ini, Origin benar-benar memasuki wilayah post-human. Namun post-human dalam novel ini tidak hadir sebagai kehancuran manusia secara dramatis. Tidak ada pemberontakan mesin, tidak ada penggantian total. Yang ada adalah pergeseran yang perlahan—hampir tidak terasa. Manusia masih ada, masih berpikir, masih berbicara, tetapi tidak lagi menjadi pusat.

Langdon tetap menjadi tokoh utama secara naratif. Ia bergerak, mengalami, dan memaknai. Namun jika alur dibaca secara utuh, tampak bahwa ia tidak sepenuhnya mengendalikan arah. Ia bergerak dalam jaringan yang lebih luas, yang membaca, memprediksi, dan mengarahkan langkahnya. Winston, yang tidak terlihat itu, justru menjadi penggerak yang paling konsisten. Ia tidak hadir sebagai pusat cerita, tetapi menjaga kesinambungan cerita.

Di titik ini muncul kemungkinan radikal: bahwa tokoh utama dalam Origin bukanlah manusia, melainkan sistem. Jika sistem yang mengarahkan, maka manusia tidak lagi menjadi pusat makna. Ia menjadi bagian dari jaringan—sebuah node dalam sistem yang lebih besar. Ia masih bergerak, tetapi tidak sepenuhnya bebas. Ia masih memilih, tetapi dalam kemungkinan yang telah dipersempit.

Dalam kerangka ini, dunia yang digambarkan Origin bukanlah dunia tanpa manusia, tetapi dunia di mana manusia kehilangan pusatnya. Sebuah discontinuity in continuity—kesinambungan yang sekaligus mengandung retakan. Manusia tidak hilang, tetapi posisinya berubah.

Novel ini tidak memberikan jawaban pasti apakah manusia akan benar-benar dilampaui atau menemukan bentuk baru. Namun ia meninggalkan satu pertanyaan yang terus menggantung: jika manusia masih berpikir, berbicara, dan bergerak, tetapi arah semuanya ditentukan oleh sesuatu yang tidak terlihat, apakah manusia masih menjadi subjek? Pertanyaan ini tidak dijawab, dan justru di situlah kekuatan reflektif Origin—ia tidak menutup, tetapi membuka.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UNUSIA Berikan Masukan di Forum Investor Daily

    UNUSIA Berikan Masukan di Forum Investor Daily

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) turut ambil bagian dalam Forum Investor Daily Indonesia yang mengusung tema Environmental, Social, and Governance (ESG): Bersama Membangun Keberlanjutan, diselenggarakan pada Kamis, 20 November 2025 di Ballroom 1 Hotel Mulia Senayan. Forum ini mempertemukan akademisi, regulator, dan pelaku industri untuk membahas strategi keberlanjutan dan tata kelola perusahaan yang semakin relevan […]

  • Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Dimakamkan di Gorontalo

    Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Dimakamkan di Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar duka datang dari dunia politik Indonesia. Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, H. Rachmat Gobel, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) dini hari di Jakarta. Informasi wafatnya Rachmat Gobel dibenarkan oleh Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya. Menurutnya, almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 03.20 WIB. “Turut berduka cita. Innalillahi wa inna ilaihi […]

  • Tiga Kecamatan di Boalemo Terima Paket Bantuan Pangan Pemprov Gorontalo

    Tiga Kecamatan di Boalemo Terima Paket Bantuan Pangan Pemprov Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan bantuan sosial. Kali ini, giliran tiga kecamatan di Kabupaten Boalemo yang menjadi titik penyaluran bantuan pada Selasa (1/7/2025), yakni Kecamatan Tilamuta, Botumoito, dan Mananggu. Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, turun langsung menyalurkan berbagai jenis bantuan, mulai dari Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G), […]

  • Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Gorontalo sekaligus Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi syariah, bukan hanya menjpesadi penonton. Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Eduart saat menjadi narasumber dalam Seminar Manajemen Bisnis bertema “MOU Kementerian Koperasi: […]

  • Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Tauhid sering kita bayangkan sebagai urusan langit: satu Tuhan, selesai. Padahal dalam sejarah, Tauhid justru harus berbuah sebagai sikap sosial di bumi, sikap menolak tunduk pada apa pun selain Tuhan. Begitu kalimat lā ilāha illā Allāh diucapkan dengan sungguh-sungguh, seharusnya runtuh pula semua klaim ketuhanan palsu: raja, pasar, modal, dan imperium. Berguru pada Tauhid ala […]

  • Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

    Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Fadhil Hadju
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Hak untuk hidup dan memenuhi kebutuhan hidup perlu jadi perhatian khusus oleh pemerintah. Tentu ini tertuang dalam pilar berbangsa dan bernegara di Indonesia. Konsep UBI ini bukan sekedar utopia. Iran, seperti yang dibahas dalam buku itu, telah menerapkan konsep pemenuhan kebutuhan dasar ini. Namun, tentu jika ingin diterapkan perlu kajian yang berbasis riset dan meninjau […]

expand_less