Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Seni Menjadi Orang Kalah

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 170
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Padahal kekuatan demokrasi tidak terletak pada kemenangan semata, melainkan pada kesiapan menerima kekalahan. Tanpa kemampuan itu, setiap hasil hanya dianggap sah ketika menguntungkan diri sendiri. Kompetisi yang sehat tidak cukup ditentukan oleh proses bertanding, tetapi juga oleh cara menerima hasilnya.

Orang boleh kecewa, marah, atau tidak puas. Itu manusiawi. Yang menjadi masalah adalah ketika kekalahan membuat seseorang ingin merusak seluruh ruang bersama. Banyak kerusakan sosial lahir bukan karena kemenangan seseorang, melainkan karena ada pihak yang gagal menerima kenyataan.

Keributan yang hari-hari ini terlihat di media sosial sering lahir dari kegagalan memahami kekalahan. Banyak orang tidak benar-benar bertarung untuk gagasan, melainkan untuk harga diri yang terluka. Ada kekalahan yang berubah menjadi fitnah. Ada yang berkembang menjadi kebencian berkepanjangan. Ada pula yang menjelma obsesi untuk menjatuhkan siapa pun yang berhasil.

Padahal hidup tidak selalu menyediakan posisi sebagai pemenang. Kadang seseorang sudah bekerja keras lalu tetap gagal. Ada orang yang memiliki kemampuan baik, namun kesempatan tidak datang kepadanya. Ada pula kekalahan yang terjadi bukan karena seseorang buruk, melainkan karena keadaan memang tidak berpihak.

Karena itu ada penghormatan tersendiri pada orang-orang yang mampu kalah tanpa berubah menjadi penuh kebencian. Mereka menerima kenyataan dengan jernih, menjaga diri agar tidak tenggelam dalam dendam, lalu berjalan lagi. Sikap seperti itu tidak mudah dimiliki karena kalah memang menyakitkan, apalagi ketika yang dipertaruhkan adalah sesuatu yang sudah diperjuangkan lama.

Ada kecewa, malu, marah, bahkan rasa tidak percaya terhadap diri sendiri. Semua itu wajar. Namun kekalahan selalu memberi dua kemungkinan: membuat manusia lebih matang atau justru lebih rusak. Ada orang yang setelah gagal menjadi lebih hati-hati dalam melihat hidup. Mereka mulai memahami bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan oleh usaha pribadi. Dari sana tumbuh kemampuan untuk lebih memahami orang lain dan tidak mudah menghakimi.

Mungkin di situlah pentingnya seni menjadi orang kalah. Ini bukan ajakan untuk menyukai kegagalan. Manusia tetap perlu berusaha maksimal, memiliki ambisi, dan mengejar hal-hal baik dalam hidupnya. Namun setelah semua usaha dilakukan, ada kenyataan yang kadang tidak bisa dipaksa. Pada saat seperti itu, manusia perlu kemampuan menerima tanpa kehilangan arah hidupnya.

Sebab menjadi baik saat menang relatif mudah. Yang lebih sulit adalah menjaga pikiran tetap jernih ketika keadaan tidak berpihak.

Do the best and be best when you lose.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR Soroti Skema War Tiket Haji dan Transparansi Pembiayaan 2026

    DPR Soroti Skema War Tiket Haji dan Transparansi Pembiayaan 2026

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Politisi Fraksi PKB itu juga menilai skema tersebut dapat menjadi terobosan untuk mengatasi panjangnya masa tunggu haji di Indonesia yang di beberapa daerah mencapai puluhan tahun. Ia menekankan pentingnya menghadirkan kebijakan yang memberikan kepastian bagi calon jemaah. “Kita tidak ingin ada orang yang harus menunggu 30 hingga 40 tahun untuk berangkat haji, sampai mereka ragu […]

  • Komunitas Barber Gorontalo Menggelar Cukur Rambut, Jalan Kepedulian untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera Play Button photo_camera 4

    Komunitas Barber Gorontalo Menggelar Cukur Rambut, Jalan Kepedulian untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 262
    • 0Komentar

    nulondalo.com — Di tengah hiruk pikuk aktivitas kota, kepedulian sosial kembali menemukan jalannya melalui aksi sederhana namun penuh makna. Komunitas Barber Gorontalo menunjukkan empati dan solidaritas mereka dengan menggelar kegiatan Barber Amal Peduli Bencana Aceh dan Sumatera, Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di area parkiran Toko Aisyah Mart, Kota Gorontalo, dan mendapat sambutan […]

  • Invisible Labor Ibu Rumah Tangga dalam Perspektif Ekonomi

    Invisible Labor Ibu Rumah Tangga dalam Perspektif Ekonomi

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Di tengah masyarakat modern yang semakin sibuk mengejar pertumbuhan ekonomi, ada satu jenis pekerjaan yang justru sering luput dari pengakuan: pekerjaan domestik ibu rumah tangga. Aktivitas memasak, membersihkan rumah, mengurus anak, mendampingi pendidikan keluarga, menjaga kesehatan emosional anggota rumah tangga, hingga memastikan seluruh ritme keluarga berjalan stabil, sering dianggap sebagai “kewajiban biasa” seorang perempuan. Padahal, […]

  • Kabar Gembira untuk ASN Kota Gorontalo: TPP Desember Segera Dibayarkan

    Kabar Gembira untuk ASN Kota Gorontalo: TPP Desember Segera Dibayarkan

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, mengumumkan kabar gembira bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bulan Desember akan segera dicairkan dalam waktu dekat. “TPP ASN (Bulan Desember) akan segera kita bayarkan,” ujar Wali Kota Adhan saat memberikan arahan pada apel kendaraan dinas operasional (KDO) pimpinan […]

  • Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

    Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Multazam. R
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Model pendidikan berbasis masalah menjadi alternatif memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan berbasis masalah berangkat dari paradigma konstruktivistik yang diperkenalkan oleh John Dewey. Paradigma ini memandang bahwa pengetahuan sejati lahir dari konstruksi aktif antara interaksi guru, murid dengan lingkungan (masalah). Masalah sebagai titik berangkat, guru dan murid kemudian diperhadapkan pada realitas sosial yang menuntut analisis […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Ibrahim: Demi NU Agar Berdaya di Bidang Ekonomi

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Ibrahim: Demi NU Agar Berdaya di Bidang Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo secara resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) di Kantor PWNU Gorontalo, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam mendorong kemandirian ekonomi umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah. Ketua PWNU Gorontalo, H. Ibrahim Sore, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, Pekan Ekonomi […]

expand_less