Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketika Alam Bicara

  • account_circle Suaib Prawono
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 289
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Alam kembali bersuara. Kali ini, ia berteriak lantang lewat banjir bandang dan tanah lonsor yang meluluhlantakkan pemukiman warga di tiga provinsi; Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Bukan hanya rumah dan harta benda yang hanyut dan tertimbun, tetapi juga nyawa manusia yang tak bersalah.

Berdasarkan data yang dilansir BNPB,  29 November 2025, total 303 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 279 dinyatakan hilang. Duka menyelimuti, dan kita kembali dihadapkan pada kenyataan pahit: alam yang selama ini kita abaikan, kini seolah menagih perhatian.

Fenomena ini bukan sekadar peristiwa alam biasa. Meski banjir bandang bukan hal baru di negeri ini, kita tak kunjung belajar. Kerusakan lingkungan akibat keserakahan manusia terus terjadi, seolah menjadi bagian dari rutinitas yang tak pernah dipersoalkan secara serius.

Hutan-hutan ditebang tanpa kendali, bukit-bukit digunduli demi tambang dan pembangunan, sungai-sungai tersumbat oleh limbah dan sampah. Lalu ketika bencana datang, kita terkejut, panik, dan mencari kambing hitam.

Sebagian orang menyebut ini sebagai takdir. Namun, benarkah semua ini semata-mata kehendak Tuhan? Atau justru kita sendiri yang menciptakan jalan menuju kehancuran? Ketika alam dieksploitasi tanpa jeda, ketika keseimbangan ekosistem diabaikan, maka bencana hanyalah soal waktu.

Cuaca ekstrem kerap dijadikan alasan utama. Padahal, akar masalahnya lebih dalam: perilaku manusia yang tak kunjung berubah. Kita terlalu sibuk membangun, menggali, dan menebang, tanpa memikirkan dampaknya.

Usulan DPRD setempat untuk menginvestigasi penyebab banjir patut diapresiasi. Namun, mengapa langkah seperti ini selalu datang terlambat, setelah semuanya hancur?

Kita hidup dalam budaya reaktif, bukan preventif. Kesadaran kita baru muncul ketika bencana sudah terjadi. Kita jarang menggunakan imajinasi untuk membayangkan skenario terburuk, apalagi mengambil langkah nyata untuk mencegahnya. Padahal, membayangkan masa depan bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan.

Bencana alam yang terjadi di tiga wilayah di Sumatera adalah alarm keras yang seharusnya menggugah nurani kita. Sudah saatnya kita berhenti memperlakukan alam sebagai objek eksploitasi semata. Kita harus mulai memperlakukannya sebagai mitra kehidupan yang harus dijaga dan dihormati. Bukan hanya demi hari ini, tetapi demi anak cucu kita kelak.

Pertanyaannya kemudian, apakah kita mau mendengar dan belajar dari setiap peristiwa yang terjadi?

Penulis: Suaib Prawono
(Warga biasa; Pekerja Sosial di Jaringan GUSDURian)

  • Penulis: Suaib Prawono
  • Editor: Suaib Prawono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 85
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dunia pendidikan Gorontalo berduka setelah meninggalnya salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), almarhum Muhammad Jeksen, dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala Butoiyo Nusa. Menanggapi peristiwa ini, Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan, Abdul Kadir Lawero. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Peristiwa ini bukan hanya […]

  • Ketua Umum MUI Ajak Bangsa Perkuat Persatuan dan Doa Hadapi Dinamika Global

    Ketua Umum MUI Ajak Bangsa Perkuat Persatuan dan Doa Hadapi Dinamika Global

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 127
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar, mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan nasional serta meningkatkan ikhtiar spiritual di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang terus berkembang. Hal tersebut disampaikan Anwar usai menghadiri kegiatan silaturahmi antara Presiden dan para kiai serta tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada […]

  • Pemkot Gorontalo Musnahkan 19.754 Miras di Lapangan Padebuolo

    Pemkot Gorontalo Musnahkan 19.754 Miras di Lapangan Padebuolo

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pemerintah Kota Gorontalo memusnahkan sebanyak 19.754 minuman keras (miras) berbagai jenis, Senin (29/12/2025). Pemusnahan dilakukan di Lapangan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur. Ribuan miras tersebut merupakan hasil penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Gorontalo, serta hasil razia Polresta […]

  • Akademisi Unusia: Olahraga Harus Jadi Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

    Akademisi Unusia: Olahraga Harus Jadi Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak, menegaskan bahwa olahraga harus diposisikan sebagai investasi strategis dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Penyusunan Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora), 27 Februari 2026, di Jakarta. Forum tersebut […]

  • Kepala Desa Mattirotasi Imbau Warga Jaga Ketertiban dan Perkuat Spiritualitas Jelang Nataru 2025

    Kepala Desa Mattirotasi Imbau Warga Jaga Ketertiban dan Perkuat Spiritualitas Jelang Nataru 2025

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kesiapsiagaan serta penjagaan oleh berbagai instansi dan institusi di Kabupaten Maros terus ditingkatkan guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Bupati Maros yang menekankan pengamanan serta ketertiban umum selama momentum Nataru. Di tingkat desa, Kepala Desa Mattirotasi, Ust. Andi […]

  • GUSDURian Ternate Mendukung Perjuangan Perempuan Pada Moment International Women’s Day 2025

    GUSDURian Ternate Mendukung Perjuangan Perempuan Pada Moment International Women’s Day 2025

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Nulondalo – Hari Internasional Perempuan (International Women’s Day / IWD) yang diperingati setiap 8 Maret menjadi pengingat bahwa perjuangan hak perempuan masih panjang. Tahun ini, IWD 2025 mengusung tema “Aksi Akselerasi”, yang menekankan percepatan pencapaian kesetaraan gender, terutama dalam ranah politik. Suwarno Djabar, Koordinator Gusdurian Ternate, menilai bahwa sejak IWD pertama kali diperingati pada 1911, […]

expand_less