Breaking News
light_mode
Trending Tags

Seni Menjadi Orang Kalah

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 38
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Padahal kekuatan demokrasi tidak terletak pada kemenangan semata, melainkan pada kesiapan menerima kekalahan. Tanpa kemampuan itu, setiap hasil hanya dianggap sah ketika menguntungkan diri sendiri. Kompetisi yang sehat tidak cukup ditentukan oleh proses bertanding, tetapi juga oleh cara menerima hasilnya.

Orang boleh kecewa, marah, atau tidak puas. Itu manusiawi. Yang menjadi masalah adalah ketika kekalahan membuat seseorang ingin merusak seluruh ruang bersama. Banyak kerusakan sosial lahir bukan karena kemenangan seseorang, melainkan karena ada pihak yang gagal menerima kenyataan.

Keributan yang hari-hari ini terlihat di media sosial sering lahir dari kegagalan memahami kekalahan. Banyak orang tidak benar-benar bertarung untuk gagasan, melainkan untuk harga diri yang terluka. Ada kekalahan yang berubah menjadi fitnah. Ada yang berkembang menjadi kebencian berkepanjangan. Ada pula yang menjelma obsesi untuk menjatuhkan siapa pun yang berhasil.

Padahal hidup tidak selalu menyediakan posisi sebagai pemenang. Kadang seseorang sudah bekerja keras lalu tetap gagal. Ada orang yang memiliki kemampuan baik, namun kesempatan tidak datang kepadanya. Ada pula kekalahan yang terjadi bukan karena seseorang buruk, melainkan karena keadaan memang tidak berpihak.

Karena itu ada penghormatan tersendiri pada orang-orang yang mampu kalah tanpa berubah menjadi penuh kebencian. Mereka menerima kenyataan dengan jernih, menjaga diri agar tidak tenggelam dalam dendam, lalu berjalan lagi. Sikap seperti itu tidak mudah dimiliki karena kalah memang menyakitkan, apalagi ketika yang dipertaruhkan adalah sesuatu yang sudah diperjuangkan lama.

Ada kecewa, malu, marah, bahkan rasa tidak percaya terhadap diri sendiri. Semua itu wajar. Namun kekalahan selalu memberi dua kemungkinan: membuat manusia lebih matang atau justru lebih rusak. Ada orang yang setelah gagal menjadi lebih hati-hati dalam melihat hidup. Mereka mulai memahami bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan oleh usaha pribadi. Dari sana tumbuh kemampuan untuk lebih memahami orang lain dan tidak mudah menghakimi.

Mungkin di situlah pentingnya seni menjadi orang kalah. Ini bukan ajakan untuk menyukai kegagalan. Manusia tetap perlu berusaha maksimal, memiliki ambisi, dan mengejar hal-hal baik dalam hidupnya. Namun setelah semua usaha dilakukan, ada kenyataan yang kadang tidak bisa dipaksa. Pada saat seperti itu, manusia perlu kemampuan menerima tanpa kehilangan arah hidupnya.

Sebab menjadi baik saat menang relatif mudah. Yang lebih sulit adalah menjaga pikiran tetap jernih ketika keadaan tidak berpihak.

Do the best and be best when you lose.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Burung Indonesia Gelar Diskusi Skema Pemanfaatan Karbon Hutan

    Burung Indonesia Gelar Diskusi Skema Pemanfaatan Karbon Hutan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 345
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Arah kebijakan pendekatan karbon net sink sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya pada tahun 2030 (Indonesia’s Forestry and Other Land Use Net Sink 2030) yang dimandatkan oleh pemerintah Indonesia sebagai pengendalian dampak perubahan iklim khususnya sektor kehutanan. Mandat ini telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) nomor SK.168/MENLHK/PKTL/PLA.1/2/2022 tentang […]

  • Nu’aiman, Sahabat Nabi Yang Jenaka (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #2)

    Nu’aiman, Sahabat Nabi Yang Jenaka (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #2)

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Rasulullah SAW pun bertanya kepada Nu’aiman, “Bukankah engkau menghadiahkan ini kepadaku?” Nu’aiman dengan santai menjawab bahwa ia memang berniat memberikannya, tetapi ia sendiri tidak punya uang untuk membayar, sehingga beliau boleh saja membayar. Pendek cerita, ulah Nu’aiman yang lucu itu membuat Nabi SAW dan para sahabatnya tersenyum atau tertawa. Dalam versi lain dari tradisi populer, […]

  • Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Tujuh Menteri Dikabarkan Dievaluasi

    Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Tujuh Menteri Dikabarkan Dievaluasi

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Isu perombakan kabinet kembali mencuat di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kabinet Merah Putih disebut-sebut akan mengalami reshuffle dalam waktu dekat, menyusul agenda pelantikan sejumlah pejabat yang dijadwalkan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana, rencana pelantikan tersebut memicu spekulasi bahwa […]

  • Keutamaan Bershalawat, Guru Helmi Podungge: Satu Shalawat Dibalas Sepuluh Rahmat Play Button

    Keutamaan Bershalawat, Guru Helmi Podungge: Satu Shalawat Dibalas Sepuluh Rahmat

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 262
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Rais Syuriyah PCNU Bone Bolango sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone Bolango, KH. Helmi Podungge atau Guru Helmi, menyampaikan pengajian bertema Keutamaan Bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Pengajian tersebut menegaskan bahwa shalawat bukan sekadar amalan lisan, melainkan jalan keselamatan dan keberkahan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam […]

  • Kelompok “Terorisme” di Pohuwato; Kesalahan Kita Bersama

    Kelompok “Terorisme” di Pohuwato; Kesalahan Kita Bersama

    • calendar_month Minggu, 29 Nov 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Hari Jumat tanggal 27 November 2020, Gorontalo untuk kesekian kalinya dikagetkan dengan berita penangkapan oleh Densus 88 terhadaap 7 orang terduga teroris di Kabupaten Pohuwato (Kecamatan Buntulia dan Randangan). Betapa tidak, Gorontalo yang dikenal dengan daerah “Serambi Madinah” yang memiliki falsafah hidup “Adat Bersendi Syara’, Syara’ Bersendi Kitabullah” harus menelan pil pahit atas kejadian ini. […]

  • Pena, Buku, dan Nyawa yang Hilang: Catatan untuk Tragedi Ngada

    Pena, Buku, dan Nyawa yang Hilang: Catatan untuk Tragedi Ngada

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle -
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Kasus tragis di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada penghujung Januari 2026, ketika seorang siswa SD berusia 10 tahun berinisial YBS diduga mengakhiri hidupnya karena keluarganya tak mampu membeli buku dan pena, adalah tamparan keras bagi nurani bangsa. Membaca berita tentang seorang anak kecil yang memilih “pergi” selamanya hanya karena selembar buku dan sebatang pena […]

expand_less