Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ketika Alam Bicara

  • account_circle Suaib Prawono
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 463
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Alam kembali bersuara. Kali ini, ia berteriak lantang lewat banjir bandang dan tanah lonsor yang meluluhlantakkan pemukiman warga di tiga provinsi; Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Bukan hanya rumah dan harta benda yang hanyut dan tertimbun, tetapi juga nyawa manusia yang tak bersalah.

Berdasarkan data yang dilansir BNPB,  29 November 2025, total 303 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 279 dinyatakan hilang. Duka menyelimuti, dan kita kembali dihadapkan pada kenyataan pahit: alam yang selama ini kita abaikan, kini seolah menagih perhatian.

Fenomena ini bukan sekadar peristiwa alam biasa. Meski banjir bandang bukan hal baru di negeri ini, kita tak kunjung belajar. Kerusakan lingkungan akibat keserakahan manusia terus terjadi, seolah menjadi bagian dari rutinitas yang tak pernah dipersoalkan secara serius.

Hutan-hutan ditebang tanpa kendali, bukit-bukit digunduli demi tambang dan pembangunan, sungai-sungai tersumbat oleh limbah dan sampah. Lalu ketika bencana datang, kita terkejut, panik, dan mencari kambing hitam.

Sebagian orang menyebut ini sebagai takdir. Namun, benarkah semua ini semata-mata kehendak Tuhan? Atau justru kita sendiri yang menciptakan jalan menuju kehancuran? Ketika alam dieksploitasi tanpa jeda, ketika keseimbangan ekosistem diabaikan, maka bencana hanyalah soal waktu.

Cuaca ekstrem kerap dijadikan alasan utama. Padahal, akar masalahnya lebih dalam: perilaku manusia yang tak kunjung berubah. Kita terlalu sibuk membangun, menggali, dan menebang, tanpa memikirkan dampaknya.

Usulan DPRD setempat untuk menginvestigasi penyebab banjir patut diapresiasi. Namun, mengapa langkah seperti ini selalu datang terlambat, setelah semuanya hancur?

Kita hidup dalam budaya reaktif, bukan preventif. Kesadaran kita baru muncul ketika bencana sudah terjadi. Kita jarang menggunakan imajinasi untuk membayangkan skenario terburuk, apalagi mengambil langkah nyata untuk mencegahnya. Padahal, membayangkan masa depan bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan.

Bencana alam yang terjadi di tiga wilayah di Sumatera adalah alarm keras yang seharusnya menggugah nurani kita. Sudah saatnya kita berhenti memperlakukan alam sebagai objek eksploitasi semata. Kita harus mulai memperlakukannya sebagai mitra kehidupan yang harus dijaga dan dihormati. Bukan hanya demi hari ini, tetapi demi anak cucu kita kelak.

Pertanyaannya kemudian, apakah kita mau mendengar dan belajar dari setiap peristiwa yang terjadi?

Penulis: Suaib Prawono
(Warga biasa; Pekerja Sosial di Jaringan GUSDURian)

  • Penulis: Suaib Prawono
  • Editor: Suaib Prawono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Ada Permainan Distribusi BBM di Balikpapan, Pemuda Borneo Minta Penegak Hukum Untuk Menyelidiki

    Diduga Ada Permainan Distribusi BBM di Balikpapan, Pemuda Borneo Minta Penegak Hukum Untuk Menyelidiki

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur, hal ini mendapat sorotan dari Wakil Ketua Umum Pemuda Berneo, Minggu, 25 Mei 2025. Menurut Sulthan, Wakil Ketua Umum Pemuda Berneo, sebagai kota minyak dan pusat energi nasional Balikpapan kembali mengalami kelangkaan BBM yang menumbulkan keresahan publik terutama dikalangan pemuda borneo. “Kondisi ini menimbulkan […]

  • Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesia (DPD PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Hasan, S. Sos,Mengecam, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian terhadap seorang warga sipil Berinisial A. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025.di Bantai Tak Berombak (PTB) Maros,yang di lakukan Oknum Kepolisian yang bertugas di […]

  • Ma’ruf Amin Pilih Istirahat, PKB Serahkan Dewan Syura ke KH Manarul Hidayah

    Ma’ruf Amin Pilih Istirahat, PKB Serahkan Dewan Syura ke KH Manarul Hidayah

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menunjuk KH Manarul Hidayah sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Syura PKB, menggantikan KH Ma’ruf Amin yang memutuskan mundur dari jabatannya. “Ketua Dewan Syura PKB sekarang dijabat oleh pelaksana tugas. Pelaksana tugasnya adalah K.H. Manarul Hidayah,” ujar […]

  • IGIC 2026 Dimulai, Menag Dorong Imam Masjid Berperan dalam Diplomasi Keagamaan Global

    IGIC 2026 Dimulai, Menag Dorong Imam Masjid Berperan dalam Diplomasi Keagamaan Global

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (PP IPIM), Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa imam masjid memiliki peran strategis sebagai agen transformasi masyarakat, bukan sekadar memimpin salat. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) dan MTQ Imam Masjid Provinsi […]

  • Musrenbang Baji Pa’mai: Perkuat Pertanian dan Layanan Publik Lewat Jalan Tani dan Kantor Lurah

    Musrenbang Baji Pa’mai: Perkuat Pertanian dan Layanan Publik Lewat Jalan Tani dan Kantor Lurah

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Kelurahan Baji Pa’mai, Kecamatan Maros Baru, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Pemerataan Pembangunan Wilayah, Konektivitas dan Infrastruktur yang Terintegrasi dan Adaptif.” Penekanan utama pada pembangunan jalan tani dan pembangunan kantor lurah sebagai prioritas di tengah […]

  • UU Pemilu Digugat Lagi, Ambang Batas Parlemen Dinilai Inkonsitusional

    UU Pemilu Digugat Lagi, Ambang Batas Parlemen Dinilai Inkonsitusional

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 330
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini, gugatan diarahkan pada ketentuan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang dinilai berpotensi inkonstitusional dan mencederai prinsip kedaulatan rakyat. Permohonan pengujian materiil diajukan oleh Koalisi Kawal Pemilu dan Demokrasi Indonesia yang diwakili Miftahol Arifin selaku Ketua […]

expand_less