Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Homo MBGiens

  • account_circle Muhammad Suryadi R
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 584
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebahagiaan dan kenikmatan hidup itu terletak pada makanan yang kita santap. Kalimat dari Epicurus ini terasa hangat di tengah situasi Indonesia yang dilanda musim MBG. Tetapi sebelum itu, saya ingi memulai tulisan ini dengan pembahasan bahwa dalam sejarah panjang manusia, ilmuan bermazhab Darwinisme mengatakan Homo Sapiens sebagai evolusi terakhir dan paling sempurna umat manusia. Sapiens adalah makhluk rasional, yang dari aktivitas berpikirnya melahirkan rumah, menciptakan kebudayaan, menciptakan teknologi, dan melahirkan kebijaksanaan dan peradaban. Tetapi, di era Serakahnomics, narasi tersebut dibantah oleh kemunculan satu evolusi manusia yang lahir dari kebijakan dan anggaran.

Homo yang satu ini bertumbuh dari sepiring makanan: ompreng. Homo MBGiens nama generasi tersebut. Kemunculannya hampir bersamaan dengan sekolah rakyat. Jika Homo Sapiens dikenal sebagai manusia yang berpikir mencari makan untuk bertahan hidup, maka Homo MBGiens sebaliknya. Ia baru bisa berpikir setelah makan.

Peradaban manusia seringkali bermula dan diidentikkan dengan benda-benda yang menandai sebuah babak kehidupan. Jika dulu ada kapak dan batu yang menandai zaman prasejarah. Ada cangkul yang menandai masyarakat agraris. Ada kapal dan pelabuhan yang menandai masyarakat maritim. Ada mesin uap yang menandai revolusi industri. Ada big data dan digitalisasi menandai era AI. Maka di Indonesia di era kiwari, ada ompreng yang menandai eksistensi manusia berbadan gemoy (MBG).

Ompreng sebagai Simbol Peradaban Baru

Hari ini, dalam beberapa pemandangan sosial kita, ompreng muncul sebagai satu benda yang senantiasa akan membersamai kita. Benda yang tadinya kita akrabi di meja makan dan dapur, kini kita jumpai setiap lima hari -kalau tidak setiap hari- di bangku belajar anak-anak sekolahan. Ompreng yang semula hanya wadah makanan, kini menjadi realitas simbolik keseharian kita. Karena kebutuhan untuk melahirkan anak-anak bergizi sehat, kalori cukup, dan nutrisi terpenuhi, maka ompreng berubah menjadi simbol baru dalam peradaban dimana Homo MBGiens eksis, sukses dan lancar jaya.

  • Penulis: Muhammad Suryadi R

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasi Kuning

    Nasi Kuning

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Fadhil Hadju
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Wanita cantik itu mondar mandir bak setrika. Kakinya terus menjinjit, menghasilkan suara decitan lembut saat bersentuhan lantai, dan dengan indah melewati tetamu. Tak lupa satu lengannya menjulur ke bawah, terdengar suara tabik lembut menyembul dari kedua bibirnya. Wanita itu pacarku, Nia. Disusunnya sepuluh piring putih di hadapanku. Piring itu motifnya bunga-bunga. Duduk manis mereka di […]

  • UNU Gorontalo Dampingi Petani Atasi Konflik Satwa

    UNU Gorontalo Dampingi Petani Atasi Konflik Satwa

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo yang melakukan penanaman papaya di batas ladang Masyarakat dengan kawasan hutan. Penanaman buah ini merupakan upaya untuk meredam konflik satwa liar dan petani yang hingga kini belum mampu diatasi. Mahasiswa ini menanam bibit papaya dengan jarak tertentu pada bidang lahan, sehingga saat pohon besar dan berbuah nanti kawasan ini […]

  • Media Thailand Sebut SEA Games ke-33 Ajang Paling Terlupakan dalam Sejarah

    Media Thailand Sebut SEA Games ke-33 Ajang Paling Terlupakan dalam Sejarah

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Surat kabar ternama Thailand, Thairath, secara terbuka mengakui bahwa SEA Games ke-33 yang digelar di negaranya sendiri merupakan salah satu ajang olahraga paling buruk penyelenggaraannya dan “tidak layak dikenang” dalam sejarah pesta olahraga Asia Tenggara. Dalam artikelnya yang berjudul “SEA Games yang Tidak Layak Dikenang”, Thairath memisahkan secara tegas antara prestasi atlet dan […]

  • PBB Maros Capai 84 Persen, Camba Tertinggi; Moncongloe Terendah Akibat Kendala Sertifikat

    PBB Maros Capai 84 Persen, Camba Tertinggi; Moncongloe Terendah Akibat Kendala Sertifikat

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 193
    • 0Komentar

    nulondilon.com, Maros – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros menggelar rapat evaluasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) per 26 November 2025. Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, digelar di ruang rapatnya, Senin (1/12/2025), dan memaparkan capaian terkini realisasi PBB-P2 di 14 kecamatan. Hingga akhir November, realisasi penerimaan PBB-P2 Maros […]

  • Ilmu yang Masuk Angin

    Ilmu yang Masuk Angin

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Di pesantren, ada petuah sederhana: “Ilmu iku kudu manfaat, nek mung pinter tok yo mblenger.” Ilmu itu harus bermanfaat, kalau cuma pintar saja bisa bikin kembung. Sayangnya, sebagian akademisi hari ini tampak bukan kembung karena terlalu banyak makan, tetapi karena terlalu lama tinggal di menara gading, ruang tinggi, dingin, dan jauh dari sawah, laut, serta […]

  • Lewat Voting Terbuka, Pemuda Majannang Percayakan Karang Taruna ke Tangan Sakti

    Lewat Voting Terbuka, Pemuda Majannang Percayakan Karang Taruna ke Tangan Sakti

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros –  Karang Taruna Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, sukses menggelar Temu Karya sekaligus Pembentukan Pengurus Baru yang dirangkaikan dengan pemilihan Ketua Umum, Jumat (9/1/2026), bertempat di Kantor Desa Majannang. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh PJ Kepala Desa Majannang, Syamsir, S.S, Ketua Karang Taruna Kecamatan Maros Baru Syawir, Sekretaris Karang Taruna Kecamatan […]

expand_less