Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

  • account_circle Hamzah Durisa
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 610
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sebuah lekuk perbukitan yang bernama Buttu, yang lebih familiar dengan Buttu Da’ala,  pada tahun 1953, lahirlah seorang anak lelaki dari rahim perempuan sederhana bernama Ruhana. Anak itu diberi nama Baharuddin. Kelak, orang-orang akan mengenalnya sebagai AGH. Baharuddin bin Ta’nang bin Shahir, seorang guru yang tidak sekadar mengajar, tetapi menanam masa depan.

Buttu adalah kampung yang akrab dengan desir angin bukit dan suara dedaunan kelapa yang beradu pelan. Di sana, kebun kelapa memanjang seperti hamparan doa yang tak pernah selesai. Di belahan bukit lainnya tumbuh bawang yang ditanam dengan tangan penuh harap, dan di kandang-kandang sederhana, kambing-kambing mengembik memecah pagi. Baharuddin kecil tumbuh di antara aroma tanah basah, getah kelapa, dan suara kambing yang lapar.

Ayahnya, Ta’nang bin Shahir, adalah lelaki pekerja keras. Petani, peternak kambing, dan sesekali menjadi buruh di kebun orang lain. Hidup tak pernah mudah. Namun, dalam rumah panggung sederhana itu, ada satu hal yang tak pernah kekurangan: semangat untuk belajar. Ruhana, ibunya, adalah perempuan yang wajahnya teduh seperti senja. Ia tak banyak bicara, tetapi setiap kalimatnya seperti embun yang jatuh tepat di akar. “Nak, ilmu itu cahaya. Kalau kau tak punya apa-apa, punya ilmu saja sudah cukup untuk menuntunmu pulang,” katanya suatu sore ketika Baharuddin kecil duduk memandangi bukit yang mulai diselimuti kabut.

Tahun 1966, Baharuddin bersekolah di SD Buttu. Bangunan sekolah itu sederhana, dindingnya papan, lantainya masih tanah keras. Namun di situlah ia mulai mengenal huruf-huruf yang kelak akan mengantarkannya pada kitab-kitab tebal. Ia bukan anak yang banyak bicara. Ia lebih sering menyimak, memperhatikan, lalu mengulang pelajaran sendiri di rumah, ditemani lampu minyak dan suara jangkrik.

  • Penulis: Hamzah Durisa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koalisi Masyarakat Gorontalo Nilai Gugatan Menteri Pertanian terhadap Tempo Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

    Koalisi Masyarakat Gorontalo Nilai Gugatan Menteri Pertanian terhadap Tempo Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Gorontalo untuk Demokrasi menilai gugatan hukum yang dilayangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terhadap majalah Tempo merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan pers sekaligus ancaman serius bagi demokrasi di Indonesia. Pandangan tersebut mengemuka dalam Diskusi Publik bertajuk “Pembungkaman Ruang Publik dalam Gugatan Perdata Menteri Pertanian terhadap Tempo” […]

  • Arus Balik dari Sebuah Negeri yang Tidak Dibiarkan Berkuasa

    Arus Balik dari Sebuah Negeri yang Tidak Dibiarkan Berkuasa

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 531
    • 0Komentar

    “Biar aku ceritai kalian. Dahulu, di jaman kejayaan Majapahit, arus bergerak dari selatan ke utara, dari Nusantara ke Atas Angin.” Kalimat ini ditulis Pramoedya Ananta Toer dalam Arus Baliknya. Ia seakan memberi tahu dengan seksama bahwa kalimat itu tak hanya sekadar nostalgia sejarah. Tetapi merupakan sebuah pernyataan geopolitik yang tajam. Kalimat itu seolah menantang asumsi […]

  • Dari Lailatul Ijtima’ ke Kemandirian: Pesan Hangat KH. Zulfa Musthofa di Gorontalo

    Dari Lailatul Ijtima’ ke Kemandirian: Pesan Hangat KH. Zulfa Musthofa di Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 532
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Musthofa, menegaskan pentingnya membangun kemandirian organisasi melalui penguatan tradisi keagamaan Lailatul Ijtima’ sebagai fondasi gerakan Nahdlatul Ulama (NU) di daerah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor PWNU Gorontalo pada Ahad, 19 April 2026. Acara tersebut dihadiri para ulama, kiai, tokoh […]

  • Yayasan As Salam Terpadu Tenjo Buka PMBM 2026/2027, Siapkan Generasi Unggul Berbasis Nilai Islam

    Yayasan As Salam Terpadu Tenjo Buka PMBM 2026/2027, Siapkan Generasi Unggul Berbasis Nilai Islam

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Yayasan As Salam Terpadu Tenjo resmi membuka Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) untuk Tahun Pelajaran 2026/2027. Pendaftaran dibuka mulai Maret hingga Juli 2026 untuk tiga jenjang pendidikan, yakni Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Pembukaan PMBM ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam memperluas akses pendidikan Islam yang berkualitas, […]

  • BBM Proyek Jalan Akses KA Labakkang–Ma’rang dari Sitaan Polisi, PERJOSI Pertanyakan Jaminan Asal-Usul

    BBM Proyek Jalan Akses KA Labakkang–Ma’rang dari Sitaan Polisi, PERJOSI Pertanyakan Jaminan Asal-Usul

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 362
    • 0Komentar
  • Belanja Negara dan Ilusi Kinerja: Apakah Realisasi Anggaran Mencerminkan Keberhasilan?

    Belanja Negara dan Ilusi Kinerja: Apakah Realisasi Anggaran Mencerminkan Keberhasilan?

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Dzaky Alfarisi
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Setiap akhir tahun anggaran, pemerintah pusat maupun daerah hampir selalu memasuki fase yang sama: perlombaan mengejar target penyerapan anggaran. Narasi yang dibangun ke publik pun cenderung seragam—realisasi belanja mencapai angka tinggi, sering kali di atas 90 persen, dan hal tersebut diklaim sebagai bukti keberhasilan kinerja. Di permukaan, angka-angka ini memang terlihat meyakinkan. Namun, jika ditelaah […]

expand_less