Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Keutamaan Shalat Subuh Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 207
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Syekh Nawawi al-Bantani, salah satu ulama besar Nusantara yang menjadi rujukan keilmuan di dunia Islam, banyak membahas keutamaan ibadah, termasuk shalat Subuh, dalam berbagai karya tulisnya, terutama dalam kitab Nihayatuz Zain, Tafsir Marah Labid (Tafsir Munir)_, dan Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah.

Dikutip dari berbagai sumber, keutamaan shalat  Subuh menurut Syekh Nawawi al-Bantani, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitabnya dan juga dari kutipan hadits yang sering ia syarah:

Dalam Tafsir Marah Labid, ketika menafsirkan QS. Al-Isra’ ayat 78:

“Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” – (QS. Al-Isra’: 78)

Syekh Nawawi menjelaskan bahwa shalat  Subuh disaksikan oleh dua kelompok malaikat, yakni malaikat malam dan malaikat siang. Mereka saling bergantian dan bertemu pada waktu Subuh, menyaksikan dan melaporkan amal perbuatan manusia kepada Allah SWT.

Syekh Nawawi mengutip hadits Nabi SAW: “Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” – (HR. Muslim)

Dalam penjelasannya, Syekh Nawawi menegaskan bahwa shalat sunnah fajar (qabliyah Subuh) sangat mulia. Nilainya tidak bisa diukur dengan kekayaan dunia, karena ia mendatangkan keridhaan Allah dan keberkahan hidup.

Sementara, dalam Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah, Syekh Nawawi menyebutkan hadits:

“Barang siapa yang shalat sebelum terbit matahari (Subuh) dan sebelum terbenamnya (Ashar), maka ia tidak akan masuk neraka.” – (HR. Muslim)

Beliau menekankan bahwa menjaga shalat Subuh secara berjamaah dan tepat waktu akan menjauhkan seseorang dari api neraka, bahkan menjadi salah satu sebab utama masuk surga.

Dalam kitab Nihayatuz Zain, Syekh Nawawi menyebut bahwa orang yang melaksanakan  shalat Subuh berada dalam jagaan (dhaman) Allah SWT sepanjang hari.

Hal tersebut merujuk pada hadits: “Barang siapa yang melaksanakan shalat Subuh, maka ia berada dalam perlindungan Allah.” – (HR. Muslim)

Syekh Nawawi juga menyebutkan bahwa shalat berjamaah Subuh (dan Isya) menjadi penyebab seseorang mendapat cahaya pada hari kiamat:

“Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya sempurna pada hari kiamat.” – (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Syekh Nawawi menafsirkan bahwa shalat Subuh berjamaah di masjid, yang dilakukan dalam keadaan gelap sebelum matahari terbit, adalah bukti keimanan yang kuat dan akan dibalas dengan nur (cahaya) yang menyinari jalan mereka di akhirat.

Bagi Syekh Nawawi al-Bantani, shalat Subuh bukan hanya ibadah rutin, tetapi kunci keselamatan dunia dan akhirat. Beliau menganjurkan umat Islam untuk tidak melalaikannya, baik yang wajib maupun sunnahnya (qabliyah), terutama dikerjakan secara berjamaah di masjid.

“Shalat Subuh adalah cahaya hati, penjaga ruhani, dan pelindung jasmani,” demikian petuah hikmah yang sering dikutip dari ulama-ulama sejalan dengan pemikiran Syekh Nawawi.

Shalat Subuh Berjamaah: Cahaya Sempurna dan Penjaga dari Kemunafikan

Shalat Subuh merupakan salah satu dari lima shalat wajib yang ditetapkan Allah SWT kepada umat Islam. Namun, di antara shalat-shalat tersebut, Subuh dikenal sebagai ibadah yang paling berat dijalankan, terutama secara berjamaah. Hal ini bukan karena substansinya lebih sulit, tetapi karena waktu pelaksanaannya bersamaan dengan waktu istirahat mayoritas manusia, yakni menjelang pagi.

Kesulitan ini menjadi ujian tersendiri bagi keimanan seorang  hamba. Namun, justru dalam kesulitan itulah terkandung berbagai keutamaan besar bagi siapa saja yang mampu melaksanakannya secara istiqamah, terutama secara berjamaah di masjid.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang istiqamah melangkah ke masjid dalam kegelapan Subuh:

“Dari Buraidah al-Aslami dari Nabi Muhammad , sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Cahaya ini adalah simbol petunjuk, keselamatan, dan kemuliaan di padang mahsyar kelak, ketika tidak ada cahaya kecuali dari amal shaleh. Shalat Subuh berjamaah menjadi sumber cahaya yang mengantar seorang mukmin menuju Surga.

Keutamaan lainnya ditegaskan dalam hadits sahih berikut:

“Barang siapa yang melakukan shalat Isya berjamaah, maka dia sama seperti orang yang melakukan shalat setengah malam. Barang siapa yang melakukan shalat Subuh berjamaah, maka dia seperti orang yang melakukan shalat malam sepanjang malam.”- (HR. Muslim)

Shalat Subuh berjamaah tidak hanya memberikan pahala besar, tetapi dianalogikan seperti qiyamul lail penuh, meskipun hanya berlangsung dua rakaat. Ini menunjukkan kedudukan agung Subuh berjamaah dalam timbangan amal.

Shalat secara berjamaah pada dasarnya lebih utama dibandingkan shalat sendirian. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa pahala shalat berjamaah lebih besar 27 derajat dibandingkan shalat sendirian. Maka, ketika shalat Subuh dilakukan berjamaah, keutamaannya berlipat lebih besar, karena waktu dan cara pelaksanaannya sama-sama bernilai tinggi.

Rasulullah juga sangat menekankan pentingnya dua rakaat sebelum Subuh (shalat sunnah Qabliyah Subuh). Dalam hadits dari Ummul Mukminin Aisyah RA, Rasulullah bersabda:

“Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” – (HR. Muslim)

Syekh Nawawi al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid juga menekankan betapa agungnya nilai dua rakaat ini. Ia bukan hanya sunnah muakkad (sangat dianjurkan), tetapi juga memiliki dimensi ruhani yang luar biasa untuk mengawali hari seorang mukmin.

Shalat Subuh dan Isya berjamaah menjadi indikator keimanan. Dalam hadits yang sangat tegas, Rasulullah  bersabda:

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik daripada shalat Subuh dan Isya. Seandainya mereka tahu keutamaan yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak…”- (HR. Bukhari-Muslim).

Bahkan, Rasulullah mengungkapkan keinginannya untuk membakar rumah orang yang tidak mau datang shalat berjamaah tanpa uzur. Ini menunjukkan betapa pentingnya berjamaah dalam pandangan syariat Islam, terlebih pada waktu Subuh.

Dari berbagai hadits dan pandangan ulama, dapat disimpulkan bahwa shalat Subuh bukan hanya kewajiban ibadah, melainkan indikator sejati keimanan dan keistiqamahan seorang Muslim.

Melaksanakannya secara berjamaah akan mendatangkan pahala besar, perlindungan Allah sepanjang hari, serta cahaya yang menyelamatkan di hari Kiamat. Di dalamnya juga terkandung pelajaran tentang disiplin, pengorbanan, dan cinta terhadap Allah SWT.

Semoga kita termasuk golongan yang menjaga shalat Subuh berjamaah, meraih cahaya sempurna, dan dijauhkan dari sifat munafik. Aamiin.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Runtuhnya Masyarakat Sipil?

    Runtuhnya Masyarakat Sipil?

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Pada dekade 1990-an, masyarakat sipil di Indonesia menemukan momentumnya. Ia hadir sebagai kekuatan penekan terhadap negara. Organisasi mahasiswa, LSM, kelompok intelektual, hingga komunitas berbasis agama dan budaya membentuk jejaring resistensi yang relatif solid. Dalam konteks itu, masyarakat sipil berfungsi sebagai oposisi ekstra-parlementer—sebuah ruang di mana kritik tidak hanya diproduksi, tetapi juga dikonsolidasikan menjadi gerakan yang […]

  • Melayani Tamu Allah; Kisah di Balik Terminal Fast Track Haji

    Melayani Tamu Allah; Kisah di Balik Terminal Fast Track Haji

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Pagi itu, langit di atas Bandara Soekarno-Hatta cerah tak biasa. Terminal 2F yang biasanya menjadi tempat pertemuan pesawat dan penumpang, hari itu menjelma menjadi panggung sejarah baru. Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah—simbol transformasi besar pelayanan ibadah di Indonesia, lengkap dengan sistem fast track imigrasi Arab Saudi. Namun, di balik kemegahan acara […]

  • Bantuan Kemensos Tiba di Maros Baru, Camat A. Rudi Pimpin Langsung Penyaluran untuk Korban Puting Beliung

    Bantuan Kemensos Tiba di Maros Baru, Camat A. Rudi Pimpin Langsung Penyaluran untuk Korban Puting Beliung

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Pemerintah bergerak cepat merespons bencana angin puting beliung yang melanda Dusun Tekolabbua, Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Bantuan logistik dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Dinas Sosial Kabupaten Maros resmi disalurkan kepada warga terdampak, Sabtu (11/01/2025). Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Camat Maros Baru, A. Rudi, S.IP, M.M, sebagai bentuk […]

  • KH. Adam Zakaria: Ulama Tanpa Pesantren yang Melahirkan Banyak Ulama

    KH. Adam Zakaria: Ulama Tanpa Pesantren yang Melahirkan Banyak Ulama

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Moh. Rodney Neu
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Barangkali tidak semua orang mengenal sosok ulama masyhur Gorontalo yang satu ini. Namun di kalangan para santri, guru agama, dan tokoh masyarakat, nama KH. Adam Zakaria dikenang sebagai ulama yang tak pernah berhenti belajar, mengajar, dan berkhidmat untuk Islam. Ia adalah cerminan nyata dari kegigihan menuntut ilmu, meski tanpa pernah mencicipi pendidikan formal di pesantren. […]

  • Kasat Binmas Polres Maros Kumpulkan Bhabinkamtibmas Camba-Mallawa: “Jadilah Solusi bagi Warga”

    Kasat Binmas Polres Maros Kumpulkan Bhabinkamtibmas Camba-Mallawa: “Jadilah Solusi bagi Warga”

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Maros, AKP Ilham Yuliani, mengumpulkan seluruh Bhabinkamtibmas yang bertugas di Kecamatan Camba dan Mallawa dalam pertemuan terpisah di Aula Polsek Camba dan Polsek Mallawa, Kamis (4/12/2025). Pertemuan ini digelar untuk memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). […]

  • Wali Kota Geram! Anak SMP Terseret Kasus Pelecehan, Pengawasan Diminta Diperketat

    Wali Kota Geram! Anak SMP Terseret Kasus Pelecehan, Pengawasan Diminta Diperketat

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Kota Gorontalo, Adhan Dambea, kembali mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan pengawasan penggunaan handphone di kalangan anak-anak. Peringatan ini disampaikan menyusul maraknya kasus pelecehan yang terjadi di Kota Gorontalo, yang bahkan diduga melibatkan pelaku dari kalangan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Belum lama ini ada kasus pelecehan yang terduga pelakunya […]

expand_less