Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Keutamaan Shalat Subuh Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 249
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Syekh Nawawi al-Bantani, salah satu ulama besar Nusantara yang menjadi rujukan keilmuan di dunia Islam, banyak membahas keutamaan ibadah, termasuk shalat Subuh, dalam berbagai karya tulisnya, terutama dalam kitab Nihayatuz Zain, Tafsir Marah Labid (Tafsir Munir)_, dan Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah.

Dikutip dari berbagai sumber, keutamaan shalat  Subuh menurut Syekh Nawawi al-Bantani, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitabnya dan juga dari kutipan hadits yang sering ia syarah:

Dalam Tafsir Marah Labid, ketika menafsirkan QS. Al-Isra’ ayat 78:

“Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” – (QS. Al-Isra’: 78)

Syekh Nawawi menjelaskan bahwa shalat  Subuh disaksikan oleh dua kelompok malaikat, yakni malaikat malam dan malaikat siang. Mereka saling bergantian dan bertemu pada waktu Subuh, menyaksikan dan melaporkan amal perbuatan manusia kepada Allah SWT.

Syekh Nawawi mengutip hadits Nabi SAW: “Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” – (HR. Muslim)

Dalam penjelasannya, Syekh Nawawi menegaskan bahwa shalat sunnah fajar (qabliyah Subuh) sangat mulia. Nilainya tidak bisa diukur dengan kekayaan dunia, karena ia mendatangkan keridhaan Allah dan keberkahan hidup.

Sementara, dalam Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah, Syekh Nawawi menyebutkan hadits:

“Barang siapa yang shalat sebelum terbit matahari (Subuh) dan sebelum terbenamnya (Ashar), maka ia tidak akan masuk neraka.” – (HR. Muslim)

Beliau menekankan bahwa menjaga shalat Subuh secara berjamaah dan tepat waktu akan menjauhkan seseorang dari api neraka, bahkan menjadi salah satu sebab utama masuk surga.

Dalam kitab Nihayatuz Zain, Syekh Nawawi menyebut bahwa orang yang melaksanakan  shalat Subuh berada dalam jagaan (dhaman) Allah SWT sepanjang hari.

Hal tersebut merujuk pada hadits: “Barang siapa yang melaksanakan shalat Subuh, maka ia berada dalam perlindungan Allah.” – (HR. Muslim)

Syekh Nawawi juga menyebutkan bahwa shalat berjamaah Subuh (dan Isya) menjadi penyebab seseorang mendapat cahaya pada hari kiamat:

“Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya sempurna pada hari kiamat.” – (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Syekh Nawawi menafsirkan bahwa shalat Subuh berjamaah di masjid, yang dilakukan dalam keadaan gelap sebelum matahari terbit, adalah bukti keimanan yang kuat dan akan dibalas dengan nur (cahaya) yang menyinari jalan mereka di akhirat.

Bagi Syekh Nawawi al-Bantani, shalat Subuh bukan hanya ibadah rutin, tetapi kunci keselamatan dunia dan akhirat. Beliau menganjurkan umat Islam untuk tidak melalaikannya, baik yang wajib maupun sunnahnya (qabliyah), terutama dikerjakan secara berjamaah di masjid.

“Shalat Subuh adalah cahaya hati, penjaga ruhani, dan pelindung jasmani,” demikian petuah hikmah yang sering dikutip dari ulama-ulama sejalan dengan pemikiran Syekh Nawawi.

Shalat Subuh Berjamaah: Cahaya Sempurna dan Penjaga dari Kemunafikan

Shalat Subuh merupakan salah satu dari lima shalat wajib yang ditetapkan Allah SWT kepada umat Islam. Namun, di antara shalat-shalat tersebut, Subuh dikenal sebagai ibadah yang paling berat dijalankan, terutama secara berjamaah. Hal ini bukan karena substansinya lebih sulit, tetapi karena waktu pelaksanaannya bersamaan dengan waktu istirahat mayoritas manusia, yakni menjelang pagi.

Kesulitan ini menjadi ujian tersendiri bagi keimanan seorang  hamba. Namun, justru dalam kesulitan itulah terkandung berbagai keutamaan besar bagi siapa saja yang mampu melaksanakannya secara istiqamah, terutama secara berjamaah di masjid.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang istiqamah melangkah ke masjid dalam kegelapan Subuh:

“Dari Buraidah al-Aslami dari Nabi Muhammad , sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Cahaya ini adalah simbol petunjuk, keselamatan, dan kemuliaan di padang mahsyar kelak, ketika tidak ada cahaya kecuali dari amal shaleh. Shalat Subuh berjamaah menjadi sumber cahaya yang mengantar seorang mukmin menuju Surga.

Keutamaan lainnya ditegaskan dalam hadits sahih berikut:

“Barang siapa yang melakukan shalat Isya berjamaah, maka dia sama seperti orang yang melakukan shalat setengah malam. Barang siapa yang melakukan shalat Subuh berjamaah, maka dia seperti orang yang melakukan shalat malam sepanjang malam.”- (HR. Muslim)

Shalat Subuh berjamaah tidak hanya memberikan pahala besar, tetapi dianalogikan seperti qiyamul lail penuh, meskipun hanya berlangsung dua rakaat. Ini menunjukkan kedudukan agung Subuh berjamaah dalam timbangan amal.

Shalat secara berjamaah pada dasarnya lebih utama dibandingkan shalat sendirian. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa pahala shalat berjamaah lebih besar 27 derajat dibandingkan shalat sendirian. Maka, ketika shalat Subuh dilakukan berjamaah, keutamaannya berlipat lebih besar, karena waktu dan cara pelaksanaannya sama-sama bernilai tinggi.

Rasulullah juga sangat menekankan pentingnya dua rakaat sebelum Subuh (shalat sunnah Qabliyah Subuh). Dalam hadits dari Ummul Mukminin Aisyah RA, Rasulullah bersabda:

“Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” – (HR. Muslim)

Syekh Nawawi al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid juga menekankan betapa agungnya nilai dua rakaat ini. Ia bukan hanya sunnah muakkad (sangat dianjurkan), tetapi juga memiliki dimensi ruhani yang luar biasa untuk mengawali hari seorang mukmin.

Shalat Subuh dan Isya berjamaah menjadi indikator keimanan. Dalam hadits yang sangat tegas, Rasulullah  bersabda:

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik daripada shalat Subuh dan Isya. Seandainya mereka tahu keutamaan yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak…”- (HR. Bukhari-Muslim).

Bahkan, Rasulullah mengungkapkan keinginannya untuk membakar rumah orang yang tidak mau datang shalat berjamaah tanpa uzur. Ini menunjukkan betapa pentingnya berjamaah dalam pandangan syariat Islam, terlebih pada waktu Subuh.

Dari berbagai hadits dan pandangan ulama, dapat disimpulkan bahwa shalat Subuh bukan hanya kewajiban ibadah, melainkan indikator sejati keimanan dan keistiqamahan seorang Muslim.

Melaksanakannya secara berjamaah akan mendatangkan pahala besar, perlindungan Allah sepanjang hari, serta cahaya yang menyelamatkan di hari Kiamat. Di dalamnya juga terkandung pelajaran tentang disiplin, pengorbanan, dan cinta terhadap Allah SWT.

Semoga kita termasuk golongan yang menjaga shalat Subuh berjamaah, meraih cahaya sempurna, dan dijauhkan dari sifat munafik. Aamiin.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libur Lebaran Bingung Mau ke Mana? Ini 7 Destinasi “Hidden Gem” Kaltim yang Wajib Kamu Coba!

    Libur Lebaran Bingung Mau ke Mana? Ini 7 Destinasi “Hidden Gem” Kaltim yang Wajib Kamu Coba!

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) merekomendasikan sejumlah destinasi wisata menarik bagi masyarakat untuk mengisi libur Idul Fitri 1446 Hijriah. Beragam pilihan wisata mulai dari pantai, alam, hingga budaya disiapkan untuk memberikan pengalaman liburan yang berkesan. Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyampaikan bahwa Kaltim memiliki potensi wisata yang sangat beragam dan siap […]

  • Gagal Membawa Emas, Belanda Meninggalkan Misteri (4)

    Gagal Membawa Emas, Belanda Meninggalkan Misteri (4)

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Momy Hunowu
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Banyak orang mengetahui cerita tentang rumah peninggalan Belanda di Huludu Ayumolingo. Namun, hanya segelintir yang mengaku pernah berdiri di depannya. Tidak ada penunjuk jalan, tidak ada koordinat pasti, bahkan masyarakat setempat pun tidak berani menjamin dapat menemukannya kembali. Anehnya, rumah itu justru lebih sering ditemukan oleh mereka yang tidak sedang mencarinya.  Mari kita simak lanjutan […]

  • Heboh Tumpukan Potongan Uang di TPS Liar Setu Bekasi, Ini Penjelasan Polisi dan BI

    Heboh Tumpukan Potongan Uang di TPS Liar Setu Bekasi, Ini Penjelasan Polisi dan BI

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    nulondalo.com, BEKASI –  Warga Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, dihebohkan dengan temuan tumpukan potongan uang pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu di sebuah tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Desa Taman Rahayu. Peristiwa ini menjadi viral setelah video amatir yang memperlihatkan karung berisi cacahan uang bercampur sampah beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, potongan […]

  • Menakar Efisiensi APBN: Tantangan Menjaga Akuntabilitas di Balik Penghematan Anggaran

    Menakar Efisiensi APBN: Tantangan Menjaga Akuntabilitas di Balik Penghematan Anggaran

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Ai Dila Umul Hidayah
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Klaim efisiensi dalam APBN 2026 yang mencapai Rp204,4 triliun sekilas terdengar meyakinkan. Di tengah tekanan fiskal dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, penghematan dalam jumlah besar tentu dianggap sebagai langkah rasional. Namun, di balik angka tersebut, muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah efisiensi ini benar-benar mencerminkan akuntabilitas, atau justru hanya menjadi ukuran keberhasilan yang terlalu […]

  • Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Refleksi Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Oleh : Pepy Al-Bayqunie (Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Di Indonesia, demokrasi kerap tampil meriah hanya saat pemilu. Angka, statistik, dan pesta politik menjadi hal yang paling mencolok. Namun, setelah hiruk pikuk itu usai, demokrasi sering kembali sepi. Ia menyusut menjadi prosedur […]

  • Polda Bali Deportasi Buronan Interpol Asal Inggris, Pimpinan Sindikat Narkotika Internasional

    Polda Bali Deportasi Buronan Interpol Asal Inggris, Pimpinan Sindikat Narkotika Internasional

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 202
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Bali – Kepolisian Daerah (Polda) Bali resmi mendeportasi buronan internasional berinisial SL, warga negara Inggris yang diduga sebagai pimpinan sindikat kriminal transnasional. Deportasi dilakukan setelah tersangka ditangkap dalam operasi gabungan bersama Divhubinter Polri dan Imigrasi, Selasa (31/3/2026). Keterangan tersebut disampaikan oleh Kasubid Penmas Polda Bali, Rina Isriana Dewi, mewakili Kabid Humas Polda Bali. Ia […]

expand_less