Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Homo MBGiens

  • account_circle Muhammad Suryadi R
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 439
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap hari, orang datang membawa wadah itu, berdiri dalam antrean, menunggu makanan dibagikan. Menunggu ompreng makanan bergizi -seharga Rp. 8.500-  yang di dalamnya berisi nasi, lauk, dan sayur. Ompreng kini perlahan menjadi tanda zaman, yang mana sebuah peradaban tidak lagi sepenuhnya ditopang oleh kerja manusia, tetapi ditentukan pola makan yang telah diatur oleh negara: Makan Bergizi Gratis.

Makan Bergizi Gratis sesungguhnya merupakan program yang (berniat) sungguh mulia. Tujuannya jelas: memastikan masyarakat, terutama anak-anak sekolah -dari semua tingkatan baik swasta maupun negeri- mendapatkan makanan yang layak bukan lezat. Dalam banyak kasus, program semacam ini membantu keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, meski hanya tertulis dalam angka dan statistik.

Tetapi, kebijakan kerap menampilkan dua sisi sekaligus. Ketika pemberian makanan dilakukan terus-menerus dan menjadi rutinitas wajib, maka secara tidak langsung akan membentuk pola pikir dan kebiasaan baru. Generasi yang tumbuh dari pola semacam ini bisa saja akan memandang makanan bukan lagi sebagai hasil dari usaha, tetapi sebagai sesuatu yang datang dan didistribusi oleh negara. Tanpa disadari, negara bukan hanya menyuap makan setiap hari. Negara juga turut andil besar membentuk pola hidup baru.

Homo MBGiens: Evolusi yang Aneh

Sekali lagi, ompreng bukan sekadar wadah makanan. Ia sekaligus membawa pesan simbolik. Bahwa kebutuhan hidup, terutama makanan, datang tanpa proses panjang dari bekerja. Jika kebiasaan ini terus berulang, maka nalar manusia perlahan tersisih oleh ingatan terhadap ompreng. Rasionalitas yang seharusnya menjadi alat intelektualitas anak-anak sekolah digeser oleh wadah makanan yang datang setiap lima hari yang bernama ompreng itu. Kebiasaan ini akan menggeser banyak hal. Pergeseran dari papan tulis ke dapur. Dari pulpen ke ompreng. Dan pikiran turun ke perut.

  • Penulis: Muhammad Suryadi R

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menag Pimpin Peningkatan Profesionalisme Pegawai UPQ

    Menag Pimpin Peningkatan Profesionalisme Pegawai UPQ

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 143
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., membuka secara resmi kegiatan Tazkiyatun Nafs: Pembinaan Ruhani dan Profesionalisme Pegawai UPQ yang diselenggarakan Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama pada 10–13 November 2025 di Ciawi, Kabupaten Bogor. Agenda ini menjadi bagian dari upaya strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia UPQ seiring target besar […]

  • Menakar Efisiensi APBN: Tantangan Menjaga Akuntabilitas di Balik Penghematan Anggaran

    Menakar Efisiensi APBN: Tantangan Menjaga Akuntabilitas di Balik Penghematan Anggaran

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Ai Dila Umul Hidayah
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Fenomena ini menunjukkan bahwa akuntabilitas APBN di Indonesia masih cenderung bersifat formal. Selama laporan keuangan disusun dengan baik dan angka-angka terlihat terkendali, pengelolaan anggaran sering kali dianggap berhasil. Padahal, akuntabilitas yang sesungguhnya tidak berhenti pada kepatuhan administratif, melainkan pada kemampuan pemerintah untuk menunjukkan manfaat nyata dari setiap kebijakan anggaran. Jika dilihat dari perspektif value for […]

  • Bank Sampah hingga Ketahanan Pangan: Langkah Nyata Ecopesantren di Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah photo_camera 2

    Bank Sampah hingga Ketahanan Pangan: Langkah Nyata Ecopesantren di Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 1.852
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Suasana Pondok Pesantren Mahasiswa Burhan Al-Hadharah tampak berbeda pada Senin (8/12/2025) sore itu. Bukan hanya lantunan kajian kitab yang terdengar, tetapi juga dialog hangat tentang sampah, ketahanan pangan, dan masa depan bumi. Para santri, mahasiswa, hingga perwakilan komunitas duduk bersama menyimak penjelasan tentang bagaimana pesantren dapat menjadi kekuatan besar dalam gerakan pelestarian lingkungan. […]

  • Bentrokan Demonstran Pro-Iran dan Aparat Pecah di Karachi, Puluhan Tewas dan Terluka

    Bentrokan Demonstran Pro-Iran dan Aparat Pecah di Karachi, Puluhan Tewas dan Terluka

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 201
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bentrokan antara demonstran anti-Amerika Serikat dan pasukan keamanan pecah di Karachi, Pakistan, menyusul kabar dugaan serangan AS yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Aksi massa yang awalnya berupa unjuk rasa solidaritas terhadap Iran berubah ricuh ketika aparat berupaya membubarkan kerumunan. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan polisi antihuru-hara menembakkan gas […]

  • Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

    Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Apriyanto Radjak
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Penulis: Apriyanto Rajak –  (seorang petani, nelayan dan pemain sepak bola amatir) Di penghujung Agustus 2025, saya bersama Rizki memutuskan untuk bekerja sama menyelesaikan pekerjaan di kebun masing-masing. Kebetulan kebun milik kami berdua tidak terlalu berjauhan. Adapun jarak dari kampung bisa diasumsikan dengan waktu tempuh 15 menit menggunakan sepeda motor. Lokasinya berada di pegunungan Landaso, Kecamatan Bolaang […]

  • KH. Adam Zakaria: Ulama Tanpa Pesantren yang Melahirkan Banyak Ulama

    KH. Adam Zakaria: Ulama Tanpa Pesantren yang Melahirkan Banyak Ulama

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Moh. Rodney Neu
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Barangkali tidak semua orang mengenal sosok ulama masyhur Gorontalo yang satu ini. Namun di kalangan para santri, guru agama, dan tokoh masyarakat, nama KH. Adam Zakaria dikenang sebagai ulama yang tak pernah berhenti belajar, mengajar, dan berkhidmat untuk Islam. Ia adalah cerminan nyata dari kegigihan menuntut ilmu, meski tanpa pernah mencicipi pendidikan formal di pesantren. […]

expand_less