Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Homo MBGiens

  • account_circle Muhammad Suryadi R
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 495
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap hari, orang datang membawa wadah itu, berdiri dalam antrean, menunggu makanan dibagikan. Menunggu ompreng makanan bergizi -seharga Rp. 8.500-  yang di dalamnya berisi nasi, lauk, dan sayur. Ompreng kini perlahan menjadi tanda zaman, yang mana sebuah peradaban tidak lagi sepenuhnya ditopang oleh kerja manusia, tetapi ditentukan pola makan yang telah diatur oleh negara: Makan Bergizi Gratis.

Makan Bergizi Gratis sesungguhnya merupakan program yang (berniat) sungguh mulia. Tujuannya jelas: memastikan masyarakat, terutama anak-anak sekolah -dari semua tingkatan baik swasta maupun negeri- mendapatkan makanan yang layak bukan lezat. Dalam banyak kasus, program semacam ini membantu keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, meski hanya tertulis dalam angka dan statistik.

Tetapi, kebijakan kerap menampilkan dua sisi sekaligus. Ketika pemberian makanan dilakukan terus-menerus dan menjadi rutinitas wajib, maka secara tidak langsung akan membentuk pola pikir dan kebiasaan baru. Generasi yang tumbuh dari pola semacam ini bisa saja akan memandang makanan bukan lagi sebagai hasil dari usaha, tetapi sebagai sesuatu yang datang dan didistribusi oleh negara. Tanpa disadari, negara bukan hanya menyuap makan setiap hari. Negara juga turut andil besar membentuk pola hidup baru.

Homo MBGiens: Evolusi yang Aneh

Sekali lagi, ompreng bukan sekadar wadah makanan. Ia sekaligus membawa pesan simbolik. Bahwa kebutuhan hidup, terutama makanan, datang tanpa proses panjang dari bekerja. Jika kebiasaan ini terus berulang, maka nalar manusia perlahan tersisih oleh ingatan terhadap ompreng. Rasionalitas yang seharusnya menjadi alat intelektualitas anak-anak sekolah digeser oleh wadah makanan yang datang setiap lima hari yang bernama ompreng itu. Kebiasaan ini akan menggeser banyak hal. Pergeseran dari papan tulis ke dapur. Dari pulpen ke ompreng. Dan pikiran turun ke perut.

  • Penulis: Muhammad Suryadi R

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadapi Musim Kemarau, DLHK dan BPBD Gorontalo Rutin Siram Tanaman di GORR

    Hadapi Musim Kemarau, DLHK dan BPBD Gorontalo Rutin Siram Tanaman di GORR

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Ikbal Kau
    • visibility 160
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melakukan penyiraman tanaman di sepanjang Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah. Kegiatan penyiraman dilakukan secara rutin dengan melibatkan personel DLHK serta armada tangki […]

  • Saro-Saro Ternate Diakui KIK, Tradisi Gotong Royong Pecahkan Rekor di Busua

    Saro-Saro Ternate Diakui KIK, Tradisi Gotong Royong Pecahkan Rekor di Busua

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Dalam praktiknya, Saro-Saro dilaksanakan oleh para perempuan keluarga yang disebut yaya se goa. Mereka menyuguhkan berbagai makanan simbolik seperti srikaya, nanas, dan kobo, yang masing-masing mengandung makna budi pekerti, kesetiaan, dan tanggung jawab dalam rumah tangga. Selain itu, terdapat aturan adat yang ketat, seperti hanya satu imam yang membagi makanan, sementara lainnya mengambil secukupnya sebagai […]

  • Abu Sa’id al-Khudri dan Surah Al-Fatihah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #24)

    Abu Sa’id al-Khudri dan Surah Al-Fatihah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #24)

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Salah satu riwayat Abu Sa’id al-Khudri yang paling dikenal adalah kisah tentang pembacaan Surah Al-Fatihah sebagai ruqyah. Riwayat ini menceritakan sebuah pengalaman ketika ia bersama beberapa sahabat sedang melakukan perjalanan. Dalam perjalanan itu, mereka tiba di sebuah perkampungan Arab dalam keadaan kelelahan. Para penduduk tampak tidak terlalu peduli, sehingga para sahabat memilih beristirahat di pinggir […]

  • Terhibur Sampai Tunduk: Industri Kebudayaan dan Gagalnya Negara Menjadi Fasilitator Keadilan

    Terhibur Sampai Tunduk: Industri Kebudayaan dan Gagalnya Negara Menjadi Fasilitator Keadilan

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Namun persoalannya tidak berhenti pada industri media atau kapitalisme digital semata. Ada masalah yang lebih besar yaitu negara gagal hadir sebagai fasilitator ruang publik yang sehat dan adil. Negara seharusnya menjadi penyeimbang di tengah dominasi pasar. Ia mestinya melindungi ruang kebudayaan dari logika komersialisasi yang berlebihan, memastikan pendidikan tetap menjadi ruang pembentukan kesadaran kritis, serta […]

  • Membunuh ‘tuhan’ dengan Puasa

    Membunuh ‘tuhan’ dengan Puasa

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Secara tidak sadar, manusia telah merancang ‘tuhan’ di altar persembahannya, memuja ilusi yang lahir dari tangannya sendiri, dan puasa hadir untuk membunuhnya. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah ritual penyucian jiwa yang mendalam. Di balik setiap detik penantian dan keheningan, tersimpan makna esoterik memerangi dan memusnahkan segala bentuk penyembahan terhadap duniawi […]

  • Menjelang PorProv Sulsel,IPSI Maros Akan laksanakan Try Out Atlet

    Menjelang PorProv Sulsel,IPSI Maros Akan laksanakan Try Out Atlet

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Nulondalo.com,MAROS – Menjelang pelaksanaan Try Out Pencak Silat 2026, atlet dari berbagai perguruan se kabupaten maros mulai meningkatkan intensitas latihan melalui latihan rutin dibawah instruksi Ketua bidang pelatih IPSI Maros Khaerul sujarwadi. Latihan ini sudah berlansung selama 3 bulan mulai dari Mei hingga Juli Dan akan berlanjut Hingga Porprov mendatang. Try out yang dijadwalkan berlangsung […]

expand_less