Menag Nasaruddin Umar: Moderasi NU Jadi Kunci Diterima Timur dan Barat
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 70
- print Cetak

Nasaruddin Umar saat diwawancarai awak media usai menghadiri acara Halal Bihalal PB IKA PMII, Minggu (19/4/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kekuatan utama Nahdlatul Ulama (NU) terletak pada watak moderatnya yang mampu menjembatani peradaban Timur dan Barat. Hal tersebut disampaikan dalam momentum Halal Bihalal PB IKA PMII yang menjadi ajang konsolidasi strategis alumni dalam membaca arah kepemimpinan NU ke depan.
“Wajar jika Alumni PMII membahas dan mempersiapkan kepemimpinan NU ke depan, karena keduanya memiliki hubungan historis yang sangat dekat. NU dikenal sebagai paham yang tidak kekiri atau kekanan, tapi di tengah-tengah. Pemahaman wasathiyah inilah yang membuat NU diterima di Timur dan di Barat,” ujar Menag. 19/04/3026.
Pernyataan ini menegaskan posisi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai salah satu rahim kaderisasi strategis NU. Secara historis dan ideologis, PMII tidak hanya menjadi basis reproduksi kepemimpinan, tetapi juga ruang dialektika intelektual yang menjaga kesinambungan nilai-nilai keislaman moderat ala Ahlussunnah wal Jamaah.
Dalam perspektif yang lebih luas, kepemimpinan Nasaruddin Umar mencerminkan model kepemimpinan intelektual yang mengakar sekaligus progresif. Kepemimpinan intelektual NU hari ini menuntut integrasi antara kapasitas keilmuan, pengalaman birokrasi, dan kedalaman spiritual. Nasaruddin Umar hadir sebagai figur yang mampu menjembatani ketiganya—berangkat dari tradisi keulamaan, menguat dalam akademik, dan matang dalam tata kelola pemerintahan.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar