Breaking News
light_mode
Trending Tags

Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

  • account_circle Hamzah Durisa
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 375
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tiga tahun berselang, 1969, ia melanjutkan pendidikan agama di Lapeo, setingkat SLTP. Di sanalah cakrawala hidupnya mulai terbuka. Lapeo bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang pembentukan jiwa. Ia berguru kepada Puang Kali Tomadio, seorang alim yang keras dalam prinsip tetapi lembut dalam membimbing. Ia juga belajar pada KH. Mahmud Imam Pappang, yang dikenal luas karena kecerdasan dan kedalaman spiritualnya.

Namun perjalanan Baharuddin tidak berhenti di satu tempat. Pagi hingga siang ia mengaji di Lapeo. Sore hingga malam, ia berpindah ke Kappung Masigi Bonde. Di kampung santri itu, ia kembali duduk bersila, membuka kitab, dan menyimak penjelasan guru. Bertahun-tahun ia menjalani ritme itu—seperti air yang mengalir tanpa keluh, seperti angin yang setia menyusuri lembah.

Orang-orang heran melihat kegigihannya. “Kau tak lelah, Bahar?” tanya seorang kawan. Ia hanya tersenyum. “Kalau niatnya mencari cahaya, bagaimana mungkin aku merasa gelap?” Di antara para gurunya, ada satu nama yang sangat membekas dalam hatinya: KH. Abdul Razak Kenje. Dari beliau, Baharuddin belajar bahwa ilmu bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk diamalkan. Bahwa guru bukan sekadar penyampai materi, melainkan pelayan umat. Dan bahwa hidup yang baik bukanlah hidup yang mewah, melainkan hidup yang bermanfaat.

Tahun-tahun berlalu. Baharuddin tumbuh menjadi pemuda yang matang dalam pemikiran dan teguh dalam pendirian. Pada usia 23 tahun, sekitar tahun 1976, ia mengambil keputusan besar: hijrah ke Kenje, sebuah daerah pesisir. Dari bukit ia turun ke laut. Dari dingin kabut ia berpindah ke angin asin pantai. Kenje menyambutnya dengan suara ombak dan perahu-perahu nelayan yang pulang membawa tangkapan. Ia datang bukan dengan harta, melainkan dengan tekad. Di sana, ia memulai hidup dari nol.

Tahun 1970-an, sebelum benar-benar menetap sebagai guru, ia pernah menjalani berbagai pekerjaan. Ia beternak kambing, seperti di kampung halamannya. Ia pernah menjadi buruh. Bahkan sempat merantau hingga menjadi TKI di Malaysia. Hidup mengajarinya arti sabar dengan cara yang keras.

Ia pernah berdagang lipaq sa’be ke Bone. Kain-kain sarung itu dipikulnya dengan penuh harap. Ia juga pernah berdagang kayu. Namun usaha kayu itu tak bertahan lama. Ia berhenti ketika praktik sogok-menyogok mulai marak. “Kalau rezeki harus dibeli dengan harga diri, lebih baik aku mundur,” katanya suatu ketika pada seorang sahabat.

  • Penulis: Hamzah Durisa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecaman terhadap Lemahnya Kualitas Pengerjaan Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Maros

    Kecaman terhadap Lemahnya Kualitas Pengerjaan Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Maros

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — M. Arafah Alias Arpah, dari PP HPPMI Maros, menyampaikan keprihatinan serius sekaligus kecaman tegas terhadap kondisi Jalan Trans Sulawesi di wilayah Kabupaten Maros yang hingga saat ini terus mengalami kerusakan berulang, meskipun telah dilakukan penanganan oleh pihak terkait. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah titik jalan yang sebelumnya berlubang telah dilakukan penambalan, […]

  • Sebanyak 2.490 Orang Berangkat Melalui Pelabuhan Feri Gorontalo

    Sebanyak 2.490 Orang Berangkat Melalui Pelabuhan Feri Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo merilis jumlah penumpang yang berangkat dengan angkutan penyeberangan/feri pada Mei 2025 sebanyak 2.490 orang. “Angka ini menurun 31,63 persen dibandingkan April 2025 yang tercatat sebanyak 3.642 orang,” kata Dwi Alwi Astuti Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo Dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Selasa (1/7/2025). Sedangkan orang […]

  • Nilai Ekspor Mei Provinsi Gorontalo Capai US.433.761

    Nilai Ekspor Mei Provinsi Gorontalo Capai US$11.433.761

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Nilai ekspor Mei 2025 Provinsi Gorontalo sebesar US$11.433.761. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 123,25 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$5.121.461. “Ekspor melalui pelabuhan atau bandara di Provinsi Gorontalo pada Mei 2025 adalah sebesar US$2.901.823 dengan komoditas Gula/Kembang Gula (HS 17) dan komoditas Pelet Kayu (HS 44),” kata Dwi Alwi Astuti […]

  • PCINU Jerman Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    PCINU Jerman Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 146
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jerman menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan demikian, ibadah puasa dimulai pada hari tersebut dan salat Tarawih pertama dilaksanakan Rabu malam, 18 Februari 2026. Pengumuman itu disampaikan melalui akun Instagram resmi PCINU Jerman dan dikutip nulondalo.com, Selasa (17/2/2026). Ketua PCINU Jerman, Miftah […]

  • Jaringan Bandar Narkoba Ishak Kembali Terbongkar, Dua Orang Ditangkap di Kutai Barat

    Jaringan Bandar Narkoba Ishak Kembali Terbongkar, Dua Orang Ditangkap di Kutai Barat

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Selain itu, Mery Christine Kiling yang merupakan calon istri Ishak juga diduga berperan sebagai bendahara hasil penjualan narkotika. Tak hanya itu, tersangka Mery juga diduga membantu proses pengemasan sabu serta melakukan penjualan narkotika di sebuah loket yang disewa oleh Ishak. Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi terkait keberadaan jaringan bandar narkoba Ishak di kawasan Kutai […]

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD Bahas Tata Kelola Pengelolaan Sampah Terpadu di TPA Talumelito

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD Bahas Tata Kelola Pengelolaan Sampah Terpadu di TPA Talumelito

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kajian Implementasi Kebijakan dan Tata Kelola Pengelolaan Sampah di TPA Talumelito dengan Sistem Terintegrasi dan Berkelanjutan di Provinsi Gorontalo”, yang berlangsung di TPS3R Proklim Bulla, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan ketua tim riset , Prof. Dr.Sukirman Rahim, S.Pd, […]

expand_less