Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

  • account_circle Suaib Prawono
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • visibility 139
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam dinamika sosial Indonesia, satu hal yang menarik untuk diamati adalah bahwa suara-suara yang paling lantang menyuarakan kerukunan dan perdamaian justru lebih sering datang dari organisasi masyarakat sipil—terutama ormas keagamaan, sosial, dan komunitas-komunitas akar rumput—bukan dari pemerintah. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Ia berakar pada perbedaan mendasar dalam cara berpikir, atau yang sering disebut sebagai mental model, antara institusi negara dan masyarakat sipil.

Pemerintah, sebagai entitas birokratis, cenderung bergerak berdasarkan logika anggaran. Ketika dana tersedia, program berjalan. Ketika anggaran tersendat, kegiatan pun tertunda. Ini bukan semata-mata soal kemauan, tetapi juga soal sistem dan prosedur yang mengikat. Di sisi lain, ormas keagamaan dan sosial sering kali bergerak dengan semangat voluntarisme. Mereka tidak menunggu anggaran cair atau proposal disetujui. Mereka bergerak karena panggilan nurani, karena rasa tanggung jawab moral terhadap masyarakat dan kemanusiaan. Tak jarang, para penggeraknya rela merogoh kocek pribadi demi memastikan kegiatan berjalan.

Inilah yang membedakan: sense of urgency dan sense of ownership yang tinggi dari masyarakat sipil. Mereka tidak hanya melihat perdamaian sebagai program, tetapi sebagai kebutuhan hidup bersama. Mereka tidak menunggu aba-aba dari atas, karena mereka hidup langsung di tengah masyarakat yang merasakan dampak konflik, ketegangan, dan perpecahan.

Kerja-kerja sosial yang dilakukan oleh komunitas dan ormas ini pun tidak berdiri sendiri. Kolaborasi menjadi semangat utama yang menopang gerakan mereka. Dalam banyak kasus, kita melihat bagaimana lintas komunitas, lintas agama, bahkan lintas ideologi bisa duduk bersama, merancang kegiatan bersama, dan saling menopang satu sama lain. Ini adalah kekuatan khas masyarakat sipil: fleksibel, adaptif, dan berbasis relasi sosial yang kuat.

Memang benar bahwa dana adalah faktor penting dalam menjalankan kegiatan. Namun, tidak sepenuhnya benar bahwa tanpa uang, gerakan tidak bisa berjalan. Ungkapan populer yang mengatakan “uang memang bukan segalanya, tetapi ia menentukan segalanya” mencerminkan cara pandang materialistik yang dominan dalam sistem birokrasi. Tapi bagi banyak aktivis sosial dan pegiat ormas, uang adalah urusan kedua. Yang utama adalah niat dan aksi. Bergerak dulu, urusan logistik bisa dicari sambil jalan. Prinsip ini yang membuat gerakan masyarakat sipil sering kali lebih gesit dan responsif terhadap isu-isu sosial.

Dalam konteks ini, kita bisa melihat bahwa kekuatan masyarakat sipil bukan hanya sebagai pelengkap dari peran negara, tetapi sebagai motor utama dalam membangun budaya damai. Mereka hadir bukan karena mandat, tetapi karena panggilan. Mereka tidak digerakkan oleh insentif, tetapi oleh empati. Dan justru karena itu, suara mereka lebih tulus, lebih menyentuh, dan lebih dipercaya oleh masyarakat.

Maka, jika hari ini kita mendengar seruan perdamaian lebih sering datang dari komunitas dan ormas, itu bukan karena pemerintah abai, tetapi karena masyarakat sipil memiliki cara kerja dan cara pandang yang berbeda. Dan perbedaan inilah yang justru memperkaya ekosistem sosial kita. Pemerintah dan masyarakat sipil tidak harus bersaing, tetapi bisa saling melengkapi. Negara dengan sumber dayanya, dan masyarakat sipil dengan semangatnya. Jika keduanya bersinergi, maka perdamaian bukan hanya wacana, tetapi kenyataan yang bisa dirasakan oleh semua.

  • Penulis: Suaib Prawono
  • Editor: Suaib Prawono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Gorontalo Dorong Penelusuran Naskah Kuno untuk Selamatkan Warisan Sejarah

    Pemkab Gorontalo Dorong Penelusuran Naskah Kuno untuk Selamatkan Warisan Sejarah

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mendorong kegiatan penelusuran naskah kuno dan manuskrip budaya sebagai upaya menyelamatkan warisan sejarah yang terancam hilang. Langkah tersebut ditegaskan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat membuka sosialisasi penelusuran naskah kuno di Ruang Dulohupa, Selasa (7/4/2026). Sofyan menilai, naskah kuno memiliki nilai strategis karena memuat catatan autentik sejarah, ilmu pengetahuan, serta kearifan […]

  • Negara Untung di Atas Kertas, Rakyat Rugi di Kehidupan Nyata?

    Negara Untung di Atas Kertas, Rakyat Rugi di Kehidupan Nyata?

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle M. Ja'far Ali Reza
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Setiap tahun, laporan keuangan pemerintah disajikan dengan rapi. Angka-angka tersusun sistematis, realisasi anggaran tercatat dengan detail, dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kembali diraih dari Badan Pemeriksa Keuangan. Dari sudut pandang administratif, ini adalah gambaran ideal dari tata kelola keuangan negara yang tertib dan profesional. Tidak sedikit yang menjadikan capaian ini sebagai bukti bahwa sistem […]

  • Komisi XI DPR Uji Kelayakan 10 Calon Anggota Dewan Komisioner OJK pada 11 Maret 2026

    Komisi XI DPR Uji Kelayakan 10 Calon Anggota Dewan Komisioner OJK pada 11 Maret 2026

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui Komisi XI DPR RI akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 10 calon anggota Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rabu (11/3/2026). Uji kelayakan tersebut dijadwalkan berlangsung di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan. Jadwal Uji Kelayakan Berdasarkan jadwal […]

  • KH Muhyiddin Zeny: Amal Orang Hidup Dapat Mengalir untuk Mereka yang Telah Wafat Play Button

    KH Muhyiddin Zeny: Amal Orang Hidup Dapat Mengalir untuk Mereka yang Telah Wafat

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 341
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tradisi mendoakan orang tua dan keluarga yang telah meninggal dunia kembali ditegaskan memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Hal tersebut disampaikan oleh KH Muhyiddin Zeny dalam pengajian rutin yang disiarkan melalui Nutizen TV. Dalam kajiannya, KH Muhyiddin Zeny menjelaskan bahwa amal kebaikan orang yang masih hidup dapat disampaikan pahalanya kepada orang yang telah wafat, […]

  • Santri Pesantren Ndolo Kusumo Dipindahkan, Kemenag Pastikan Pendidikan Tetap Berlanjut

    Santri Pesantren Ndolo Kusumo Dipindahkan, Kemenag Pastikan Pendidikan Tetap Berlanjut

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Proses hukum terhadap terduga pelaku kekerasan seksual di Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, saat ini tengah ditangani aparat kepolisian. Di sisi lain, Kementerian Agama memastikan keberlanjutan pendidikan para santri tetap menjadi prioritas utama. Direktur Pesantren, Basnang Said, menegaskan bahwa para santri akan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan di sejumlah lembaga di Kabupaten Pati. “Pendidikan […]

  • Ungkap Curanmor Antar Provinsi, Polresta Gorontalo Kota Amankan 5 Motor di Sulut

    Ungkap Curanmor Antar Provinsi, Polresta Gorontalo Kota Amankan 5 Motor di Sulut

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 285
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Tim Gabungan Jatanras Polresta Gorontalo Kota bersama Unit Reskrim Polsek Kota Utara berhasil mengungkap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) antar provinsi. Dalam operasi pengejaran hingga ke wilayah Sulawesi Utara (Sulut), petugas mengamankan lima unit sepeda motor berbagai merek, Selasa (13/1/2026). Kapolresta Gorontalo Kota melalui Kasat Reskrim AKP Akmal Novian Reza, S.I.K., menjelaskan pengungkapan tersebut […]

expand_less