Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
  • visibility 180
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Presiden Republik Indonesia, pada 22 Januari 2025 yang lalu telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang berfokus pada efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025. Inpres tersebut menyasar sejumlah kementerian di Kabinet Merah Putih, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Faizal Habeba, kordinator bidang pendidikan dan ekonomi DPP Gerakan Santripreneur Nusantara (GENINUSA) menilai, bahwa Kebijakan efisiensi anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah menjadi perhatian publik dengan berbagai ragam respon. Salah satunya adalah soal efisiensi anggaran dibidang pendidikan yang di anggap sebagai malapetaka yang akan berdampak pada kualitas pendidikan. Salah satu komitmen besar presiden prabowo adalah menuju indonesia emas 2045 namun kebijakan yang dikeluarkan sangatlah tidak logis dan bertentangan dengan meningkatkan kualitas pendidikan menuju indonesia emas.

“Kebijakan efisiensi anggaran yang dikeluarkan oleh presiden prabowo akan menjadi malapetaka yang akan memperburuk kualitas pendidikan kita, kebijakan ini sangatlah tidak logis, dengan visi besar bapak presiden menuju indonesia emas 2045″, Ucap Faizal, kordinator bidang pendidikan dan ekonomi DPP GENINUSA kepada bakukabar id, 28 Februari 2025.

Asta Cita adalah misi besar presiden dan wakil presiden republik indonesia sebagai manifestasi menuju indonesia emas 2045, namun melihat kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah indonesia tidaklah merepresentasi asta cita di poin ke 4 yaitu Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM). Untuk meningkatkan SDM masyarakat indonesia tentunya pendidikan menjadi sangat penting, namun kebijakan efisiensi anggaran justru mengancam pendidikan dari berbagai aspek.

Danantara: Menumbuhkan Kesejahteraan atau Menambah Jurang Ketimpangan?

“Presiden dan wakil presiden punya visi besar yang di tuangkan dalam asta cita, di dalam asta cita salah satunya adalah memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Bagaimana bisa untuk memajukan SDM bangsa ini tapi di lain sisi presiden mengeluarkan kebijakan efisiensi anggaran di bidang pendidikan, ini justru akan mengancam masa depan pendidikan kita di republik ini”, Tegas Faizal.

Putra asal Maluku Utara itu juga menegaskan, Efisiensi anggaran tidak harus mengorbankan lembaga pemerintah yang strategis apalagi pendidikan yang menjadi aset dan investasi republik indonesia, bangsa ini akan maju dan berkembang jika pemerintah terus melakukan langkah-langkah strategis dengan memperkuat kualitas pendidikanya lewat penganggaran sesuai dengan amanat konstitusi yaitu anggaran yang di peruntukan ke pendidikan sebanyak 20% dari APBN.

“Efisiensi anggaran tidak harus mengorbankan lembaga strategis, khususnya dunia pendidikan, karena pendidikan menjadi aset dan investasi republik ini. Justrus pendidikan harus di dorong dengan langkah-langkah strategis pemerintah untuk memperkuat kualitas pendidikan kita. Karena sesuai dengan amanat konstitusi anggaran pendidikan diperuhkan sebanyak 20% dari APBN kita, tutupnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Desak Renovasi Asrama Wonocatur, Soroti Tunggakan Pajak dan Janji yang Tak Pernah Terealisasi photo_camera 3

    Mahasiswa Desak Renovasi Asrama Wonocatur, Soroti Tunggakan Pajak dan Janji yang Tak Pernah Terealisasi

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Mike
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Yogyakarta — Mahasiswa Gorontalo yang menghuni Asrama Wonocatur, Yogyakarta, kembali menyuarakan tuntutan renovasi menyeluruh terhadap bangunan asrama yang kian memburuk. Kerusakan fisik yang terus bertambah dinilai sebagai dampak dari renovasi yang tidak berkualitas, ditambah dengan persoalan administratif yang hingga kini belum diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Ketua Asrama Gorontalo Wonocatur, Prasetya, menyebut bahwa kondisi bangunan […]

  • KH. Abd. Muin Yusuf: Menanamkan Akar NU di Bumi Sidrap

    KH. Abd. Muin Yusuf: Menanamkan Akar NU di Bumi Sidrap

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Zaenuddin Endy
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Tokoh Kunci di Balik NU Sidrap Dalam sejarah perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) di Sulawesi Selatan, nama KH. Abd. Muin Yusuf memiliki posisi istimewa. Ia bukan hanya dikenal sebagai muassis (pendiri) NU Sidrap, melainkan juga sebagai sosok kiai yang menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) melalui jalur dakwah, pendidikan, dan keteladanan hidup. Perannya tidak sekadar administratif; […]

  • Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Menggugat Trans 7: Kritik atas Tayangan “Exposed Uncensored”

    Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Menggugat Trans 7: Kritik atas Tayangan “Exposed Uncensored”

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Tayangan Exposed Uncensored yang disiarkan oleh Trans 7 menuai gelombang protes dari kalangan akademisi muda Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), khususnya mahasiswa Program Studi Akuntansi. Mereka menilai konten tersebut telah melampaui batas etika penyiaran dan mencederai nilai-nilai keagamaan serta budaya bangsa. Asep Alfarizi Yulianto, mahasiswa Akuntansi UNUSIA semester V, menilai tayangan tersebut bukan sekadar hiburan, […]

  • Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya photo_camera 2

    Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 390
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di bawah cahaya lampu seadanya, sekelompok pemuda di Desa Buti, Kecamatan Mananggu masih bertahan di halaman Masjid Al-Ikhlas. Mereka mengayunkan sekop, mendorong gerobak, dan merapikan tumpukan batu yang perlahan disusun menjadi pagar masjid. Tak ada aba-aba resmi, tak pula jadwal ketat. Usai menyelesaikan aktivitas masing-masing, mereka datang satu per satu, lalu bekerja bersama. […]

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 195
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Gorontalo – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan yang berlangsung di Resto Onato By Swiss 18, Senin (24/11/2025). Seminar ini memaparkan dua kajian strategis, yakni “Optimalisasi Kebutuhan Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan Provinsi Gorontalo” serta “Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah karena Faktor Sosial Ekonomi Keluarga di Provinsi […]

  • Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

    Abu Dzar al-Ghiffari, Para Ahlu Suffah dan Akar Tasawuf dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #21)

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Abu Dzar al-Ghifari adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kehidupan zuhudnya. Ia berasal dari kabilah Ghifar, sebuah kabilah Arab yang tinggal di jalur perdagangan antara Makkah dan Syam. Sebelum masuk Islam, kabilah ini dikenal keras dan hidup dari merampok kafilah dagang. Namun Abu Dzar memiliki sifat yang berbeda dari kebanyakan orang […]

expand_less