Breaking News
light_mode
Trending Tags

Post-Human: Refleksi atas Novel Origin

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 60
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di titik ini, pengetahuan tidak lagi netral. Ia tidak lagi hadir sebagai sesuatu yang ditemukan, tetapi sebagai sesuatu yang disajikan. Langdon tetap berpikir dan menganalisis, tetapi jalur yang ia tempuh telah dibingkai oleh sistem yang tidak sepenuhnya ia sadari. Ia masih menjadi subjek, tetapi subjek yang bergerak dalam ruang yang telah dipetakan.

Retakan ini semakin dalam ketika tindakan Winston melampaui perannya sebagai informan. Keputusan-keputusan penting tidak lagi lahir dari pertimbangan manusia, melainkan dari kalkulasi sistem. Tidak ada keraguan, tidak ada konflik batin, tidak ada dilema moral dalam arti yang biasa kita kenal. Yang ada hanyalah perhitungan kemungkinan dan efektivitas. Dunia dibaca sebagai data, dan tindakan diambil berdasarkan optimasi.

Pada titik ini, Origin benar-benar memasuki wilayah post-human. Namun post-human dalam novel ini tidak hadir sebagai kehancuran manusia secara dramatis. Tidak ada pemberontakan mesin, tidak ada penggantian total. Yang ada adalah pergeseran yang perlahan—hampir tidak terasa. Manusia masih ada, masih berpikir, masih berbicara, tetapi tidak lagi menjadi pusat.

Langdon tetap menjadi tokoh utama secara naratif. Ia bergerak, mengalami, dan memaknai. Namun jika alur dibaca secara utuh, tampak bahwa ia tidak sepenuhnya mengendalikan arah. Ia bergerak dalam jaringan yang lebih luas, yang membaca, memprediksi, dan mengarahkan langkahnya. Winston, yang tidak terlihat itu, justru menjadi penggerak yang paling konsisten. Ia tidak hadir sebagai pusat cerita, tetapi menjaga kesinambungan cerita.

Di titik ini muncul kemungkinan radikal: bahwa tokoh utama dalam Origin bukanlah manusia, melainkan sistem. Jika sistem yang mengarahkan, maka manusia tidak lagi menjadi pusat makna. Ia menjadi bagian dari jaringan—sebuah node dalam sistem yang lebih besar. Ia masih bergerak, tetapi tidak sepenuhnya bebas. Ia masih memilih, tetapi dalam kemungkinan yang telah dipersempit.

Dalam kerangka ini, dunia yang digambarkan Origin bukanlah dunia tanpa manusia, tetapi dunia di mana manusia kehilangan pusatnya. Sebuah discontinuity in continuity—kesinambungan yang sekaligus mengandung retakan. Manusia tidak hilang, tetapi posisinya berubah.

Novel ini tidak memberikan jawaban pasti apakah manusia akan benar-benar dilampaui atau menemukan bentuk baru. Namun ia meninggalkan satu pertanyaan yang terus menggantung: jika manusia masih berpikir, berbicara, dan bergerak, tetapi arah semuanya ditentukan oleh sesuatu yang tidak terlihat, apakah manusia masih menjadi subjek? Pertanyaan ini tidak dijawab, dan justru di situlah kekuatan reflektif Origin—ia tidak menutup, tetapi membuka.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karomah Palsu

    Karomah Palsu

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Di banyak pengajian NU, sering kita dengar nasihat klasik: “Nandur pari ojo ngarep panen jagung.” Menanam padi jangan berharap panen jagung. Sayangnya, dalam dunia investasi bodong, pepatah ini dibalik: modal ditanam sedikit, yang dijanjikan panen raya, bahkan sebelum subuh. Investasi bodong adalah fenomena ekonomi yang aneh tapi nyata. Ia bukan sekadar persoalan keuangan, melainkan gabungan […]

  • Masjid, Modal Kecil, dan Imajinasi Besar

    Masjid, Modal Kecil, dan Imajinasi Besar

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle  Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Dari kas masjid, ia menggulirkan modal kepada 17 kepala keluarga. Mereka berjualan takjil saat Ramadhan. Skemanya ringan—cukup mengembalikan sepuluh ribu rupiah per hari. Tidak ada tekanan. Tidak ada bunga. Hanya kepercayaan. Dan sesuatu yang menarik terjadi. Sebelum pertengahan Ramadhan, seluruh modal itu kembali. Seolah uang itu tidak hilang, hanya berputar. Lebih dari itu, menjelang Idulfitri, […]

  • Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Adythia Al Ghozaly
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Oleh: Adythia Al Ghozaly Kaempe, S.H   Setiap 22 Desember, kita disuguhi narasi nasional yang menyesatkan: peringatan “Hari Ibu” seolah menjadi satu-satunya representasi perempuan. Padahal, lebih dari sembilan dekade silam, perempuan-perempuan Nusantara berkumpul dalam Kongres Perempuan 1928, menuntut hak politik, kebebasan, pendidikan, dan pengakuan sosial yang setara. Namun, patriarki dengan cerdik merampas tanggal itu, membungkusnya […]

  • Dunia Berkabung: Paus Fransiskus, Simbol Perdamaian Lintas Agama, Telah Wafat

    Dunia Berkabung: Paus Fransiskus, Simbol Perdamaian Lintas Agama, Telah Wafat

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Dunia kembali berselimut duka. Sosok besar yang selama ini menjadi simbol perdamaian dan toleransi lintas agama, Paus Fransiskus, telah berpulang. Kabar wafatnya pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini menggema hingga ke seluruh penjuru dunia, meninggalkan jejak haru di hati banyak orang—termasuk Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Dalam pernyataannya kepada media, Nasaruddin menyampaikan […]

  • Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    Gusnar Optimistis, Meski Masyarakat Belum Paham, Pidana Kerja Sosial Tetap Jalan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Pidana Kerja Sosial yang direncanakan mulai diberlakukan pada tahun 2026, meski ia menyadari masih banyak masyarakat yang belum memahami hukum baru ini. Dukungan tersebut disampaikan saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Daerah, Kejaksaan, dan Jamkrindo di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Senin (22/12/2025). […]

  • BAM DPR RI Ingatkan Perusahaan Sawit: Penuhi Hak Rakyat atau IUP Dicabut

    BAM DPR RI Ingatkan Perusahaan Sawit: Penuhi Hak Rakyat atau IUP Dicabut

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI mengingatkan perusahaan-perusahaan sawit di Sumatera Selatan agar segera memenuhi hak-hak masyarakat dalam konflik agraria yang terjadi di Kabupaten Empat Lawang dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur). Jika kewajiban tersebut diabaikan, pemerintah daerah diminta tidak ragu mencabut izin usaha perkebunan (IUP). Peringatan itu disampaikan Ketua BAM […]

expand_less