Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Abdullah bin Rawahah: Penyair yang Menguatkan Hati Pasukan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #25)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
  • visibility 249
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Abdullah bin Rawahah adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad dari kalangan Anshar di Madinah. Ia berasal dari kabilah Khazraj dan termasuk orang yang lebih awal memeluk Islam sebelum hijrah Nabi ke Madinah. Dalam sejarah Islam, Abdullah bin Rawahah dikenal sebagai sosok yang memiliki dua kekuatan sekaligus: keberanian di medan perang dan kemampuan menyusun syair yang menggugah semangat.

Pada masa masyarakat Arab, syair memiliki kedudukan penting. Ia bukan sekadar bentuk seni, tetapi juga alat untuk menyampaikan pesan, membangun semangat, dan memperkuat identitas kelompok. Abdullah bin Rawahah dikenal sebagai salah satu penyair Muslim yang menggunakan syair untuk mendukung dakwah dan membela kaum Muslimin. Bersama sahabat lain seperti Hassan bin Tsabit dan Ka‘b bin Malik, ia sering menyampaikan syair yang menjawab ejekan atau serangan verbal dari pihak Quraisy.

Kehadiran Abdullah bin Rawahah dalam komunitas Muslim Madinah tidak hanya terlihat dalam ruang budaya, tetapi juga dalam berbagai peristiwa penting. Ia ikut serta dalam beberapa peperangan bersama Nabi Muhammad dan dikenal sebagai sahabat yang setia. Keberaniannya terlihat dari kesediaannya berada di barisan depan dalam banyak kesempatan.

Namun peristiwa yang paling sering disebut dalam kisah hidup Abdullah bin Rawahah adalah keterlibatannya dalam Perang Mu’tah, sebuah pertempuran yang terjadi pada tahun 8 Hijriah di wilayah Syam. Pasukan Muslim yang berjumlah sekitar tiga ribu orang menghadapi kekuatan besar dari pasukan Bizantium dan sekutu Arabnya. Nabi Muhammad menunjuk tiga komandan secara berurutan untuk memimpin pasukan: Zaid bin Haritsah, Ja‘far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah.

Ketika pertempuran berlangsung, Zaid bin Haritsah gugur sebagai komandan pertama. Kepemimpinan kemudian berpindah kepada Ja‘far bin Abi Thalib, yang juga gugur di medan perang setelah bertempur dengan sangat berani. Setelah itu komando jatuh kepada Abdullah bin Rawahah.

Riwayat menyebutkan bahwa sebelum maju ke pertempuran, Abdullah bin Rawahah sempat berdiri sejenak. Ia berbicara kepada dirinya sendiri, mengingatkan hatinya tentang tujuan perjuangan dan keberanian yang harus ia miliki. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa ia mengucapkan syair yang meneguhkan dirinya agar tidak ragu menghadapi pertempuran.

Setelah itu ia maju memimpin pasukan. Abdullah bin Rawahah akhirnya gugur dalam pertempuran tersebut. Peristiwa itu menjadikannya sebagai komandan ketiga yang gugur dalam Perang Mu’tah. Setelah gugurnya tiga komandan tersebut, pasukan Muslim kemudian dipimpin oleh Khalid bin al-Walid yang berhasil menarik pasukan kembali dengan selamat.

Kisah gugurnya Abdullah bin Rawahah menjadi bagian penting dalam sejarah sahabat. Ia bukan hanya seorang prajurit yang berani, tetapi juga seorang penyair yang menggunakan kata-kata untuk menguatkan keyakinan. Syair yang ia ucapkan sebelum maju ke pertempuran sering dikenang sebagai gambaran pergulatan batin seorang manusia yang harus mengatasi rasa takut sebelum melangkah ke medan yang berbahaya.

Selain perannya di medan perang, Abdullah bin Rawahah juga dikenal sebagai sahabat yang dipercaya Nabi dalam beberapa tugas administratif. Ia pernah diutus Nabi untuk mengawasi pengelolaan hasil pertanian di wilayah Khaibar setelah wilayah itu berada di bawah kekuasaan Muslim. Dalam tugas tersebut ia dikenal sebagai orang yang tegas dan adil.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Konsolidasikan Tokoh Bangsa di Istana, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dinamika Global

    Presiden Prabowo Konsolidasikan Tokoh Bangsa di Istana, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dinamika Global

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah terus memperkuat konsolidasi nasional dalam merespons dinamika global yang kian kompleks. Melalui pertemuan lintas generasi pemimpin dan pimpinan partai politik di Istana Jakarta, Presiden indonesia president 2024 menegaskan pentingnya kesatuan sikap serta kesiapsiagaan nasional demi menjaga stabilitas dan keamanan negara, Selasa (3/3/2026). Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa […]

  • SK Presiden Diserahkan, 11 Pimpinan Baznas Siap Jalankan Tugas Lima Tahun ke Depan

    SK Presiden Diserahkan, 11 Pimpinan Baznas Siap Jalankan Tugas Lima Tahun ke Depan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Presiden kepada jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) masa jabatan 2026–2031. Penyerahan SK dari Presiden Prabowo Subianto tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Momentum ini menandai dimulainya masa bakti 11 pimpinan Baznas yang akan menjalankan tugas selama lima tahun ke […]

  • Jejak Abadi John Tobing Lewat Lagu Dara Juang

    Jejak Abadi John Tobing Lewat Lagu Dara Juang

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 671
    • 0Komentar

    Nulondalo.com- Di sebuah malam yang bising di kota Yogyakarta, kabar duka menyebar cepat, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau yang akrab disapa John Tobing, dikabarkan telah berpulang pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 20.45 WIB, di Rumah Sakit Akademik UGM. Kabar kepergiannya dikonfirmasi oleh sahabat sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie […]

  • Saro-Saro Ternate Diakui KIK, Tradisi Gotong Royong Pecahkan Rekor di Busua

    Saro-Saro Ternate Diakui KIK, Tradisi Gotong Royong Pecahkan Rekor di Busua

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 558
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Tradisi Saro-Saro dalam perkawinan adat masyarakat Ternate, Maluku Utara, kini resmi terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dalam kategori Ekspresi Budaya Tradisional oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM. Pencatatan ini menjadi bentuk pengakuan negara atas warisan budaya yang telah hidup sejak masa pemerintahan Sultan Ternate pertama, Baab Mashur Malamo. […]

  • Berdebat Panjang di Kemendagri, Srikandi Puncak Botu Ini Bersikeras Bonpes Jadi Daerah Definif

    Berdebat Panjang di Kemendagri, Srikandi Puncak Botu Ini Bersikeras Bonpes Jadi Daerah Definif

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo mendatangi gedung Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Jumat, (7/2/2025), kemarin. Kedatangan mereka guna menindaklanjuti usulan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), Bone Pesisir. Akan tetapi saat kedatangan itu didapati Bone Pesisir tidak termasuk dalam daftar usulan. Dari sekian daftar usulan yang tengah dipaparkan, hanya Bone Pesisir yang tidak ada dalam daftar usulan. […]

  • 500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    500 Tahun Ramadan di Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Praktek berpuasa bagi umat Islam selama bulan Ramadan telah berlangsung ribuan kali sejak era Nabi. Khusus untuk kita di Gorontalo, puasa baru berlangsung sekitar 500 tahun. Hitungan “kasar” ini bermula dari tahun 1525 sejak Islam menjadi agama resmi di Gorontalo. Artinya, untuk Gorontalo sendiri, baru 500 kali puasa Ramadan dilangsungkan. Bagi peradaban lain, puasa Ramadan […]

expand_less