Breaking News
light_mode
Trending Tags

Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

  • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 552
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Abas cenderung menyamaratakan semua bentuk sadakah sebagai praktik yang “memberatkan” tanpa melakukan kategorisasi yang lebih nuansial. Padahal, dalam struktur adat Gorontalo, terdapat berbagai jenis sedekah dengan tujuan yang sangat berbeda—seperti sadakah untuk anak yatim, masjid, atau ritual kematian yang memiliki dimensi spiritual dan sosial yang berbeda-beda. Dengan tidak membedakan mana sedekah yang bersifat “penghormatan kepada pembesar” yang mungkin bersifat politis-birokratis dan mana yang murni bersifat “filantropi sosial” untuk solidaritas komunal, argumennya berisiko menyerang seluruh bangunan tradisi secara membabi buta. Kegagalan dalam memilah fungsi-fungsi sosiologis dari tiap jenis sadakah ini membuat kritiknya kehilangan presisi, karena tidak semua bentuk sedekah berkontribusi pada pemiskinan; sebagian justru berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang krusial bagi kelompok rentan di Gorontalo.

Argumen Arief ini juga memposisikan warga rentan murni sebagai “korban” sistem adat yang opresif tanpa ruang gerak sama sekali. Abas kurang melihat sisi agency atau daya pilih warga, di mana bagi sebagian besar orang, melaksanakan adat meskipun secara finansial terasa berat merupakan cara mereka menegosiasikan status sosial dan menjaga harga diri atau u’olo di tengah komunitasnya. Dengan memandang masyarakat hanya sebagai subjek pasif yang terindoktrinasi, analisis ini gagal menangkap dinamika di mana warga secara sadar memilih untuk berkorban demi mempertahankan integrasi sosial dan kehormatan keluarga dalam struktur masyarakat Gorontalo.

Mengabaikan motivasi internal dan otonomi individu warga ini membuat analisis Arief terasa sangat searah dan mengabaikan kompleksitas psikologi budaya masyarakat lokal yang melihat adat bukan sekadar beban, melainkan identitas yang memberi makna pada keberadaan mereka. Perspektif yang terlalu mekanistik-ekonomi ini justru mereduksi manusia Gorontalo menjadi angka-angka pengeluaran semata, padahal terdapat rasionalitas budaya di balik setiap pengorbanan material yang dilakukan. Tanpa mempertimbangkan faktor subjektivitas ini, kritik tersebut tidak akan pernah bisa menyentuh akar mengapa praktik sadakah tetap bertahan kuat meskipun mendapatkan kritik sosiologis yang bertubi-tubi.

Terdapat ambivalensi yang membingungkan di akhir tulisan. Abas mengakui adanya masalah (memberatkan), namun ia juga skeptis bahwa “merekonfigurasi adat” adalah solusinya. Hal ini menciptakan kebuntuan logis: jika sistemnya bermasalah tetapi perubahan sistem bukan solusinya, lalu apa? Tanpa menawarkan kerangka alternatif (seperti penguatan nilai Huyula atau gotong royong yang lebih egaliter), tulisan ini berhenti pada tahap keluhan intelektual tanpa arah transformasi yang jelas.

Mengingat Gorontalo memegang prinsip Adat bersendikan Syara’, mengkritik sadakah tanpa membedah distorsi antara “ajaran Islam yang murni” dan “praktik adat yang menyimpang” membuat argumen ini mudah dipatahkan oleh kelompok konservatif. Abas melewatkan kesempatan untuk menggunakan dalil agama sebagai alat “pembebas” bagi warga miskin dari beban adat yang berlebihan.

Penulis : Akademisi Universitas Negeri Gorontalo

  • Penulis: Dr. Samsi Pomalingo, MA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ma’ruf Amin Pilih Istirahat, PKB Serahkan Dewan Syura ke KH Manarul Hidayah

    Ma’ruf Amin Pilih Istirahat, PKB Serahkan Dewan Syura ke KH Manarul Hidayah

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menunjuk KH Manarul Hidayah sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Syura PKB, menggantikan KH Ma’ruf Amin yang memutuskan mundur dari jabatannya. “Ketua Dewan Syura PKB sekarang dijabat oleh pelaksana tugas. Pelaksana tugasnya adalah K.H. Manarul Hidayah,” ujar […]

  • Ummu Athiyah, Sang Juru Rawat di Medan Perang (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #8)

    Ummu Athiyah, Sang Juru Rawat di Medan Perang (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #8)

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Beberapa riwayat yang dia sampaikan berkaitan dengan tata cara memandikan jenazah perempuan, ketentuan masa berkabung (ihdad), dan kehadiran perempuan dalam shalat Id. Salah satu riwayat penting menyebutkan perintah Nabi  agar perempuan menghadiri shalat Id, termasuk mereka yang sedang menstruasi. Mereka tidak melaksanakan shalat secara fisik, tetapi tetap hadir untuk menyaksikan dan mendengarkan khutbah. Riwayat semacam ini […]

  • Inilah Tuntutan Demo Aliansi Merah Maron

    Inilah Tuntutan Demo Aliansi Merah Maron

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M. Thomas Mopili, menemui aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Bundaran Tugu Saronde, Senin (1/9/2025). Mahasiswa UNG yang tergabung dalam Aliansi Merah Maron menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, DPRD, […]

  • Menag Nasaruddin Umar: Santri Harus Sukses Dunia, Tapi Jangan Tinggalkan Ibadah Sunnah

    Menag Nasaruddin Umar: Santri Harus Sukses Dunia, Tapi Jangan Tinggalkan Ibadah Sunnah

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 154
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa keberhasilan santri menembus berbagai profesi strategis tidak boleh menghilangkan identitas utamanya sebagai insan yang dekat dengan Tuhan. Pondasi ibadah dan spiritualitas, menurutnya, harus tetap menjadi ciri khas santri di mana pun berada. Penegasan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada perayaan Milad ke-20 Pondok Pesantren Madinatunnajah […]

  • Polda Kalsel Bongkar Jaringan Pemalsu STNK dan BPKB, Enam Tersangka Ditangkap

    Polda Kalsel Bongkar Jaringan Pemalsu STNK dan BPKB, Enam Tersangka Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Selatan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus jaringan pemalsuan dokumen kendaraan bermotor, Kamis (19/2/2026) pagi. Kegiatan berlangsung di Lobby Mapolda Kalsel, Banjarbaru, dipimpin langsung Kapolda Kalsel didampingi Irwasda, Dir Reskrimum, Dir Lantas, dan Kabid Humas. Kabid Humas Polda Kalsel, Adam Erwindi, menyampaikan bahwa Kapolda Kalsel, Rosyanto […]

  • PAMSIMAS Majannang Ambruk Sebelum Dimanfaatkan: Mutu Diduga Buruk, Perencanaan Lemah, dan Pengawasan Layak Dipertanyakan

    PAMSIMAS Majannang Ambruk Sebelum Dimanfaatkan: Mutu Diduga Buruk, Perencanaan Lemah, dan Pengawasan Layak Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros, Majannang — Harapan warga Desa Majannang untuk menikmati akses air bersih kembali pupus. Bangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang dibiayai APBD Tahun 2023 roboh pada Minggu malam, 7 Desember 2025, sekitar pukul 23.00 WITA. Ironisnya, fasilitas ini runtuh sebelum satu tetes air pun mengalir ke rumah warga. Peristiwa […]

expand_less