Menag Nasaruddin Umar: Moderasi NU Jadi Kunci Diterima Timur dan Barat
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 54
- print Cetak

Nasaruddin Umar saat diwawancarai awak media usai menghadiri acara Halal Bihalal PB IKA PMII, Minggu (19/4/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Salah satu capaian konkret yang menegaskan orientasi global tersebut adalah pengembangan program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI). Program ini tidak hanya mencetak ulama dengan basis keilmuan yang kokoh, tetapi juga berwawasan internasional melalui kemitraan strategis dengan institusi global seperti Universitas Al-Azhar di Mesir, University of California Riverside (UCR), dan Hartford International University (HIU) di Amerika Serikat.
Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa narasi Islam moderat Indonesia tidak hanya relevan secara domestik, tetapi juga memiliki daya tawar global. NU, melalui kepemimpinan yang adaptif dan inklusif, mampu tampil sebagai model Islam rahmatan lil ‘alamin yang dapat diterima lintas peradaban.
Sementara itu, Halal Bihalal PB IKA PMII yang dihadiri sejumlah tokoh nasional dan menteri menjadi ruang konsolidasi penting dalam memperkuat sinergi alumni. Forum ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum strategis dalam membaca arah kepemimpinan NU ke depan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Dengan fondasi wasathiyah yang kokoh, jejaring kader yang kuat, serta kepemimpinan intelektual yang progresif, NU memiliki modal sosial dan kultural yang besar untuk terus memainkan peran strategis—baik di tingkat nasional maupun global.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar