Breaking News
dark_mode
Trending Tags

PMII Maros Menggugat! Bawa Aspirasi Masyarakat Ditengah krisis Kebijakan Pemerintah Kabupaten Maros

  • account_circle Hardiansyah
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 90
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com–Maros — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Maros kembali melontarkan kritik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Maros dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

Memasuki hampir dua periode kepemimpinan Bupati Maros, PMII menilai sejumlah persoalan mendasar seperti krisis air bersih, kelangkaan BBM bersubsidi, LPG 3 kilogram, hingga pemadaman listrik masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan evaluasi serius dan penanganan berkelanjutan.

Ketua PC PMII Kabupaten Maros, M. Alif Al Isra, menegaskan persoalan tersebut tidak semestinya dilihat sebagai masalah yang berdiri sendiri. Menurutnya, ketika kebutuhan dasar masyarakat terganggu secara bersamaan, pemerintah daerah perlu memiliki kebijakan yang lebih terukur, terintegrasi, dan berorientasi pada solusi jangka panjang.

«“Bupati adalah representasi pemerintah daerah yang memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar yang layak. Persoalannya bukan hanya bagaimana pemerintah hadir ketika krisis terjadi, tetapi bagaimana pemerintah membangun sistem agar persoalan yang sama tidak terus berulang,” tegas Alif.»

Krisis Air Bersih Jadi Sorotan

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius PMII adalah krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Maros.

Pada Juli 2026, krisis air bersih dilaporkan berdampak terhadap sekitar 92 ribu jiwa di tujuh kecamatan. Sejumlah wilayah seperti Bontoa, Lau, dan Maros Baru disebut termasuk kawasan yang mengalami kondisi cukup parah.

Pemerintah Kabupaten Maros telah melakukan langkah tanggap darurat melalui pendistribusian air bersih menggunakan armada tangki serta menyiapkan anggaran penanganan kekeringan.

Selain itu, pemerintah juga telah mengajukan rencana penyertaan modal hingga Rp100 miliar untuk memperkuat infrastruktur pelayanan air bersih melalui PDAM Tirta Bantimurung.

Namun, PMII menilai langkah tersebut perlu dibarengi dengan strategi jangka panjang agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan air setiap kali musim kemarau tiba.

«“Distribusi air menggunakan mobil tangki memang merupakan bentuk kehadiran pemerintah. Tetapi masyarakat membutuhkan solusi yang lebih permanen. Jangan sampai setiap musim kemarau masyarakat kembali menunggu bantuan air,” ujar Alif.»

Ia mendorong pemerintah menyusun desain jangka panjang terkait sumber air baku, jaringan distribusi, penguatan infrastruktur PDAM, hingga pemerataan akses air bersih di seluruh wilayah Kabupaten Maros.

BBM, LPG 3 Kg dan Listrik Ikut Disorot

Selain air bersih, PMII Maros juga menyoroti persoalan distribusi BBM bersubsidi yang terjadi di sejumlah SPBU.

Antrean panjang untuk mendapatkan Pertalite maupun Solar disebut masih menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat apabila tidak segera ditangani secara sistematis.

Tak hanya BBM, LPG 3 kilogram dan persoalan kelistrikan juga menjadi perhatian PMII.

Kelangkaan LPG 3 kilogram dan dugaan kenaikan harga di tingkat masyarakat dinilai perlu mendapatkan pengawasan lebih serius agar subsidi benar-benar diterima kelompok masyarakat yang berhak.

Sementara itu, pemadaman listrik bergilir juga menjadi sorotan. Bahkan, pada 1 September 2026, rapat paripurna DPRD Maros disebut tetap berlangsung ketika aliran listrik di gedung DPRD mengalami pemadaman sejak pagi.

Bagi PMII, kondisi tersebut menunjukkan perlunya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dengan instansi maupun lembaga yang memiliki kewenangan terhadap sektor energi.

PMII menilai pemerintah daerah tidak harus mengambil alih kewenangan lembaga lain, tetapi memiliki peran penting dalam mengkoordinasikan, mengawal, dan menyuarakan kepentingan masyarakat ketika terjadi persoalan kebutuhan dasar.

PMII Desak Program Pemerintah Lebih Terukur

Dalam audiensi dan penyampaian aspirasi di DPRD Maros, PMII membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Di antaranya:

1. Memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan adil, tepat sasaran, serta meminimalisasi antrean berkepanjangan.
2. Memperketat pengawasan distribusi LPG 3 kilogram agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang membebani masyarakat.
3. Menyusun solusi jangka panjang krisis air bersih, khususnya bagi wilayah yang setiap tahun terdampak kekeringan.
4. Mendorong penyelesaian persoalan pemadaman listrik bergilir serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai penyebab dan jadwal pemadaman.
5. Mendorong pemerataan pembangunan dan pelayanan dasar, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses.
6. Memastikan setiap program pemerintah memiliki indikator, target, dan waktu pelaksanaan yang jelas, sehingga capaian pembangunan dapat diukur secara terbuka.
7. Membuka ruang pengawasan publik dan mahasiswa dalam mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah daerah.

Dalam momentum tersebut, aspirasi PMII disampaikan kepada pihak DPRD Maros dan dihadiri perwakilan pemerintah daerah, termasuk A. Syam Sofyan, yang disebut mewakili Bupati dalam forum tersebut sesuai keterangan panitia.

Hampir Dua Periode, PMII Minta Kinerja Pemerintah Dievaluasi

PMII Maros menilai perjalanan kepemimpinan yang telah berlangsung hampir dua periode seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana pembangunan telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurut PMII, keberhasilan pemerintah tidak cukup hanya dilihat dari pembangunan fisik, penghargaan, maupun capaian administratif. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat juga harus menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan.

«“Pembangunan tidak boleh hanya diukur dari gedung yang berdiri, jalan yang dibangun, atau penghargaan yang diterima pemerintah. Ukuran paling sederhana adalah apakah masyarakat bisa mendapatkan air bersih, BBM dengan mudah, LPG dengan harga wajar, dan listrik yang tersedia secara layak,” kata Alif.»

Ia menegaskan, kritik PMII merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa terhadap jalannya pemerintahan.

PMII mendorong pemerintah daerah tidak alergi terhadap kritik, melainkan menjadikan aspirasi masyarakat dan mahasiswa sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan.

«“PMII tidak sedang mencari kesalahan pemerintah. Kami ingin memastikan pemerintah hadir dengan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat. Kalau persoalan yang sama terus berulang, maka yang perlu dievaluasi bukan hanya penanganannya, tetapi juga perencanaannya,” tegas Alif.»

PMII Maros berharap audiensi tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Organisasi mahasiswa itu meminta adanya tindak lanjut yang konkret dan dapat dipantau publik, mulai dari kejelasan program, sumber dan alokasi anggaran, target penyelesaian, hingga batas waktu pelaksanaan.

Dengan demikian, persoalan kebutuhan dasar masyarakat tidak hanya menjadi agenda ketika terjadi krisis, tetapi benar-benar menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Maros secara berkelanjutan.

  • Penulis: Hardiansyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daftar Lengkap 10 Menteri dan Wakil Menteri yang Dilantik Prabowo

    Daftar Lengkap 10 Menteri dan Wakil Menteri yang Dilantik Prabowo

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    JAKARTA, NULONDALO.COM – Presiden Prabowo Subianto melantik 10 menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024–2029. […]

  • Kapolri Listyo Sigit Prabowo Perintahkan Hukuman Seberat-beratnya bagi Oknum Brimob Penganiaya Pelajar di Maluku

    Kapolri Listyo Sigit Prabowo Perintahkan Hukuman Seberat-beratnya bagi Oknum Brimob Penganiaya Pelajar di Maluku

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 311
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kapolri Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada oknum Brimob Bripda MS yang diduga menganiaya seorang pelajar di Maluku hingga meninggal dunia. “Saya sudah perintahkan untuk diberikan tindakan seberat-beratnya,” ujar Sigit di Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/2/2026). Ia menegaskan telah memerintahkan Kapolda Maluku dan Kadiv Propam untuk mengusut tuntas perkara […]

  • GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

    GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Di bawah langit Makassar yang terik, lorong sempit di Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakukang, menjadi saksi bisu langkah-langkah penuh empati. Sejumlah penggerak inti GUSDURian Makassar menyusuri lorong itu, bukan sekadar berkunjung, melainkan membawa dukungan kemanusiaan ke sebuah rumah yang kini menyimpan kenangan tentang Rusdamdiansyah (Dandi), pemuda yang gugur dalam gelombang demonstrasi di Jalan Urip Sumoharjo, Jumat, […]

  • Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    Demokrasi (Harus) Menjadi Kebudayaan

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Refleksi Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Oleh : Pepi Al-Bayqunie (Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Di Indonesia, demokrasi kerap tampil meriah hanya saat pemilu. Angka, statistik, dan pesta politik menjadi hal yang paling mencolok. Namun, setelah hiruk pikuk itu usai, demokrasi sering kembali sepi. Ia menyusut menjadi prosedur […]

  • Penumpang Berangkat Melalui Angkutan Laut Gorontalo Capai 3714 Orang

    Penumpang Berangkat Melalui Angkutan Laut Gorontalo Capai 3714 Orang

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat pada Mei 2025 di Provinsi Gorontalo sebanyak 3.714 orang atau menurun 36,88 persen dibandingkan dengan keadaan pada April 2025 yang tercatat sebanyak 5.884 orang. Sementara jumlah penumpang angkutan laut yang datang pada Mei 2025 sebanyak 3.036 orang, menurun 60,47 persen dibanding April 2025 yang sejumlah 7.680 orang. Jumlah barang […]

  • Merdeka, tapi Bagi Siapa? Catatan Kecil soal Kebebasan Beragama Menjelang 17 Agustus

    Merdeka, tapi Bagi Siapa? Catatan Kecil soal Kebebasan Beragama Menjelang 17 Agustus

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Wahiyudin Mamonto
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Setiap kali Agustus tiba, saya selalu berpikir: kemerdekaan itu sebenarnya milik siapa? Bendera dikibarkan, lomba panjat pinang digelar, pidato-pidato disiapkan. Tapi di balik semua kemeriahan itu, ada pertanyaan yang jarang benar-benar dijawab tuntas—apakah setiap warga negara, tanpa memandang apa yang ia yakini, benar-benar sudah merdeka untuk beribadah dan hidup sesuai keyakinannya? Kalau bicara soal aturan, […]

expand_less