Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

  • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 606
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Abas cenderung menyamaratakan semua bentuk sadakah sebagai praktik yang “memberatkan” tanpa melakukan kategorisasi yang lebih nuansial. Padahal, dalam struktur adat Gorontalo, terdapat berbagai jenis sedekah dengan tujuan yang sangat berbeda—seperti sadakah untuk anak yatim, masjid, atau ritual kematian yang memiliki dimensi spiritual dan sosial yang berbeda-beda. Dengan tidak membedakan mana sedekah yang bersifat “penghormatan kepada pembesar” yang mungkin bersifat politis-birokratis dan mana yang murni bersifat “filantropi sosial” untuk solidaritas komunal, argumennya berisiko menyerang seluruh bangunan tradisi secara membabi buta. Kegagalan dalam memilah fungsi-fungsi sosiologis dari tiap jenis sadakah ini membuat kritiknya kehilangan presisi, karena tidak semua bentuk sedekah berkontribusi pada pemiskinan; sebagian justru berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang krusial bagi kelompok rentan di Gorontalo.

Argumen Arief ini juga memposisikan warga rentan murni sebagai “korban” sistem adat yang opresif tanpa ruang gerak sama sekali. Abas kurang melihat sisi agency atau daya pilih warga, di mana bagi sebagian besar orang, melaksanakan adat meskipun secara finansial terasa berat merupakan cara mereka menegosiasikan status sosial dan menjaga harga diri atau u’olo di tengah komunitasnya. Dengan memandang masyarakat hanya sebagai subjek pasif yang terindoktrinasi, analisis ini gagal menangkap dinamika di mana warga secara sadar memilih untuk berkorban demi mempertahankan integrasi sosial dan kehormatan keluarga dalam struktur masyarakat Gorontalo.

Mengabaikan motivasi internal dan otonomi individu warga ini membuat analisis Arief terasa sangat searah dan mengabaikan kompleksitas psikologi budaya masyarakat lokal yang melihat adat bukan sekadar beban, melainkan identitas yang memberi makna pada keberadaan mereka. Perspektif yang terlalu mekanistik-ekonomi ini justru mereduksi manusia Gorontalo menjadi angka-angka pengeluaran semata, padahal terdapat rasionalitas budaya di balik setiap pengorbanan material yang dilakukan. Tanpa mempertimbangkan faktor subjektivitas ini, kritik tersebut tidak akan pernah bisa menyentuh akar mengapa praktik sadakah tetap bertahan kuat meskipun mendapatkan kritik sosiologis yang bertubi-tubi.

Terdapat ambivalensi yang membingungkan di akhir tulisan. Abas mengakui adanya masalah (memberatkan), namun ia juga skeptis bahwa “merekonfigurasi adat” adalah solusinya. Hal ini menciptakan kebuntuan logis: jika sistemnya bermasalah tetapi perubahan sistem bukan solusinya, lalu apa? Tanpa menawarkan kerangka alternatif (seperti penguatan nilai Huyula atau gotong royong yang lebih egaliter), tulisan ini berhenti pada tahap keluhan intelektual tanpa arah transformasi yang jelas.

Mengingat Gorontalo memegang prinsip Adat bersendikan Syara’, mengkritik sadakah tanpa membedah distorsi antara “ajaran Islam yang murni” dan “praktik adat yang menyimpang” membuat argumen ini mudah dipatahkan oleh kelompok konservatif. Abas melewatkan kesempatan untuk menggunakan dalil agama sebagai alat “pembebas” bagi warga miskin dari beban adat yang berlebihan.

Penulis : Akademisi Universitas Negeri Gorontalo

  • Penulis: Dr. Samsi Pomalingo, MA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rusia Evakuasi 84 Warganya dari Mesir ke Moskow di Tengah Ketegangan Timur Tengah

    Rusia Evakuasi 84 Warganya dari Mesir ke Moskow di Tengah Ketegangan Timur Tengah

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 233
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Rusia mengevakuasi 84 warganya dari Mesir ke Moskow menggunakan pesawat angkut militer Il-76 milik Kementerian Situasi Darurat Rusia (EMERCOM), menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Di antara 84 orang yang dievakuasi, terdapat 38 anak-anak. Proses evakuasi dilakukan pada malam hari dan terekam dalam video […]

  • Desa/Kelurahan Garda Terdepan Pelayanan Pemerintahan

    Desa/Kelurahan Garda Terdepan Pelayanan Pemerintahan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Gorontalo, Bakukabar  — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan pentingnya peran desa dan kelurahan sebagai garda terdepan pemerintahan dalam sambutannya pada penyerahan penghargaan Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Gorontalo di Hotel Grand Q, Senin (30/6/2025). Acara ini turut dihadiri Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, sejumlah kepala OPD terkait, camat, kepala desa dan lurah, serta […]

  • Prabowo Bukanlah Gerindra di Gorontalo: Catatan Kritis Pada HUT Gerindra Ke-17

    Prabowo Bukanlah Gerindra di Gorontalo: Catatan Kritis Pada HUT Gerindra Ke-17

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. Funco Tanipu., ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo. Founder The Gorontalo Institute) Memperbincangkan Gerindra adalah juga memperbincangkan Jendral Prabowo Subianto, yang kini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke – 8. Perjalanan Prabowo, termasuk Gerindra memang berlika-liku, jatuh bangun, dan “berdarah-darah”. Hingga karena konsistensi serta sikap yang […]

  • Lapar Menguji Likuiditas Iman

    Lapar Menguji Likuiditas Iman

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Padahal justru di situlah Ramadhan menguji likuiditas iman kita. Apakah kas sabar cukup untuk membayar kewajiban akhlak? Apakah cadangan empati tersedia untuk menolong yang lebih lapar dari kita? Dalam perspektif akuntansi syariah, tujuan laporan keuangan bukan hanya decision usefulness, tetapi juga accountability kepada Allah dan manusia. Puasa adalah praktik akuntabilitas spiritual. Kita diajak menyusun laporan […]

  • Ketua Umum MUI Ajak Bangsa Perkuat Persatuan dan Doa Hadapi Dinamika Global

    Ketua Umum MUI Ajak Bangsa Perkuat Persatuan dan Doa Hadapi Dinamika Global

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar, mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan nasional serta meningkatkan ikhtiar spiritual di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang terus berkembang. Hal tersebut disampaikan Anwar usai menghadiri kegiatan silaturahmi antara Presiden dan para kiai serta tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada […]

  • Organisasi Masyarakat Sipil Gorontalo Mengecam Represi Aparat dalam Aksi 1 September

    Organisasi Masyarakat Sipil Gorontalo Mengecam Represi Aparat dalam Aksi 1 September

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sejumlah organisasi masyarakat sipil di Provinsi Gorontalo menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait pembubaran paksa dan penangkapan demonstran dalam aksi yang digelar di kawasan perlimaan Kota Gorontalo, Senin (1/9/2025). Mereka mengecam keras tindakan represif aparat yang dinilai sebagai bentuk pengingkaran terhadap prinsip demokrasi. Dalam rilis yang diterima bakukabar.id, Rabu (3/9/2025 itu meyebut, aksi yang awalnya berjalan […]

expand_less