Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Seni Menjadi Orang Kalah

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 141
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siapa yang mau kalah? Rasanya hampir tidak ada. Kalah itu menyakitkan dan secara alami manusia tidak ingin sakit. Semua orang ingin menang. Kemenangan terasa menyenangkan, memberi pengakuan, rasa aman, juga keyakinan bahwa diri kita bernilai.

Sejak awal kehidupan manusia pun akrab dengan gagasan tentang kemenangan. Penjelasan biologis mengenai lahirnya manusia sering dimulai dari cerita tentang perlombaan: ada jutaan kemungkinan, lalu satu yang berhasil bertahan. Ukuran kemenangan kemudian dibentuk sangat jelas dalam kehidupan sosial. Nilai tinggi dianggap lebih penting daripada proses belajar yang jujur. Jabatan lebih dihormati dibanding ketekunan yang panjang. Orang yang tampil di depan lebih mudah dikenali daripada mereka yang bekerja diam-diam di belakang layar. Bahkan percakapan sehari-hari sering diarahkan pada capaian: sudah jadi apa, punya apa, dan seterusnya.

Karena itu manusia tumbuh dengan keyakinan bahwa hidup adalah arena untuk memenangkan sesuatu.

Namun kehidupan tidak hanya berisi tentang kemenangan. Kekalahan juga bagian yang alamiah dari hidup. Bahkan jumlah orang yang kalah selalu lebih banyak dibanding pemenang. Dalam pekerjaan, hubungan, kompetisi, maupun gagasan, kekalahan hadir dalam banyak bentuk.

Masalahnya, manusia sering dipersiapkan untuk mengejar kemenangan, tetapi tidak dibekali kemampuan menghadapi kekalahan. Kekalahan dianggap seperti ancaman terhadap harga diri. Ketika berhasil, manusia merasa bernilai. Ketika gagal, merasa runtuh. Akibatnya, banyak orang tidak benar-benar kecewa pada hasil, melainkan takut kehilangan penghargaan terhadap dirinya sendiri.

Dari sana muncul banyak reaksi yang sebenarnya tidak lahir dari pikiran yang jernih. Ada orang yang setelah kalah berubah pahit. Semua hal terasa mengganggu. Keberhasilan orang lain tampak seperti ancaman. Kritik kehilangan kualitas berpikir karena lebih banyak berisi luapan emosi. Kadang seseorang merasa sedang memperjuangkan kebenaran, padahal yang diperjuangkan sebenarnya luka batin akibat kekalahan yang tidak selesai.

Sepertinya inilah yang hilang dalam demokrasi kita: seni menjadi orang kalah. Kekalahan politik sering melahirkan fragmentasi sosial. Kritik yang seharusnya menjadi alat kontrol berubah menjadi ruang pelampiasan kekecewaan. Akibatnya, segala sesuatu terlihat negatif. Data seadanya, tetapi narasinya berjuta-juta episode. Tidak ada apresiasi. Apa pun yang dilakukan negara selalu dianggap salah.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pegadaian Kanwil IX Dorong Pelaku Usaha Lewat Promo Cashback Pinjaman Hingga RP 5 Juta

    Pegadaian Kanwil IX Dorong Pelaku Usaha Lewat Promo Cashback Pinjaman Hingga RP 5 Juta

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    PT Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 bersama Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) gelar agenda Konsolidasi Offline Bank Sampah sebagai langkah penguatan sinergi dan evaluasi program lingkungan berbasis komunitas. Kamis, 7 Agustus 2025. Dihadiri oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs. Arifin, M.A.P, serta jajaran manajemen PT Pegadaian. Agenda konsolidasi ini menjadi salah […]

  • Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

    Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Presiden Republik Indonesia, pada 22 Januari 2025 yang lalu telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang berfokus pada efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025. Inpres tersebut menyasar sejumlah kementerian di Kabinet Merah Putih, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan […]

  • Praperadilan Kandas, Yaqut Cholil Qoumas Langsung Ditahan KPK dalam Kasus Kuota Haji Rp622 Miliar

    Praperadilan Kandas, Yaqut Cholil Qoumas Langsung Ditahan KPK dalam Kasus Kuota Haji Rp622 Miliar

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 343
    • 0Komentar

    nulondalo.com- Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (12/3/2026) malam usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tambahan periode 2023–2024. Penahanan dilakukan tidak lama setelah gugatan praperadilan yang diajukan Yaqut ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (11/3/2026). Hakim menyatakan […]

  • Bendera dan Gugatan Nasionalisme

    Bendera dan Gugatan Nasionalisme

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Ada pemandangan tak biasa menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Bendera bergambar tengkorak tersenyum, bertopi jerami berkibar di berbagai penjuru. Rumah-rumah memasangnya. Di tembok ada gambarnya. Truk, mobil dan motor memansangnya, sementara anak muda dengan bangga memajang di media sosialnya. Bendera yang dikenal sebagai Jolly Roger itupun berkibar di angkasa dan medsos. Gambar tengkorak tersenyum itu […]

  • Nasib Petani Hutan di Gorontalo: Harga Anjlok, Akses Pasar Sulit, Solusi Diharapkan dari Kolaborasi HKm Play Button photo_camera 7

    Nasib Petani Hutan di Gorontalo: Harga Anjlok, Akses Pasar Sulit, Solusi Diharapkan dari Kolaborasi HKm

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 318
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nasib petani di kawasan penyangga Tahura BJ Habibie dan SM Nantu di Gorontalo tampaknya masih jauh dari sejahtera. Di tengah perjuangan mereka menanam dan merawat tanaman hingga masa panen, harga jual hasil pertanian kerap tidak berpihak pada mereka. Permasalahan ini kembali disoroti dalam Workshop bertema “Membangun Kolaborasi dan Memperkuat Jaringan Kemitraan Usaha untuk […]

  • Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Di momentum Hari Tani Nasional, Ketua Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyoroti persoalan investasi perkebunan dan pertambangan di Gorontalo yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat petani. Menurutnya, kondisi ini bertolak belakang dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa petani harus bangga menjadi tulang punggung bangsa. “Saya melihat petani di Gorontalo masih menghadapi […]

expand_less