Breaking News
light_mode
Trending Tags

Cerdas Dan Tasamuh

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 55
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Seandainya Nabi masih hidup, mungkin kita akan langsung bertanya kepada Beliau mana yang benar puasa hari rabu atau puasa hari kamis, dan tentu akan selesai persoalan dan tidak ada lagi yang saling menyalahkan, nah hari ini terjadi lagi perbedaan. Apakah pada zaman Nabi pernah terjadi perbedaan dikalangan para sahabat?, tentu sering terjadi perbedaan, Dan Nabi sering tampil memberikan pemahaman atau memberi penilaian terhadap pendapat para sahabat yang berbeda.

Seperti hari ini yang terjadi, ada yang bertanya kapan anda puasa?, rabu apa kamis?, ikut muhammadiyah atau NU/menteri agama?, masing-masing ada pangikutnya, argumentasi dan dalil masing-masing. Lalu bagaimana orang yang tidak puasa hari rabu dalam pandangan orang yang puasa di hari rabu, apa mereka berdosa, dan bagaimana orang berpuasa di hari rabu, padahal belum masuk ramadhan menurut versi yang berpuasa hari kamis?. Ini problem kan?.

Kita ini masyarakat Indonesia sudah sangat berpengalaman dalam perbedaan pendapat, dan sangat cerdas dan tasamuh dalam menyikapi perbedaan, bertahun-tahun NU dan Muhammadiyah hidup dalam perbedaan pendapat, baik dengan tokoh-tokohnya masing-masing maupun secara keorganisasian dan sampai sekarang dalam penentuan awal ramadhan dan penentuan idul fitri itu masih sering berbeda pendapat, sekalipun kedua  organisasi ini punya tokoh sentral yang sangat dikagumi oleh para pengikutnya.

Sederet tokoh-tokoh kedua organisasi tersebut, AR Fachruddin, KH Azhar Basyir, Syafi’i Ma’arif, Gus Dur, Hasyim Muzadi, Said Aqil Siradj, dan tokoh-tokoh lainnya mereka ini adalah tokoh yang punya pemikiran yang maju dan moderat, berbeda dalam organisasi tapi punya pemikiran yang sama sebagai garda terdepan dalam memajukan keislaman, kemanusiaan dan keindonesiaan.

Kembali kepada perbedaan di atas, dan perbedaan ini tidak boleh dipertentangkan, perbedaan ini masih dalam ranah khilafiyah. Dalam pandangan Prof Quraish dalam salah satu bukunya, menyangkut dialog ketika masing-masing menyatakan kebenaran, inilah gambaran arti khilafiyah dan inilah pandangan yang meyakini bahwa kebenaran dalam perincian ajaran agama hanya satu. Lebih lanjut Prof Quraish mengatakan, mari kita dengar mereka yang berpendapat bahwa dalam perincian boleh jadi kebenaran itu beragam, selama semua menuntut ridha Ilahi. Bukankah empat adalah dua kali dua, atau tiga tambah satu, atau dua tambah dua atau lainnya lagi.

Ada riwayat bahwa Rasulullah, pernah berpesan kepada sekelompok pasukan, “janganlah salat asar, seorang di antaramu, kecuali di perkampungan bani quraizhah.” Perjalanan demikian panjang, dan waktu asar telah hampir berlalu. Maka sebagian anggota kelompok melaksanakan shalat asar sebelum tiba di tempat yang dituju, sedangkan yang lain berpegang pada bunyi teks dan bersikeras melaksanakan di tempat yang dituju meskipun waktunya telah berlalu.

Dan persoalan ini dilaporkan kepada Nabi, Beliau tidak menyalahkan siapapun. Keduanya dibenarkan walaupun berbeda, dalam bahasa agama dikenal dengan tanawwu’ al-ibadah (keragaman cara beribadah).  Nabi tidak menyalahkan salah satu dari kelompok yang berbeda dalam menyikapi perintah Nabi, karena keduanya sama-sama ingin mencari kebenaran dan ridha Ilahi.Dan perlu diingat yang seperti ini hanya diberikan dalam bidang furu’ (perincian ajaran), misalnya penetapan waktu idul fitri atau awal puasa dan yang berbeda pun harus harus memiliki otoritas ilmiah, mujtahid dalam bahasa hadisnya.

Lewat tulisan ini, saya mengapresiasi kedua organisasi terbesar di Indonesian ini, yakni Muhammadiyah dan NU, yang telah banyak berjasa dalam pengembangan pemikiran keagamaan, yang telah meletakkan dasar-dasar moderasi beragama di Indonesia, yang telah mengedukasi sebagian besar masyarakat Indonesia, baik dibidang keagamaan maupun dibidang sosial kemasyarakatan, jasa kedua organisasi besar ini, begitu terasakan dan ini salah bentuk sumbangan untuk kemajuan bangsa dan negara.

Prof Haedar Nashir, sang Ketua Umum PP Muhammadiyah, telah berpesan kepada kita semua menyangkut perbedaan di awal puasa ini, Beliau mengatakan bahwa dalam menyikapi perbedaan ini kita harus mengedepankan kecerdasan dan tasamuh, tentu kecerdasan yang dimaksud, bukan hanya kecerdasan intelektual atau punya argumentasi dalam berpendapat, juga kecerdasan emosional, bukan emosional yang kita kedepankan dalam menyikapi perbedaan tersebut, begitupun kecerdasan spiritual senantiasa  menjadi basis dalam memperkuat dasar keagamaan kita, sehingga dalam menghadapi perbedaan, kita tidak mudah kaget dalam berbagai perbedaan furuiyyah.

Beruntunglah Indonesia ini yang telah ditopang kedua organisasi besar yaitu NU dan Muhammadiyah, mudah-mudahan tetap eksis dalam memberikan sumbangan atau sumbangsih terhadap eksistensi bangsa dan negara ke depan.

(Bumi Pambusuang, 17 Pebruari 2026)

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GUSDURian Ternate Mendukung Perjuangan Perempuan Pada Moment International Women’s Day 2025

    GUSDURian Ternate Mendukung Perjuangan Perempuan Pada Moment International Women’s Day 2025

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Nulondalo – Hari Internasional Perempuan (International Women’s Day / IWD) yang diperingati setiap 8 Maret menjadi pengingat bahwa perjuangan hak perempuan masih panjang. Tahun ini, IWD 2025 mengusung tema “Aksi Akselerasi”, yang menekankan percepatan pencapaian kesetaraan gender, terutama dalam ranah politik. Suwarno Djabar, Koordinator Gusdurian Ternate, menilai bahwa sejak IWD pertama kali diperingati pada 1911, […]

  • Epstein, Uang dan Impunitas

    Epstein, Uang dan Impunitas

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle -
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Epstein memulai kariernya sebagai guru matematika di Dalton School. Meski pria keLahiran Brooklyn 1953 tidak lulus kuliah, namun berkat kegigihannya, ia bisa merambah dunia keuangan di Bear Stearns sebelum mendirikan J. Epstein & Co., perusahaan manajemen kekayaan yang diklaim hanya melayani klien dengan aset di atas US$1 miliar. Jaringan dan Gaya Hidupnya dikenal sebagai sosialita […]

  • Halal Bihalal: Antara Simbolisme, Spiritualitas, dan Transformasi Diri

    Halal Bihalal: Antara Simbolisme, Spiritualitas, dan Transformasi Diri

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Amsar A. Dulmanan
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Dalam lanskap kebudayaan Islam Indonesia, Halal Bihalal merupakan satu tradisi yang unik dan khas, karena tidak ditemukan secara formal dalam teks-teks normatif Islam klasik, tetapi justru tumbuh dari dialektika antara nilai-nilai keislaman dan konteks sosial-budaya masyarakat Indonesia. Tradisi yang dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri merupakan momentum untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta memperbarui hubungan sosial […]

  • PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    PBNU, Kisruh Digital, dan Kerentanan dari Sikap Terlalu Akomodatif

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 228
    • 0Komentar

    (Penulis Jamaah GUSDURian, tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Kisruh di PBNU bukan hal mengejutkan. NU sejak dulu hidup dengan perdebatan. Organisasi sebesar ini wajar kalau penuh pandangan, ego, dan aspirasi. Tapi kisruh kali ini berbeda: ia terjadi di era digital—era ketika gesekan kecil langsung berubah jadi tontonan nasional sebelum ada kesempatan […]

  • Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Gelar Mukerda XII, Ismail Madjid Tekankan Pembinaan Pemuda dan Kebersihan Kota

    Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Gelar Mukerda XII, Ismail Madjid Tekankan Pembinaan Pemuda dan Kebersihan Kota

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 205
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) XII, Ahad (11/1/2025). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid. Dalam sambutannya, Sekda Ismail Madjid menyampaikan sejumlah pesan penting kepada Wahdah Islamiyah, khususnya terkait pembinaan generasi […]

  • DPR Soroti Ketidakjelasan Status Kayu Gelondongan Pascabanjir di Aceh

    DPR Soroti Ketidakjelasan Status Kayu Gelondongan Pascabanjir di Aceh

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Saan Mustopa menyoroti ketidakjelasan status hukum kayu gelondongan yang terbawa banjir dan hingga kini masih menumpuk di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh. Kondisi tersebut dinilai menghambat upaya pemulihan pascabencana karena pemerintah daerah dan masyarakat tidak berani menangani atau memanfaatkan kayu-kayu tersebut. Hal itu disampaikan […]

expand_less