Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Keutamaan Shalat Subuh Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 312
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Syekh Nawawi al-Bantani, salah satu ulama besar Nusantara yang menjadi rujukan keilmuan di dunia Islam, banyak membahas keutamaan ibadah, termasuk shalat Subuh, dalam berbagai karya tulisnya, terutama dalam kitab Nihayatuz Zain, Tafsir Marah Labid (Tafsir Munir)_, dan Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah.

Dikutip dari berbagai sumber, keutamaan shalat  Subuh menurut Syekh Nawawi al-Bantani, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitabnya dan juga dari kutipan hadits yang sering ia syarah:

Dalam Tafsir Marah Labid, ketika menafsirkan QS. Al-Isra’ ayat 78:

“Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” – (QS. Al-Isra’: 78)

Syekh Nawawi menjelaskan bahwa shalat  Subuh disaksikan oleh dua kelompok malaikat, yakni malaikat malam dan malaikat siang. Mereka saling bergantian dan bertemu pada waktu Subuh, menyaksikan dan melaporkan amal perbuatan manusia kepada Allah SWT.

Syekh Nawawi mengutip hadits Nabi SAW: “Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” – (HR. Muslim)

Dalam penjelasannya, Syekh Nawawi menegaskan bahwa shalat sunnah fajar (qabliyah Subuh) sangat mulia. Nilainya tidak bisa diukur dengan kekayaan dunia, karena ia mendatangkan keridhaan Allah dan keberkahan hidup.

Sementara, dalam Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah, Syekh Nawawi menyebutkan hadits:

“Barang siapa yang shalat sebelum terbit matahari (Subuh) dan sebelum terbenamnya (Ashar), maka ia tidak akan masuk neraka.” – (HR. Muslim)

Beliau menekankan bahwa menjaga shalat Subuh secara berjamaah dan tepat waktu akan menjauhkan seseorang dari api neraka, bahkan menjadi salah satu sebab utama masuk surga.

Dalam kitab Nihayatuz Zain, Syekh Nawawi menyebut bahwa orang yang melaksanakan  shalat Subuh berada dalam jagaan (dhaman) Allah SWT sepanjang hari.

Hal tersebut merujuk pada hadits: “Barang siapa yang melaksanakan shalat Subuh, maka ia berada dalam perlindungan Allah.” – (HR. Muslim)

Syekh Nawawi juga menyebutkan bahwa shalat berjamaah Subuh (dan Isya) menjadi penyebab seseorang mendapat cahaya pada hari kiamat:

“Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya sempurna pada hari kiamat.” – (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Syekh Nawawi menafsirkan bahwa shalat Subuh berjamaah di masjid, yang dilakukan dalam keadaan gelap sebelum matahari terbit, adalah bukti keimanan yang kuat dan akan dibalas dengan nur (cahaya) yang menyinari jalan mereka di akhirat.

Bagi Syekh Nawawi al-Bantani, shalat Subuh bukan hanya ibadah rutin, tetapi kunci keselamatan dunia dan akhirat. Beliau menganjurkan umat Islam untuk tidak melalaikannya, baik yang wajib maupun sunnahnya (qabliyah), terutama dikerjakan secara berjamaah di masjid.

“Shalat Subuh adalah cahaya hati, penjaga ruhani, dan pelindung jasmani,” demikian petuah hikmah yang sering dikutip dari ulama-ulama sejalan dengan pemikiran Syekh Nawawi.

Shalat Subuh Berjamaah: Cahaya Sempurna dan Penjaga dari Kemunafikan

Shalat Subuh merupakan salah satu dari lima shalat wajib yang ditetapkan Allah SWT kepada umat Islam. Namun, di antara shalat-shalat tersebut, Subuh dikenal sebagai ibadah yang paling berat dijalankan, terutama secara berjamaah. Hal ini bukan karena substansinya lebih sulit, tetapi karena waktu pelaksanaannya bersamaan dengan waktu istirahat mayoritas manusia, yakni menjelang pagi.

Kesulitan ini menjadi ujian tersendiri bagi keimanan seorang  hamba. Namun, justru dalam kesulitan itulah terkandung berbagai keutamaan besar bagi siapa saja yang mampu melaksanakannya secara istiqamah, terutama secara berjamaah di masjid.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang istiqamah melangkah ke masjid dalam kegelapan Subuh:

“Dari Buraidah al-Aslami dari Nabi Muhammad , sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Cahaya ini adalah simbol petunjuk, keselamatan, dan kemuliaan di padang mahsyar kelak, ketika tidak ada cahaya kecuali dari amal shaleh. Shalat Subuh berjamaah menjadi sumber cahaya yang mengantar seorang mukmin menuju Surga.

Keutamaan lainnya ditegaskan dalam hadits sahih berikut:

“Barang siapa yang melakukan shalat Isya berjamaah, maka dia sama seperti orang yang melakukan shalat setengah malam. Barang siapa yang melakukan shalat Subuh berjamaah, maka dia seperti orang yang melakukan shalat malam sepanjang malam.”- (HR. Muslim)

Shalat Subuh berjamaah tidak hanya memberikan pahala besar, tetapi dianalogikan seperti qiyamul lail penuh, meskipun hanya berlangsung dua rakaat. Ini menunjukkan kedudukan agung Subuh berjamaah dalam timbangan amal.

Shalat secara berjamaah pada dasarnya lebih utama dibandingkan shalat sendirian. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa pahala shalat berjamaah lebih besar 27 derajat dibandingkan shalat sendirian. Maka, ketika shalat Subuh dilakukan berjamaah, keutamaannya berlipat lebih besar, karena waktu dan cara pelaksanaannya sama-sama bernilai tinggi.

Rasulullah juga sangat menekankan pentingnya dua rakaat sebelum Subuh (shalat sunnah Qabliyah Subuh). Dalam hadits dari Ummul Mukminin Aisyah RA, Rasulullah bersabda:

“Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” – (HR. Muslim)

Syekh Nawawi al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid juga menekankan betapa agungnya nilai dua rakaat ini. Ia bukan hanya sunnah muakkad (sangat dianjurkan), tetapi juga memiliki dimensi ruhani yang luar biasa untuk mengawali hari seorang mukmin.

Shalat Subuh dan Isya berjamaah menjadi indikator keimanan. Dalam hadits yang sangat tegas, Rasulullah  bersabda:

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik daripada shalat Subuh dan Isya. Seandainya mereka tahu keutamaan yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak…”- (HR. Bukhari-Muslim).

Bahkan, Rasulullah mengungkapkan keinginannya untuk membakar rumah orang yang tidak mau datang shalat berjamaah tanpa uzur. Ini menunjukkan betapa pentingnya berjamaah dalam pandangan syariat Islam, terlebih pada waktu Subuh.

Dari berbagai hadits dan pandangan ulama, dapat disimpulkan bahwa shalat Subuh bukan hanya kewajiban ibadah, melainkan indikator sejati keimanan dan keistiqamahan seorang Muslim.

Melaksanakannya secara berjamaah akan mendatangkan pahala besar, perlindungan Allah sepanjang hari, serta cahaya yang menyelamatkan di hari Kiamat. Di dalamnya juga terkandung pelajaran tentang disiplin, pengorbanan, dan cinta terhadap Allah SWT.

Semoga kita termasuk golongan yang menjaga shalat Subuh berjamaah, meraih cahaya sempurna, dan dijauhkan dari sifat munafik. Aamiin.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membayangkan BMR dan Hal-hal yang Belum Selesai

    Membayangkan BMR dan Hal-hal yang Belum Selesai

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhamad Ersad Mamonto
    • visibility 1.968
    • 0Komentar

    Tulisan yang berjudul “Dekonstruksi PBMR” oleh Tyo Mokoagow, kawan saya, beberapa hari lalu, terus terang menggoda saya untuk menulis. Sebenarnya saya berupaya untuk menghindari menanggapi isu ini, karena telah benar-benar menjadi semacam debat kusir yang tak berkesudahan. Namun tulisan seperti yang Tyo buat adalah sesuatu yang tidak bisa dilewati begitu saja.  Saya sepakat dengan konsepsi […]

  • Kebakaran Hebat di Jalan Parwasal, Siantan Utara, Pontianak: Beberapa Rumah Terbakar, Pemadam Dikerahkan

    Kebakaran Hebat di Jalan Parwasal, Siantan Utara, Pontianak: Beberapa Rumah Terbakar, Pemadam Dikerahkan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 447
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Warga Jalan Parwasal, Siantan Utara, Pontianak, dikejutkan oleh kebakaran besar yang menghanguskan beberapa rumah di kawasan padat penduduk, Rabu (25/3/2026). Insiden ini terekam dalam video berdurasi 46 detik yang memperlihatkan kobaran api menyala terang dan cepat menyebar, menimbulkan kepanikan di antara warga. Video rekaman yang beredar di media sosial seperti Instagram dan Facebook […]

  • Empat Desa di Molalahu Mulolo Merajut Ingatan Bersama di Tengah Isu Lingkungan

    Empat Desa di Molalahu Mulolo Merajut Ingatan Bersama di Tengah Isu Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 449
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Gorontalo – Komunitas Molalahu Mulolo yang digagas oleh mantan aktivis tahun 2000 menggelar pertemuan bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, akademisi, dan generasi muda di Aula Kantor Desa Molalahu, Kabupaten Gorontalo, Kamis, 2 Juli 2026. Pertemuan yang dihadiri sekitar 30 tokoh dari empat desa, yakni Molalahu, Molamahu, Toyidito, dan Ayumolingo, ini menjadi ruang konsolidasi bersama […]

  • Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Adagium bahwa Ramadan sebagai bulan yang paling agung dalam Islam merupakan klaim yang diyakini mayoritas umat Islam dunia, tak terkecuali di Indonesia. Diyakini sebagai bulan paling agung lantaran Ramadan adalah bulan wajib untuk berpuasa selama sebulan; diturunkannya Al-Quran (Syahr Ramadan); namanya diabadikan di dalam al-Quran (Qs. 2: 185); bahkan pada bulan ini ada peristiwa Laylahal-Qadr (Qs. 30: 97) yang […]

  • BNPB Bangun Huntara untuk Korban Banjir Aceh Timur, 44 Unit di Pante Rambong Ditarget Rampung Pekan Ini

    BNPB Bangun Huntara untuk Korban Banjir Aceh Timur, 44 Unit di Pante Rambong Ditarget Rampung Pekan Ini

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 berdampak signifikan terhadap permukiman warga. Di Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, lebih dari 75 persen wilayah terendam banjir dengan ketinggian muka air mencapai lebih dari tiga meter. Luapan air yang disertai lumpur dan material sampah menyebabkan kerusakan berat pada rumah warga. […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Lomba Da’i Cilik pada Pekan Ekonomi Syariah 2025

    PWNU Gorontalo Gelar Lomba Da’i Cilik pada Pekan Ekonomi Syariah 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Dalam rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo akan menggelar Lomba Da’i Cilik, sebuah ajang yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat dakwah dan pemahaman nilai-nilai ekonomi syariah sejak usia dini. Kegiatan ini akan berlangsung pada 28–30 Oktober 2025 di pelataran Kantor PWNU Gorontalo, Jalan Samratulangi No. 346, Kelurahan Limba U […]

expand_less