Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Karomah Palsu

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 333
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di banyak pengajian NU, sering kita dengar nasihat klasik: “Nandur pari ojo ngarep panen jagung.” Menanam padi jangan berharap panen jagung. Sayangnya, dalam dunia investasi bodong, pepatah ini dibalik: modal ditanam sedikit, yang dijanjikan panen raya, bahkan sebelum subuh.

Investasi bodong adalah fenomena ekonomi yang aneh tapi nyata. Ia bukan sekadar persoalan keuangan, melainkan gabungan antara keserakahan, keputusasaan, dan kepolosan massal yang dibungkus presentasi PowerPoint dan testimoni berfoto di depan mobil sewaan. Secara ilmiah, ini dikenal sebagai skema Ponzi, di mana keuntungan investor lama dibayar dari uang investor baru. Tidak ada usaha produktif, hanya perpindahan uang yang disertai doa agar korban berikutnya datang tepat waktu.

Kalau Gus Dur masih hidup, mungkin beliau akan berkata, “Ini bukan investasi, ini arisan nasional, bedanya, yang terakhir setor malah paling rugi.”

Kasus internasional seperti Bernie Madoff menunjukkan bahwa investasi bodong bukan penyakit orang miskin saja. Madoff menipu investor global hingga puluhan miliar dolar. Ironisnya, para korban adalah orang-orang berpendidikan tinggi. Ini membuktikan satu hal: IQ tinggi tidak otomatis kebal dari iming-iming untung besar.

Di Indonesia, kasus First Travel, Pandawa Group, hingga MeMiles adalah contoh lokal dari fenomena global. Polanya mirip: janji keuntungan tetap, narasi religius atau nasionalis, dan kalimat sakti: “Ini aman, sudah banyak yang dapat.” Dalam logika NU, ini mirip cerita karomah palsu: ramai diceritakan, tapi tak pernah jelas sanadnya.

Humor ala pesantren akan nyeletuk: “Kalau benar untungnya segitu, kenapa pemiliknya masih sempat ngajak orang lain?”

Dalam perspektif fiqh muamalah NU, investasi bodong bermasalah sejak niat. Akadnya tidak jelas, risikonya disembunyikan, dan keuntungannya dipastikan. Ini melanggar prinsip gharar (ketidakpastian berlebihan) dan dharar (menimbulkan kerugian). Singkatnya: ini bukan bisnis, ini jebakan yang rapi.

Gus Dur pernah menyindir logika semacam ini dengan gaya santainya: “Kalau rezeki bisa dipastikan, nabi-nabi sudah bikin koperasi.” Maka ketika sebuah investasi menjanjikan keuntungan pasti 20–30% per bulan, sebenarnya ia sedang menampar wajah ekonomi modern dan akal sehat sekaligus.

Di era digital, investasi bodong tidak lagi datang lewat brosur lusuh, melainkan lewat aplikasi canggih, akun Instagram kinclong, dan grup WhatsApp bernama ‘Komunitas Cuan Berkah’. Modus pig-butchering scam berkembang: pelaku membangun kepercayaan emosional, lalu menawarkan investasi palsu.

Ini seperti pengajian tanpa kitab: ramai, semangat, tapi isinya kosong. NU punya istilah pas: rame ing gawe, sepi ing isi. Yang ramai hanya notifikasi, yang sepi adalah saldo.

Humor Gus Dur relevan di sini: “Sekarang setan tidak lagi menunggu di perempatan, tapi di notifikasi HP.”

Pertama, literasi keuangan rendah. Kedua, ketimpangan ekonomi membuat orang tergoda jalan pintas. Ketiga, otoritas simbolik: pelaku sering memakai atribut agama, gelar, atau foto bersama tokoh. Dalam kultur NU, ini berbahaya karena kepercayaan sosial diperdagangkan.

Padahal dalam tradisi NU, kepercayaan itu amanah, bukan aset untuk dikapitalisasi. Menipu dengan dalih agama bukan hanya kejahatan ekonomi, tapi kejahatan moral.

Investasi bodong bukan sekadar urusan uang, tapi ujian akal sehat kolektif. NU mengajarkan sikap tawassuth (moderat): berani berusaha, tapi tidak rakus. Gus Dur mengajarkan humor sebagai senjata kritik: tertawa agar tidak tertipu.

Maka, jika ada yang menawarkan investasi dengan janji “cuan pasti”, ingat pesan Gus Dur versi ekonomi: “Kalau hidup bisa instan, santri tak perlu ngaji bertahun-tahun.”

Dan seperti pesan kiai di kampung: rezeki itu berkah kalau jelas asal-usulnya. Kalau tidak jelas, biasanya cuma jelas satu hal: yang kaya pelakunya, yang capek korbannya.

Penulis : Intelektual Muda NU Indonesia Timur dan Akademisi UNUSIA Jakarta

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 455
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Pantas Indomining di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kembali menuai sorotan publik. Kali ini, isu dugaan kriminalisasi terhadap warga yang memprotes aktivitas tambang memicu kritik dari kalangan aktivis lingkungan. Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPLI) Sulawesi Tengah melalui ketuanya, Aulia Hakim, menyampaikan bahwa masyarakat setempat sejak awal telah […]

  • Arus Mudik Leberan Berjalan Lancar, DPP GENINUSA Berikan Apresiasi Menteri Perhubungan dan Polri

    Arus Mudik Leberan Berjalan Lancar, DPP GENINUSA Berikan Apresiasi Menteri Perhubungan dan Polri

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Lancarnya arus mudik lebaran tahun 2025, mendapat respon dari Zikal Okta Syahtria, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gerakan SantriPreuner Nusantara (DPP GENINUSA). Ketum DPP GENINUSA memberikan apresiasi kepada pemerintah lewat kementerian perhubungan dan kepolisian republik indonesia yang telah memberikan keamanan dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga arus mudik lebaran di tahun 2025 dapat berjalan dengan lancar. […]

  • Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Oleh : Mukari – (Dosen Sosiologi Fisipol Undar) Perdebatan sengit tentang kredibilitas ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mewarnai ruang publik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun beberapa klarifikasi resmi telah diberikan, masalah ini terus muncul, terutama melalui media sosial dan jaringan komunikasi alternatif. Fenomena ini menunjukkan bahwa tuduhan tersebut telah menjadi bagian dari pertarungan […]

  • Longsor Batu di Desa Olele Gorontalo, Satu Warga Meninggal Dunia

    Longsor Batu di Desa Olele Gorontalo, Satu Warga Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 430
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Peristiwa longsor batu terjadi di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Jumat (2/1/2026). Insiden ini mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia di lokasi kejadian.

  • PC PMII Baru 2026-2027 Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi Dan Gerakan Responsif

    PC PMII Baru 2026-2027 Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi Dan Gerakan Responsif

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Muh. Akbar.
    • visibility 130
    • 0Komentar

     Nulondalo.Com, BARRU — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Barru Masa Khidmat 2026–2027 resmi dilantik di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Barru, Sabtu (26/9/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru PC PMII Barru untuk memperkuat kaderisasi sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi dalam merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah […]

  • Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA) mengadakan rapat pengurus yang menghasilkan keputusan penting dalam struktur kepengurusan organisasi pada tanggal 21 februari 2025, hotel gred said Jakarta. Pada rapat DPP GENINUSA itu secara resmi menetapkan Bapak Imam Nahrowi (mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia periode 2014-2019) sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA. Ketum […]

expand_less