Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Cerdas Dan Tasamuh

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 223
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Seandainya Nabi masih hidup, mungkin kita akan langsung bertanya kepada Beliau mana yang benar puasa hari rabu atau puasa hari kamis, dan tentu akan selesai persoalan dan tidak ada lagi yang saling menyalahkan, nah hari ini terjadi lagi perbedaan. Apakah pada zaman Nabi pernah terjadi perbedaan dikalangan para sahabat?, tentu sering terjadi perbedaan, Dan Nabi sering tampil memberikan pemahaman atau memberi penilaian terhadap pendapat para sahabat yang berbeda.

Seperti hari ini yang terjadi, ada yang bertanya kapan anda puasa?, rabu apa kamis?, ikut muhammadiyah atau NU/menteri agama?, masing-masing ada pangikutnya, argumentasi dan dalil masing-masing. Lalu bagaimana orang yang tidak puasa hari rabu dalam pandangan orang yang puasa di hari rabu, apa mereka berdosa, dan bagaimana orang berpuasa di hari rabu, padahal belum masuk ramadhan menurut versi yang berpuasa hari kamis?. Ini problem kan?.

Kita ini masyarakat Indonesia sudah sangat berpengalaman dalam perbedaan pendapat, dan sangat cerdas dan tasamuh dalam menyikapi perbedaan, bertahun-tahun NU dan Muhammadiyah hidup dalam perbedaan pendapat, baik dengan tokoh-tokohnya masing-masing maupun secara keorganisasian dan sampai sekarang dalam penentuan awal ramadhan dan penentuan idul fitri itu masih sering berbeda pendapat, sekalipun kedua  organisasi ini punya tokoh sentral yang sangat dikagumi oleh para pengikutnya.

Sederet tokoh-tokoh kedua organisasi tersebut, AR Fachruddin, KH Azhar Basyir, Syafi’i Ma’arif, Gus Dur, Hasyim Muzadi, Said Aqil Siradj, dan tokoh-tokoh lainnya mereka ini adalah tokoh yang punya pemikiran yang maju dan moderat, berbeda dalam organisasi tapi punya pemikiran yang sama sebagai garda terdepan dalam memajukan keislaman, kemanusiaan dan keindonesiaan.

Kembali kepada perbedaan di atas, dan perbedaan ini tidak boleh dipertentangkan, perbedaan ini masih dalam ranah khilafiyah. Dalam pandangan Prof Quraish dalam salah satu bukunya, menyangkut dialog ketika masing-masing menyatakan kebenaran, inilah gambaran arti khilafiyah dan inilah pandangan yang meyakini bahwa kebenaran dalam perincian ajaran agama hanya satu. Lebih lanjut Prof Quraish mengatakan, mari kita dengar mereka yang berpendapat bahwa dalam perincian boleh jadi kebenaran itu beragam, selama semua menuntut ridha Ilahi. Bukankah empat adalah dua kali dua, atau tiga tambah satu, atau dua tambah dua atau lainnya lagi.

Ada riwayat bahwa Rasulullah, pernah berpesan kepada sekelompok pasukan, “janganlah salat asar, seorang di antaramu, kecuali di perkampungan bani quraizhah.” Perjalanan demikian panjang, dan waktu asar telah hampir berlalu. Maka sebagian anggota kelompok melaksanakan shalat asar sebelum tiba di tempat yang dituju, sedangkan yang lain berpegang pada bunyi teks dan bersikeras melaksanakan di tempat yang dituju meskipun waktunya telah berlalu.

Dan persoalan ini dilaporkan kepada Nabi, Beliau tidak menyalahkan siapapun. Keduanya dibenarkan walaupun berbeda, dalam bahasa agama dikenal dengan tanawwu’ al-ibadah (keragaman cara beribadah).  Nabi tidak menyalahkan salah satu dari kelompok yang berbeda dalam menyikapi perintah Nabi, karena keduanya sama-sama ingin mencari kebenaran dan ridha Ilahi.Dan perlu diingat yang seperti ini hanya diberikan dalam bidang furu’ (perincian ajaran), misalnya penetapan waktu idul fitri atau awal puasa dan yang berbeda pun harus harus memiliki otoritas ilmiah, mujtahid dalam bahasa hadisnya.

Lewat tulisan ini, saya mengapresiasi kedua organisasi terbesar di Indonesian ini, yakni Muhammadiyah dan NU, yang telah banyak berjasa dalam pengembangan pemikiran keagamaan, yang telah meletakkan dasar-dasar moderasi beragama di Indonesia, yang telah mengedukasi sebagian besar masyarakat Indonesia, baik dibidang keagamaan maupun dibidang sosial kemasyarakatan, jasa kedua organisasi besar ini, begitu terasakan dan ini salah bentuk sumbangan untuk kemajuan bangsa dan negara.

Prof Haedar Nashir, sang Ketua Umum PP Muhammadiyah, telah berpesan kepada kita semua menyangkut perbedaan di awal puasa ini, Beliau mengatakan bahwa dalam menyikapi perbedaan ini kita harus mengedepankan kecerdasan dan tasamuh, tentu kecerdasan yang dimaksud, bukan hanya kecerdasan intelektual atau punya argumentasi dalam berpendapat, juga kecerdasan emosional, bukan emosional yang kita kedepankan dalam menyikapi perbedaan tersebut, begitupun kecerdasan spiritual senantiasa  menjadi basis dalam memperkuat dasar keagamaan kita, sehingga dalam menghadapi perbedaan, kita tidak mudah kaget dalam berbagai perbedaan furuiyyah.

Beruntunglah Indonesia ini yang telah ditopang kedua organisasi besar yaitu NU dan Muhammadiyah, mudah-mudahan tetap eksis dalam memberikan sumbangan atau sumbangsih terhadap eksistensi bangsa dan negara ke depan.

(Bumi Pambusuang, 17 Pebruari 2026)

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Naker Koperasi dan UKM Kota Gorontalo Gelar Diklat Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi

    Dinas Naker Koperasi dan UKM Kota Gorontalo Gelar Diklat Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi perkoperasian di Kota Gorontalo Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 1–3 Oktober 2026, di Grand Q Hotel Kota Gorontalo. Diklat diikuti sekitar 60 peserta yang merupakan pengurus […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial-Ekonomi

    Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial-Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar kajian bertema “Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial dan Ekonomi”, Rabu (5/11/2025), bertempat di Kantor Bappeda Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Kabid Riset dan Inovasi, Titi Iriani Datau. Dalam sambutannya, Titi Iriani menegaskan pentingnya kajian […]

  • Post-Human: Refleksi atas Novel Origin

    Post-Human: Refleksi atas Novel Origin

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Membaca karya-karya Dan Brown selalu terasa seperti memasuki sebuah lorong yang penuh lapisan—lapisan simbol, sejarah, dan makna yang tidak pernah benar-benar tunggal. Ketertarikan saya pada Dan Brown berawal dari menonton film berbasis novelnya The Da Vinci Code dan Angels and Demons, lalu berlanjut membaca Inferno, sebelum akhirnya sampai pada Origin. Selain kekayaan informasi, cara Brown menyusun plot yang padat dan […]

  • Gus Men Kami: Kau Kecam, Kami Bela

    Gus Men Kami: Kau Kecam, Kami Bela

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sahabat, karena kau berada di pihak pengecam, maka biarlah ku panggil kau dengan panggilan “Cam”. Assalamu ‘Alaikum Sahabat Cam, Begini Sahabat, Kementerian Agama itu adalah rumah besar bagi kami warga Kementerian Agama. Aku adalah bagian darinya. Di rumah ini aku mengabdi, berbakti sekaligus mengais rezki. He he. Oh ya Cam, perlu kau tahu bahwa kami […]

  • Pena, Buku, dan Nyawa yang Hilang: Catatan untuk Tragedi Ngada

    Pena, Buku, dan Nyawa yang Hilang: Catatan untuk Tragedi Ngada

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle -
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Kasus tragis di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada penghujung Januari 2026, ketika seorang siswa SD berusia 10 tahun berinisial YBS diduga mengakhiri hidupnya karena keluarganya tak mampu membeli buku dan pena, adalah tamparan keras bagi nurani bangsa. Membaca berita tentang seorang anak kecil yang memilih “pergi” selamanya hanya karena selembar buku dan sebatang pena […]

  • Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk penjabaran visi misi Bupati dan wakil Bupati terpilih Kabupaten Pohuwato, Pemda Pohuwato meluncurkan Gerbang Pohuwato Siap atau Gerakan Pembangunan Pohuwato Sehat, Hijau, Handal, dan Produktif.di Desa Puncak Jaya Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato. Implementasi Pohuwato Hijau diwujudkan dalam rehabilitasi lahan melalui program penanaman MPTS (multi purpose trees species) yakni jenis tanaman multiguna yang memberikan […]

expand_less