Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Cerdas Dan Tasamuh

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 128
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Seandainya Nabi masih hidup, mungkin kita akan langsung bertanya kepada Beliau mana yang benar puasa hari rabu atau puasa hari kamis, dan tentu akan selesai persoalan dan tidak ada lagi yang saling menyalahkan, nah hari ini terjadi lagi perbedaan. Apakah pada zaman Nabi pernah terjadi perbedaan dikalangan para sahabat?, tentu sering terjadi perbedaan, Dan Nabi sering tampil memberikan pemahaman atau memberi penilaian terhadap pendapat para sahabat yang berbeda.

Seperti hari ini yang terjadi, ada yang bertanya kapan anda puasa?, rabu apa kamis?, ikut muhammadiyah atau NU/menteri agama?, masing-masing ada pangikutnya, argumentasi dan dalil masing-masing. Lalu bagaimana orang yang tidak puasa hari rabu dalam pandangan orang yang puasa di hari rabu, apa mereka berdosa, dan bagaimana orang berpuasa di hari rabu, padahal belum masuk ramadhan menurut versi yang berpuasa hari kamis?. Ini problem kan?.

Kita ini masyarakat Indonesia sudah sangat berpengalaman dalam perbedaan pendapat, dan sangat cerdas dan tasamuh dalam menyikapi perbedaan, bertahun-tahun NU dan Muhammadiyah hidup dalam perbedaan pendapat, baik dengan tokoh-tokohnya masing-masing maupun secara keorganisasian dan sampai sekarang dalam penentuan awal ramadhan dan penentuan idul fitri itu masih sering berbeda pendapat, sekalipun kedua  organisasi ini punya tokoh sentral yang sangat dikagumi oleh para pengikutnya.

Sederet tokoh-tokoh kedua organisasi tersebut, AR Fachruddin, KH Azhar Basyir, Syafi’i Ma’arif, Gus Dur, Hasyim Muzadi, Said Aqil Siradj, dan tokoh-tokoh lainnya mereka ini adalah tokoh yang punya pemikiran yang maju dan moderat, berbeda dalam organisasi tapi punya pemikiran yang sama sebagai garda terdepan dalam memajukan keislaman, kemanusiaan dan keindonesiaan.

Kembali kepada perbedaan di atas, dan perbedaan ini tidak boleh dipertentangkan, perbedaan ini masih dalam ranah khilafiyah. Dalam pandangan Prof Quraish dalam salah satu bukunya, menyangkut dialog ketika masing-masing menyatakan kebenaran, inilah gambaran arti khilafiyah dan inilah pandangan yang meyakini bahwa kebenaran dalam perincian ajaran agama hanya satu. Lebih lanjut Prof Quraish mengatakan, mari kita dengar mereka yang berpendapat bahwa dalam perincian boleh jadi kebenaran itu beragam, selama semua menuntut ridha Ilahi. Bukankah empat adalah dua kali dua, atau tiga tambah satu, atau dua tambah dua atau lainnya lagi.

Ada riwayat bahwa Rasulullah, pernah berpesan kepada sekelompok pasukan, “janganlah salat asar, seorang di antaramu, kecuali di perkampungan bani quraizhah.” Perjalanan demikian panjang, dan waktu asar telah hampir berlalu. Maka sebagian anggota kelompok melaksanakan shalat asar sebelum tiba di tempat yang dituju, sedangkan yang lain berpegang pada bunyi teks dan bersikeras melaksanakan di tempat yang dituju meskipun waktunya telah berlalu.

Dan persoalan ini dilaporkan kepada Nabi, Beliau tidak menyalahkan siapapun. Keduanya dibenarkan walaupun berbeda, dalam bahasa agama dikenal dengan tanawwu’ al-ibadah (keragaman cara beribadah).  Nabi tidak menyalahkan salah satu dari kelompok yang berbeda dalam menyikapi perintah Nabi, karena keduanya sama-sama ingin mencari kebenaran dan ridha Ilahi.Dan perlu diingat yang seperti ini hanya diberikan dalam bidang furu’ (perincian ajaran), misalnya penetapan waktu idul fitri atau awal puasa dan yang berbeda pun harus harus memiliki otoritas ilmiah, mujtahid dalam bahasa hadisnya.

Lewat tulisan ini, saya mengapresiasi kedua organisasi terbesar di Indonesian ini, yakni Muhammadiyah dan NU, yang telah banyak berjasa dalam pengembangan pemikiran keagamaan, yang telah meletakkan dasar-dasar moderasi beragama di Indonesia, yang telah mengedukasi sebagian besar masyarakat Indonesia, baik dibidang keagamaan maupun dibidang sosial kemasyarakatan, jasa kedua organisasi besar ini, begitu terasakan dan ini salah bentuk sumbangan untuk kemajuan bangsa dan negara.

Prof Haedar Nashir, sang Ketua Umum PP Muhammadiyah, telah berpesan kepada kita semua menyangkut perbedaan di awal puasa ini, Beliau mengatakan bahwa dalam menyikapi perbedaan ini kita harus mengedepankan kecerdasan dan tasamuh, tentu kecerdasan yang dimaksud, bukan hanya kecerdasan intelektual atau punya argumentasi dalam berpendapat, juga kecerdasan emosional, bukan emosional yang kita kedepankan dalam menyikapi perbedaan tersebut, begitupun kecerdasan spiritual senantiasa  menjadi basis dalam memperkuat dasar keagamaan kita, sehingga dalam menghadapi perbedaan, kita tidak mudah kaget dalam berbagai perbedaan furuiyyah.

Beruntunglah Indonesia ini yang telah ditopang kedua organisasi besar yaitu NU dan Muhammadiyah, mudah-mudahan tetap eksis dalam memberikan sumbangan atau sumbangsih terhadap eksistensi bangsa dan negara ke depan.

(Bumi Pambusuang, 17 Pebruari 2026)

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dandhy Laksono: Indonesia Sedang Mengalami Krisis Ekstraksi dan Kemunduran Demokrasi

    Dandhy Laksono: Indonesia Sedang Mengalami Krisis Ekstraksi dan Kemunduran Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 227
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Jurnalis dokumenter dan pendiri Watchdoc, Dandhy Laksono, menilai Indonesia tengah menghadapi persoalan serius berupa eksploitasi sumber daya alam yang masif, kemunduran demokrasi, hingga dominasi oligarki dalam politik nasional. Hal itu disampaikan Dandhy dalam podcast Islamitalk #5 yang tayang di kanal Islami.co pada Jumat (22/5/2026). Dalam perbincangan tersebut, Dandhy banyak membahas perjalanan produksi film-film […]

  • Kapal Rute Raha–Maligano Tenggelam di Perairan Muna, 32 Orang Selamat

    Kapal Rute Raha–Maligano Tenggelam di Perairan Muna, 32 Orang Selamat

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kapal penumpang rute Raha–Maligano tenggelam di Perairan Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (1/2/2026), setelah mengalami mati mesin dan diterjang gelombang saat mendekati Pelabuhan Maligano. Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kota Kendari mengevakuasi total 32 orang yang berada di atas […]

  • Menolak “Ramadan-nya” Gorontalo

    Menolak “Ramadan-nya” Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Seminggu sebelum memasuki bulan Ramadan, kita melihat berbagai flyer, poster dan baliho, bertengger di sudut-sudut kota. Papan-papan iklan itu menampilkan wajah dari para elit yang tersenyum sumringah, mengenakan setelan jas atau baju koko, sarung, bahkan lengkap latar belakang partai politik yang memayungi mereka. Di tengah papan-papan iklan itu, tertulis ucapan menyambut Ramadan. Namun setelah dipikir-pikir, […]

  • KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Korupsi Izin Tinggal WNA di Kementerian Imipas, Uang Haram Capai Rp145,5 Miliar

    KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Korupsi Izin Tinggal WNA di Kementerian Imipas, Uang Haram Capai Rp145,5 Miliar

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) periode 2022–2026. Delapan tersangka tersebut yakni SK selaku Wakil Menteri Imipas tahun 2025–2026 yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Imigrasi periode 2023–2024, SMG selaku Pelaksana […]

  • ISNU Talent Pool Academy Gelar Kelas Proposal Penelitian, Dorong Lahirnya Intelektual Menuju Indonesia Emas 2045

    ISNU Talent Pool Academy Gelar Kelas Proposal Penelitian, Dorong Lahirnya Intelektual Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 201
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) melalui ISNU Talent Pool Academy kembali menghadirkan kelas inspiratif bertajuk “Kelas Proposal Penelitian” pada Jumat, 10 April 2026 pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Aras Prabowo, Kaprodi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) sekaligus awardee Beasiswa Unggulan, dan menjadi bagian dari upaya membangun jalur terstruktur BIB 2026 […]

  • Zeigarnik Effect dan Seni Menjaga “Kemungkinan”

    Zeigarnik Effect dan Seni Menjaga “Kemungkinan”

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Pada tahun 1927, seorang psikolog Soviet bernama Bluma Zeigarnik melakukan penelitian yang hasilnya kemudian dikenal sebagai Zeigarnik Effect. Konon, inspirasinya muncul setelah ia mengamati pelayan restoran yang mampu mengingat pesanan pelanggan yang belum dibayar dengan sangat rinci, tetapi segera melupakannya setelah transaksi selesai. Pengamatan sederhana ini kemudian diuji melalui eksperimen psikologis dan menghasilkan temuan yang […]

expand_less