Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Desa Bukan Sekadar laporan Dan infrastruktur. Ia Rasa kepemilikan kolektif

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 346
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Selain itu, bahasa pembangunan juga perlu dibersihkan dari lapisan jargon yang sering kali justru menjauhkan kebijakan dari realitas. Istilah-istilah teknokratis yang terdengar canggih kerap menciptakan jarak antara pemerintah dan warga. Bahasa yang terlalu tinggi membuat warga merasa asing di rumahnya sendiri. Akibatnya, program yang seharusnya membebaskan justru terasa seperti sesuatu yang datang dari luar, bukan lahir dari dalam.

Di sinilah pentingnya mengembalikan bahasa desa sebagai medium utama pembangunan. Bahasa yang sederhana, tetapi kaya makna. Bahasa yang lahir dari pengalaman sehari-hari—dari sawah, dari laut, dari pasar, dari ruang-ruang di mana kehidupan benar-benar berlangsung. Ketika kebijakan bisa dipahami dalam bahasa yang akrab, warga tidak lagi menjadi objek, tetapi pelaku yang sadar atas apa yang sedang mereka bangun.

Perubahan juga harus menyentuh cara kita memaknai kepemimpinan di tingkat desa. Terlalu lama, perangkat desa ditempatkan sebagai perpanjangan tangan birokrasi yang tugas utamanya adalah memastikan program berjalan sesuai petunjuk teknis. Akibatnya, kepemimpinan kehilangan dimensi empatinya. Padahal desa tidak hanya membutuhkan administrator yang rapi, tetapi juga perawat kehidupan sosial yang peka.

Pemimpin desa yang dibutuhkan hari ini adalah mereka yang mampu membaca hal-hal yang tak tercatat dalam laporan: siapa yang mulai menjauh dari pergaulan, keluarga mana yang sedang kesulitan, kelompok mana yang mulai kehilangan ruang. Kepemimpinan bukan hanya soal mengatur, tetapi tentang merawat. Bukan hanya memastikan program berjalan, tetapi memastikan manusia di dalamnya tetap terhubung.

Modernisasi sering kali datang dengan godaan untuk menyeragamkan. Desa didorong untuk menjadi “lebih maju” dengan cara meniru kota: lebih cepat, lebih padat, lebih mekanis. Namun di balik itu, ada risiko besar yang jarang disadari—hilangnya karakter. Desa kehilangan ritmenya, kehilangan cara hidupnya, kehilangan kebijaksanaan lokal yang selama ini justru menjadi kekuatannya.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Desak Renovasi Asrama Wonocatur, Soroti Tunggakan Pajak dan Janji yang Tak Pernah Terealisasi photo_camera 3

    Mahasiswa Desak Renovasi Asrama Wonocatur, Soroti Tunggakan Pajak dan Janji yang Tak Pernah Terealisasi

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Mike
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Yogyakarta — Mahasiswa Gorontalo yang menghuni Asrama Wonocatur, Yogyakarta, kembali menyuarakan tuntutan renovasi menyeluruh terhadap bangunan asrama yang kian memburuk. Kerusakan fisik yang terus bertambah dinilai sebagai dampak dari renovasi yang tidak berkualitas, ditambah dengan persoalan administratif yang hingga kini belum diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Ketua Asrama Gorontalo Wonocatur, Prasetya, menyebut bahwa kondisi bangunan […]

  • Tidak Merasakan Dampak Baik, Masyarakat Dorosago Pertanyakan Penggunaan Dana Desa Tahun 2025

    Tidak Merasakan Dampak Baik, Masyarakat Dorosago Pertanyakan Penggunaan Dana Desa Tahun 2025

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 1.086
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Sejumlah masyarakat di Desa Dorosago mulai mempertanyakan terkait pengelolaan keuangan desa. Pasalnya, kucuran Dana Desa yang seharusnya menjadi stimulant pembangunan dan kesejahteraan, dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga setempat sepanjang tahun anggaran 2025. Berdasarkan data yang dihimpun, Desa Dorosago tercatat mengelola Total Pendapatan Desa tahun 2025 dengan angka yang […]

  • CIMB Niaga dan IIJ Luncurkan Sustainability Journalism Fellowship 2026, Sediakan Dana Rp200 Juta untuk Jurnalis

    CIMB Niaga dan IIJ Luncurkan Sustainability Journalism Fellowship 2026, Sediakan Dana Rp200 Juta untuk Jurnalis

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PT Bank CIMB Niaga Tbk bekerja sama dengan Indonesian Institute of Journalism (IIJ) meluncurkan program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026, sebuah inisiatif yang membuka kesempatan bagi jurnalis Indonesia untuk mengembangkan ide keberlanjutan yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan. Program ini juga mendapat dukungan dari Global Reporting Initiative (GRI), organisasi internasional yang […]

  • Dari Ruang Kelas hingga Laboratorium, Revitalisasi Sekolah Diperkuat di Gorontalo Utara

    Dari Ruang Kelas hingga Laboratorium, Revitalisasi Sekolah Diperkuat di Gorontalo Utara

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meresmikan revitalisasi fasilitas pendidikan di SMK Negeri 4 Gorontalo Utara dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Gorontalo Utara, Rabu (21/1/2025). Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman […]

  • Jangan Pintar Scroll, Tapi Bodoh Mikir

    Jangan Pintar Scroll, Tapi Bodoh Mikir

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Gus Dur pernah berseloroh, “Kalau kamu tidak bisa menjadi orang pintar, jadilah orang yang berguna.” Di era digital hari ini, kalimat itu perlu sedikit dimodifikasi: kalau kamu sudah punya internet cepat, jangan malah mikirnya lambat. Mahasiswa zaman sekarang itu hebat. Jempolnya lincah, notifikasinya ramai, memorinya penuh—meski sering penuh oleh hal-hal yang tidak terlalu penting. Dalam […]

  • Sat Resnarkoba Polres Gorontalo Amankan Sabu, Kosmetik Ilegal hingga 835 Liter Cap Tikus Sepanjang 2025

    Sat Resnarkoba Polres Gorontalo Amankan Sabu, Kosmetik Ilegal hingga 835 Liter Cap Tikus Sepanjang 2025

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Gorontalo membeberkan capaian penegakan hukum terhadap peredaran narkotika, obat-obatan terlarang, minuman keras, serta kosmetik tanpa izin edar sepanjang periode Januari hingga Desember 2025. Selama periode tersebut, Sat Resnarkoba Polres Gorontalo melakukan serangkaian penindakan melalui penyelidikan intensif, tindak lanjut laporan masyarakat, serta operasi rutin di sejumlah titik rawan […]

expand_less