Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Penyadapan Getah Pinus di Laiya Disorot, Diduga Keluar Titik Koordinat hingga Kunci Mobil Pengangkut Disita

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • visibility 62
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Nulondalo.com, MAROS — Aktivitas penyadapan getah pinus di wilayah Desa Laiya, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, menuai sorotan dari kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dugaan penyadapan di luar titik koordinat yang telah ditentukan disebut perlu mendapat perhatian dan penjelasan dari pihak terkait.

Sorotan tersebut disampaikan Abdul Malik dari LSM KIPFA RI Kabupaten Maros. Ia menduga terdapat aktivitas penyadapan yang dilakukan di luar titik koordinat yang telah ditetapkan dalam perizinan.

Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti, aktivitas tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut karena berkaitan dengan pengelolaan kawasan hutan dan potensi dampak terhadap lingkungan.

“Saya akan kawal hingga mendapatkan penjelasan secara faktual terkait penyadapan getah pinus di Desa Laiya, Cenrana,” tegas Abdul Malik.

Pengelola Klaim Miliki Dasar Perizinan

Sementara itu, Kamaruddin selaku Ketua Kelompok Penyadap Getah Pinus di Desa Laiya membantah jika kegiatan yang dilakukan kelompoknya merupakan aktivitas tanpa dasar hukum.

Ia mengklaim penyadapan getah pinus dilakukan berdasarkan ketentuan dan perizinan yang telah diterbitkan oleh pemerintah.

“Ada surat keputusannya dari Kementerian Kehutanan. Kita tidak berani melakukan penyadapan di hutan kalau tidak ada surat izin keluar,” ujar Kamaruddin.

Namun demikian, klaim tersebut masih membutuhkan verifikasi terhadap dokumen perizinan, termasuk kesesuaian antara lokasi kegiatan di lapangan dengan titik koordinat atau areal yang tercantum dalam izin.

Kunci Mobil Pengangkut Getah Sempat Disita

Persoalan tersebut juga berkembang setelah sebuah mobil pengangkut getah pinus disebut sempat ditahan oleh masyarakat pada malam Sabtu. Kamaruddin membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurut keterangannya, mobil pengangkut getah pinus miliknya ditahan oleh seorang warga yang disebutnya bernama A. Syamsuddin, yang menurut Kamaruddin merupakan adik kandung Kepala Desa Laiya.

“Iye betul Pak, mobil pemuat getah pinus saya ditahan oleh masyarakat. Dan masyarakat itu tidak lain adik kandung Kepala Desa Laiya sendiri, A. Syamsuddin,” ungkapnya.

Kamaruddin menyebut penahanan tersebut disertai dengan pengambilan kunci kendaraan. Ia mengatakan, tindakan itu dilakukan karena pihak yang menahan menduga getah pinus yang diangkut merupakan hasil penyadapan ilegal.

“Alasannya Pak A. Syamsuddin menahan mobil pemuat getah pinus dan bahkan kunci mobil ikut diambil, karena getah pinus yang dimuat dari hasil getah pinus ilegal,” katanya.

Peristiwa tersebut kemudian memicu adu argumen antara Kamaruddin dan A. Syamsuddin.

Kamaruddin mempertanyakan dasar kewenangan penahanan kendaraan tersebut. Menurutnya, jika memang terdapat dugaan pelanggaran hukum, seharusnya persoalan tersebut dilaporkan kepada aparat atau instansi berwenang untuk dilakukan pemeriksaan.

“Saya sempat bersikap tegas dengan dia karena saya mempertanyakan apa dasar hukumnya mobil saya ditahan. Karena dia bukan polisi juga. Kalau memang ilegal, kenapa bukan polisi yang turun tahan mobilku,” tutur Kamaruddin.

Minta Persoalan Dibuka Secara Terang

Munculnya dugaan penyadapan di luar titik koordinat serta insiden penahanan kendaraan membuat persoalan aktivitas penyadapan getah pinus di Desa Laiya perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka dari pihak-pihak yang berwenang.

Publik membutuhkan kejelasan mengenai legalitas kegiatan, batas atau titik koordinat areal penyadapan, pihak yang memiliki izin, serta kesesuaian antara aktivitas di lapangan dengan dokumen perizinan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Laiya maupun instansi kehutanan terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan penyadapan yang disebut berada di luar titik koordinat tersebut.

Seluruh informasi mengenai dugaan penyadapan di luar titik koordinat dan dugaan hasil getah pinus ilegal dalam berita ini masih merupakan informasi yang perlu diverifikasi lebih lanjut. Media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kepala Desa Laiya, A. Syamsuddin, kelompok penyadap, instansi kehutanan, maupun pihak terkait lainnya sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sabilul Alif: MTQ Imam Masjid Banten Lahirkan Imam Profesional Menuju IGIC 2026

    Sabilul Alif: MTQ Imam Masjid Banten Lahirkan Imam Profesional Menuju IGIC 2026

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 179
    • 0Komentar

    nulondalo.com-Ketua Steering Committee (SC) International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, Irjen Pol. Dr. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten yang digelar pada Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Provinsi Banten sekaligus menegaskan komitmen memperkuat […]

  • Dugaan Setoran PETI di Pasir Putih Disorot FKPR, Aparat Diminta Telusuri Aliran Uang

    Dugaan Setoran PETI di Pasir Putih Disorot FKPR, Aparat Diminta Telusuri Aliran Uang

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Ikbal Kau
    • visibility 184
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Dugaan adanya praktik setoran atau “atensi” dalam aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di kawasan Pasir Putih, Kabupaten Gorontalo, kembali menjadi sorotan. Ketua Umum Forum Kaum Pembela Rakyat (FKPR) Wilayah Provinsi Gorontalo, Rahman Patingki, meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti informasi mengenai dugaan adanya pihak yang disebut-sebut menjadi pengepul setoran dari aktivitas PETI. Sorotan […]

  • Jaringan Bandar Narkoba Ishak Kembali Terbongkar, Dua Orang Ditangkap di Kutai Barat

    Jaringan Bandar Narkoba Ishak Kembali Terbongkar, Dua Orang Ditangkap di Kutai Barat

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali mengembangkan pengungkapan jaringan peredaran narkotika milik bandar narkoba Ishak di wilayah Kutai Barat. Dalam pengembangan tersebut, penyidik menangkap dua tersangka berinisial Mery Christine Kiling dan Marselus Vernandus pada Selasa (12/5/2026). Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso, mengatakan kedua tersangka diduga merupakan bagian dari […]

  • PT Pegadaian Kanwil 9 Jakarta 2 Berangkatkan 500 Orang, Mudik 2025 Aman Sampai Tujuan 

    PT Pegadaian Kanwil 9 Jakarta 2 Berangkatkan 500 Orang, Mudik 2025 Aman Sampai Tujuan 

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, PT Pegadaian Kanwil 9 Jakarta 2 kembali menggelar program Mudik Gratis bagi masyarakat. Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung mobilitas masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman dengan aman sampai tujuan. Jakarta, 27 Maret 2025. Acara pelepasan peserta mudik gratis ini dilaksanakan […]

  • Gorontalo Kawal Keberlanjutan Hiu Paus Lewat Program LAUTRA

    Gorontalo Kawal Keberlanjutan Hiu Paus Lewat Program LAUTRA

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk implementasi Program Oceans for Prosperity Project – Laut untuk Kesejahteraan (LAUTRA), Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar melaksanakan kegiatan monitoring habitat Hiu Paus (Rhincodon typus) di Kawasan Konservasi Wilayah Perairan Teluk Gorontalo pada tahun 2025, Kamis, 3/7/2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program LAUTRA Komponen 1, yang berfokus pada pengembangan […]

  • Menag Nasaruddin Umar: Moderasi NU Jadi Kunci Diterima Timur dan Barat

    Menag Nasaruddin Umar: Moderasi NU Jadi Kunci Diterima Timur dan Barat

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 272
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kekuatan utama Nahdlatul Ulama (NU) terletak pada watak moderatnya yang mampu menjembatani peradaban Timur dan Barat. Hal tersebut disampaikan dalam momentum Halal Bihalal PB IKA PMII yang menjadi ajang konsolidasi strategis alumni dalam membaca arah kepemimpinan NU ke depan. “Wajar jika Alumni PMII membahas dan mempersiapkan […]

expand_less