Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Penyadapan Getah Pinus di Laiya Disorot, Diduga Keluar Titik Koordinat hingga Kunci Mobil Pengangkut Disita

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • visibility 102
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Nulondalo.com, MAROS — Aktivitas penyadapan getah pinus di wilayah Desa Laiya, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, menuai sorotan dari kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dugaan penyadapan di luar titik koordinat yang telah ditentukan disebut perlu mendapat perhatian dan penjelasan dari pihak terkait.

Sorotan tersebut disampaikan Abdul Malik dari LSM KIPFA RI Kabupaten Maros. Ia menduga terdapat aktivitas penyadapan yang dilakukan di luar titik koordinat yang telah ditetapkan dalam perizinan.

Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti, aktivitas tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut karena berkaitan dengan pengelolaan kawasan hutan dan potensi dampak terhadap lingkungan.

“Saya akan kawal hingga mendapatkan penjelasan secara faktual terkait penyadapan getah pinus di Desa Laiya, Cenrana,” tegas Abdul Malik.

Pengelola Klaim Miliki Dasar Perizinan

Sementara itu, Kamaruddin selaku Ketua Kelompok Penyadap Getah Pinus di Desa Laiya membantah jika kegiatan yang dilakukan kelompoknya merupakan aktivitas tanpa dasar hukum.

Ia mengklaim penyadapan getah pinus dilakukan berdasarkan ketentuan dan perizinan yang telah diterbitkan oleh pemerintah.

“Ada surat keputusannya dari Kementerian Kehutanan. Kita tidak berani melakukan penyadapan di hutan kalau tidak ada surat izin keluar,” ujar Kamaruddin.

Namun demikian, klaim tersebut masih membutuhkan verifikasi terhadap dokumen perizinan, termasuk kesesuaian antara lokasi kegiatan di lapangan dengan titik koordinat atau areal yang tercantum dalam izin.

Kunci Mobil Pengangkut Getah Sempat Disita

Persoalan tersebut juga berkembang setelah sebuah mobil pengangkut getah pinus disebut sempat ditahan oleh masyarakat pada malam Sabtu. Kamaruddin membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurut keterangannya, mobil pengangkut getah pinus miliknya ditahan oleh seorang warga yang disebutnya bernama A. Syamsuddin, yang menurut Kamaruddin merupakan adik kandung Kepala Desa Laiya.

“Iye betul Pak, mobil pemuat getah pinus saya ditahan oleh masyarakat. Dan masyarakat itu tidak lain adik kandung Kepala Desa Laiya sendiri, A. Syamsuddin,” ungkapnya.

Kamaruddin menyebut penahanan tersebut disertai dengan pengambilan kunci kendaraan. Ia mengatakan, tindakan itu dilakukan karena pihak yang menahan menduga getah pinus yang diangkut merupakan hasil penyadapan ilegal.

“Alasannya Pak A. Syamsuddin menahan mobil pemuat getah pinus dan bahkan kunci mobil ikut diambil, karena getah pinus yang dimuat dari hasil getah pinus ilegal,” katanya.

Peristiwa tersebut kemudian memicu adu argumen antara Kamaruddin dan A. Syamsuddin.

Kamaruddin mempertanyakan dasar kewenangan penahanan kendaraan tersebut. Menurutnya, jika memang terdapat dugaan pelanggaran hukum, seharusnya persoalan tersebut dilaporkan kepada aparat atau instansi berwenang untuk dilakukan pemeriksaan.

“Saya sempat bersikap tegas dengan dia karena saya mempertanyakan apa dasar hukumnya mobil saya ditahan. Karena dia bukan polisi juga. Kalau memang ilegal, kenapa bukan polisi yang turun tahan mobilku,” tutur Kamaruddin.

Minta Persoalan Dibuka Secara Terang

Munculnya dugaan penyadapan di luar titik koordinat serta insiden penahanan kendaraan membuat persoalan aktivitas penyadapan getah pinus di Desa Laiya perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka dari pihak-pihak yang berwenang.

Publik membutuhkan kejelasan mengenai legalitas kegiatan, batas atau titik koordinat areal penyadapan, pihak yang memiliki izin, serta kesesuaian antara aktivitas di lapangan dengan dokumen perizinan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Laiya maupun instansi kehutanan terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan penyadapan yang disebut berada di luar titik koordinat tersebut.

Seluruh informasi mengenai dugaan penyadapan di luar titik koordinat dan dugaan hasil getah pinus ilegal dalam berita ini masih merupakan informasi yang perlu diverifikasi lebih lanjut. Media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kepala Desa Laiya, A. Syamsuddin, kelompok penyadap, instansi kehutanan, maupun pihak terkait lainnya sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Praka Mohammad Basri, Babinsa Desa Buti yang Selalu Siap Berdiri di Garda Terdepan untuk Warga

    Praka Mohammad Basri, Babinsa Desa Buti yang Selalu Siap Berdiri di Garda Terdepan untuk Warga

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM-BOALEMO- Di balik seragam loreng yang dikenakannya, Praka Mohammad Basri bukan sekadar menjalankan tugas sebagai Bintang Pembina Desa (Babinsa) di Desa Buti, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Kamis (20/8/26). Seperti yang diutarakan Husain Thalib, salah seorang warga, menilai kepedulian Basri terhadap masyarakat bukan sesuatu yang dibuat-buat. Menurut Husain, kepedulian tersebut terlihat dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, […]

  • KOPRA Institut Desak KPK dan Kejagung Atas Dugaan Korupsi Bank Sumut KCP Krakatau

    KOPRA Institut Desak KPK dan Kejagung Atas Dugaan Korupsi Bank Sumut KCP Krakatau

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    JAKARTA – KOPRA Institut (Komite Perjuangan Rakyat) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung pada Kamis (26/2/2026) Aksi tersebut menuntut agar kedua lembaga penegak hukum mengambil alih pemeriksaan dugaan korupsi senilai Rp2,2 miliar yang diduga melibatkan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap. Koordinator aksi, Ardi, menyampaikan bahwa kedatangan […]

  • Tunis Tidak Pernah Usai

    Tunis Tidak Pernah Usai

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Di sebuah pagi yang bergerak perlahan di jantung Jakarta, Aula Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal tidak sekadar menjadi aula pertemuan. Ia berubah menjadi semacam ruang ingatan—tempat waktu tidak berjalan lurus, melainkan berputar, mempertemukan yang dulu pernah berangkat dengan yang baru saja pulang ke tanah air. Ahad, 12 April 2026, sekitar 80 orang berkumpul di aula […]

  • Kampung Adalah Awal Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim

    Kampung Adalah Awal Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 668
    • 0Komentar

    Gorontalo, NULONDALO.com – Hingga saat ini di Provinsi Gorontalo telah ada 18 desa yang masuk dalam program kampung iklim (Proklim), belum banyak namun pemerintah daerah bertekad untuk menambahnya secara bertahap. Untuk dapat menjadi kampung Proklim ada sejumlah syarat dan yang utama adalah desa tersebut sudah melakukan aksi dan mitigasi bencana selama 2 tahun. Pekerjaan untuk […]

  • MBG: Maling Berkedok Gizi atau Benar-Benar Makan Bergizi Gratis?

    MBG: Maling Berkedok Gizi atau Benar-Benar Makan Bergizi Gratis?

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Muh Faizal HS
    • visibility 688
    • 0Komentar

    Ketika gagasan Makan Bergizi Gratis ini muncul sebagi kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka respon dari masyarakat itu berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa program ini dianggap sebagai langkah progresif untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang mencukupi. Di sisi lain, ada mengatakan program ini mempunyai anggaran yang cukup besar dan […]

  • OJK Dorong UMKM Gorontalo Manfaatkan Crowdfunding di Pekan Ekonomi Syariah

    OJK Dorong UMKM Gorontalo Manfaatkan Crowdfunding di Pekan Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui narasumbernya, Abdul Rahmat, mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Gorontalo agar mulai memanfaatkan skema crowdfunding sebagai alternatif pendanaan di luar sektor perbankan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan crowdfunding yang menjadi salah satu rangkaian Pekan Ekonomi Syariah (PES) yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo, […]

expand_less