Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Pembelajaran Online dan Dinamikanya

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 260
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah arus digitalisasi yang semakin deras, pembelajaran online tidak lagi relevan diperdebatkan pada level “perlu atau tidak”. Ia telah menjelma menjadi bagian dari infrastruktur pendidikan itu sendiri. Persoalannya kini bergeser: bukan lagi soal menerima atau menolak, melainkan bagaimana menempatkannya secara tepat agar tidak kehilangan ruh pendidikan. Di titik ini, kita berhadapan dengan dilema klasik—antara efisiensi dan kedalaman.

Jika meminjam cara pandang Erich Fromm, pendidikan modern—termasuk dalam format digital—cenderung bergerak ke arah having: mengumpulkan pengetahuan sebanyak mungkin tanpa benar-benar mengalaminya. Sementara itu, Paulo Freire mengingatkan bahwa tanpa dialog, pendidikan akan terjerumus pada pola satu arah yang mematikan kesadaran. Ketika dua kritik ini kita letakkan dalam konteks pembelajaran online, menjadi jelas bahwa persoalannya bukan pada teknologinya, melainkan pada cara kita menggunakannya.

Dalam banyak praktik, pembelajaran online biasanya dipahami sebatas ruang distribusi materi. Video diputar, modul dan bahan ajar dibagikan, lalu peserta diminta menyelesaikan tugas. Secara administratif, proses ini tampak berjalan dengan baik. Namun jika ditelisik lebih dalam, yang terjadi sering kali hanyalah perpindahan medium, bukan transformasi pembelajaran. Pengetahuan tetap bergerak satu arah, sementara peserta didik tetap berada pada posisi pasif—hanya saja kini dalam format digital.

Salah satu pendekatan yang mulai banyak digunakan adalah blended learning. Namun, blended yang dimaksud tidak cukup hanya dengan membagi jadwal antara online dan offline. Yang lebih mendasar adalah membagi fungsi pembelajaran secara sadar.

Pembelajaran daring dapat difungsikan sebagai ruang awal—ruang untuk membangun pemahaman kognitif. Pada tahap ini, peserta diperkenalkan pada konsep, kerangka berpikir, dan isu-isu dasar. Materi dapat diakses secara mandiri, dengan ritme yang lebih fleksibel. Dalam batas tertentu, pendekatan ini justru efektif karena memungkinkan efisiensi tanpa mengorbankan akses. Peserta datang ke proses belajar dengan bekal awal, bukan dari titik nol.

Namun, pemahaman saja tidak cukup. Pendidikan tidak berhenti pada mengetahui, tetapi harus bergerak menuju mengalami. Di sinilah pembelajaran tatap muka menemukan urgensinya. Pertemuan langsung bukan sekadar mengulang materi yang sudah tersedia di platform digital, melainkan menjadi ruang untuk memperdalam, mempertanyakan, bahkan menggugat apa yang telah dipahami.

Dalam ruang luring, dialog memperoleh ruang hidupnya. Peserta dapat berbagi pengalaman, menguji pandangan, dan berhadapan langsung dengan perbedaan. Tema-tema yang muncul menjadi lebih konkret—berangkat dari realitas yang mereka alami, bukan sekadar dari teks yang mereka baca. Pada titik ini, apa yang oleh Freire disebut sebagai generative themes menemukan bentuknya. Pendidikan tidak lagi berbicara tentang sesuatu yang jauh, tetapi tentang kehidupan itu sendiri.

Lebih jauh, pertemuan langsung memungkinkan hadirnya sesuatu yang sulit digantikan oleh teknologi: kehadiran itu sendiri. Ada dimensi emosional dan relasional yang hanya muncul ketika manusia benar-benar berjumpa. Ekspresi, jeda, bahkan keheningan, memiliki makna yang tak sepenuhnya dapat diterjemahkan melalui layar. Dari sanalah refleksi yang lebih dalam sering kali lahir.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemarahan di Paruh Ramadan

    Kemarahan di Paruh Ramadan

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Jokowi dikenal sebagai presiden yang tanpa malu-malu melakukan manuver pengerahan polisi dalam pemenangan Pilpres 2024. Publik pun dengan sinis dan sarkas menyebut ada fenomena “NKRI” alias  “negara kepolisian republik indonesia”. Bahkan mengolok kepolisian sebagai “partai cokelat” alias parcok yang memenangkan wapres fufufafa dan dinasti Jokowi. Kini Prabowo mendorong fungsi baru bagi TNI dalam kehidupan sosial […]

  • Desensitisasi masyarakat bukan sekedar Problem sosial tapi Juga Kekeringan Spirtualitas

    Desensitisasi masyarakat bukan sekedar Problem sosial tapi Juga Kekeringan Spirtualitas

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Dalam pandangan teologis, manusia diciptakan bukan hanya sebagai makhluk yang berpikir, tetapi juga sebagai makhluk yang memiliki qalb—hati yang menjadi pusat kesadaran moral dan spiritual. Al-Qur’an berkali-kali mengingatkan agar manusia tidak membiarkan hati menjadi keras sehingga kehilangan kemampuan menangkap penderitaan sesamanya. Karena itu, kepekaan terhadap derita orang lain bukan sekadar persoalan etika sosial, melainkan bagian […]

  • DPW Tani Merdeka Indonesia Gorontalo Siap Hadiri RAPIMNAS di Jakarta, Tegaskan Dukungan terhadap Program Presiden Prabowo

    DPW Tani Merdeka Indonesia Gorontalo Siap Hadiri RAPIMNAS di Jakarta, Tegaskan Dukungan terhadap Program Presiden Prabowo

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Menjelang pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) Tani Merdeka Indonesia di Jakarta, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Gorontalo menyatakan dukungan penuh dan memastikan kehadiran dalam agenda nasional tersebut. RAPIMNAS Tani Merdeka Indonesia akan digelar di Gedung Kementerian, Jakarta, pada 27–28 Agustus 2025. Forum ini menjadi ajang strategis konsolidasi nasional untuk memperkuat peran petani dalam […]

  • Sam’un Al-Gazi; Inspirasi untuk Lailatul Qadr (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 17)

    Sam’un Al-Gazi; Inspirasi untuk Lailatul Qadr (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 17)

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Edisi 17 Ramadhan ini, saya buat sedikit berbeda dan keluar dari tema besar. Ini karena 17 Ramadhan sering dianggap sebagai malam turunnya Al-Qur’an untuk pertama kali, sekaligus menjadi penanda bahwa malam Lailatul Qadr akan segera datang pada malam-malam ganjil berikutnya di bulan Ramadhan. Turunnya Lailatul Qadr sering dikaitkan dengan kisah seorang tokoh dari zaman Bani […]

  • Komisi VI DPR RI Soroti Dampak Tol Trans Sumatera terhadap UMKM di Jambi

    Komisi VI DPR RI Soroti Dampak Tol Trans Sumatera terhadap UMKM di Jambi

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi VI DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik untuk mengevaluasi proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Kota Jambi, Jumat (10/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, dampak pembangunan tol terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu perhatian utama. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya, menyampaikan bahwa isu dampak tol terhadap […]

  • Trump dan Matinya Amerika

    Trump dan Matinya Amerika

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Kakek berusia 79 tahun itu datang dengan slogan yang terdengar seperti mantra kebangkitan: Make America Great Again. Di podium-podium, dari panggung ke panggung, ia kerap tampil dengan gaya komedian yang angkuh. Ia adalah Donald Trump. Ia sesumbar menjanjikan restorasi kejayaan dan kebesarannya; Amerika akan kembali disegani. Dunia akan kembali tunduk. Pabrik-pabrik akan hidup. Perbatasan akan […]

expand_less