Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

  • account_circle Suaib Prawono
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • visibility 214
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam dinamika sosial Indonesia, satu hal yang menarik untuk diamati adalah bahwa suara-suara yang paling lantang menyuarakan kerukunan dan perdamaian justru lebih sering datang dari organisasi masyarakat sipil—terutama ormas keagamaan, sosial, dan komunitas-komunitas akar rumput—bukan dari pemerintah. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Ia berakar pada perbedaan mendasar dalam cara berpikir, atau yang sering disebut sebagai mental model, antara institusi negara dan masyarakat sipil.

Pemerintah, sebagai entitas birokratis, cenderung bergerak berdasarkan logika anggaran. Ketika dana tersedia, program berjalan. Ketika anggaran tersendat, kegiatan pun tertunda. Ini bukan semata-mata soal kemauan, tetapi juga soal sistem dan prosedur yang mengikat. Di sisi lain, ormas keagamaan dan sosial sering kali bergerak dengan semangat voluntarisme. Mereka tidak menunggu anggaran cair atau proposal disetujui. Mereka bergerak karena panggilan nurani, karena rasa tanggung jawab moral terhadap masyarakat dan kemanusiaan. Tak jarang, para penggeraknya rela merogoh kocek pribadi demi memastikan kegiatan berjalan.

Inilah yang membedakan: sense of urgency dan sense of ownership yang tinggi dari masyarakat sipil. Mereka tidak hanya melihat perdamaian sebagai program, tetapi sebagai kebutuhan hidup bersama. Mereka tidak menunggu aba-aba dari atas, karena mereka hidup langsung di tengah masyarakat yang merasakan dampak konflik, ketegangan, dan perpecahan.

Kerja-kerja sosial yang dilakukan oleh komunitas dan ormas ini pun tidak berdiri sendiri. Kolaborasi menjadi semangat utama yang menopang gerakan mereka. Dalam banyak kasus, kita melihat bagaimana lintas komunitas, lintas agama, bahkan lintas ideologi bisa duduk bersama, merancang kegiatan bersama, dan saling menopang satu sama lain. Ini adalah kekuatan khas masyarakat sipil: fleksibel, adaptif, dan berbasis relasi sosial yang kuat.

Memang benar bahwa dana adalah faktor penting dalam menjalankan kegiatan. Namun, tidak sepenuhnya benar bahwa tanpa uang, gerakan tidak bisa berjalan. Ungkapan populer yang mengatakan “uang memang bukan segalanya, tetapi ia menentukan segalanya” mencerminkan cara pandang materialistik yang dominan dalam sistem birokrasi. Tapi bagi banyak aktivis sosial dan pegiat ormas, uang adalah urusan kedua. Yang utama adalah niat dan aksi. Bergerak dulu, urusan logistik bisa dicari sambil jalan. Prinsip ini yang membuat gerakan masyarakat sipil sering kali lebih gesit dan responsif terhadap isu-isu sosial.

Dalam konteks ini, kita bisa melihat bahwa kekuatan masyarakat sipil bukan hanya sebagai pelengkap dari peran negara, tetapi sebagai motor utama dalam membangun budaya damai. Mereka hadir bukan karena mandat, tetapi karena panggilan. Mereka tidak digerakkan oleh insentif, tetapi oleh empati. Dan justru karena itu, suara mereka lebih tulus, lebih menyentuh, dan lebih dipercaya oleh masyarakat.

Maka, jika hari ini kita mendengar seruan perdamaian lebih sering datang dari komunitas dan ormas, itu bukan karena pemerintah abai, tetapi karena masyarakat sipil memiliki cara kerja dan cara pandang yang berbeda. Dan perbedaan inilah yang justru memperkaya ekosistem sosial kita. Pemerintah dan masyarakat sipil tidak harus bersaing, tetapi bisa saling melengkapi. Negara dengan sumber dayanya, dan masyarakat sipil dengan semangatnya. Jika keduanya bersinergi, maka perdamaian bukan hanya wacana, tetapi kenyataan yang bisa dirasakan oleh semua.

  • Penulis: Suaib Prawono
  • Editor: Suaib Prawono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Republik Indonesia mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum kondusif. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah demi memastikan keselamatan warga negara Indonesia. “Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah […]

  • Pemkot–BPSDM Gorontalo Gelar Pelatihan PBJ Pemerintah

    Pemkot–BPSDM Gorontalo Gelar Pelatihan PBJ Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Gorontalo bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Gorontalo memulai Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah. Kegiatan ini berlangsung di Kelas NKRI BPSDM Provinsi Gorontalo ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur dalam memahami dan mengimplementasikan proses pengadaan barang dan jasa secara profesional, transparan, dan akuntabel. “Pada hari […]

  • Sedekah Tanpa Batas: Menag Dorong Filantropi Islam Universal

    Sedekah Tanpa Batas: Menag Dorong Filantropi Islam Universal

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Nulondalo.com- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan penekanan khusus mengenai optimalisasi filantropi Islam dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026. Menag mengajak umat Islam, khususnya kelompok kaya (aghniya), untuk tidak terjebak pada pemenuhan standar minimal kewajiban agama dalam pembayaran zakat, tapi memperluas kontribusinya melalui instrumen sedekah, infak, hibah, dan wakaf. Hal itu disampaikan […]

  • Intelektual Muda NU Kritik Pengelolaan Anggaran: Rakyat Bayar Pajak, Jangan Diminta Menalangi Program Negara

    Intelektual Muda NU Kritik Pengelolaan Anggaran: Rakyat Bayar Pajak, Jangan Diminta Menalangi Program Negara

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Intelektual Muda Nahdlatul Ulama dan Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Dr. Muhammad Aras Prabowo, menilai sejumlah pernyataan pejabat publik belakangan ini menunjukkan persoalan yang lebih mendasar dalam tata kelola pemerintahan. Hal yang menjadi sorotan Aras yakni lemahnya disiplin komunikasi publik dan munculnya persepsi publik mengenai menurunnya akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Menurut Aras, […]

  • 17 Mahasantri Khatamun Nabiyyin Raih Sertifikasi CAP, Bukti Santri Unggul di Era Digital

    17 Mahasantri Khatamun Nabiyyin Raih Sertifikasi CAP, Bukti Santri Unggul di Era Digital

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 446
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Jakarta – Sebanyak 17 mahasantri dari Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin, Balekambang, Jakarta Timur berhasil menorehkan prestasi membanggakan di bidang non-akademik dengan meraih gelar Certified Accurate Professional (CAP), sebuah sertifikasi bergengsi di bidang komputerisasi akuntansi. Sertifikasi ini diperoleh setelah para mahasantri dinyatakan lulus dalam rangkaian ujian kompetensi penggunaan aplikasi akuntansi Accurate. Program sertifikasi tersebut […]

  • Kasat Binmas Polres Maros Kumpulkan Bhabinkamtibmas Camba-Mallawa: “Jadilah Solusi bagi Warga”

    Kasat Binmas Polres Maros Kumpulkan Bhabinkamtibmas Camba-Mallawa: “Jadilah Solusi bagi Warga”

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Maros, AKP Ilham Yuliani, mengumpulkan seluruh Bhabinkamtibmas yang bertugas di Kecamatan Camba dan Mallawa dalam pertemuan terpisah di Aula Polsek Camba dan Polsek Mallawa, Kamis (4/12/2025). Pertemuan ini digelar untuk memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). […]

expand_less