Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Desa Bukan Sekadar laporan Dan infrastruktur. Ia Rasa kepemilikan kolektif

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 478
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Selain itu, bahasa pembangunan juga perlu dibersihkan dari lapisan jargon yang sering kali justru menjauhkan kebijakan dari realitas. Istilah-istilah teknokratis yang terdengar canggih kerap menciptakan jarak antara pemerintah dan warga. Bahasa yang terlalu tinggi membuat warga merasa asing di rumahnya sendiri. Akibatnya, program yang seharusnya membebaskan justru terasa seperti sesuatu yang datang dari luar, bukan lahir dari dalam.

Di sinilah pentingnya mengembalikan bahasa desa sebagai medium utama pembangunan. Bahasa yang sederhana, tetapi kaya makna. Bahasa yang lahir dari pengalaman sehari-hari—dari sawah, dari laut, dari pasar, dari ruang-ruang di mana kehidupan benar-benar berlangsung. Ketika kebijakan bisa dipahami dalam bahasa yang akrab, warga tidak lagi menjadi objek, tetapi pelaku yang sadar atas apa yang sedang mereka bangun.

Perubahan juga harus menyentuh cara kita memaknai kepemimpinan di tingkat desa. Terlalu lama, perangkat desa ditempatkan sebagai perpanjangan tangan birokrasi yang tugas utamanya adalah memastikan program berjalan sesuai petunjuk teknis. Akibatnya, kepemimpinan kehilangan dimensi empatinya. Padahal desa tidak hanya membutuhkan administrator yang rapi, tetapi juga perawat kehidupan sosial yang peka.

Pemimpin desa yang dibutuhkan hari ini adalah mereka yang mampu membaca hal-hal yang tak tercatat dalam laporan: siapa yang mulai menjauh dari pergaulan, keluarga mana yang sedang kesulitan, kelompok mana yang mulai kehilangan ruang. Kepemimpinan bukan hanya soal mengatur, tetapi tentang merawat. Bukan hanya memastikan program berjalan, tetapi memastikan manusia di dalamnya tetap terhubung.

Modernisasi sering kali datang dengan godaan untuk menyeragamkan. Desa didorong untuk menjadi “lebih maju” dengan cara meniru kota: lebih cepat, lebih padat, lebih mekanis. Namun di balik itu, ada risiko besar yang jarang disadari—hilangnya karakter. Desa kehilangan ritmenya, kehilangan cara hidupnya, kehilangan kebijaksanaan lokal yang selama ini justru menjadi kekuatannya.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imam Alumni Pesantren As’adiyah Pimpin Shalat Jum’at Perdana di IKN photo_camera 2

    Imam Alumni Pesantren As’adiyah Pimpin Shalat Jum’at Perdana di IKN

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Momentum bersejarah tercatat di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan digelarnya Shalat Jum’at perdana di Masjid Negara IKN yang bertepatan dengan Jum’at pertama Ramadan 1447 Hijriah. Ribuan jamaah memadati ruang utama masjid dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Shalat Jum’at bersejarah tersebut dipimpin oleh Ustadz H. Martomo Malaing, S.Q., M.A., alumni Pondok Pesantren As’adiyah, […]

  • Dilepas ke Papua, 450 Prajurit Yonif 713 Diingatkan Disiplin dan Profesional

    Dilepas ke Papua, 450 Prajurit Yonif 713 Diingatkan Disiplin dan Profesional

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Oleh karena itu, ia meminta seluruh personel menjaga kekompakan dan saling melindungi satu sama lain. Menurutnya, setiap prajurit Yonif 713 bukan hanya menjalankan tugas militer, tetapi juga membawa nama baik kesatuan dan daerah Gorontalo. “Jaga kehormatan diri, kesatuan, dan daerah. Kalian adalah representasi Gorontalo di medan tugas,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menekankan agar seluruh prajurit […]

  • Board of Peace Tuai Kritik Akademisi, Dinilai Abaikan Palestina dan Melembagakan Ketidakadilan

    Board of Peace Tuai Kritik Akademisi, Dinilai Abaikan Palestina dan Melembagakan Ketidakadilan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    nulondalo.com –Pembentukan Board of Peace (BoP) oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai mekanisme perdamaian dan rekonstruksi Gaza menuai kritik tajam dari kalangan akademisi dan intelektual Indonesia. Lembaga yang diklaim sebagai terobosan perdamaian global itu dinilai justru mengabaikan prinsip keadilan, hukum internasional, serta keterlibatan substantif rakyat Palestina sebagai pihak paling terdampak konflik. Kritik keras salah […]

  • Bendera dan Gugatan Nasionalisme

    Bendera dan Gugatan Nasionalisme

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Ada pemandangan tak biasa menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Bendera bergambar tengkorak tersenyum, bertopi jerami berkibar di berbagai penjuru. Rumah-rumah memasangnya. Di tembok ada gambarnya. Truk, mobil dan motor memansangnya, sementara anak muda dengan bangga memajang di media sosialnya. Bendera yang dikenal sebagai Jolly Roger itupun berkibar di angkasa dan medsos. Gambar tengkorak tersenyum itu […]

  • Komitmen Negara untuk Buruh; Refleksi Atas Pernyataan Mensestneg

    Komitmen Negara untuk Buruh; Refleksi Atas Pernyataan Mensestneg

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Setiap 1 Mei, jalan-jalan ibu kota terasa berbeda. Bukan karena kemacetan, tapi karena gema suara buruh yang menggema dari segala penjuru. Mereka datang bukan hanya membawa spanduk dan bendera serikat pekerja sebagai simbol solidaritas, tapi juga harapan yang terus menyala meski kadang redup oleh kenyataan. Hari Buruh Internasional selalu menjadi cermin tentang siapa kita sebagai […]

  • Quiet Confidence dan Seni Menjadi Diri Sendiri

    Quiet Confidence dan Seni Menjadi Diri Sendiri

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Saya sering memperhatikan ada orang dengan kekuatan pengaruh batin (inner power) yang terasa kuat, meski kehadirannya nyaris tidak mencolok. Mereka tampil bersahaja, sederhana, tidak berisik, tetapi keputusannya berdampak dan sikapnya membekas. Kehadirannya tidak memaksa perhatian, namun justru membuat orang lain memperhatikan. Mereka tidak haus validasi dan tidak mencari sorotan, tetapi pengaruhnya nyata dan bekerja dalam […]

expand_less