Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tak Ada Yang Integratif Dari “Epistemologi Integratif” dalam Paradigma Makuta Ilmu: Itu Kesesatannya

  • account_circle Tarmizi Abbas
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • visibility 1.042
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tulisan Donald Tungkagi berjudul Menjelaskan “Makuta Ilmu” Tanpa Menyesatkan: Kritik atas Kritik Tarmizi Abbas (9/1) di nulondalo.com., sebagai tanggapan atas tulisan saya (8/1) setidaknya memuat tiga poin utama, yakni: (1) penjelasan historiografis makuta problematik karena tidak cukup valid dalam simbol makuta dalam paradigma epistemologi Makuta Keilmuan; (2) ketegangan antarpilar itu produktif, alih-alih saling menegasikan satu sama lain; (3) Makuta Ilmu berangkat dari epistemologi dekolonial. Jika mau diperas dalam satu kalimat, Donald berkesimpulan bahwa kritik saya gagal memahami Makuta Ilmu sebagai paradigma pengetahuan yang sebenarnya tetap relevan dan integral satu sama lain meski penuh ketegangan, sebab paradigma tersebut secara praksis adalah jembatan antarpilar: Tuhan, manusia (adat) dan alam semesta (theo-antropo-kosmosentris).

Tulisan ini adalah tanggapan terhadap kritik atas kritik Donald pada tulisan saya sebelumnya. Fokus saya dalam tulisan juga akan saya padatkan menjadi tiga bagian. Pertama terletak pada ketidakonsistenan klaim Donald soal makuta yang sebenarnya diakuinya sendiri berakar pada tradisi intelektual masyarakat Gorontalo, namun tiba-tiba menjadi tidak relevan dan valid ketika menjadi dasar paradigma Makuta Ilmu. Kedua adalah kontradiksi inheren antarpilar di dalam paradigma Makuta Ilmu yang dipaksakan dengan menghadirkan jembatan sebagaimana muncul di dalam paradigma integrasi-interkoneksi yang, bagi saya, justru menciptakan keselarasan semu. Ketiga adalah penggunaan dekolonisasi pengetahuan semena-mena; seakan-akan ketika Makuta Ilmu bisa berbicara soal pengetahuan lokal, maka ia telah representatif dan bisa diterima begitu saja, padahal, justru ia akan berakhir pada posisi kolonial.

Namun sebelum melompat terlalu jauh, saya ingin mengklarifikasi beberapa hal. Pertama, ketika saya memproblematisasi tawaran Makuta Ilmu sebagai sebuah paradigma, tidak serta merta saya memproblematisasi visi eksplisit UIN Smart, melainkan mengkritisi argumentasinya, terutama klaim bahwa ia “persis sama”. Ini juga ingin menunjukkan bahwa Makuta Ilmu bukan satu-satunya tawaran, melainkan hanya salah satu—itupun dengan basis argumentasi yang sangat lemah. Karena itu, saya menghadirkan dekolonialitas sebagai alternatif. Kedua, saya memang tidak menyentuh falsafah adati hula-hula to sara’a, sara’a hula-hula to Qur’ani itu dengan sadar, tetapi bukan berarti kritik saya itu selektif dan abai. Justru karena itu akan membawa diskusi terlalu jauh, terlebih saya sendiri skeptis terhadap keberadaannya. Ketiga, persoalan saya bukan pada nama, melainkan pada kerangka konseptualnya. Dengan demikian, perdebatan soal kritik terhadap trademark akademik UIN Smart menjadi tidak relevan. Terakhir, saya sepakat bahwa kritik harus dibalas dengan kritik, bukan satir atau nyinyir.

  • Penulis: Tarmizi Abbas
  • Editor: Tarmizi Abbas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imam Alumni Pesantren As’adiyah Pimpin Shalat Jum’at Perdana di IKN photo_camera 2

    Imam Alumni Pesantren As’adiyah Pimpin Shalat Jum’at Perdana di IKN

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Momentum bersejarah tercatat di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan digelarnya Shalat Jum’at perdana di Masjid Negara IKN yang bertepatan dengan Jum’at pertama Ramadan 1447 Hijriah. Ribuan jamaah memadati ruang utama masjid dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Shalat Jum’at bersejarah tersebut dipimpin oleh Ustadz H. Martomo Malaing, S.Q., M.A., alumni Pondok Pesantren As’adiyah, […]

  • Karhutla Kalimantan Membara, Sakti dari Maros Desak Negara Perkuat Perlindungan Hutan dan Usut Tuntas Penyebab Kebakaran

    Karhutla Kalimantan Membara, Sakti dari Maros Desak Negara Perkuat Perlindungan Hutan dan Usut Tuntas Penyebab Kebakaran

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah Kalimantan menjadi perhatian publik, termasuk dari Sulawesi Selatan. Bukan semata karena luas wilayah yang terdampak, tetapi juga karena ancamannya terhadap lingkungan, satwa, masyarakat, kesehatan, dan kualitas udara. Sakti, seorang warga asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, turut menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia […]

  • Lomba Da’i Cilik Meriahkan Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo

    Lomba Da’i Cilik Meriahkan Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Lomba Da’i Cilik turut memeriahkan rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo yang dilaksanakan di Kantor PWNU Gorontalo, Rabu (29/10/2025). Penanggung jawab kegiatan, Indrawan Modanggu, menyampaikan bahwa lomba Da’i Cilik ini bertujuan untuk menumbuhkan potensi generasi muda sejak dini, khususnya anak-anak di bawah usia 10 tahun, agar semakin mengenal nilai-nilai Islam dan ekonomi syariah. “PWNU […]

  • Administrasi yang Menelan Manusia: Ketika Birokrasi Kehilangan Jiwa Pelayanan

    Administrasi yang Menelan Manusia: Ketika Birokrasi Kehilangan Jiwa Pelayanan

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Tidak ada negara modern tanpa birokrasi. Ia lahir sebagai jawaban atas kebutuhan akan ketertiban, efisiensi, dan kepastian hukum. Max Weber bahkan menyebut birokrasi sebagai bentuk organisasi paling rasional yang pernah diciptakan manusia. Dengan pembagian kerja yang jelas, aturan yang baku, serta pengangkatan berdasarkan kompetensi, birokrasi diharapkan mampu menghindarkan negara dari praktik kekuasaan yang sewenang-wenang. Namun, […]

  • Butuhkah Peningkatan SDM di Gorontalo?

    Butuhkah Peningkatan SDM di Gorontalo?

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Peningkatan Sumber Daya Manusia menjadi isu yang sangat krusial untuk didiskusikan, apalagi peningkatan Sumber Daya Manusia menjadi program unggulan Gubernur Provinsi Gorontalo dengan dalih meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan provinsi Gorontalo, yang menjadi pertanyaannya adalah apakah dengan peningkatan Sumber Daya Manusia yang akan dilakukan melalui program pemberian beasiswa terhadap putra daerah untuk melanjutkan pendidikan ke luar […]

  • Mahasiswa S3 PKUMI Gelar Pelatihan Essay Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag RI

    Mahasiswa S3 PKUMI Gelar Pelatihan Essay Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag RI

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 315
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mahasiswa Program Doktor (S3) PKUMI menggelar pelatihan pembuatan essay Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama Republik Indonesia di Musholla Asrama PKUMI, Sabtu (09/05/2026). Kegiatan tersebut diikuti para calon pendaftar BIB yang tengah mempersiapkan dokumen administrasi dan essay motivasi sebagai bagian penting dalam proses seleksi beasiswa. Pelatihan menghadirkan Muhammad Yusuf sebagai narasumber. Selain tercatat […]

expand_less