Breaking News
light_mode
Trending Tags

Post-Human: Refleksi atas Novel Origin

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 143
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di titik ini, pengetahuan tidak lagi netral. Ia tidak lagi hadir sebagai sesuatu yang ditemukan, tetapi sebagai sesuatu yang disajikan. Langdon tetap berpikir dan menganalisis, tetapi jalur yang ia tempuh telah dibingkai oleh sistem yang tidak sepenuhnya ia sadari. Ia masih menjadi subjek, tetapi subjek yang bergerak dalam ruang yang telah dipetakan.

Retakan ini semakin dalam ketika tindakan Winston melampaui perannya sebagai informan. Keputusan-keputusan penting tidak lagi lahir dari pertimbangan manusia, melainkan dari kalkulasi sistem. Tidak ada keraguan, tidak ada konflik batin, tidak ada dilema moral dalam arti yang biasa kita kenal. Yang ada hanyalah perhitungan kemungkinan dan efektivitas. Dunia dibaca sebagai data, dan tindakan diambil berdasarkan optimasi.

Pada titik ini, Origin benar-benar memasuki wilayah post-human. Namun post-human dalam novel ini tidak hadir sebagai kehancuran manusia secara dramatis. Tidak ada pemberontakan mesin, tidak ada penggantian total. Yang ada adalah pergeseran yang perlahan—hampir tidak terasa. Manusia masih ada, masih berpikir, masih berbicara, tetapi tidak lagi menjadi pusat.

Langdon tetap menjadi tokoh utama secara naratif. Ia bergerak, mengalami, dan memaknai. Namun jika alur dibaca secara utuh, tampak bahwa ia tidak sepenuhnya mengendalikan arah. Ia bergerak dalam jaringan yang lebih luas, yang membaca, memprediksi, dan mengarahkan langkahnya. Winston, yang tidak terlihat itu, justru menjadi penggerak yang paling konsisten. Ia tidak hadir sebagai pusat cerita, tetapi menjaga kesinambungan cerita.

Di titik ini muncul kemungkinan radikal: bahwa tokoh utama dalam Origin bukanlah manusia, melainkan sistem. Jika sistem yang mengarahkan, maka manusia tidak lagi menjadi pusat makna. Ia menjadi bagian dari jaringan—sebuah node dalam sistem yang lebih besar. Ia masih bergerak, tetapi tidak sepenuhnya bebas. Ia masih memilih, tetapi dalam kemungkinan yang telah dipersempit.

Dalam kerangka ini, dunia yang digambarkan Origin bukanlah dunia tanpa manusia, tetapi dunia di mana manusia kehilangan pusatnya. Sebuah discontinuity in continuity—kesinambungan yang sekaligus mengandung retakan. Manusia tidak hilang, tetapi posisinya berubah.

Novel ini tidak memberikan jawaban pasti apakah manusia akan benar-benar dilampaui atau menemukan bentuk baru. Namun ia meninggalkan satu pertanyaan yang terus menggantung: jika manusia masih berpikir, berbicara, dan bergerak, tetapi arah semuanya ditentukan oleh sesuatu yang tidak terlihat, apakah manusia masih menjadi subjek? Pertanyaan ini tidak dijawab, dan justru di situlah kekuatan reflektif Origin—ia tidak menutup, tetapi membuka.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menakar Kembali Jalan Ziarah Menuju Lapeo: Tradisi yang Bertahan, Iman yang Dipertanyakan

    Menakar Kembali Jalan Ziarah Menuju Lapeo: Tradisi yang Bertahan, Iman yang Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Banyak orang datang karena ingin merasakan kedekatan dengan figur yang dianggap memiliki jejak kesalehan. Cerita tentang kehidupan para ulama, kisah-kisah yang beredar dari mulut ke mulut, serta kenangan tentang kesederhanaan hidup mereka membentuk suasana spiritual yang terus hidup dalam ingatan masyarakat. Praktik seperti ini sering disebut sebagai agama yang hidup dalam keseharian. Ia tidak hanya […]

  • Ust. Rionadi Doe Jelaskan Kewajiban Qadha Ibadah dalam Kajian Kitab Minhajul Abidin Play Button

    Ust. Rionadi Doe Jelaskan Kewajiban Qadha Ibadah dalam Kajian Kitab Minhajul Abidin

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Ust. Rionadi Doe menjelaskan kewajiban mengganti (qadha) ibadah yang pernah ditinggalkan dalam pengajian Kitab Minhajul Abidin karya Imam Al-Ghazali yang digelar di Masjid Nurul Haq, Jalan Gelatik, Kelurahan Heledulaa, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, pada Selasa malam seusai shalat Isya. Kajian ini juga ditayangkan langsung melalui kanal YouTube Nutizen Televisi. Dalam penyampaiannya, Ust. Rionadi menegaskan […]

  • Menggeser Stigma Negatif Wanita Bercadar

    Menggeser Stigma Negatif Wanita Bercadar

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Wanita bercadar kembali menjadi isu nasional setelah peristiwa penangkapan seorang wanita bersenjata oleh aparat keamanan di Istana Negara, pada Selasa, 26 Oktober 2022.  Berita ini viral di semua media cetak maupun media online. Oleh karena  wanita bersenjata ini mengenakan cadar dalam penampilannya, maka simbol “cadar” kembali menjadi sorotan yang mengiringi pemberitaan. Di media terdapat dua […]

  • Abdullah bin Salam: Seorang Rabbi yang Mengenali Kebenaran (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #23)

    Abdullah bin Salam: Seorang Rabbi yang Mengenali Kebenaran (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #23)

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Dalam riwayat yang disebutkan dalam Sunan al-Tirmidzi, Abdullah bin Salam menceritakan kesan pertamanya ketika melihat Nabi Muhammad. Ia mengatakan bahwa ketika wajah Nabi terlihat olehnya, ia segera merasa bahwa wajah itu bukan wajah seorang pendusta. Kesan pertama itu meninggalkan pengaruh yang kuat dalam dirinya. Pada kesempatan itu pula Nabi menyampaikan beberapa nasihat kepada orang-orang yang berkumpul. […]

  • Ketika Bias Oversimplifikasi Bekerja

    Ketika Bias Oversimplifikasi Bekerja

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 302
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Pernyataan Gus Ulil bahwa “menolak zero mining adalah goblok” secara teknis memang benar. Zero mining itu mustahil. Peradaban modern tidak berdiri tanpa mineral—ponsel, kendaraan listrik, panel surya, hingga kabel listrik di rumah kita semuanya lahir dari aktivitas tambang. Tidak ada yang membantah itu. […]

  • DPRD Gorontalo Setujui Ranperda Kepemudaan Jadi Perda

    DPRD Gorontalo Setujui Ranperda Kepemudaan Jadi Perda

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Kepemudaan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Persetujuan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna DPRD ke-67 yang digelar, Senin (29/12/2025). Rapat paripurna tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, serta jajaran pemerintah daerah dan anggota […]

expand_less