Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ketika Alam Bicara

  • account_circle Suaib Prawono
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 410
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Alam kembali bersuara. Kali ini, ia berteriak lantang lewat banjir bandang dan tanah lonsor yang meluluhlantakkan pemukiman warga di tiga provinsi; Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Bukan hanya rumah dan harta benda yang hanyut dan tertimbun, tetapi juga nyawa manusia yang tak bersalah.

Berdasarkan data yang dilansir BNPB,  29 November 2025, total 303 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 279 dinyatakan hilang. Duka menyelimuti, dan kita kembali dihadapkan pada kenyataan pahit: alam yang selama ini kita abaikan, kini seolah menagih perhatian.

Fenomena ini bukan sekadar peristiwa alam biasa. Meski banjir bandang bukan hal baru di negeri ini, kita tak kunjung belajar. Kerusakan lingkungan akibat keserakahan manusia terus terjadi, seolah menjadi bagian dari rutinitas yang tak pernah dipersoalkan secara serius.

Hutan-hutan ditebang tanpa kendali, bukit-bukit digunduli demi tambang dan pembangunan, sungai-sungai tersumbat oleh limbah dan sampah. Lalu ketika bencana datang, kita terkejut, panik, dan mencari kambing hitam.

Sebagian orang menyebut ini sebagai takdir. Namun, benarkah semua ini semata-mata kehendak Tuhan? Atau justru kita sendiri yang menciptakan jalan menuju kehancuran? Ketika alam dieksploitasi tanpa jeda, ketika keseimbangan ekosistem diabaikan, maka bencana hanyalah soal waktu.

Cuaca ekstrem kerap dijadikan alasan utama. Padahal, akar masalahnya lebih dalam: perilaku manusia yang tak kunjung berubah. Kita terlalu sibuk membangun, menggali, dan menebang, tanpa memikirkan dampaknya.

Usulan DPRD setempat untuk menginvestigasi penyebab banjir patut diapresiasi. Namun, mengapa langkah seperti ini selalu datang terlambat, setelah semuanya hancur?

Kita hidup dalam budaya reaktif, bukan preventif. Kesadaran kita baru muncul ketika bencana sudah terjadi. Kita jarang menggunakan imajinasi untuk membayangkan skenario terburuk, apalagi mengambil langkah nyata untuk mencegahnya. Padahal, membayangkan masa depan bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan.

Bencana alam yang terjadi di tiga wilayah di Sumatera adalah alarm keras yang seharusnya menggugah nurani kita. Sudah saatnya kita berhenti memperlakukan alam sebagai objek eksploitasi semata. Kita harus mulai memperlakukannya sebagai mitra kehidupan yang harus dijaga dan dihormati. Bukan hanya demi hari ini, tetapi demi anak cucu kita kelak.

Pertanyaannya kemudian, apakah kita mau mendengar dan belajar dari setiap peristiwa yang terjadi?

Penulis: Suaib Prawono
(Warga biasa; Pekerja Sosial di Jaringan GUSDURian)

  • Penulis: Suaib Prawono
  • Editor: Suaib Prawono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purnamasidi, Anggota DPR RI, Reses di Lumajang Bahas PIP: Saya Akan Terus Perjuangkan Hak Peserta Didik Kita di Pusat

    Purnamasidi, Anggota DPR RI, Reses di Lumajang Bahas PIP: Saya Akan Terus Perjuangkan Hak Peserta Didik Kita di Pusat

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024–2025, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Muhamad Nur Purnamasidi, memulai agenda kunjungannya dengan menyapa ratusan warga di Desa Klampokarum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jum’at, 20 Juni 2025. Dalam kegiatan tersebut, politisi yang akrab disapa Bang Pur itu berdialog langsung dengan para ibu-ibu yang mayoritas […]

  • Fasilitas Umum Diduga Dipakai untuk Kepentingan Privat, Kepala Desa Tellumpoccoe Disorot Warga

    Fasilitas Umum Diduga Dipakai untuk Kepentingan Privat, Kepala Desa Tellumpoccoe Disorot Warga

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Dugaan penyalahgunaan aliran listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, kembali menuai sorotan warga. Kali ini, masyarakat mempertanyakan sikap pemerintah desa yang dinilai lamban dan terkesan membiarkan persoalan tersebut berlangsung bertahun-tahun tanpa penindakan tegas. Warga dari Dusun Palisi, Dusun Matana, dan Dusun Bontoulu menilai persoalan ini bukan […]

  • Tindakan Tak Terpuji, Dosen UIM Makassar Dipecat Usai Viral Play Button

    Tindakan Tak Terpuji, Dosen UIM Makassar Dipecat Usai Viral

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    nulondalo.com-Universitas Islam Makassar (UIM) resmi memberhentikan dosennya, Amal Said alias AS, setelah aksinya meludahi kasir swalayan di Makassar viral di media sosial. Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan menuai kecaman publik. Insiden itu terjadi pada Rabu (24/12). Dalam video yang beredar, AS tampak meludahi kasir saat hendak membayar belanjaan. Aksi tersebut diduga dipicu teguran karena […]

  • Masyarakat Adat Halmahera Timur Murka, Ultimatum Amin Bahrun Segera Buka Inaport dan EPNBP

    Masyarakat Adat Halmahera Timur Murka, Ultimatum Amin Bahrun Segera Buka Inaport dan EPNBP

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Kemarahan masyarakat adat Maba, Halmahera Timur mencapai puncaknya. Mereka menuding Amin Bahrun, yang hanya berstatus Pjs KTT PT ANI, bertindak semena-mena dengan menjadikan laut Maba sebagai lokasi parkir tongkang berminggu-minggu. Hal ini sengaja tongkang tersebut telah di Sandra oleh saudara Amin Bahrun sangat berbahaya terhadap pencemaran laut dan akan menghancurkan mata pencaharian nelayan tradisional. ” […]

  • Marketing Diduga Gelapkan Uang Konsumen Rp6,8 Juta, Pengembang Alam Indah Land Hanya Siap Kembalikan Rp1 Juta, Tanggung Jawab Dipertanyakan

    Marketing Diduga Gelapkan Uang Konsumen Rp6,8 Juta, Pengembang Alam Indah Land Hanya Siap Kembalikan Rp1 Juta, Tanggung Jawab Dipertanyakan

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS – Dugaan penggelapan dana calon konsumen di Perumahan Alam Indah Land, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, semakin menjadi sorotan. Seorang calon pembeli rumah mengaku mengalami kerugian hingga Rp6.815.000 setelah uang yang disetorkannya kepada seorang oknum marketing diduga dibawa kabur. Di sisi lain, sikap pengembang yang menyatakan hanya bersedia mengembalikan uang tanda jadi sebesar Rp1 […]

  • Empat Kecamatan di Luar Kota Gorontalo Alami Urban Sprawl

    Empat Kecamatan di Luar Kota Gorontalo Alami Urban Sprawl

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Empat kecamatan di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango yang berada di sisi luar Kota Gorontalo mengalami urban sprawl. Keempat daerah tersebut adalah Kecamatan Telaga dan Tilango di Kabupaten Gorontalo serta Kecamatan  Tapa dan Kabila di Bone Bolango. Fenomena urban sprawl ini dipicu oleh tinggi kepadatan penduduk di Kota Gorontalo yang menjadi ibukota Provinsi Gorontalo yang […]

expand_less