Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

  • account_circle Hamzah Durisa
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 613
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tiga tahun berselang, 1969, ia melanjutkan pendidikan agama di Lapeo, setingkat SLTP. Di sanalah cakrawala hidupnya mulai terbuka. Lapeo bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang pembentukan jiwa. Ia berguru kepada Puang Kali Tomadio, seorang alim yang keras dalam prinsip tetapi lembut dalam membimbing. Ia juga belajar pada KH. Mahmud Imam Pappang, yang dikenal luas karena kecerdasan dan kedalaman spiritualnya.

Namun perjalanan Baharuddin tidak berhenti di satu tempat. Pagi hingga siang ia mengaji di Lapeo. Sore hingga malam, ia berpindah ke Kappung Masigi Bonde. Di kampung santri itu, ia kembali duduk bersila, membuka kitab, dan menyimak penjelasan guru. Bertahun-tahun ia menjalani ritme itu—seperti air yang mengalir tanpa keluh, seperti angin yang setia menyusuri lembah.

Orang-orang heran melihat kegigihannya. “Kau tak lelah, Bahar?” tanya seorang kawan. Ia hanya tersenyum. “Kalau niatnya mencari cahaya, bagaimana mungkin aku merasa gelap?” Di antara para gurunya, ada satu nama yang sangat membekas dalam hatinya: KH. Abdul Razak Kenje. Dari beliau, Baharuddin belajar bahwa ilmu bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk diamalkan. Bahwa guru bukan sekadar penyampai materi, melainkan pelayan umat. Dan bahwa hidup yang baik bukanlah hidup yang mewah, melainkan hidup yang bermanfaat.

Tahun-tahun berlalu. Baharuddin tumbuh menjadi pemuda yang matang dalam pemikiran dan teguh dalam pendirian. Pada usia 23 tahun, sekitar tahun 1976, ia mengambil keputusan besar: hijrah ke Kenje, sebuah daerah pesisir. Dari bukit ia turun ke laut. Dari dingin kabut ia berpindah ke angin asin pantai. Kenje menyambutnya dengan suara ombak dan perahu-perahu nelayan yang pulang membawa tangkapan. Ia datang bukan dengan harta, melainkan dengan tekad. Di sana, ia memulai hidup dari nol.

Tahun 1970-an, sebelum benar-benar menetap sebagai guru, ia pernah menjalani berbagai pekerjaan. Ia beternak kambing, seperti di kampung halamannya. Ia pernah menjadi buruh. Bahkan sempat merantau hingga menjadi TKI di Malaysia. Hidup mengajarinya arti sabar dengan cara yang keras.

Ia pernah berdagang lipaq sa’be ke Bone. Kain-kain sarung itu dipikulnya dengan penuh harap. Ia juga pernah berdagang kayu. Namun usaha kayu itu tak bertahan lama. Ia berhenti ketika praktik sogok-menyogok mulai marak. “Kalau rezeki harus dibeli dengan harga diri, lebih baik aku mundur,” katanya suatu ketika pada seorang sahabat.

  • Penulis: Hamzah Durisa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabrakan Maut di Pringsurat Temanggung, Diduga Sopir Mengantuk, 1 Tewas dan 4 Luka

    Tabrakan Maut di Pringsurat Temanggung, Diduga Sopir Mengantuk, 1 Tewas dan 4 Luka

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 506
    • 0Komentar

    Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik sebelum tabrakan terjadi. Dalam video itu, mobil hitam tampak mulai kehilangan kendali sekitar 10 detik sebelum benturan keras tak terhindarkan. Kedua kendaraan mengalami kerusakan parah di bagian depan akibat kerasnya benturan. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung bergegas memberikan pertolongan kepada para korban. Sejumlah […]

  • Triliunan Dolar, Kekosongan Tak Terbeli. Fenomena Elon Musk Kesepian di Puncak piramida Kapitalisme

    Triliunan Dolar, Kekosongan Tak Terbeli. Fenomena Elon Musk Kesepian di Puncak piramida Kapitalisme

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Kita sering membayangkan bahwa puncak kebahagiaan terletak pada keberlimpahan materi. Sejak kecil, banyak dari kita diajarkan—secara halus maupun terang-terangan—bahwa sukses berarti kaya, terkenal, dan berkuasa. Dalam imajinasi sosial yang dibentuk oleh kapitalisme modern, kekayaan adalah simbol kemenangan. Namun pengakuan Musk menghadirkan celah refleksi: mungkinkah ada sesuatu yang tak bisa dibeli, bahkan oleh orang paling kaya […]

  • Deretan Bencana Awal Januari: Banjir Rendam NTB, Korban Tewas Banjir Bandang Sitaro Bertambah Jadi 17 Orang

    Deretan Bencana Awal Januari: Banjir Rendam NTB, Korban Tewas Banjir Bandang Sitaro Bertambah Jadi 17 Orang

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 215
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode 7 Januari 2026 hingga 8 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, bencana yang terjadi masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, khususnya banjir. Banjir Rendam Sumbawa Barat Peristiwa banjir pertama […]

  • Kabar Gembira untuk ASN Kota Gorontalo: TPP Desember Segera Dibayarkan

    Kabar Gembira untuk ASN Kota Gorontalo: TPP Desember Segera Dibayarkan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengumumkan kabar gembira bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bulan Desember akan segera dicairkan dalam waktu dekat. “TPP ASN (Bulan Desember) akan segera kita bayarkan,” ujar Wali Kota Adhan saat memberikan arahan pada apel kendaraan dinas operasional (KDO) pimpinan […]

  • Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    Menag Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Damai Jelang Nyepi, Idulfitri, dan Paskah

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    “Jika nilai-nilai tersebut disampaikan secara luas oleh para tokoh agama, masyarakat akan semakin terdorong untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa,” jelasnya. Dalam kesempatan terpisah, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. “Perbedaan itu bukan sesuatu yang harus mengarah kepada perpecahan. Kita perlu menggalang persatuan dan kerukunan untuk menghadapi keadaan […]

  • Sudah Dibayar, Tetap Hangus: Aturan Kuota Internet Digugat

    Sudah Dibayar, Tetap Hangus: Aturan Kuota Internet Digugat

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 331
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sepasang suami istri, Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari, mengajukan gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait aturan penghangusan sisa kuota internet. Gugatan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 273/PUU-XXIII/2025 dan menyasar Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja yang mengubah Pasal 28 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 […]

expand_less