Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Korban Laka Dibawa Mobil BPBD, Ambulans Puskesmas Cenrana Dipertanyakan: Kepala Puskesmas Klaim Tak Terima Informasi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 63
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulindalo.com, MAROS — Kesiapsiagaan pelayanan kegawatdaruratan di wilayah timur Kabupaten Maros menjadi sorotan. Seorang korban kecelakaan lalu lintas di Dusun Kappang, Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Senin (10/8/2026) sore, dilaporkan sempat dievakuasi menggunakan kendaraan operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros.

Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan publik. Pasalnya, Puskesmas Cenrana merupakan salah satu fasilitas kesehatan terdekat dari lokasi kecelakaan, sementara ambulans puskesmas disebut dalam kondisi stand by.

Korban diketahui bernama Sudiarto, S.Ip (51), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kecamatan Lau. Ia mengalami luka memar di bagian pinggang setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak sebuah truk.

Informasi mengenai korban yang dibawa menggunakan kendaraan BPBD kemudian memantik sorotan masyarakat. Publik mempertanyakan mengapa ambulans Puskesmas Cenrana tidak terlibat dalam proses penanganan awal, terlebih insiden tersebut merupakan kondisi yang membutuhkan respons cepat.

“Seharusnya fasilitas kesehatan terdekat menjadi salah satu pihak yang dapat memberikan respons awal ketika terjadi kondisi kegawatdaruratan. Kalau ambulans tersedia, tentu masyarakat bertanya mengapa kendaraan itu tidak digunakan,” ujar salah seorang warga.

Ambulans Stand By, Puskesmas Mengaku Tak Menerima Informasi Kecelakaan

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Puskesmas Cenrana memberikan klarifikasi kepada awak media melalui pesan WhatsApp.

Ia menegaskan, tidak digunakannya ambulans bukan karena kendaraan tersebut sedang digunakan untuk kegiatan lain maupun tidak tersedia. Menurutnya, pihak Puskesmas Cenrana tidak menerima informasi mengenai kecelakaan ketika peristiwa itu terjadi.

Korban, kata dia, saat itu langsung ditangani dan dibawa oleh keluarga yang berada bersama korban.

“Dalam proses evakuasi korban, ambulans tidak digunakan karena korban langsung dibawa oleh keluarganya yang beriringan menggunakan kendaraan pribadi dengan korban. Keluarga korban tersebut adalah anggota Polri yang bertugas di Polsek Mallawa,” jelas Kepala Puskesmas Cenrana.

Setelah itu, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Cenrana untuk mendapatkan penanganan medis.

“Keluarga korban langsung membawa ke puskesmas,” katanya.

Ia juga menegaskan ambulans Puskesmas Cenrana saat kejadian berada dalam kondisi siap digunakan.

“Ambulans tidak digunakan pada kegiatan lain dan tetap stand by di puskesmas,” tegasnya.

Setelah Ditangani, Pasien Dapat Dirujuk Sesuai Kondisi

Kepala Puskesmas Cenrana menjelaskan, setelah korban mendapatkan pelayanan di Unit Gawat Darurat (UGD), tindakan selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi medis pasien.

Apabila pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, pihak puskesmas akan melakukan proses rujukan ke rumah sakit sesuai pilihan keluarga, sepanjang rumah sakit tersebut berada di wilayah Kabupaten Maros.

“Setelah dilakukan pelayanan di UGD Puskesmas, jika kondisi pasien harus dirujuk, dari pihak puskesmas akan merujuk ke rumah sakit yang dipilih oleh keluarganya, di mana rumah sakit tersebut berada di wilayah Kabupaten Maros,” jelasnya.

Puskesmas Baru Mengetahui Setelah Korban Tiba

Pihak Puskesmas Cenrana kembali menegaskan bahwa tidak ada petugas maupun pihak puskesmas yang menerima informasi terkait kecelakaan tersebut saat kejadian berlangsung.

Informasi mengenai insiden itu baru diketahui setelah korban bersama keluarganya tiba di Puskesmas Cenrana.

“Tidak ada petugas maupun pihak Puskesmas Cenrana yang menerima informasi terkait kecelakaan tersebut. Informasi tersebut diketahui setelah korban dan keluarga tiba di Puskesmas Cenrana,” ungkapnya.

Klarifikasi tersebut menjawab bahwa ambulans Puskesmas Cenrana disebut tidak sedang digunakan dan tetap berada dalam kondisi stand by. Namun, kejadian ini tetap menyisakan pertanyaan penting mengenai sistem komunikasi dan koordinasi dalam penanganan kondisi darurat.

Sebab, dalam situasi kecelakaan lalu lintas, setiap menit dapat menjadi sangat penting. Ketika informasi mengenai korban tidak sampai kepada fasilitas kesehatan terdekat, maka kesiapsiagaan kendaraan dan petugas berpotensi tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Publik pun berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak terkait, khususnya dalam membangun sistem informasi dan koordinasi kegawatdaruratan yang lebih cepat dan terintegrasi.

Jangan sampai ambulans tersedia dan siap digunakan, tetapi informasi mengenai warga yang membutuhkan pertolongan justru tidak pernah sampai kepada pihak yang seharusnya dapat memberikan respons medis.

Dalam kondisi darurat, kecepatan informasi dan respons bukan sekadar soal prosedur, melainkan menyangkut keselamatan nyawa. Kemanusiaan harus tetap menjadi panglima.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Israel Serang Jembatan Strategis di Lebanon, Dikhawatirkan Jadi Awal Invasi Darat

    Israel Serang Jembatan Strategis di Lebanon, Dikhawatirkan Jadi Awal Invasi Darat

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 306
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pasukan Israel menyerang Jembatan Qasmiyeh pada Minggu, sebuah jalur vital yang menghubungkan wilayah selatan Lebanon dengan bagian lain negara itu, dalam eskalasi terbaru konflik di perbatasan kedua negara. Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyebut serangan tersebut sebagai “pendahuluan invasi darat,” sekaligus memperingatkan bahwa langkah itu bertujuan memutus konektivitas geografis wilayah selatan. “Ini adalah upaya […]

  • Di Bawah Bayang-Bayang AI: Percepatan Perubahan dan Tantangan Memahami Dunia yang Kian Tak Terduga

    Di Bawah Bayang-Bayang AI: Percepatan Perubahan dan Tantangan Memahami Dunia yang Kian Tak Terduga

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Jika pada awal tahun 2000-an Yasraf Amir Piliang berbicara tentang pelipatan ruang, waktu, dan tanda oleh media serta teknologi informasi, maka kecerdasan buatan hari ini membawa proses itu ke tingkat yang jauh lebih radikal. Bukan lagi sekadar pelipatan dunia, melainkan pelipatan pengetahuan, kreativitas, imajinasi, bahkan realitas itu sendiri. Kita sedang menyaksikan sebuah fase yang bisa […]

  • Refleksi HUT RI 81, Membaca Kepemimpinan Nasional

    Refleksi HUT RI 81, Membaca Kepemimpinan Nasional

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Penulis Ahmad Takbir Abadi Setiap momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia semestinya bukan sekadar ritual tahunan dengan upacara, bendera, dan pidato tentang keberhasilan. Ia adalah jeda untuk bercermin, sudah sejauh mana republik ini menunaikan janji kemerdekaannya? Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, Indonesia telah melewati pergantian rezim, pergantian presiden, pergolakan politik, krisis ekonomi, hingga Reformasi. Pemimpin […]

  • Aksi Solidaritas Pemuda dan Warga Bantu Korban Kebakaran di Desa Buti

    Aksi Solidaritas Pemuda dan Warga Bantu Korban Kebakaran di Desa Buti

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM – MANANGGU – Sejumlah pemuda dan warga Desa Buti, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, menggelar aksi solidaritas penggalangan dana untuk membantu tiga keluarga yang menjadi korban kebakaran rumah. Aksi tersebut dilakukan di simpang empat lampu merah, Kecamatan Mananggu, Rabu (19/8/26) Aksi tersebut melibatkan sejumlah elemen pemuda, di antaranya Karang Taruna se-Kecamatan Mananggu, Komunitas Pelajar Mahasiswa […]

  • KPK Ingatkan Bahaya Korupsi Dini, Pelaku Termuda Tercatat Berusia 24 Tahun

    KPK Ingatkan Bahaya Korupsi Dini, Pelaku Termuda Tercatat Berusia 24 Tahun

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan bahwa praktik korupsi tidak lagi hanya melibatkan elite, tetapi mulai menyasar generasi muda. KPK bahkan mencatat pelaku tindak pidana korupsi termuda berusia 24 tahun, sebuah kondisi yang dinilai sebagai alarm serius bagi dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Peringatan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Agus […]

  • Terkuak! Kurir Kepercayaan Ko Erwin Ditangkap, Jaringan Sabu 1 Kg Dibongkar Bareskrim

    Terkuak! Kurir Kepercayaan Ko Erwin Ditangkap, Jaringan Sabu 1 Kg Dibongkar Bareskrim

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 382
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pergerakan jaringan narkotika kelas kakap yang dikendalikan Erwin Iskandar alias Ko Erwin mulai terendus aparat. Setelah melakukan penyelidikan senyap selama berbulan-bulan, tim dari Bareskrim Polri akhirnya berhasil menangkap satu figur kunci dalam rantai distribusi sabu, Patrisius, kurir kepercayaan yang selama ini bergerak di bawah radar. Penangkapan dilakukan di sebuah rumah kontrakan di kawasan […]

expand_less