Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Resmi Bertransformasi Menjadi UIN, Kampus Sultan Amai Gorontalo Perkuat Layanan Akademik Berbasis Parental Control

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 50
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GORONTALO, NULONDALO.COM – Transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo memasuki babak baru. Perubahan status kelembagaan tersebut diikuti dengan penguatan tata kelola dan layanan akademik berbasis teknologi digital.

Momentum tersebut ditandai dengan dilantiknya Prof. Dr. Ahmad Faisal sebagai Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo periode 2026–2029. Di bawah kepemimpinan baru, kampus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan akademik, memperkuat transparansi, serta membuka ruang keterlibatan orang tua atau wali dalam memantau perkembangan studi mahasiswa.

Salah satu inovasi yang mulai diterapkan adalah fitur parental control dalam sistem informasi akademik kampus.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PUSTIPAD) UIN Sultan Amai Gorontalo, Alfian Erwinsyah, mengatakan pengembangan fitur tersebut telah diinisiasi sejak masa transisi IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Menurutnya, sistem tersebut telah melalui sejumlah tahapan pengembangan dan uji coba sebelum diterapkan dalam layanan akademik.

“Memasuki periode UIN Gorontalo, tepatnya pada semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027, sistem parental control ini telah diimplementasikan secara bertahap dalam layanan akademik kami,” ujar Alfian Erwinsyah.

Melalui fitur tersebut, orang tua atau wali mahasiswa dapat mengakses sejumlah informasi mengenai perkembangan akademik mahasiswa secara lebih mudah dan transparan.

Pantau Perkuliahan hingga Pembayaran UKT

Fitur parental control memungkinkan orang tua atau wali memantau beberapa aspek penting dalam perjalanan akademik mahasiswa.

Pertama, monitoring perkuliahan, termasuk kehadiran dan aktivitas mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Kedua, kemajuan studi, berupa informasi capaian nilai, Indeks Prestasi (IP), serta progres penyelesaian mata kuliah.

Ketiga, transparansi Uang Kuliah Tunggal (UKT). Orang tua atau wali dapat memperoleh informasi mengenai status tagihan dan riwayat pembayaran UKT mahasiswa.

Menurut Alfian, kehadiran fitur tersebut bukan sekadar bagian dari digitalisasi layanan kampus. Sistem itu juga diharapkan memperkuat komunikasi antara mahasiswa, orang tua atau wali, dan pihak universitas.

“Dengan adanya sistem ini, orang tua dapat mengetahui perkembangan akademik mahasiswa secara lebih transparan. Harapannya, komunikasi dan pengawasan terhadap proses studi mahasiswa dapat berjalan lebih baik,” katanya.

Dorong Kelulusan Tepat Waktu

Penerapan parental control menjadi salah satu langkah UIN Sultan Amai Gorontalo dalam membangun layanan akademik yang lebih terbuka dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.

Akses informasi akademik yang lebih transparan memungkinkan orang tua atau wali mengetahui perkembangan studi mahasiswa secara lebih dini. Persoalan terkait kehadiran, capaian akademik maupun administrasi perkuliahan dapat dipantau sehingga diharapkan tidak terlambat ditindaklanjuti.

Kampus berharap sistem tersebut dapat ikut mendorong mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu dan pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam di Gorontalo dan sekitarnya.

Transformasi kelembagaan menjadi universitas juga menjadi momentum bagi UIN Sultan Amai Gorontalo untuk memperluas modernisasi infrastruktur digital dan memperkuat tata kelola akademik.

Kepemimpinan periode 2026–2029 berkomitmen melanjutkan pengembangan layanan berbasis teknologi informasi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang transparan, terintegrasi dan mudah diakses.

Dengan langkah tersebut, UIN Sultan Amai Gorontalo diarahkan untuk terus berkembang sebagai pusat keunggulan akademik dan pendidikan Islam yang mampu beradaptasi dengan tuntutan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upaya Membungkam Suara Kritis? Wakil KontraS Disiram Air Keras di Jakarta

    Upaya Membungkam Suara Kritis? Wakil KontraS Disiram Air Keras di Jakarta

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 370
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Rabu malam, yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuhnya, termasuk tangan, muka, dada, dan bagian mata. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka bakar mencapai 24%. Kronologi Kejadian […]

  • Khutbah Jumat : Ikhlas, Jalan Sunyi Menuju Kedekatan dengan Allah

    Khutbah Jumat : Ikhlas, Jalan Sunyi Menuju Kedekatan dengan Allah

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang semakin dipenuhi penilaian manusia tentang siapa yang paling terlihat baik, paling tampak berhasil, dan paling dipuji—kita sering lupa bahwa ukuran sejati amal bukanlah apa yang tampak di mata manusia, melainkan apa yang tersembunyi di hadapan Allah. Banyak perbuatan yang terlihat besar, dielu-elukan, bahkan dikagumi, namun ternyata kosong dari nilai karena […]

  • Metafora Londo Ireng, dari Penjajahan yang Berubah Menjadi Cara Berpihak

    Metafora Londo Ireng, dari Penjajahan yang Berubah Menjadi Cara Berpihak

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sebuah negara bisa merdeka secara politik, memiliki bendera, konstitusi, dan pemerintahan sendiri. Namun, kemerdekaan tidak selalu berarti rakyatnya terbebas dari praktik-praktik yang dahulu menjadi ciri kolonialisme. Penjajahan memang telah berakhir sebagai sistem pemerintahan, tetapi cara kerjanya bisa tetap hidup dalam bentuk yang lebih halus. Ia berpindah dari medan perang ke ruang-ruang kebijakan, dari moncong senapan […]

  • Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

    Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Bagi kader Muhammadiyah, istilah Darul Arqam tentu sudah akrab. Darul Arqam adalah sebutan untuk jenjang pengkaderan yang menjadi bagian penting dalam pembinaan anggota dan kader Muhammadiyah. Secara harfiah, Darul Arqam berarti “rumah Arqam”, merujuk pada sahabat Nabi Muhammad SAW, Arqam, yang rumahnya menjadi tempat berkumpul dan belajar para sahabat Muslim pertama. Dari sinilah prinsip pengkaderan dan pembinaan […]

  • Abd al-Rahman bin Abu Bakr Anak Yang Pernah Berhadapan dengan Sang Ayah di Medan Perang

    Abd al-Rahman bin Abu Bakr Anak Yang Pernah Berhadapan dengan Sang Ayah di Medan Perang

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Abu Bakar al-Siddiq r.a adalah salah satu sahabat utama dan pemimpin Islam pertama setelah wafatnya Nabi Muhammad. Kedekatannya dengan Nabi bukan hanya dalam perjuangan dakwah, tetapi juga dalam kehidupan keluarganya. Abu Bakar memiliki enam orang putra-putri: Abdullah bin Abu Bakar, Abdurrahman bin Abu Bakar, Muhammad bin Abu Bakar, Asma binti Abu Bakar, Aisyah binti Abu Bakar, dan Umm Kulsum binti Abu Bakar. […]

  • Nelayan Terselamatkan Setelah 4 Jam Terapung di Laut Muara Berau, Solidaritas Komunitas Nelayan Tersorot

    Nelayan Terselamatkan Setelah 4 Jam Terapung di Laut Muara Berau, Solidaritas Komunitas Nelayan Tersorot

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kejadian menegangkan terjadi di perairan Muara Berau, Kalimantan Timur, ketika seorang nelayan bernama Pak Usman terombang-ambing di laut selama sekitar empat jam setelah perahunya tenggelam akibat menabrak kayu yang mengapung, Selasa (24/3/2026). Insiden ini terjadi tanpa pelampung keselamatan, namun beruntung nelayan lain yang berada di sekitar lokasi berhasil mengevakuasi Pak Usman dengan selamat. […]

expand_less