Homo MBGiens
- account_circle Muhammad Suryadi R
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- visibility 265
- print Cetak

Muhammad Suryadi R/Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam konteks ini, tentu saja manusia jenis ini tidak serta-merta kehilangan akal pikirannya. Tetapi peran akalnya tergerus karena kebiasaan sosial baru yang berpengaruh besar, yakni MBG. Hal ini pada gilirannya membentuk mentalitas baru. Dan dalam mentalitas seperti ini, ompreng tidak lagi sekadar wadah makanan, tetapi berubah menjadi pusat orientasi hidup.
Padahal sejarah manusia sebenarnya adalah sejarah tentang perjuangan. Manusia purba berburu mengumpul makanan dan manusia modern bekerja untuk bertahan hidup. Seolah-olah tidak ada makan tanpa kerja keras.
Tetapi bagi Homo MBGiens, relasi itu mulai dibalik. Makanan datang dari distribusi. Antrian mengikuti jadwal pembagian. Dan memang sebagian aktivitas manusia seringkali (dipaksa) menyesuaikan diri dengan urusan antri pembagian bantuan pemerintah, itupun salah sasaran kalau tidak dikorupsi. Dari situ kemudian muncul gambaran satir, dimana manusia yang dulu disebut sebagai manusia yang berpikir, kini perlahan bertransformasi menjadi makhluk yang (senang) menunggu, menunggu itu barang kata Bahlil.
- Penulis: Muhammad Suryadi R

Saat ini belum ada komentar