Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pembangunan Kopdes Merah Putih di Bonto Matene Resmi Dimulai, Menteri Yandri: “Ekosistem Ekonomi Desa Harus Terbentuk”

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • visibility 107
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com, Maros– Pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bonto Matene, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, resmi dimulai setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Yandri Susanto, bersama Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Farida Farichah, Selasa (2/12/2025).

Kopdes ini dibangun di atas lahan hibah dari pengelola kawasan perumahan, yang dinilai memiliki posisi strategis untuk menunjang pelayanan ekonomi warga. Menteri Yandri menegaskan bahwa keberadaan Kopdes akan menghadirkan layanan ekonomi yang lebih dekat sekaligus memperkuat ketahanan desa.

“Lahan ini dihibahkan untuk pembangunan Kopdes agar bisa memberikan pelayanan terbaik bagi kebutuhan pokok masyarakat desa,” ujar Yandri.

Menurutnya, Kopdes Merah Putih akan menjadi pilar ekonomi baru bagi warga Bonto Matene. Hasil produksi desa nantinya dapat ditampung, diolah, dan dipasarkan kembali oleh koperasi sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

“Hasil desa bisa diambil koperasi untuk dipasarkan kembali, sehingga ekosistem ekonomi desa terbentuk,” tambahnya.

Pemerintah pusat sendiri menargetkan pembangunan 20 ribu Kopdes hingga akhir tahun sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian ekonomi desa di seluruh Indonesia.

Wamenkop Farida: “Kopdes Harus Dimiliki dan Dikelola Masyarakat”

Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Farida Farichah, menekankan bahwa keberhasilan Kopdes sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat setempat. Mulai dari pembangunan, manajemen, hingga operasional harus dilakukan secara kolektif.

“Kopdes ini harus menjadi milik masyarakat. Pelaksanaannya harus melibatkan warga dan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Farida menjelaskan, Kopdes Bonto Matene dirancang memiliki enam gerai layanan dan satu gudang serbaguna. Layanan tersebut mencakup:

  • Gerai sembako

  • Layanan klinik dan apotek

  • Layanan logistik

  • Simpan pinjam

  • Ruang pemasaran produk lokal

  • Gudang penyimpanan dan pengolahan

Ia juga menyoroti potensi pertanian gabah di wilayah tersebut. Menurutnya, koperasi nantinya dapat berperan sebagai off-taker yang menampung gabah petani untuk dikeringkan, digiling, kemudian dijual kembali dengan harga terjangkau.

Bupati Maros: Sepuluh Kopdes Sudah On Progress

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 10 Kopdes Merah Putih yang tengah dibangun di berbagai desa dan kelurahan di Maros. Sementara beberapa lokasi masih dalam tahap penyelesaian administrasi lahan.

“Sepuluh sudah on progress, sisanya masih tahap administrasi lahan karena pembangunan perlu kejelasan aset desa,” kata Chaidir.

Adapun lokasi pembangunan Kopdes tersebar di:

  • Desa Bonto Matinggi

  • Desa Baruga

  • KMP Benteng Gajah

  • Desa Pucak

  • Kelurahan Adatongeng

  • Desa Laiya

  • Kelurahan Cempaniga

  • Desa Moncongloe Bulu

  • Desa Mattampapole

  • Desa Bontomattinggi

Chaidir menyebut bahwa satu unit Kopdes membutuhkan anggaran sekitar Rp1,2 miliar, dan ditargetkan seluruhnya rampung tahun ini.

“Setelah bangunan selesai, BUMN seperti Pertani dan Pertamina bisa masuk untuk bekerja sama,” pungkasnya.

Pembangunan Kopdes Merah Putih di Bonto Matene diharapkan menjadi awal penguatan ekonomi desa yang lebih inklusif, modern, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khabbab bin al Arat, Sang Guru Ngaji Yang Teguh Iman (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #9)

    Khabbab bin al Arat, Sang Guru Ngaji Yang Teguh Iman (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #9)

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Bagi siapa pun yang menelusuri sejarah awal Islam, nama Khabbab bin al‑Arat muncul sebagai salah satu tokoh sahabat yang perannya sangat strategis, meski sering luput dari perhatian umum. Selain karena keteguhan imannya, ia juga dikenal karena pengaruhnya dalam pembinaan sahabat-sahabat Muslim awal, termasuk keterlibatannya dalam peristiwa yang turut memengaruhi hidayah Umar bin al‑Khattab. Khabbab lahir […]

  • Dalam Bayang-bayang Raden Ayu: Kartini Sebagai Kesedaran Kolektif Emansipasi Perempuan

    Dalam Bayang-bayang Raden Ayu: Kartini Sebagai Kesedaran Kolektif Emansipasi Perempuan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat yang sering dikenal dengan nama RA Kartini sebagai salah satu perempuan Indonesia asal jepara-jawa tengah, pejuang emansipasi perempuan itu selalu diperingati setiap tahun, tepatnya pada tanggal 21 April, tahun kelahirannya 1879. Dalam catatan sejarah, kartini menggores tinta perlawanan atas penjajahan yang dialami bangsa Indonesia. Doktrin Perjuangannya mengangkat martabat perempuan sebagai […]

  • Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

    Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 542
    • 0Komentar

    Dalam tulisan arif yang sangat panjang yang berjudul “Yang Barangkali Luput dalam Perbincangan Soal Sadakah”, ada 3 hal yang dianggap Arief luput dalam beberapa tulisan Momy Hunowu, dan saya sebelumnya sebagai berikut: Dalam perdebatan soal sadaka beberapa hari belakangan, Arief menggarisbawahi beberapa hal yang barangkali luput dibaca. Meskipun orang-orang bilang “seikhlasnya”, praktik ini terlembaga, beratasnamakan […]

  • Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muh. Akbar
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki cerita rakyat yang cukup terkenal. Cerita rakyat ini termuat dalam salah satu episode dalam sureq La Galigo. Cerita rakyat tersebut dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan dengan sebutan Meong Palo Karellae, kisah yang mengandung nilai moral, kesabaran, keikhlasan, dan penghormatan. Meong Palo Karellae mengisahkan seekor kucing belang tiga yang menemani Sangiangseri (Dewi […]

  • UU Pers Tak Diskriminatif, MK Sebut Penulis Lepas Punya Payung Hukum Lain

    UU Pers Tak Diskriminatif, MK Sebut Penulis Lepas Punya Payung Hukum Lain

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) tidak bersifat diskriminatif meskipun perlindungan hukum dalam Pasal 8 hanya secara limitatif ditujukan kepada wartawan. Menurut MK, penulis lepas, kolumnis, dan kontributor nonwartawan tetap memiliki payung hukum lain di luar UU Pers. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua MK Saldi Isra […]

  • Ummu Waraqah: Imam Salat Perempuan Pertama dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #5)

    Ummu Waraqah: Imam Salat Perempuan Pertama dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #5)

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Dalam sejarah Islam, banyak perempuan tampil sebagai figur yang memberi kontribusi penting dalam membentuk kehidupan spiritual umat. Khadijah dikenal karena keteguhan dan dukungannya pada masa awal dakwah, baik secara moral maupun material. Aisyah menjadi rujukan utama dalam periwayatan hadis dan persoalan-persoalan hukum, menunjukkan kedalaman pengetahuan dan ketajaman intelektualnya. Fatimah dihormati karena kesederhanaan, keteguhan sikap, dan […]

expand_less