Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Seni Menjadi Orang Kalah

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 136
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Padahal kekuatan demokrasi tidak terletak pada kemenangan semata, melainkan pada kesiapan menerima kekalahan. Tanpa kemampuan itu, setiap hasil hanya dianggap sah ketika menguntungkan diri sendiri. Kompetisi yang sehat tidak cukup ditentukan oleh proses bertanding, tetapi juga oleh cara menerima hasilnya.

Orang boleh kecewa, marah, atau tidak puas. Itu manusiawi. Yang menjadi masalah adalah ketika kekalahan membuat seseorang ingin merusak seluruh ruang bersama. Banyak kerusakan sosial lahir bukan karena kemenangan seseorang, melainkan karena ada pihak yang gagal menerima kenyataan.

Keributan yang hari-hari ini terlihat di media sosial sering lahir dari kegagalan memahami kekalahan. Banyak orang tidak benar-benar bertarung untuk gagasan, melainkan untuk harga diri yang terluka. Ada kekalahan yang berubah menjadi fitnah. Ada yang berkembang menjadi kebencian berkepanjangan. Ada pula yang menjelma obsesi untuk menjatuhkan siapa pun yang berhasil.

Padahal hidup tidak selalu menyediakan posisi sebagai pemenang. Kadang seseorang sudah bekerja keras lalu tetap gagal. Ada orang yang memiliki kemampuan baik, namun kesempatan tidak datang kepadanya. Ada pula kekalahan yang terjadi bukan karena seseorang buruk, melainkan karena keadaan memang tidak berpihak.

Karena itu ada penghormatan tersendiri pada orang-orang yang mampu kalah tanpa berubah menjadi penuh kebencian. Mereka menerima kenyataan dengan jernih, menjaga diri agar tidak tenggelam dalam dendam, lalu berjalan lagi. Sikap seperti itu tidak mudah dimiliki karena kalah memang menyakitkan, apalagi ketika yang dipertaruhkan adalah sesuatu yang sudah diperjuangkan lama.

Ada kecewa, malu, marah, bahkan rasa tidak percaya terhadap diri sendiri. Semua itu wajar. Namun kekalahan selalu memberi dua kemungkinan: membuat manusia lebih matang atau justru lebih rusak. Ada orang yang setelah gagal menjadi lebih hati-hati dalam melihat hidup. Mereka mulai memahami bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan oleh usaha pribadi. Dari sana tumbuh kemampuan untuk lebih memahami orang lain dan tidak mudah menghakimi.

Mungkin di situlah pentingnya seni menjadi orang kalah. Ini bukan ajakan untuk menyukai kegagalan. Manusia tetap perlu berusaha maksimal, memiliki ambisi, dan mengejar hal-hal baik dalam hidupnya. Namun setelah semua usaha dilakukan, ada kenyataan yang kadang tidak bisa dipaksa. Pada saat seperti itu, manusia perlu kemampuan menerima tanpa kehilangan arah hidupnya.

Sebab menjadi baik saat menang relatif mudah. Yang lebih sulit adalah menjaga pikiran tetap jernih ketika keadaan tidak berpihak.

Do the best and be best when you lose.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akuntabilitas Langit

    Akuntabilitas Langit

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Kalau seorang akuntan melihat ini, mungkin ia akan berkata: “Wah, ini sistem pelaporan yang sangat progresif.” Namun persoalan manusia seringkali bukan pada sistem pencatatannya, tetapi pada kesadaran akuntabilitasnya. Dalam dunia organisasi, kita mengenal istilah accountability gap—jarak antara kewajiban melapor dan kesadaran untuk bertanggung jawab. Dalam kehidupan sehari-hari, gap ini sering muncul dalam bentuk yang sederhana. […]

  • Salawat Badar Menggema di Keuskupan Agung Makassar Play Button

    Salawat Badar Menggema di Keuskupan Agung Makassar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 261
    • 0Komentar

    MAKASSAR, KEMENAGSULSEL — Malam itu, Senin 9 Maret 2026, suasana di Gereja Katedral Keuskupan Agung Makassar terasa hangat. Di tengah kegiatan doa bersama dan buka puasa lintas agama yang digelar, sebuah momen yang menyentuh batin perlahan mengalir seperti doa yang dilantunkan dari hati. Salawat Badar menggema. Nadanya lembut, tetapi kuat menembus ruang dan perasaan. Lantunan pujian […]

  • Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Tujuh Menteri Dikabarkan Dievaluasi

    Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Tujuh Menteri Dikabarkan Dievaluasi

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 349
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Isu perombakan kabinet kembali mencuat di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kabinet Merah Putih disebut-sebut akan mengalami reshuffle dalam waktu dekat, menyusul agenda pelantikan sejumlah pejabat yang dijadwalkan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana, rencana pelantikan tersebut memicu spekulasi bahwa […]

  • M. Akhwandany Uar dan Rahmat Sumarlin Terpilih Nahkodai Constitutional Law Study Yogyakarta

    M. Akhwandany Uar dan Rahmat Sumarlin Terpilih Nahkodai Constitutional Law Study Yogyakarta

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Yogyakarta – Musyawarah Constitutional Law Study (CLS) Yogyakarta kembali digelar demi mencari kepemimpinan baru lembaga hukum ketatanegaraan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 27 Februari 2026. Hasil dari Musyawarah yang dilakukan oleh anggota Constitutional law study (CLS) Yogyakarta yakni terpilihnya Saudara muhammad Akhwandany Uar sebagai Direktur periode 2026-2028 dan Saudara Rahmat Sumarlin Maate sebagai Sekretaris 2026-2028. Terpilihnya […]

  • Keutamaan Shalat Subuh Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

    Keutamaan Shalat Subuh Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Syekh Nawawi al-Bantani, salah satu ulama besar Nusantara yang menjadi rujukan keilmuan di dunia Islam, banyak membahas keutamaan ibadah, termasuk shalat Subuh, dalam berbagai karya tulisnya, terutama dalam kitab Nihayatuz Zain, Tafsir Marah Labid (Tafsir Munir)_, dan Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah. Dikutip dari berbagai sumber, keutamaan shalat  Subuh menurut Syekh Nawawi al-Bantani, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitabnya […]

  • Ilmu yang Masuk Angin

    Ilmu yang Masuk Angin

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Di pesantren, ada petuah sederhana: “Ilmu iku kudu manfaat, nek mung pinter tok yo mblenger.” Ilmu itu harus bermanfaat, kalau cuma pintar saja bisa bikin kembung. Sayangnya, sebagian akademisi hari ini tampak bukan kembung karena terlalu banyak makan, tetapi karena terlalu lama tinggal di menara gading, ruang tinggi, dingin, dan jauh dari sawah, laut, serta […]

expand_less