Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Gegana Polda Jatim Temukan Black Powder dalam Kasus Ledakan Mercon di Ponorogo

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 307
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Tim Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Timur mengungkap temuan bahan peledak jenis low explosive atau black powder dalam penyelidikan kasus ledakan mercon di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) tersebut menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka bakar berat.

Sejak Senin (2/3/2026) pagi, petugas dengan perlengkapan lengkap menyisir lokasi kejadian yang telah dipasangi garis polisi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bahan berbahaya yang tertinggal serta mencegah potensi ledakan lanjutan di kawasan permukiman.

Ditemukan Belerang dan Potas

Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jatim, Dyan Vicky Sandi, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal ditemukan material berupa belerang dan potas atau yang dikenal sebagai booster kelengkeng. Kedua bahan tersebut lazim digunakan dalam pembuatan bubuk petasan tradisional.

“Investigasi dari Gegana, sementara yang kami temukan itu ada unsur belerang, kemudian ada potas atau booster kelengkeng. Jadi yang dibuat di sini dipastikan low explosive atau black powder,” ungkapnya di lokasi kejadian.

Selain itu, tim juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga merupakan sisa-sisa ledakan untuk dianalisis lebih lanjut. Barang bukti tersebut antara lain selongsong petasan, kemasan belerang, serta potas yang diduga menjadi bagian dari racikan bahan peledak.

Dugaan Percikan Api

Sandi menjelaskan bahwa tingkat bahaya bahan peledak tidak hanya bergantung pada jenisnya, melainkan juga pada jumlah serta tekanan yang dihasilkan saat reaksi terjadi. Secara ilmiah, volume bahan yang besar dapat memicu tekanan tinggi yang berakibat fatal.

“Jenis bahan peledak itu tidak tergantung jenisnya apa, tapi ketika jumlahnya besar, daya ledaknya tinggi. Impact-nya bisa membahayakan atau merenggut nyawa seseorang karena tekanan yang sangat tinggi,” tegasnya.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, dugaan awal ledakan terjadi akibat percikan api saat proses pengolahan bahan. Namun kepastian penyebabnya masih menunggu hasil uji laboratorium forensik (Labfor) oleh penyidik Polres Ponorogo.

“Dugaan sementara mungkin ada percikan api. Tapi hasil investigasi dari penyidik Polres nanti dibawa ke labfor,” jelasnya.

Daya Ledak 2–5 Kilogram

Daya ledak diperkirakan bersumber dari bahan baku seberat antara 2 hingga 5 kilogram yang diracik di luar bangunan. Akibatnya, tekanan menyebar ke segala arah dan membentuk kawah sedalam kurang lebih 5 sentimeter di tanah.

“Mungkin 2–5 kilogram karena dibuat di luar rumah, tekanan ke luar menyebar dan kedalaman kawah ledakan sampai 5 sentimeter, itu sangat besar,” ujarnya.

Kepolisian juga menyoroti kemudahan masyarakat memperoleh bahan seperti belerang dan potas secara bebas di pasaran. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan, terutama menjelang perayaan hari besar.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mencoba membuat atau merakit bahan peledak serupa demi menghindari jatuhnya korban. Berdasarkan catatan tahun sebelumnya, terdapat 23 kasus ledakan petasan di Jawa Timur yang menimbulkan kerugian material dan korban jiwa.

Peristiwa di Ponorogo tersebut menelan tiga korban yang seluruhnya merupakan warga setempat. Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar berat.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peneliti Internasional Teliti Sampah Plastik di Gorontalo

    Peneliti Internasional Teliti Sampah Plastik di Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Tim riset Internasional Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR) Sulawesi khususnya grup peneliti Net Zero 2.5 sukses menggelar diskusi kelompok terpumpun bertajuk “Pengelolaan Sampah Plastik Sekali Pakai di Fasilitas Pelayanan Kesehatan”  di aula Prof. Abdul Sammadkadir, Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kegiatan ini merupakan bagian dari riset kolaboratif Indonesia–Australia yang difasilitasi oleh Australia–Indonesia Centre (AIC). Melalui forum […]

  • Geliat Ekonomi GP Ansor di Tangan Addin Jauharudin

    Geliat Ekonomi GP Ansor di Tangan Addin Jauharudin

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) telah lama menjadi garda depan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) dalam menegakkan nilai-nilai keislaman yang moderat, menjaga keutuhan bangsa, dan memperkuat identitas kebangsaan. Namun, satu aspek yang selama ini belum tergarap secara maksimal adalah penguatan ekonomi kader dan organisasi. Di bawah kepemimpinan Addin Jauharudin, wajah GP Ansor mulai menunjukkan arah baru: […]

  • Idul Adha: Antara Pengorbanan, Air Mata, dan Harapan Ampunan  Allah

    Idul Adha: Antara Pengorbanan, Air Mata, dan Harapan Ampunan Allah

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Hari raya Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum agung untuk meneguhkan iman, membersihkan hati, serta merenungi makna pengorbanan dan ketaatan yang diwariskan Nabi Ibrahim alaihissalam dan Nabi Ismail alaihissalam. Di tengah gemuruh dunia yang sering melalaikan manusia dari Tuhannya, Idul Adha hadir mengingatkan kita bahwa kehidupan sejati bukan tentang siapa yang paling kaya […]

  • Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?

    Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Hari, bulan dan tahun merupakan siklus hidup manusia yang diukur menurut satuan waktu dengan berdasarkan peredaran bumi, bulan dan matahari. Siklus hari manusia terbagi dalam dua babakan, yaitu malam dan siang. Dalam penciptaan keduanya, begitu sangat istimewa sehingga Allah mengulang-ulang penciptaan malam dan siang sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berpikir (QS. 3:190, 11:3, 16:12, 23:80, […]

  • Longsor di Bandung Barat, Delapan Orang Tewas dan 82 Masih Dicari

    Longsor di Bandung Barat, Delapan Orang Tewas dan 82 Masih Dicari

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 351
    • 0Komentar

    nulondalo.com  – Tanah longsor terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, sementara 82 orang masih dalam proses pencarian hingga pukul 15.00 WIB. Longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah. Bencana dipicu hujan dengan […]

  • Bareskrim Polri Ungkap Puluhan Ribu Kasus Narkoba, Sita 590 Ton Sepanjang 2025

    Bareskrim Polri Ungkap Puluhan Ribu Kasus Narkoba, Sita 590 Ton Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 306
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mencatat capaian luar biasa sepanjang tahun 2025 dengan 48.592 kasus narkoba berhasil diungkap hingga 11 Desember 2025. Hal ini diungkapkan oleh Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Syahardiantono, dalam rilis akhir tahun di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025). “Sepanjang tahun ini, total 64.055 orang diamankan terkait kasus narkoba,” […]

expand_less