Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Seni Menjadi Orang Kalah

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 111
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Padahal kekuatan demokrasi tidak terletak pada kemenangan semata, melainkan pada kesiapan menerima kekalahan. Tanpa kemampuan itu, setiap hasil hanya dianggap sah ketika menguntungkan diri sendiri. Kompetisi yang sehat tidak cukup ditentukan oleh proses bertanding, tetapi juga oleh cara menerima hasilnya.

Orang boleh kecewa, marah, atau tidak puas. Itu manusiawi. Yang menjadi masalah adalah ketika kekalahan membuat seseorang ingin merusak seluruh ruang bersama. Banyak kerusakan sosial lahir bukan karena kemenangan seseorang, melainkan karena ada pihak yang gagal menerima kenyataan.

Keributan yang hari-hari ini terlihat di media sosial sering lahir dari kegagalan memahami kekalahan. Banyak orang tidak benar-benar bertarung untuk gagasan, melainkan untuk harga diri yang terluka. Ada kekalahan yang berubah menjadi fitnah. Ada yang berkembang menjadi kebencian berkepanjangan. Ada pula yang menjelma obsesi untuk menjatuhkan siapa pun yang berhasil.

Padahal hidup tidak selalu menyediakan posisi sebagai pemenang. Kadang seseorang sudah bekerja keras lalu tetap gagal. Ada orang yang memiliki kemampuan baik, namun kesempatan tidak datang kepadanya. Ada pula kekalahan yang terjadi bukan karena seseorang buruk, melainkan karena keadaan memang tidak berpihak.

Karena itu ada penghormatan tersendiri pada orang-orang yang mampu kalah tanpa berubah menjadi penuh kebencian. Mereka menerima kenyataan dengan jernih, menjaga diri agar tidak tenggelam dalam dendam, lalu berjalan lagi. Sikap seperti itu tidak mudah dimiliki karena kalah memang menyakitkan, apalagi ketika yang dipertaruhkan adalah sesuatu yang sudah diperjuangkan lama.

Ada kecewa, malu, marah, bahkan rasa tidak percaya terhadap diri sendiri. Semua itu wajar. Namun kekalahan selalu memberi dua kemungkinan: membuat manusia lebih matang atau justru lebih rusak. Ada orang yang setelah gagal menjadi lebih hati-hati dalam melihat hidup. Mereka mulai memahami bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan oleh usaha pribadi. Dari sana tumbuh kemampuan untuk lebih memahami orang lain dan tidak mudah menghakimi.

Mungkin di situlah pentingnya seni menjadi orang kalah. Ini bukan ajakan untuk menyukai kegagalan. Manusia tetap perlu berusaha maksimal, memiliki ambisi, dan mengejar hal-hal baik dalam hidupnya. Namun setelah semua usaha dilakukan, ada kenyataan yang kadang tidak bisa dipaksa. Pada saat seperti itu, manusia perlu kemampuan menerima tanpa kehilangan arah hidupnya.

Sebab menjadi baik saat menang relatif mudah. Yang lebih sulit adalah menjaga pikiran tetap jernih ketika keadaan tidak berpihak.

Do the best and be best when you lose.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebuah Prestasi! Satresnarkoba Polres Maros Tangani 48 Perkara Sepanjang 2026

    Sebuah Prestasi! Satresnarkoba Polres Maros Tangani 48 Perkara Sepanjang 2026

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Ia menegaskan, seluruh barang bukti yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut merupakan narkotika jenis sabu. Sementara itu, seluruh tersangka yang telah diamankan dari 48 perkara merupakan pelaku dewasa. “Yang kami jaring semuanya merupakan pelaku dewasa,” tegasnya. Tidak hanya fokus pada penegakan hukum, Satresnarkoba Polres Maros juga mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. […]

  • Kebakaran Hebat di Jalan Parwasal, Siantan Utara, Pontianak: Beberapa Rumah Terbakar, Pemadam Dikerahkan

    Kebakaran Hebat di Jalan Parwasal, Siantan Utara, Pontianak: Beberapa Rumah Terbakar, Pemadam Dikerahkan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Hingga malam ini, proses pemadaman masih berlangsung. Tim pemadam kebakaran dibantu warga memastikan agar api tidak menyebar lebih luas. Petugas juga terus mengamankan area, meminta warga menjauhi lokasi untuk keselamatan dan kelancaran pemadaman. “Tim kami masih berupaya memadamkan api. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan menjauhi lokasi kebakaran,” kata seorang petugas pemadam kebakaran Pontianak. Penyebab […]

  • Parkir di Gorontalo Kini Cukup Bayar Sekali Setahun, Ini Tarif Lengkapnya

    Parkir di Gorontalo Kini Cukup Bayar Sekali Setahun, Ini Tarif Lengkapnya

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo resmi menerapkan program parkir berlangganan sebagai terobosan baru dalam pelayanan perparkiran. Melalui program ini, masyarakat cukup membayar satu kali untuk masa berlaku satu tahun, tanpa perlu lagi mengeluarkan biaya setiap kali memarkir kendaraan di tepi jalan umum. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Gorontalo, Rahmanto Idji, menjelaskan bahwa kebijakan […]

  • Piagam Menara Gading

    Piagam Menara Gading

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Ruang berpendingin malam itu tidak kuasa menyingkirkan keringat yang terus merembes keluar dari pori-poriku. Adrenalin yang terpacu memaksa hormon-hormon dalam tubuhku memproduksi keringat dalam udara yang disemprot AC. Seiring dengan gemuruh aula megah itu, adrenalinku terasa makin bergerak cepat ketika namaku disebut. Dr. Maulana  Eka  Rasyid  Arfan  Saputra  Alamsyah  Taufik  Abdullah  Hafidz Umar, MA, M.Si, […]

  • Reformasi Birokrasi ParCok sekedar Retorika dibalik Selubung Patologi Kekuasaan

    Reformasi Birokrasi ParCok sekedar Retorika dibalik Selubung Patologi Kekuasaan

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Dalam perspektif Louis Althusser, kondisi ini dapat dipahami melalui posisi ParCok sebagai bagian dari repressive state apparatus. Aparatus negara semacam ini bekerja bukan hanya melalui kekuatan fisik, tetapi juga melalui legitimasi simbolik yang menopang kekuasaan. Ketika kekuasaan berada dalam kondisi stabil, ParCok tampil sebagai penjaga ketertiban publik. Namun ketika kekuasaan menghadapi ancaman—baik dari kritik masyarakat, […]

  • HAM & ASSOCIATES Lapor Hakim PN Sanana ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung RI

    HAM & ASSOCIATES Lapor Hakim PN Sanana ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung RI

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Advokat HAM & ASSOCIATES laporkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sanana ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) RI atas dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Laporan tertanggal 29 April 2025 tersebut dilayangkan pada hari, Jum’at (16/05/2025). Pasalnya, setelah membaca dan mempelajari seluruh berkas yang berkaitan dengan Perkara Nomor 3/Pdt.G/2024/PN.Snn yang diucapkan […]

expand_less