Breaking News
dark_mode
Trending Tags

PAMSIMAS Majannang Ambruk Sebelum Dimanfaatkan: Mutu Diduga Buruk, Perencanaan Lemah, dan Pengawasan Layak Dipertanyakan

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 205
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, Maros, Majannang — Harapan warga Desa Majannang untuk menikmati akses air bersih kembali pupus. Bangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang dibiayai APBD Tahun 2023 roboh pada Minggu malam, 7 Desember 2025, sekitar pukul 23.00 WITA. Ironisnya, fasilitas ini runtuh sebelum satu tetes air pun mengalir ke rumah warga.

Peristiwa memalukan ini langsung memicu tanda tanya besar:
Apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses pembangunan proyek yang menelan anggaran daerah tersebut?

Fakta Lapangan: Beton Rapuh, Besi Asal Dipasang, Campuran Cor Tak Layak

Tim media nulondalo.com yang turun langsung ke lokasi menemukan kondisi mencengangkan. Struktur bangunan yang runtuh menyisakan material yang menunjukkan indikasi kuat lemahnya kualitas pekerjaan:

  • Beton hancur hanya dengan ditekan tangan,

  • Komposisi cor didominasi pasir,

  • Semen sangat minim,

  • Besi konstruksi dipasang tanpa jarak dan perhitungan teknis.

Hasil temuan ini menguatkan dugaan bahwa proyek dikerjakan tanpa standar konstruksi yang semestinya. Tidak mengherankan bangunan ambruk dalam usia yang bahkan belum mencapai hitungan tahun.

Lokasi Bermasalah: Dibangun di Atas Tanah Lembek Milik Mantan Kepala Desa

Bangunan PAMSIMAS berdiri di atas lahan milik mantan Kepala Desa Majannang. Lokasinya berada di area empang yang tanahnya lembek dan mudah tergenang saat musim hujan.

Tanah jenis ini seharusnya memerlukan:

  • Analisis daya dukung tanah,

  • Pondasi khusus,

  • Studi teknis kelayakan lokasi.

Namun dari kejadian ini, kuat dugaan bahwa analisis teknis tidak dilakukan atau tidak dijadikan dasar oleh pelaksana maupun pihak pengambil keputusan.

Saat dimintai keterangan, mantan kepala desa hanya menyebut “keterbatasan lahan” dan tidak ada warga yang ingin menghibahkan tanah.

Pernyataan yang justru menimbulkan pertanyaan lanjutan di masyarakat:

“Kalau lahannya sudah jelas bermasalah,kenapa dipaksakan di sini? Mengapa bukan mencari alternatif lain, daripada memaksakan proyek di atas tanah pribadi yang tidak layak?”

Warga Kecewa: Tiga Tahun Program Berjalan, Air Tak Pernah Mengalir

Salah seorang warga Majannang menyampaikan kekecewaannya. Tiga tahun sejak proyek PAMSIMAS mulai digagas, warga tidak pernah merasakan manfaat apa pun.

“Program ini sudah berjalan hampir tiga tahun tapi air bersih tidak pernah kami rasakan. Sekarang malah ambruk. Kami hanya ingin pemerintah serius memperbaiki, bukan terus memberi janji.” ungkapnya.

Pengawasan Lemah, Dugaan Kelalaian Berlapis

Keruntuhan bangunan ini memperkuat dugaan bahwa pengawasan dari awal hingga akhir sangat lemah. Di atas kertas, program seperti PAMSIMAS harus melalui pengawasan berlapis:

  • Konsultan pengawas,

  • Pelaksana proyek,

  • Dinas teknis dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum,

  • Pemerintah kabupaten melalui sistem evaluasi.

Namun fakta di lapangan menunjukkan adanya kegagalan total dalam memastikan mutu konstruksi.

Respons Pemkab Maros: Pelaksana Dipanggil, Pemeriksaan Menyusul

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maros, Muh. Alfian, membenarkan bahwa pihaknya telah memanggil pelaksana untuk klarifikasi.

“Kami memastikan pelaksana wajib bertanggung jawab dan melakukan pembangunan kembali sesuai standar teknis yang berlaku,” ujarnya.

Meski demikian, publik berharap tindakan tidak berhenti sebatas klarifikasi. Waktu tiga tahun tanpa hasil dan bangunan yang ambruk justru menunjukkan bahwa masalah bukan hanya pada pelaksana, tetapi juga pada pengawasan internal dinas yang semestinya mengontrol mutu sejak awal.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Naker Koperasi dan UKM Kota Gorontalo Gelar Diklat Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi

    Dinas Naker Koperasi dan UKM Kota Gorontalo Gelar Diklat Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi perkoperasian di Kota Gorontalo Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 1–3 Oktober 2026, di Grand Q Hotel Kota Gorontalo. Diklat diikuti sekitar 60 peserta yang merupakan pengurus […]

  • Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Republik Indonesia mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum kondusif. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah demi memastikan keselamatan warga negara Indonesia. “Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah […]

  • Hadapi Musim Kemarau, DLHK dan BPBD Gorontalo Rutin Siram Tanaman di GORR

    Hadapi Musim Kemarau, DLHK dan BPBD Gorontalo Rutin Siram Tanaman di GORR

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Ikbal Kau
    • visibility 224
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melakukan penyiraman tanaman di sepanjang Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah. Kegiatan penyiraman dilakukan secara rutin dengan melibatkan personel DLHK serta armada tangki […]

  • Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Menggugat Trans 7: Kritik atas Tayangan “Exposed Uncensored”

    Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Menggugat Trans 7: Kritik atas Tayangan “Exposed Uncensored”

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Tayangan Exposed Uncensored yang disiarkan oleh Trans 7 menuai gelombang protes dari kalangan akademisi muda Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), khususnya mahasiswa Program Studi Akuntansi. Mereka menilai konten tersebut telah melampaui batas etika penyiaran dan mencederai nilai-nilai keagamaan serta budaya bangsa. Asep Alfarizi Yulianto, mahasiswa Akuntansi UNUSIA semester V, menilai tayangan tersebut bukan sekadar hiburan, […]

  • Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

    Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Fadhil Hadju
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Indonesia terlalu besar untuk didiskusikan, diurus, dan diperhatikan. Tapi bukannya mustahil. Bangsa yang lahir dari rahim para pemikir ini harus kita diskusikan, harus kita urus, dan harus kita perhatikan. Farid Gaban, Dhandy Laksono, dan kawan-kawan merupakan salah satu orang-orang yang getol menyuarakan persoalan ke-Indonesia-an. Ada beragam cara mereka bersuara. Melalui film dokumenter, dan buku. Salah […]

  • Tinggalkan Jagung Priatno Sejahtera Menanam Kakao

    Tinggalkan Jagung Priatno Sejahtera Menanam Kakao

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo dikenal memiliki bentang alam pertanian jagung yang dihiasi hamparan kebun jagung di lereng-lereng bukit. Meskipun indah dipandang mata tetapi pesona kebun jagung itu ternyata menyimpan bahaya besar, yakni erosi permukaan tanah (top soil) karena pengolahan lahan tanpa terasering atau teknik konservasi tanah. Menghadapi kondisi ini, hati Priatno (45) galau. Pria Jawa transmigran asal Banyumas Jawa […]

expand_less